09 Mei 2011

kena tilang




Oh My God…!!
Pertama kali dalam hidup ku kena tilang ama polisi yang mejeng dipinggir jalan..!!
Ceritanya tadi sore pulang dari ngantar adikku kembali ke haribaannya (ponpes). Walaupun sudah dekat magrib, tapi aku santai saja mengendarai motor bututku. Lagu something ‘bout love nya david archuleta mengalun ditelingaku. Aku pun dengan santai mengikutinya. Sore ini macet sekali, karena pembangunan fly over di tengah jalan sudirman dan harapan raya yang entah kapan selesainya, dan entah sampai kapan pula rakyat pekanbaru harus menanggung macetnya.
Saat aku menyelip di antara mobil-mobil dan kendaraan yang tak mau kalah, Tiba-tiba polisi yang ramai berdiri di pinggir jalan menunjukku, dan mengarahkan tongkat yang dipegangnya kearah plat depan motorku. Aku heran dan terkejut, ku lihat kiri kanan. Tak ada yang kira-kira mengarah kea rah polisi itu. Ah, ternyata memang aku yang ditunjukknya.
Aku pun menuruti arah tongkat polisi yang menyeramkan itu untuk berhenti di tepi jalan, salah seorang polisi yang lain menanyaiku dengan muka seram
“Ada surat-suratnya?” Tanya si polisi serem
“ada pak”
“lengkap”
“lengkap Pak” tapi aku jawab dengan dagu gemetar. Soalnya sudah setua ini aku belum punya SIM, bawa STNK pun jarang-jarang.
“coba liat”
“yah apes gua” kataku dalam hati. Aku pun mengaduk-ngaduk ranselku. tapi bagaimanapun ku aduk-aduk hingga jadi adonan kue, yang kutemui hanyalah STNK, tidak ada SIM, karena memang tidak punya. Dengan pasrah dan wajah polos ku serahkan STNK itu. Polisi langsung manggut-manggut tersenyum licik.
“mana SIM nya”
“tinggal pak” aku jawab dengan senyuman maut, tapi rupanya senyumanku tak mempan meluluhkan hati si bapak. Ia pun menyerahkan STNK ku ke posko.
Polisi lainnya menyuruhku memarkirkan motor di halaman parker hotel ASEAN. Ya elah, kena deh. Bayar berapa nih? Dalam hati aku mengutuk kebodohanku, kenapa tadi lewat sisni. Udah macet, kena tilang pula! Dengan gemas aku coba menghubingi Ummiku (siapa lagi coba.hehe) tapi jangakan di angkat, masuk aja nggak! Ah sebelnya. Ku coba sms saja. Baru saja mengetik “ mi icha kena tilang..” polisi yang berada di di dalam posko memanggilku. Saat itu barulah aku deg-degan (dari tadi sih deg-degan dikit.hehe)
Di dalam posko yang di tutup kaca riben hitam, polisi tua sedang mengintrogasi korban yang senasib denganku. Tidak bawa SIM. Tapi belum apa-apa korban itu langsung menunjukkan kartu PERS nya. Polisi tua itu membaca.
“oalah, ini sudah tidak berlaku”
Entah apa lagi kata si korban, tapi nampaknya polisi tak ingin embil resiko dengan seorang wartawan, siapa tau besok ada wajahnya di headline news “ razia amatiran”. Polisi itupun melepaskan pers itu dengan senyum ramah, dan berpesan agar jangan mengulangi lagi kesalahannya.
Kini giliranku
“silahkan duduk”
Aku pun duduk
“kamu tau apa hukuman tidak membawa SIM?” Tanya bapak itu sambil membuka buku undang-undang. Ia membuka sebuah halaman, tak sempat terbaca olehku, tulisannya kecil sekali
“tidak membawa SIM dikenai denda sebesar Rp.25 juta “ kata si bapak menjawab pertanyaannya sendiri.
“kan saya bawa STNK pak”. Aku pasang tampang semelas mungkin
“lho? SIM sama STNK itu lain Dek, gini aja. Dari 25 juta ini adek bisa bantu berapa?
Jadi aku yang bingung? Berapa yah? Maksudnya kasi uang berapa aja dan urusan selesai? Gitu yah? Wah berarti duitnya msuk kantong sendiri dong? Wah tidak bisa di biarkan nih! Tapi bagaimana lagi. Ngeri juga mendengar 25 juta. Langsung saja ku buka tas dan dan menyerahkan semua uang yang ada didompet.
“yah, gimana dong Pak, Cuma ada segini” maksudnya di luar rosleting.hehe. aku pun menyerahkan uaang kembalian beli tinta tadi. Kira-kira berjumlah 38ribuan. Bapak itu menghitung dan mengembalikan 3 ribunya padaku. Hehe.. mungkin tak tega aku pulang tangan kosong.
Sempat juga kulihatkan tas yang penuh buku. Dan uangku sudah habis. Kebetulan di ranselku penuh buku dagangan, yang tadi ku tarik dari toko buku (soalnya ternyata buku titipanku nggak di pajang, karna gak ada tempat lagi katanya. Kapan laku nya!)
Akhirnya aku pulang dengan hati sedikit ikhlas. Setelah memberikan uang 30 ribu yang rencananya besok akan makan paket manis di KFC bersama teman2 kampus, Ku perkirakan tingkat keikhlasanku lebih ikhlas dari pada bayar parkir 1000 perak ketika beli pulsa. Hehe

Nah, dari pengalaman pertama kena tilang. Ada beberapa tips yang bisa ku ambil
1. Jangan tampakan wajah takut, semakin takut, polisi itu semakin berani menyabutkan angka denda tilang
2. Tampakkan wajah sepolos mungkin, semiskin mungkin, dan betapa kerenya seorang mahasiswa.
3. Perlihatkan dompet yang kosong setelah kamu membayar denda. Jangan perlihatkan yang di dalam rosletingnya.hehe
4. Jangan berkelit
5. Kalau ada, keluarkan kartu PERS.
*tips ini tidak baerlaku untuk ibu2 yang dandanannya menor

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)