21 Januari 2011

aku rindu

Saat ku buka album biru penuh kenangan tak terlupa, aku merasakan sesuatu yang menyesakkan dada. Aku sedang rindu! Aku ingin bertemu orang2 yang kurindu! Tapi apa daya, aku hanya bisa menatap Album yang berisi foto2 bersama sahabat2 yang jauh disana
Sahabat2 yang saat ini benar2 kurindukan.

Aku rindu semua sahabat2 yang dulu menemaniku dalam suka dan duka,

Aku rindu semua teman2 yang begitu perhatian padaku saat aku sakit

Aku rindu makan 1 nampan dengan sahabat2 yang selalu setia menungguku untuk makan bersama,

rindu sore saat kami semua memakai baju rapi baik itu milik sendiri atau pinjaman, dan duduk di aula masjid sambil membuat keributan untuk menarik perhatian orang

Aku rindu suasana muhadhoroh yang penuh kejutan, penuh suka cita ketika. Penuh rasa sesak didada karna malam itu aku harus tampil di depan semua santri untuk menjadi MC, atau pun hanya sekedar penghibur dengan’ iklan”, ya iklan yang menirukan gerakan2 bintang iklan di TV, yang membuat tawa meledak di mushola kecil kami.
Aku rindu saat muhadhoroh, ketika kakak2 kelas yang berbakat mengadakan pertunjukan drama. Mengenai siksaan kubur. Lampu2 dimatikan, lalu keluar sesosok hitam memegang pentungan (sebenanrnya bantal) dan bertanya kepada sepotong mayat yang telah dibungkus kain putih, sosok hitam dan menyeramkan itu bertanya
“ man robbuka?” katanya dengan suara menggelegar
Si mayat tidak bisa menjawab. Lalu sosok hitam itu memukulkan pentungannya yang besar keseluruh tubuh mayat. Si mayat berteriak kesakitan dan memohon ampun. Teriakannya membuat semua penonton merinding seolah benar2 merasa sedang dalam kubur,sosok hitam itu melanjutkan pertanyaan, namun si mayat tetap tak bisa menjawab. sebagian santri MI (sederajat SD) menangis ketakutan. Tapi drama tetap berjalan baik. Pada penutup, keluar anak2 kecil memakai mukena berjalan berbaris mengelilingi penonton,sambil mengibak2an mukenanya, seolah mereka adalah peri2 dan bidadari surga yang terbang. Suasana semakin membuat bulu kuduk merinding. Terakhir ditutup dengan berkeliling bersalaman sambil membaca
Ilahilastulil firdhousi awa.. dst…

Banyak santri yang menangis teringat dosa. Aku sendiri menangis karna ingat ummi yang sudah 2 tahun tidak berjumpa. ^_^
Muhadhoroh merupakan hiburan terasyik bagi semua santri. Menyaksikan teman-teman yang tampil dengan wajah pucat pasi, bahkan ada salah seorang kakak kelas ku yang hamper pingsan. Waktu itu ia mendapat tugas untuk pidato. Baru saja ia mengucapkan salam, lalu ia terdiam beberapa lama, penonton semakin penasaran dan deg-degan dibuatnya. Sebagian ada yang menyibir ketidak pedeannya.akhirnya kakak kelas ku itu terduduk lemas di balik podium. Teman-temannya langsung menuju podium dan memapah kakak itu ke belakang. Hihihi.

Aku rindu mandi dan mencuci baju sendiri yang antrinya panjang! Bahkan daftar nama2 yang akan mandi pagi sudah terdaftar sejak sore sebelumnya. Lama2 di dalam kamar mandi alamat di gedor sejuta umat,

Aku rindu antrian menunampung air di ember untuk mandi, tak jarang terjadi curi-mencuri air. Kadang di kamar mandi yang luasnya kira2 10meter2 itu terjadi pertengkaran hanya karna masalah air atau ember yang dipaki tanpa izin.

Aku rindu saat liburan dimana semua santri pulang dan tinggallah santri2 yang rumahnya jauh di luar propinsi dan tetap tinggal di pondok. Kami menjadi penguasa selama liburan. Tanpa peraturan. Berenamg di bak raksasa yang panjang nya kira-kira 10m,dan tingginya hanya selutut. biasanya digunakan untuk wudhu.dan di larang untuk masuk kedalamnya,
Saat liburan kami juga Tidur di mushola bersama karna takut tidur dikamar sendirian, keluar pondok tanpa izin dan tentu saja kerumah guru2 terdekat untuk sekedar numpang menonton TV. Atau ketika pas jam makan siang, kami disuguhkan makan siang yang tentu saja sanget jauh berbeda dari menu sehari-hari di pondok.dan tanpa malu-malu kami menyantap makanan itu dan pulang denga perut membengkak serta ucapan beribu terimakasih. Salah satu rumah yang paling sering kami kunjungi yaitu rumah ibunda kak shobih, beliau sekretaris pondok dan bagiku kak sobih tentu sangat berarti. Karena beliau yang tiap bulan ke kantor pos untuk mengambilkan uang kiriman dari ortuku yang jauh dikampung. Ibu kak sobih yang biasa kami panggil emak ini selalu menyiapkan makan siang yang enak-enak kalau kami berkunjung kerumahnya. Berkali-kali kami sengaja dating kesana di saat mendekati jam makan siang ^_^. Yang berujung tidak dibolehkan pulang sebelum makan. Padahal memang itulah yang kami tunggu-tunggu. Dasar santri..

Aku rindu subuh dimana kami semua berkumpul dilapangan dan membentuk lingkaran sambil berdiri untuk menghapal 3 kata bahasa arab dan inggris yang harus di hapal hari itu. Aku rindu teriakan-teriakan kata-kata mufrodat yang kami ucapkan dengan semangat. Bahkan sampai tenggorokan kering karena berteriak terlalu keras
Aku rindu kami bernyanyi bersama melafalkan tasrif. Perobahan kata dalam bahasa arab yang kami nyanyikan dengan nada-nada yang riang, agar selalu teringat. Hingga saat ini aku masih ingat tembang pembuka nya:

“sorrofa yu sorrifu, tasrifan, tasrifatan,,,,, dst

Ah.. aku benar benar merindukan semuanya.Hal-hal yang dulu aku lakukan dengan berat hati karena terkadang jemu, kini aku merindukannya. Aku ingin kembali duduk di musholla kami yang karpet nya bau apek untuk mendengarkan pengajian kitab tafsir Jalalain yang guru nya tidak Nampak. Hanya suaranya yang kami dengar melalui speker kecil.
aku ingin kembali berebut mengambil jatah nasi kotak. Karena terkadang pondok kami kedatangan tamu-tamu yang kaya raya dan merayakan ulang tahun anaknya di sana.
Suatu saat pernah seorang artis mengundang kami(aku lupa siapa dia, yang jelas artis dangdut).tahun pertama aku disana.saat itu liburan bulan puasa, santri diliburkan. Tinggallah santri-santri yang tinggal di luar propinsi yang tidak pulang. Tapi ada suatu rezeki yang selalu ku ingat.
Suatu sore Kami di jemput dengan mobil, menuju sebuah rumah mewah yang membuat aku takjub! Hampir mirip istana! Maka kami dengan noraknya mengelilingi rumah tersebut untuk mencari toilet. Maka berbondong-pondonglah pasukan hitam bercadar mencari toilet.
Ternyata bukan hanya pondok kami yang di undang ke rumah itu. Ada ratusan santri dari pondok-pondok lain. MC acara itu mengatakan bahwa Kami semua duduk di atas kolam renang yang di tutup entah dengan apa. Betapa luasnya kolam renang itu.
Setelah sholat magrib kami menyantap hidangan yang super mewah menurut kami. Hehehe. Setelah itu berdiri untuk mengantri mendapatkan jatah amplop yang isinya Rp. 100.000. wow…!! Betapa riang gembiranya hati kami!
Kami pun pulang dengan perasaan yang membuncah bangga. Aku ingat saat itu aku tidak punya sandal, saat hendak berangkat aku asal memakai sandal. Ketika di perjalanan pulang baru aku menyadari bahwa sandal yang bertengger manis dikaki ku berbeda warna dan modelnya. Alias sandal dua Negara. Hehehe.
Hmph…. Masa-masa indah penuh tawa itu kini begitu kurindukan. Tak jarang juga aku menangis. Baik sendiri atau menangis missal. Terkadang ketika melihat teman yang menangis karena merindukan orang tuanya juga membuat hatiku gerimis dan ikut menemaninya menangis.
Terkadang mereka hadir dalam mimpiku, dalam sujud ku, selalu ku memohon kepada Allah, agar suatu saat dapat kembali berjumpa. Entah kapan saat itu, aku selalu menanti..
(ada yang mau ngasi tiket gratis? hehehe… ujung-ujungnya… )

Salam kangen… ^_^

18 Januari 2011

icha vs iyah

tadi pagi... tepatnya jam 06.35. terjadi perang dunia ke 3 dirumahku... tepatnya antara aku dan adikku yang kelas V SD itu.

awalnya ummi menyuruh Iyah (panggilannya di rumah, aslinya Alviah Hasanah) untuk beli gula. saat itu aku masih bergelung dengan selimut putih kesayanganku di kamar, karna libur kuliah, jarang-jarang bisa tidur pagi.hehehe

tapi beberapa kali ummi memanggil adikku yang sudah mulai puber itu, dia tetap asik berkaca di depan cermin. ketika ummi mendatangi kamarku dan mengulangi lagi permintaannya, iyah malah menjawab dengan santai "udah jam setengah tujuh"

padahal dia masuk jam 7.15. sekolahnya pun dekat, dibelakang rumah kami.lagian ummiku saja gurunya masih sibuk mengaduk-aduk nasi goreng untuk sarapan kami. aku mulai geram di dalam selimut, tapi masih malas untuk bangun.
ritual adikku selanjutnya adalah minta uang jajan, tapi ummi tidak punya duit kecil, uang 20ribuan untuk beli gula itulah yang akan di cairakan (bahasa aneh.com) untuk jajan iyah, tapi adik ke 3 ku itu tetap bergeming.

5 menit kemudian, perintah untuk membeli gula ke warung berpindah ketanganku, kontan saja aku langsung bangun dan menghampiri iyah yang sedang memasang sepatu

"pergi belikan gula ni dulu" kataku kasar sambil memasukkan uang 20ribuan itu ke saku seragam merah putihnya.
aku lanjutkan dengan berbagai omelan :

"di suruh beli gula aja susah banget!!"

"kakak aja dulu kelas III sebelum berangkat cuci piring dulu!"

aku ngomel-ngomel sambil membuka jendela rumah, tapi iyah tetap berdiri di depan pintu, geram sekali aku melihatnya. aku pun menghampirinya yang berdiri di depan pintu siap berangkat

"heh! pergilah beli dulu! dekat kok! susah kali kau di suruh!!"

iyah akhirnya tak tahan juga mendengar omelanku yang makin lama makin kasar, dia pun berbalik ke arahku dan melemparkan tasnya ke dalam rumah berniat akan ke warung, wajahnya penuh amarah, sambil melemparkan tas nya kedalam rumah dia berkata

"okke..........

tapi belum selesai iyah melanjutkan kemarahannya, aku yang geram dan emosi karna dia balik marah. aku ambil tas orangenya itu dan aku lemparkan keluar, sampai mental ke halaman, untung halaman rumah kami ditanami rumput hijau, jadi tasnya tidak kotor.

ah....!!! nggak mau iyah ke kedai! " katanya sambil menyampakkan uang 20ribuan itu.

"pergilah kau sana!" kataku tak mau kalah

akhirnya yang perki ke warung untuk membeli gula yang sudah sejak tadi dinanti adalah Lutfi, adik bungsuku yang juga sudah rapi mau berangkat MDA.

hingga sore ini kami masih belum bicara satu sama lain. biasanya pulang sekolah ada-ada saja kejadian di sekolah yang diceritakannya padaku. tapi siang ini tidak. bertemu dikamar pun kami saling diam.hihi lucu juga ya?

pergi ke MDA siang pun dia tidak memintaku untuk mengantarnya, padahala biasanya itu adalah tugasku, buya yang sepertinya tau sedanga ada konflik di antara kami dengan senang hati menawarkan untuk mengantarkannya ke sekolah Madrasah, sedangkan ummi sudah kembali lagi ke sekolah karena ia mengajar kelas VI. dan hari ini ada les.
tinggal aku sendiri di rumah menyesali perkataan kasarku.

kira-kira sampai kapan ya beramtemnya???

ini dia pelakunya

12 Januari 2011

it's time to cry.....

ih............ sebel kesel BT, BEGO TOLOL, HANGUAL, STUPID,,,,,
BT bgt sore neh...
modem rusak gw bawa k tokonya lgi, trs di ganti ama yang baru..

terus... gw bawa leppy ke kampuz yang gak ada batrenya..... percuma gw bawa berat2...

terus... gue ujian IPA....
anak2 pada dapet kunci, ya w ikutan nyatet tuh kunci yang akhirnya bikin petaka uat gue... anjritttttttt....

terus ujian nya pake trip. 1 trip 10 orang.. yang mau ujian 250 orang. gw dapet trip ke 3. jadi lama nuggunya...

terus... di dalam ruang ujian..
eh eh tunggu dulu ada yang ketinggalan, g kekampuz jam 11, and belum makan, padahal sebelumnya w udah nyuci banyak n masak!!! tapi lupa makan....
so w makan di kampuz..

terus... di dalam ujian.. w udh kacau balau.. g konsen lagi... ditambah w megang kunci jawaban sialan itu di kotak pensil. sedangkan duduk w pas banget di depan muka dosen....
yah. maka berjalanlah ujian yang kacau balau itu selama 30 menit.

setelah itu baru w n temen2 pergi makan..
pulangnya kekampus lagi.. soalnya ikutan ngoreksi ujian,,, bantuin dosennya...

di situlah w tau, kalo nilai w jeblok abis.... selama kuliah 3 semester belum pernah w dapt nilai se ancur ini....... urghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

waktunya nagis bombay........................

dan gue janji gak mau pke kunci dan sejenis kopean lagi waktu ujian.....!!!!