30 Maret 2017

Komitmen atau Realistis?



(source)
Alhamdulillah wa syukurillah…
Akhirnya bisa ngeblog lagi. Waktu pengangguran kemaren malah nggak ada nyentuh blog sama sekali, eh ini disaat dateline raport MID dengan nilai murid yang masih berantakan, malah disempetin ngeblog.

Kali ini mau curhat banget nih. Kepikiran terus, semoga dengan ditulis jadi lebih lega. Karena kata dokternya BJ Habibie, menulis adalah bentuk terapi terbaik #kayak udah berat aja masalahnya
Jadi begini pemirsah… sejak lulus PPG (Pendidikan Profesi Guru) bulan Januari kemaren, aku mulai menyerakkan lamaran dimana-mana. Cuma ke 5 sekolah doang sih, yang satu lagi bimbel. Jadi total 6 lamaran. Hehehe. 

kriteria sekolah idaman aku adalah, sekolah swasta yang ada pengembangan gurunya. Jadi selama jadi guru, kita nggak cuma ngajar, tapi juga belajar. Pengembangan guru di sekolah swasta biasanya dalam hal ilmu kependidikan dan agama. Misalnya, pelatihan, KKG, Workshop. Atau kalau dalam bidang agamanya dengan memberikan jam belajar Al-Qur’an khusus untuk guru, baik itu Tahsin (memperbaiki bacaan) atau Tahfiz (menghafal), ada juga sekolah swasta yang memfasilitasi guru-gurunya untuk ikut  kajian dalam halaqoh-halaqoh kecil. Bahkan di SDIT AL Fikri,  murobbi (guru) nya datang ke sekolah untuk membimbing guru di jam kosong. Ilmu Al-Qur’an guru-gurunya juga di bina secara intensiv setiap hari sabtu dalam kelompok kecil, berdasarkan kemampuannya. Di SD An-Namiroh dulu setiap sabtu juga ada pengembangan guru, dari belajar Tahsin, belajar computer, bahasa arab atau bahasa inggris. Bergantian tiap pekannya. Keren kan?  Udahlah dapat duit, dapat ilmu gratis pula.

Ya elah… Cari kerja kok pake kriteria segala sih…

23 Desember 2016

Wawancara dengan Pemenang UNSA Ambassador 2016

Ilham Fauzi. UNSA AMBASSADOR 2016

UNSA (Untuk Sahabat) adalah sebuah grup kepenulisan yang tenar di media sosial facebook. Setiap tahun Unsa memilih satu orang anggotanya untuk menjadi Duta Penulis Unsa yang tugasnya memotivasi dan menginspirasi  para penulis lain untuk berkarya lebih baik lagi. Tidak hanya itu, Duta Penulis Unsa harus senantiasa bersahabat atau friendly dengan siapa pun dalam berkarya. Mengingat saat ini tidak sedikit penulis yang hanya berkarya saja namun terkadang masih dingin dengan teman-teman penulis lain yang ingin sharing dan berbagi ilmu dengannya.

Untuk menjadi Unsa Ambassador tidak mudah. Ada rentetan tugas dan penjurian yang harus di ikuti selama 3 bulan (emejing banget kan. Kalau gue ikut kompetisi selama itu mungkin sudah melambaikan tangan ke kamera). Tugasnya bermacam-macam. Dari tugas membuat cerpen sampai menulis buku. Dua finalis terpilih akan berkompetisi satu sama lain dan diundang dalam perayaan ulangtahun UNSA.

Juara pertama Unsa Ambassador ini akan mendapatkan hadiah uang tunai ratusan ribu, selempang Unsa Ambassador yang bertuliskan tahun jabatan (duh ngiler banget gue secara selempang cuma bisa didapat di ajang kayak putri-putrian gitu), tropi, paket buku dan tentu saja dinobatkan menjadi UNSA Ambassador. Cukup menggiurkan bukan?

Pemenang UNSA Ambassador tahun 2016 adalah Ilham Fauzi. Pria berdarah minang ini merupakan pengurus FLP Pekanbaru yang saat ini sedang menjalani pendidikan master-nya di UNAND Padang. Keren apa coba. Dia masih singel loh dan katanya lagi buka lowongan, muehehe. Saat diwawancara via inbox fb, Ilham baru saja pulang dari Bogor menghadiri milad UNSA dan penobatan UNSA Ambassador 2017 yang baru. Meski begitu, Ilham tetap mau kok berbagi pengalamannya yang pernah memenangkan Unsa Ambassador 2016 dan berbagi kisahnya selamat menjabat menjadi Duta Penulis.

*ceritanya disini aku sebagai wartawan yang mewawancarai artis. haghaghag*

22 November 2016

Alarm Berbunyi


*sebuah catatan gak mutu dihari lahir
*Versi gue-elu

Euphoria merayakan ulangtahun temen berasa banget di asrama PPG ini. setiap ada yang ulangtahun, pasti ada aja yang iseng ngerjain. Dari temen se cluster, se lorong, temen satu blok ataupun temen satu jurusan. Mungkin karena kami semua kurang piknik kurang hiburan, jadi disaat ada yang ulangtahun, disitulah dia dijadikan korban. Layaknya anak-anak Abege merayakan ultah, dari diiket di pohon, disiram air got,  dilempar telur, sampai dilempar ke kolam ikan di depan asrama. Pokoknya setiap ada yang ulangtahun, asrama jadi heboh, berisik dan jorok. Tapi semua Happy! Hihihi…

Kemaren gue ulangtahun. A.k.a jatah gue numpang hidup di dunia ini berkurang. Hari itu sama kayak biasanya, malemnya gue begadang sampe jam 3. Ngerjain sesuatu dan bantuin temen sekamar yang mau ujian PPL besoknya. Paginya sempet belajar kelompok sama temen-temen PGSD. Dan langsung diseret paksa makan di Medan Mall.

Malemnya, selesai apel malam di asrama, temen-temen UNPRI (UNP dan UNRI yang merupakan dua kampus pendatang di PPG ini) ngasi surprise dengan kue yang lumayan gede banget. Sampe gak abis dimakanin. Acara UNPRI kelar, gue pun balik ke kamar, beres-beres muka yang belepotan kena krim kue, dan duduk santai santai sambil baca-bacain ucapan ultah di sosmed. Eh tau-tau Winda, temen satu cluster ngajain bahas soal. Males banget dong. Karena gue gak beranjak dari tempat tidur, Winda narik gue yang berujung ke tempat cuci. Gue udah berusaha bertahan, tapi yang narik jadi tambah rame. Akhirnya pasrah disiram pake air yang kalo dilihat dari bentuk baunya, udah dicampur sama detergent, blau, bahkan kulit pisang juga juga disitu. Gue sempet menggigil disiram tengah malam begitu. Untung nggak lama dikurung di tempat cuci. Bener-bener sukses mereka ngerjain gue!



Begitu dikasi kue yang ada angka 27 a.k.a duapuluhtujuh itu, gue termangu. Ya allah… gue udah setua ini. dan gue belum jadi apa-apa, life goal gue belum kesampean. Seketika gue rasanya pengen nangis guling-guling sambil nyelam di kolam ikan asrama.

Temen cowok di asrama yang juga ikut ngerayain ultah gue sempet kaget begitu tau umur gue 27. Soalnya PPG angkatan IV ini rata-rata berumur 25-26. Dia sempet gak percaya gitu, apa muka gue seimut itu yak? #menghiburdiri
***

26 Oktober 2016

INSPIRASI DARI MUSEUM BATAK ,TB SILALAHI CENTER

in front of museum Batak
Baca perjalanan sebelumnya :

Dari zaman dahulu kala, orang Batak itu udah kenal sama budaya yang tinggi. Dulu bahkan ada tulisan aksara Batak, bahasa Batak , Gondang Batak, pakaian Batak (ulos), dan ada penggunaan marga. Tapi zaman kan udah modern ya. takutnya lama-lama nilai budaya makin hilang. Makanya dibangunlah MUSEUM BATAK TB SILALAHI CENTER ini. yang namanya museum pasti isinya barang-barang peninggalan budaya yang bersejarang dong ya. kalo isinya ikan itu mah namanya pasar ikan #gaklucu

Aku baca di brosurnya, museum ini dibangun selain untuk nyimpen barang-barang budaya, juga untuk menyatukan ke 6 etnis Batak yang ada di Sumatera Utara. Ada Simalungun, Mandailing, Angkola, Pakpak dan Karo (CMIIW). Bagunan museum ini dibangun super megah banget. Katanya sih museum ini dapat anugerah Cagar Budaya dan Permuseuman tahun 2014, sebagai Museum swasta Terbaik di Indonesia yang dianugerahkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kerenn…kereenn… #standing applause

19 September 2016

Festival Danau Toba di Muara. Negeri Indah kepingan Surga

pose gak jelas di FDT
Cerita sebelumnya : Hai, Danau Toba!
Seger banget abis SPA di Pemandian air panas Sipoholon, perjalanan pun di lanjutkan ke Muara. Dan kami berempat masih belum tau mau dibawa kemana. Waktu di pinggir jalan liat spanduk-spanduk bertebaran baru deh kami tau kemana arah dan tujuan perjalanan jauh ini.

SELAMAT DATANG DI FESTIVAL DANAU TOBA
MUARA NAULI- TAPANULI UTARA

Aku pun langsung kegirangan. Ternyata kami bakal diajak ibu nonton FESTIVAL DANAU TOBA! Ivent yang diadakan Cuma setahun sekali! Gilaakk… gilaakk… festival dayung sampan di taluk kuantan, Riau aja seumur-umur belum pernah. Lha ini di ajak nonton Festival Danau Toba di Tapanuli Utara. What a lucky I am.

18 September 2016

Hai, Danau Toba!



Yeaayy… Alhamdulillah ya…  setelah 6 bulanan jadi anak asrama di Medan, akhirnya aku bisa liat Danau Toba juga. Gretongan lagi… rejeki anak sholeh emang kagak kemana. Sini-sini, aku ceritain dikit trip ke Danau Toba selama 3 hari kemaren. Bukan kemaren juga sih, udah lumayan lama juga. Hahaha.

Awalnya liburan lebaran Iedul Adha ini rencananya aku mau menumpang hidup dirumah temen sekamar. Namanya Erni. Cewek asli Batak ini tinggal di Binjai. Sekitar 1 jam dari Medan. Ya dari pada seminggu bengong aja di asrama yang udah bisa dipastikan bakal sepi banget itu, mending numpang hidup di rumah Erni, biar kebagian makan rendang daging kurban. Hohoho #mental gratisan

Sebelumnya, Ibu Asrama yang biasanya paling ditakuti dan disegani di asrama (like always every dormitory do), tau-tau nyamperin aku. ngajak touring pake motor ke daerah Sibolangit sana, mungkin kesian liat aku di asrama terus. Setiap orang liburan pada pulang selalu jadi penunggu asrama. So, udah diomongin sana-sini gimana berangkatnya, pake motor siapa, bobonya dimana dll. Eh, ujung-ujungnya karena beberapa alasan nggak jadi. Kalo pun jadi, belum tentu juga Ummi aku bakal ngizinin sih. Hihihi. Yaudah deh, aku rencanain ke rumahnya Erni aja di Binjai. Sedangkan temen-temen dari Riau yang lainnya masih betah jadi penunggu asrama. 

Eh dasar rejeki anak sholeh, beberapa hari kemudian, ibu asrama yang kami panggil Bu’ Nur nyamperin aku sebelum makan malam. Kali ini ngajak touring tapi pake mobil. Gak pake itinenary. Pokoknya dari asrama jalan aja terus, kalo nemu tempat bagus kita berhenti. Nginap dimana nanti aja dipikirin, penginapan dimana-mana juga banyak. Pokoknya kita jalan! Mungkin Bu’ Nur mau kekinian, pake istilah Let’s Get Lost aja kali. asek! Karena anggota masih kurang, temen lain yang di ajakin Bu’ Nur pada gak bisa ikut, yah, dari pada mobil kosong, aku ajak aja anggota di Kasturi. Terjaringlah Tika, Putri dan Fitri. Here we go….!!!

28 Juli 2016

Cluster Kasturi. A home Sweet Home

ASRAMA PPG SM3T UNIMED

Pengumuman dari ibu asrama malam ini yang menyatakan akan ada rotasi asrama bulan depan membuat aku tersentak, peraturan asrama satu ini yang paling aku takutkan, ternyata akan terjadi dalam waktu dekat. Hampir lima bulan terlewati, sudah banyak kisah terukir, sudah membahana gelak tawa setiap hari, sudah kuat hati tarpatri satu sama lain. Adalah sebuah keniscayaan kita bersedih ketika harus dipisahkan. Untuk membingkai kenangan, izinkan aku abadikan secuil cerita di blog yang tak seberapa ini.  

Ada 3 blok di lingkungan asrama PPG UNIMED ini. setiap Blok berbeda bentuk fisik bangunan dan isi kamarnya. Tapi fasilitas yang kami dapatkan sejatinya adalah sama. Blok A yang terdiri dari 4 cluster dihuni oleh para pria, di Blok B yang berada di depan Blok A dihuni oleh para wanita. Beda dengan blok A, di blok B ini ada 6 cluster. 4 cluster dihuni oleh para wanita, 1 cluster dihuni oleh laki-laki (karena tidak muat di Blok A), dan 1 cluster lagi dihuni oleh aadik-adik mahasiswa S1 dari papua yang mendapatkan beasiswa afirmasi di unimed. salah satunya ada yang dari Tolikara loh.

Sedangkan di blok C yang bentuk fisik bangunannya memanjang, kamarnya dihuni oleh perempuan yang berjumlah 60 orang. Sisanya, karena di Asrama PPG UNIMED tidak muat, peserta PPG lainnya di tempatkan di asrama UMA (Universitas Medan Area) yang berada kurang lebih 1km dari asrama PPG UNIMED. Disana juga mendapat fasilitas yang sama. Tempat tinggal dan makan 3 kali sehari gratis. Bahkan ada jasa laundry 20kg setiap bulan. Itu juga gratis. Wow! Tinggal focus belajar aja cuy

14 Mei 2016

Fenomena VLOG


 Akhir2 ini karena wifinya asrama  kenceng banget, aku jadi sering nongkrongin yusup. eh yutub. Ada banyak banget video diary orang seliweran di beranda youtube aku. Dari hasil pengamatan aku, para youtuber ini punya beberapa catatan.
  1. Mereka terkenal, subscribers nya sampe jutaan. Yang walopun mereka cuma aplod video makan donat di mall (which is itu hal biasa) bisa diliat ribuan bahkan ratus ribu kali.
  2. Youtubers rata-rata orang kaya, liat aje gadget nye yg bisa bikin muka muluss.... lighting nya, tripot nya, dan banyak lagi. syuting nya juga di tempat-tempat bagus. Rumah mewah, Mobil bagus, mall, kantor menjulang tinggi dll.
  3. Youtubers rata-rata adalah anak-anak muda yang kreatif, di awal karir sebagai youtubers mereka bikin video yg unik,lucu2an etc. pokoknya yg kekinian bgt deh. Penonton pun tertarik untuk ngeklik videonya, dan jadilah view nya ribuan.
  4.