27 Mei 2011

David Archuleta Big SMILE ^_^





sumber Tumbler Leyla

Paragraf Deskripsi, narasi, argumentasi, persuasi, narasi tema Kampus /

BAB 1

DESKRIPSI
a. Pendahuluan
• Latar belakang masalah
Latar belakang saya menulis deskripsi disni adalah untuk menjelaskan bagaimana pengalaman pertama memasuki gedung Guru yang digunakan sebagai gedung perkuliahan mahasiswa PGSD.
Selain itu juga, deskripsi ini merupakan tugas mandiri mata kuliah Pendidikan Bahasa Kelas Tinggi yang di bimbing oleh bapak Darmawin Darin, M.Pd
• Permasalahan
Disebabkan melimpahnya mahasiswa PGSD UNRI, sehingga kampus UNRI yang berada di panam tidak dapat lagi menampung dan menyediakan ruang perkuliahan bagi anak SD. Untuk itu, mahasiswa PGSD di tempatkan di Gedung Guru Riau yang terletak di jalan Sudirman Pekanbaru.
• Pendekatan
Disini penulis menggunakan pendekatan observasi untuk menyampaikan Gedung Kampusku secara umum.


b. Pengembangan
Pengembangan disini termasuk pengembangan alami

GEDUNG KAMPUSKU

Terlihat jutaan semangat memapah langkah para mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Cat kuning terang mengulas gedung guru Riau yang terletak di tengah kota. Baris-baris kekaguman membuah ruah setelah sadar ku berada tepat di depan gedung megah nan indah itu. Sejuk niah sentuhan angin saat ku berada di hujung parkiran kampus. Parkiran dan karcis parkir pun ditata rapi oleh para satpam yang ramah, memanja lelahkan mata memandang. Ku temukan sejuk. Decak kagum membuana di sela rasa.

Disinilah kelak aku akan berkecimpung selama kurang lebih 3,5 tahun.merubah status menjadi mahasiswa yang sejak dulu kuidam-idamkan. Hari ini adalah acara pengenalan kampus, yang berarti pertama kalinya aku menginjakkan kaki dengan sepatu bertumit ini disini.

Ketika memasuki gedung yang dicat kuning ini. Hawa ditubuhku mengadakan transformasi, hawa panasnya kota pekanbaru diluar sana tergantikan dengan hawa dingin yang dihembuskan AC yang ada ditiap sudut gedung ini. Bibirku menyunggingkan senyum, alangkah nikmatnya.

Disalah satu sudut gedung, ku lihat sebuah pintu besi, seperti yang ada di mall-mall pikirku dalam hati, setelah kudekati ternyata benar, pintu itu adalah lift yang akan membawa kita turun naik ke lantai atas tanpa harus letih menyusuri anak tangga. Jemari telunjuk ku pun menekan salah satu tombol. Ku tunggu beberapa detik. Pintu besi itu tetap diam, aku tekan lagi tombol itu, kali ini dengansedikit tenaga, namun pintu itu tetap saja tidak terbuka. Apakah satpam yang biasanya duduk didalamnya sedang izin? kuperhatikan lagi pintu mewah itu, ah sial! Lampunya saja tidak hidup. Lift ini mati. Kakiku reflex menendang pintu tak bernyawa itu. Beberapa mahasiswa lain memperhatikanku dari jauh. Sedikit malu, kulangkahkan kaki menuju tangga untuk sampai ke lantai 2. Mengejar tanda tangan dosen pembimbing akademisku (PA). Inilah pengalaman pertamakalinya aku ke Gedung Guru, gedung kampusku.

c. Penutup

a. Simpulan
Kesimpulan yang bisa kita ambil dari deskripsi diatas adalah bahwa gedung Guru Riau yang di tempati mahasiswa PGSD UNRI sangatlah mewah, namun lift nya tidak bisa di fungsikan.

b. saran
Sebaiknya fasilitas yang ada di berdayakan dengan baik, lift yang tidak dipakai bisa rusak dan berkarat. Dan sebagai pengguna gedung guru, harusnya ikut menjaga fasilitas yang ada.


BAB 2
EKSPOSISI
a. Pendahuluan
• Latar belakang masalah
Latar belakang saya menulis deskripsi disni adalah untuk menjelaskan bagaimana sebenanarnya keadaan gedung guru yang ditempati untuk perkuliahan mahasiswa PGSD UNRI.
Selain itu juga, deskripsi ini merupakan tugas mandiri mata kuliah Pendidikan Bahasa Kelas Tinggi yang di bimbing oleh bapak Darmawin Darin, M.Pd
• Permasalahan
Setelah ditempati emnjadi kampus PGSD, gedung guru berubah, dalam arti berubah secara fisik.
Oleh karena itu, disini penulis akan menuturkan permasalahan-permasalahan yang ada di gedung guru ini. Dengan harapan akan merubah pandangan kita terhadap gedung guru dan memperbaiki sikap kita untuk lebih menjaga gedung yang kita tempati ini.
• Pendekatan
Disini penulis menggunakan pendekatan observasi untuk menyampaikan Gedung Kampusku secara umum.




b. Pengembangan
Disini penulis menggunakan pengembangan rasional
Gedung Guru Riau
Gedung Guru Riau di resmikan pada tanggal 25 November 2007, yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada hari Selasa, 22 April 2008, Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyerahkan biaya hibah dan penggunaan gedung guru kepada PGRI Provinsi Riau. Penyerahan itu dilakukan Gubernur Riau yang diterima langsung oleh ketuan PGRI Provinsi Riau Prof. Isjoni Ishak.
Kini, Gedung Guru Riau (GGR) yang seharusnya berfungsi sebagai sarana kegiatan para pehlawan tanpa tanda jasa, ternyata beralih fungsi menjadi tempat perkuliahan mahasiswa PGSD FKIP UNRI. Sejak 4 tahun terakhir, Gedung yang awalnya merupakan pusat kegiatan guru-guru seriau, telah berubah fungsi menjadi kampus.
Setelah berubah fungsi, gedung guru mengalami banyak perubahan. Isi di dalam Gedung Guru Riau yang kini di gunakan untuk perkuliahan mahasiswa PGSD sangatlah tidak sama seperti yang terlihat dari luar. Di dalamnya sudah sangat berubah semenjak dihuni oleh mahasiswa-mahasiswa PGSD. Sampah bertebaran dimana-mana, sehingga mengundang hewan-hewan untuk meninggalkan jejak kotorannya disana. Tak jarang bau menyengat menghantui saat perkuliahan berlangsung.
Toiletnya yang sudah tidak layak lagi dipakai, akibat orang-orang yang tidak bertanggung jawab setelah membuang hajat. Belum lagi ruangan yang kadang tidak cukup, sehingga para mahasiswa harus rela belajar di aula terbuka dengan beralaskan keramik dingin.
Lain dari pada itu, di dalam gedung terkadang terdapat air menggenang akibat atapnya yang bocor. Dan mengakibatkan terganggunya proses perkuliahan, hingga saat ini, atap yang bocor terdapat di 4 ruangan, di antaranya ruang Mawar lantai III.
Di sisi lain, gedung guru terlihat mewah dan indah dari depan, tapi kalau kita sudah memasuki ruangannya satu persatu, maka akan terlihat gedung guru yang sebenarnya.



c. Penutup
• Simpulan
Apa yang terlihat dari depan, bukanlah bentuk gedung guru yang sebenarnya. Yang terlihat dari depan hanyalah yang indak bangunan dan teksturenya saja. Tapi sebenarnya di dalam gedung banyak sekali kekurangannya.
• Saran
Mahasiswa PGSD yang menggunakan gedung tersebut segabai kampusnya, haruslah bisa bersama-sama menjaga kebersihan dan fasilitas yang disediakan. Para mahasiswa harusnya bekerja sama dengan petugas gedung tersebut untuk menjaga agar gedung bukan hanya terliahat indah dari depan, tapi juga indah di dalam dan nyaman digunakan.

BAB 3
ARGUMENTASI
a. Pendahuluan
• Latar belakang
Saat ini mahasiswa PGSD menempati gedung guru Riau. Dan diizinkan menggunakan segala fasilitas, seperti ruangan, tolilet, mushalla, AC, perpustakaan, lobi yang dilengkapi TV dan lain-lain.
• Permasalahan
Gedung guru Riau yang digunakan untuk gedung perkuliahan PGSD ternyata akan di ambil alih oleh pihak pengurus gedung, sehingga mahasiswa akan kehilangan tempat perkuliahan. Untuk itu, pihakUNRI akan membangun geduung baru di UNRI Panam, kemudian aktivitas perkuliahan akan dipindahkan ke kampus panam. Tapi, dengan perpindahan tersebut, tentunya akan timbul berbagai masalah, seperti jauhnya jarak yang harus ditempuh bagi mahasiswa yang indekos di sekitar gedung guru di Jalan Sudirman, selain itu masih banyak masalah lainnya yang akan datang.
• Pendekatan
Pendekatan disini, menggunakan pendekatan Observasi

b. Pengembangan
Pengembangan ini termasuk dalam pengembangan Rasional

Pertahankan Gedung Guru Sebagai Kampus PGSD UNRI
Setelah tiga tahun mahasiswa PGSD menempati Gedung Guru sebagai tempat perkuliahan, tahun 2011 beredar berita bahwa aktivitas perkuliahan mahasiswa PGSD akan dipindahkan ke panam, oleh karena itu, mahasiswa PGSD banyak yang merisaukan hal tersebut. Dimana nanti mereka akan kuliah, sedangkan di kampus UNRI panam tidak ada lagi ruangan yang mencukupi untuk mahasiswa yang berkapasitas sangat banyak.
Jika mahasiswa PGSD pindah ke panam, akan banyak masalah yang terjadi, seperti jauhnya jarak yang harus ditempuh bagi mahasiswa yang indekos di sekitar kampus lama, sedangkan untuk mencari kos baru di panam tentu tidaklah mudah.
Masalah lain yang akan dihadapi adalah juga terganggunya aktifitas perkuliahan dikarenakan ruangan yang kurang, sedangkan mahasiswa PGSD sangatlah banyak. Juga akan mengganggu aktifitas perkuliahan mahasiswa yang kuliah di kampus Panam itu sendiri. Dikarenakan pergantian ruangan.
Untuk itu, para mahasiswa menemui para dosen yang bersangkutan untuk menanyakan hal tersebut. Ternyata banyak juga dosen yang tiudak tahu menahu tentang kepindahan mahasiswa PGSD ke Panam.
Oleh karena itu, menurut hemat saya, gedung guru Riau harus dipertahankan sebagai gedung mahasiswa PGSD. Jangan sampai pindah ke panam.

c. Penutup
• Simpulan
Gedung guru sudah sangat cocok diperuntukkan bagi mahasiswa PGSD yang sangat banyak. Apabila pindah ke Panam, maka akan timbul berbagai masalah.
• Saran
Perpanjangan kontrak dengan pihak gedung guru agar mahasiswa tetap bisa melaksanakan perkuliahan disana.


BAB 4
PERSUASI
a. Pendahuluan
• Latar belakang
Prilaku masyarakat yang senang mengkonsumsi makanan yang berada di dalam kemasan menyababkan bertambahnya budget sampah di kota-kota besar
• Permasalahan
Sampah yang sudah tak tertanggulangi lagi tempatnya dan tidak tahu lagi harus dibuang kemana, karena panggunaan plastic untuk kemasan makanan yang semakin meluap.

b. Pengembangan
Pengembangan ini termasuk dalam pengembangan Rasional
Perilaku Menyampah
Di kota-kota besar, setiap orang mencari kemudahan dalam hidup. Kebiasaan makan, misalnya, di kota besar, restoran fast food cenderung menggunakan kemasan yang terbuat dari plastik atau stirofoam yang sekali pakai langsung buang. Kemasan kue dahulu menggunakan daun pisang yang bisa membusuk, sekarang cenderung menggunakan plastik. Semua itu kebiasaan impor yang bukan budaya indonesia. Budaya indonesia menggunakan kemasan daun pisang atau daun jati.
Sebenarnya volume sampah bisa dikurangi drastis bukan hanya dengan menangani sampah plastik dengan sebaik-baiknya atau dengan daur ulang tetapi bagaimana menghindari seminim mungkin perilaku menyampah. Hanya kekuatan konsumen yang bisa menekan produsen mengurangi bahan-bahan yang makin menambah volume sampah.
Semaksimal mungkin semua orang harus mengurangi penggunaan kemasan-kemasan yang kemudian akan menjadi sampah yang tidak bisa hancur. Misalnya, menghindari membeli makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik, stirofoam, atau kalaupun terpaksa membeli,ambil saja makanannya, kemasannya dikembalikan lagi kepada penjualnya. Rasanya tidak menggunakan kemasan plastik tidak akan mengurangi kenyamanan hidup ini.

c. Penutup

a. Simpulan
Sampah yang disebabkan oleh pembungkus makanan menyebabkan kerusakan lingkungan. Makanan yang dikemas dengan plastic juga menyebabkan global warming.

b. Saran
Kemasan makanan, sebaiknya di daur ulang, agar tidak menambah sampah yang ada di kota kita. Dan kurangi membeli makakan yang dikemas dalam plastic.




BAB 5
NARASI
a. Pendahuluan
• Latar belakang
Sahabat memiliki arti yang teramat penting dalam kehidupan ini. Sahabat akan selalu hadir di tiap kehidupan kita, ia dapat menghibur kita dikala kita sedih, membuat kita tertawa, setia menemani dimasa-masa suka maupun duka, dan selalu sabar dalam menyertai kehidupan kita.
Sahabat tidak akan pernah mencelakakan dan memanfaatkan kita, ia tak kenal pamrih dan waktu dalam menolong, ia akan melakukan sesuatu disaat kita membutuhkannya tanpa meminta sesenpun imbalan, balas jasa, bahkan ucapan terima kasih.
Kita dapat menemukan banyak karakter untuk dijadikan sahabat, tetapi dalam menemukan sahabat tidak semudah yang kita bayangkan, tidak cukup dengan perkenalan yang singkat atau memerlukan waktu yang lama dalam kita menilai seseorang untuk menjadi sahabat, karena sahabat akan hadir dengan sendirinya tanpa kita sadari dan dalam kurun waktu yang tidak dapat kita tentukan.
Tidak ada seorang manusia pun yang tidak membutuhkan sahabat, semua pasti mengiginkan tuk memiliki sahabat, dimana dengan adanya sahabat kita dapat mencurahkan seluruh isi hati kita, bahkan sampai sesuatu hal yang sangat rahasia pun dapat diungkapkan pada sahabat kita, melebihi siapapun di dunia ini. Dan sahabat akan menyimpannya erat2 dalam hatinya bahkan akan rela untuk mengorbankan dirinya demi menjaga rahasia tersebut.
• Permasalahan
Sahabat yang sudah kita percaya kadang mengkhianati kita dengan berjuta kebohongan. Atau mungkin meninggalkan kita tanpa sebab ketika dia menemukan sahabat yang baru.
• Pendekatan
Pendekatan yang digunakan disini adalah menanyakan kepada sahabat tersebut apa kesalahan yang telah kita lakukan, sehingga dia menjauhi kita tanpa sebab.




b. Pengembangan
Pengembangan disini menggunakan pengembangan alami
Puisi
Sahabat Adalah
Sahabat adalah ‘JENDELA’
dengannya dapat kulihat hidup dari sisi yang berbeda
dengannya mampu kunikmati warna-warna baru di hidupku
Sahabat adalah ‘CERMIN’
ia, selalu menampakkan apa yang terlihat
walaupun itu buruk…
walaupun itu tak baik…
Sahabat adalah ‘BUKU’
darinya, aku belajar kisah-kisah penuh makna
darinya, aku membaca sketsa-sketsa yang istimewa
betapa indahnya saat…
warna kalian membaur di dalam kanvas hidupku
betapa istimewanya…
memiliki sahabat seperti kalian
Ya Rabb,
terimakasih atas kado-kado istimewa ini
sahabat yang membuatku semakin bermakna

PROSA

Perjumpaan yang selayaknya tanpa sesuatu yang luar biasa. Perkenalan yang lumrah. Lalu hari-hari yang berjalan sebagaimana mestinya. Kau dengan sesuatu yang memang telah ada padamu sejak dulu. Lalu aku dengan segala keakuanku pula. Ritme hidup yang tak terencana lebih dulu. Mengalir saja seperti apa adanya. Wajar, biasa, lurus.

Pada mulanya kita telah mempunyai kehidupan sendiri. Dengan berbagai kebiasaan yang berbeda. Dengan berbagai adat dan budaya yang berbeda. Bahasa yang tak sama, laku yang tak serupa, apalagi pola pikir dan perasaan.

Sedikit melankolis tampaknya. Entah bagaimana mulanya, segala hal yang berbeda mulai membaur dalam satu wadah yang kita sebut persahabatan. Lebih dari itu: persaudaraan. Kau menyebutku dengan julukan yang lebih dari seorang teman. Lalu kita terbiasa dengan sesuatu kebiasaan yang baru. Tampaknya kurang lengkap bila aku tak membagi senyum denganmu. Bahkan kadang tangis, segala rupa beban yang menyesak di dadaku. Hingga menjadikan kau dan aku serupa satu tubuh. Yang tak lengkap tanpa satu yang lain.

Ketika harapan tak menjadi nyata, maka kau tempatku menumpahkan segala cerita tentang angan dan harapan. Kau menggandengku dengan asa, berharap aku bangkit dengan mimpi-mimpi indahku. Pula ketika cinta mengecewakanku, kau tersenyum dan memelukku, menyakinkan bahwa aku layak untuk dicintai tanpa kecuali. Ketika aku merengek manja, kau tak pernah mengganggapku seperti anak kecil, namun berkata bahwa aku harus dewasa. Bahkan ketika aku marah pada diriku sendiri, kau berkata bahwa aku hebat. Kau tak pernah berkata TIDAK. Dan membuatku kembali berkata YA.

Hari-hari kita penuh dengan kegembiraan. Dengan kesombongan-kesombongan yang indah. Kekonyolan yang memalukan. Kekhawatiran-kekhawatiran yang manis. Dan kesulitan-kesulitan yang tampak lebih kecil dari sesungguhnya.

Ah, benar. Pelangi tak kan indah tanpa perbedaan.

Ketika tak ada batas dalam hal apapun, maka hati kita telah dipersatukan. Tak ada istilah ewuh pekewuh karena memang tak perlu hal itu dalam persahabatan. Apalagi itung-perhitungan karena tak layak hal itu dalam persaudaraan.

Ketika kita telah asyik dengan kebiasaan yang mengalir, tiba-tiba kita dikejutkan oleh sebuah kenyataan bahwa kita harus berpisah. Ada sedikit rasa haru dan setitik tangis yang diam-diam menyentuh pipiku, ketika kau ucapkan: kita akan berpisah dan lama tak akan saling bersama. Aku mendengar nada terkejut yang sama dalam suaramu.

Di dalam hati aku berusaha menyakinkan: bahwa hanya badan kita yang berpisah. Bukan hati ini, pikiran, perasaan, kenangan, duka, dan cita. Bukan pula cerita-cerita kita di masa lalu.

Seorang bijak berkata, bahwa seseorang akan terasa sangat berharga bagi kita setelah seseorang itu meninggalkan kita. Aaah ,,, aku tak percaya. Karena sejak bersamamu, kau selalu berharga untukku. Begitu juga hingga nanti suatu saat yang masih lama sekali aku akan kehilangan kau.

Aku masih ingin banyak bercerita denganmu. Tentang impian yang akan segera kita wujudkan. Tentang harapan, asa, atau sekadar celoteh pengisi sepi.
DRAMA
PERSAHABATAN ADE DAN MELLY

Para Pelaku :
1. Ade, gadis kecil penjual asongan dan penjaja payung.
2. Melly
3. Mama Melly
4. Ibu Ade.

Adegan I
Sore hari di halte

Semenjak tadi siang hujan tak kunjung reda. Melly terpaksa pulang sendiri. Melly berteduh dan menunggu mobil angkutan umum yang lewat. Di halte bukan hanya Melly saja yang berteduh. Ada seorang bapak tua sedang melindungi isi gerobak barang rongsokannya dengan plastic. Ada seorang bocah lelaki yang termenung karena sebagian koran jualannya basah dan belum terjual. Beberapa ibu dan anak-anak sekolah asyik makan gorengan dan tertawa cekikikan.

Melly : (Bergumam) Coba kalau Mas Dodi jemput aku. Aku tak perlu menunggu dan berebut mengejar mobil angkutan umum. Tidak mungkin aku terus menunggu Mas Dodi. Mas Dodi terjebak macet di Tanah Abang. Pasti akan sangat lama menunggu dia. Aku harus cepat pulang, banyak tugas yang harus akau kerjakan. Aku berharap semoga hujan cepat berhenti.

Tiba-tiba ada seorang gadis kecil menghampiri Melly. Dari sekian banyak orang yang berteduh, gadis itu hanya menawarkan payungnya untuk Melly.

Ade : Kakak belum dapat mobil angkutan umum ya?
Melly : Iya, dari tadi Kakak belum dapat mobil.
Ade : Gimana kalau pake payung saja saja Kak. Sebentar lagi udah mau magrib, nanti Kak Melly kemaleman pulang ke rumah.
Melly : (Melly heran kenapa gadis itu tahu namanya. Melly berpikir kalau gadis itu salah satu anak yang tinggal di sekitar rumahnya. Tetapi Melly tidak menanyakan kenapa gadis itu tahu namanya. Melly menerima ajakan gadis kecil itu) Yuk!
Melly dan gadis kecil tersebut berjalan pulang menuju rumah Melly.

Adegan II
Siang hari di gerbang sekolah. Melly sedang menunggu Mas Dodi menjemputnya. Tiba-tiba Melly melihat sosok gadis kecil yang sedang berjalan sendirian sambil membawa dagangannnya.

Melly : (Bergumam) kalau ga salah, gadis kecil itu yang seminggu lalu menawarkan payungnya untukku. Jadi dia juga menjajakan asongan.
Melly : (berteriak memanggil Ade) Adik kecil!
Ade : (menoleh ke Melly) Kakak! (Ade menghampiri Melly)
Melly : Kamu juga jualan asongan? Memangnya kamu tidak sekolah?
Ade : Iya, Kak. saya jualan asongan. Ibu sedang sakit, jadi saya jualan asongan dan sore hari menawarkan payung kalau hujan. Sudah dua minggu saya tidak sekolah, Kak!
Melly : Kamu memang anak yang baik. Sabar ya..sebentar lagi ibumu pasti sembuh. Beliau pasti bangga punya anak yang baik seperti kamu. Oia, rumah kamu di mana?
Ade : Tidak jauh dari rumah Kak Melly. Di gang belakang.
Melly : O ya..Kok kamu tahu nama Kakak?
Ade : Ya tahu dong. Abang-abang cowok di belakang sering nyeritain Kakak. Mereka kan sering godain Kakak kalau berangkat sekolah.
Melly : O…iya iya. Ngomong-ngomong nama kamu siapa?
Ade : Masa sama tetangga sendiri ga tahu. Kalau pagi-pagi Ade kan sering lewat di depan rumah Kaka.
Melly : O…jadi nama kamu Ade?
Ade ; Iya Kak.
Melly : (Melirik dagangan Ade) Ngomong-ngomong permen yang itu haganya berapa?
Ade : Yang ini Kak? Ini harganya lima ratus satu bungkus. Kakak mau beli?
Melly : Iya. Kakak beli dua bungkus ya De.
Ade : (Menyodorkan permen) Ini permennya Kak.
Melly : (Memberikan uang sepuluh ribu rupiah) Ini uangnya, De. Kembaliannya buat kamu saja.
Ade : Terima kasih banyak Kak.
Melly : Sama-sama. De, Kakak pulang dulu ya. O ya, semoga ibumu cepat sembuh ya.
Ade : Iya, Kak. Sekali lagi terima kasih Kak.

Melly pulang dan Ade kembali menjajakan dagangannya.

Adegan III

Jam 19.30 di gang belakang dekat rumah Ade. Melly akan rapat di rumah Pak RT tetapi, Melly tidak hapal jalan ke rumah Pak RT. Dia bolak-balik di gang beberapa kali samapi kemudian ada yang memanggil namanya.

Ade : (Berteriak memanggil Melly) Kak Melly!
Melly : (Menoleh ke sumber suara. Ternyata Ade tersenyum dan berdiri di depan pintu, di sebuh rumah kecil yang sederhana) Ade gak ngojekin payung?
Ade : Iya ….kan hujannya udah berenti, Kak.
Melly : O…iya ya. Kakak nggak sadar.

Mely dan Ade tertawa berdua. Seorang ibu muncul di depan pintu, memperhatikan Melly dan Ade.

Ade : Bu, ini yang namanya Kak Melly, yang baik banget itu.
Ibu Ade: O… ini pasti nak Melly yang kemarin malem diceritain sama Ade. Katanya nak Melly baik banget.
Melly : Ah, Ade terlalu berlebihan, bu.
Ade : Mari masuk Kak.
Melly : Terima kasih Ade. Kakak mau rapat di rumahnya pak RT. Kamu tahu di mana rumah pak RT?
Ade : Tahu, Kak. Yuk Ade anterin sekalian.
Melly : Wah kebetulan kalau begitu, kalau ga ada kamu Kakak pasti nyasar nih.

Mereka berdua tertawa lagi.

Adegan IV

Siang hari di halte. Hujan turun lagi tapi tidak terlalu deras. Mama Melly sedang menunggu di halte.
Melly : (Melly datang menghampiri mamanya) Ma, ngapain di sini? Mama mau jemput aku?
Mama Melly : Tadi ibunya si Ade ke rumah nemuin mama. Ngabarin kalau si Ade ketabrak mobl waktu dagang asongan. Baru aja. Mobil yang nabrak kabur.
Melly : Si Ade?! Sekarang kita langsung aja ke rumahnya si Ade.
Melly dan mamanya langsung ke rumah Ade.

Adegan V

Di rumah Ade. Banyak pemuda dan bapak-bapak bergerombol di depan rumah. Saat Melly dan mamanya masuk banyak ibu-ibu menangis. Ade terbaring di ranjang sederhana, kemeja putihnya banyak bercak-bercak darah. Mengetahiu kedatangan Melly dan Mamanya semua pasang mata langsung memandang ke arah mereka. Ibunya Ade langsung menyambut Melly dan Mamanya.

Ibu Ade : (Menangis tersedu-sedu) Nak Melly, Ade ketabrak mobil. Keterlaluan sekali orang yang nabrak anak saya itu, bukannya turun dan membawa Ade kerumah sakit, malah kabur.
Melly : (Panik) jadi sampe sekarang Ade belum di bawa ke rumah sakit?
Ibu Ade : Kami ga punya uang, rumah sakit mahal, Non. Pak RT lagi doa di mushola, supaya yang nabrak Ade datang ke mari.
Melly : Kalau begitu, saya mau bawa Ade ke rumah sakit, tolong panggilin taksi, Pak! (Melly meminta tolong kepada bapak-bapak yang ada di luar rumah).
Ibu Ade : (Menangis) Untung ada nak Melly, kalau tidak…
Melly : Berdoa saja bu, supaya Ade cepat sadar.

Adegan VI

Di rumah sakit. Ade terbaring lemah dan bergerak siuman. Dan pelan-pelan mulai membuka matanya. Lalu tersenyum senang ketika melihat Melly ada di sampingnya. Dari kedua bola matanya terpancar sinar yang lembut dan indah.
Ade : Terima kasih Kak.
Melly : Berterimakasihlah kepada Tuhan, karena Dialah yang menyelamatkan Ade. Kak Melly yakin sebentar lagi pasti Ade sembuh. Ma, kalau Ade udah sembuh, boleh kan Ade jadi adiknya Melly? (Melly memegang tangan Mamanya dan meminta dengan penuh harap).
Mama Melly : Boleh dong sayang. Nanti Ade sama ibunya Ade bisa tinggal di rumah kita.
Melly : Makasih ya ma. Mama emang mama yang paling baik. (Melly memeluk mamanya). De, mau kan jadi adiknya Kak Melly?
Ade : Mau banget Kak. Ade seneng akhirnya Ade punya kakak.
Mama Melly : Gimana bu? Mau kan tinggal di rumah kita?
Ibu Ade : Wah, tentu aja mau bu. Terima kasih banyak ya bu. Semoga amal ibadah ibu mendapatkan balasan dari Allah. Amin…
Melly : (Mencium kening Ade) Cepet sembuh adikku sayang.

Semua tersenyum bahagia. Melly dan Ade menjadi satu keluarga.

c. Penutup
• Simpulan
Sebagai seorang sahabat kita harus saling melengkapoi kekurangan kita masing-masing. Jangan ada rasa dengki dan sakit hati, apabila ada rasa tidak enak, maka sampaikan dan bicarakan baik-baik.

• Saran
Sayangilah sahabatkita sebagaimana kita menyayangi keluarga kita sendiri. Karena sesungguhnya mencari sahabat yang benar-benar mengerti dirikita itu sangatlah sulit.



Tugas Individu
Dosen Pembimbing,
Drs.Darmawin Darin M.Pd

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI KELAS TINGGI





Disusun Oleh:
HARITSAH SALIM (0905135276)
Kelas : VI D


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
TAHUN AJARAN 2010 / 2011

daftar bacaan : berbagai sumber

#bagi yang mau copy paste, harap mencantumkan sumber blog ini!

26 Mei 2011

Audisi Naskah " PERINDU SAMARA" (DL 20 Juni)

Audisi Naskah " PERINDU SAMARA"
oleh Kang Rama Dani pada 25 Mei 2011 jam 21:44

Audisi Naskah " PERINDU SAMARA"

(Khusus buat temen2 yang belum terbiasa menulis buku "tapi kisahnya unik dan menarik" ada bimbingan penulisannya)



Ada istilah pernikahan seumur jagung.

Ada berita seorang suami yang hidup puluhan tahun tidur dengan "jasad istrinya" yang di awetkan.

Ada seorang teman yang masih usia belasan tahun tapi sudah berganti istri tiga kali.

Ada seorang kakek yang mengakhiri jalinan kasihnya bersama istri setelah bersama puluhan tahun.

Ada seorang pria beristri yang masih suka wakuncar dengan mantan pacar.

dan..... banyak lagi



Menikah adalah penting! Menikahlah segera....

Dalam rangka sosialisasi pentingnya pernikahan dan mencari naskah berkualitas dengan tema pernikahan. Ikutan yuk

Audisi Naskah " PERINDU SAMARA"



Tema 1 : Jodoh Impian

Khusus buat sobat yang belum nikah. Kira2 jodoh seperti apa sih yang paling diidam-diamkan. Trus, apa saja sih yang sudah dilakonin biar dapet jodoh seperti itu?



Tema 2 : Mengejar Jodoh

Kisah unik, kocak, tragis, waktu ngincer calon istri/suami. Kalo sampe jadi nikah, gimana kiatnya dan kalo batal gimana solusinya…



Tema 3 : Suami-istri yang aneh

Kira-kira apa saja kelakuan/kebiasaan istri atau suami yang tidak disukai dan menimbulkan konflik keluarga. Bila sampai bercerai apa alasannya. Bila langgeng gimana kiatnya.



Tema 4 : Samara

Khusus buat yang sudah ngejalani pernikahan lebih dari 5 tahun. Apa saja masalah yang paling berat dihadapi dan bagaimana kiat mengatasinya. (minimal 5 masalah)



PENGUMUMAN NASKAH TERPILIH HANYA JUDUL TANPA NAMA PENULIS UNTUK MENJAGA PRIVASI



Syarat Umum :

1. Seluruh peserta audisi harus menjadi teman Kang Rama Dani http://www.facebook.com/rhama.nirwana

2. Seluruh peserta audisi harus posting materi audisi ini di note FB (wajib ngetag Kang Rama Dani dan 19 teman lainnya).

3. Tulisan harus kisah nyata pribadi atau orang-orang terdekat (nama boleh disamarkan)

4. Naskah belum pernah dipublikasikan di manapun.



Syarat Khusus :

1. Naskah harus sesuai dengan tema.

2. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 naskah dengan tema berbeda.

3. Naskah berupa tulisan nonfiksi popular (Bebas tapi santun)

4. Panjang naskah 3 halaman kertas A4, ketik 1,5 spasi, huruf Times New Roman 12. file Word (.doc).

5. Naskah dikirim dalam bentuk attachment ke e-mail: majalengkabisa@gmail.com tidak ditulis di badan e-mail. Pada subyek, tuliskan: Tema - Judul Naskah.

6. Sertakan nama asli, nama FB dan biodata deskriptif sepanjang satu paragraf di akhir naskah.

7. Akan dipilih 40 naskah yang dinilai paling unik, penuh hikmah, memotivasi dan menginspirasi untuk dibukukan.

8. Naskah ditunggu hingga tanggal 20 Juni pukul 24.00 WIB.

9. Pengumuman naskah terpilih akan di-posting di Notes FB Kang Rama Dani dan media lain blog/web tanggal 25 Juni 2011 Jam 20.00 WIB

10. Naskah yang terpilih dibukukan dan mendapat royalty dari penjualan.

(naskah yang masuk lebih awal akan langsung dikabari kelayakannya dan bisa diperbaiki)

Antologi FF HUMOR Writing Revolution season 3. namaku sudah ada. hore!

50 CERITA HUMOR PILIHAN AKAN DIBUKUKAN.



Penerimaan naskah mulai dari tanggal 17 Mei – 27 Mei 2011 Pukul 23.59 WIB



Apakah kamu pernah mengalami kejadian lucu bin konyol? Pastinya pernah dong, mungkin itu agak malu-maluin apalagi kalo berada pada tempat yang salah, di waktu yang gak tepat ditambah lagi bersama orang-orang yang kamu segani. Serasa langit mau runtuh saja, lebay ...!!!



Di sinilah tempatnya, Flash Fiction Humor Writing Revolution (FF Humor WR) menyediakan tempat bagi siapa saja yang pengen berbagi kejadian lucu, konyol, perbuatan iseng yang berbuah tertawaan, dan lain-lain yang pernah kamu alamai. Atau, kisah lucu dari teman-teman, saudara, keluara atau kenalan kamu boleh juga didaur ulang di FF Humor WR ini.



Syarat dan ketentuannya:

Panjang 100-300 kata.
Tentang semua cerita lucu yang pernah kamu alami sendiri, cerita teman, keluarga, dan kenalan juga boleh.
Tidak boleh mengambil cerita humor dari buku humor atau internet.
Boleh memasukan unsur imajinasi seperlunya saja.
Menyertai biodata deskripsi maksimal 50 kata, dengan mencantumkan nomor Anggota Writing Revolution.
Terdaftar sebagai Anggota Writing Revolution (SMCO, SPO, SMNO, KMC atau SMBO, bagi yang belum terdaftar sebagai anggota Anggota Writing Revolution info lengkap klik: www.menulisdahsyat.blogspot.com )
Mencantumkan FF HUMOR - NAMA - JUDUL di subjek/judul email.
Satu orang hanya boleh mengirim 1 cerita humor.
Naskah ditulis di kertas A4, TNR 12, SPASI 1,5, margin standar dan tidak mengirim di badan email, kirim dalam bentuk RTF/ doc word (tifak mengirim di badan email)
Biodata + No. WR satu file dengan naskah
Kirim cerita lucu ke email: AntologiWR@gmail.com
Deadline pada 27 Mei 2011 Pukul 23.59 WIB



Hadiah:

5 cerita terpilih akan mendapatkan hadiah Novel "Persembahan Cinta dari Surga" karya Nurrahman Effendi nama pena Joni Lis EFendi (Direktur dan Pendiri Writing Revolution).



Info lengkap, klik: www.menulisdahsyat.blogspot.com



Ket:

*SMCO: Sekolah Menulis Cerpen Online

*SMPO: Sekolah Menulis Puisi Online

*SMNO: Sekolah Menulis Novel Online

*SMBO: Sekolah Menulis Buku Online

*KMC: Kelas Menulis Cerpen



Cara Menghitung Kata dan Huruf di MS Word: tekan tombol ALT+T+W



Catatang: NAMA-NAMA YANG KARYANYA SUDAH LOLOS SELEKSI 1 DAN 2

Ratih Ayu Kinasih
Nana Karlina, A.Md
AZHAR A. WIJAYA, S.Ked
Hendro Prawidianto, SE.
Lailiah
Claudia Sihombing
Yuli Riswati
Sri Muliyanah
Fakhri Huseini...
Lysa Simanjuntak
Kartika Hidayati, S.Pd
Mega Anindyawati
Angger Styo Yuniarti
Rizki Mumpuni
Rahma Esti Bekti
Sri Murwani Dwi Repita Hadi
Reza Irwansyah
Sabil Ananda
Kun Sila Ananda
Tiya Maulida
Callysta aika hikaru
Eka Restu Anggraeni
Yanti Nurohmayanti
Rahmatika Choiria
Andri Surya
Dede Yunita Putri
Ayumi Maulida
Tiara Citra Septiana
Jatni Azna AR
Saiful Anwar
Badrotut Tamamia
Sari Sas Anggriani
Prima Sagita
Risah Icha Azzahra
Aina Al-Azmi



Masih ada sisa 15 kursi lagi, silakan buruan serbuuuuuuuu ...!!!

Mau karyamu diterbitkan di PCPK? Ikutan lomba ini yuk!

Tadaaaa.... akhirnya dibuka juga nih kesempatan buat teman-teman untuk bikin buku bareng di PCPK^^

Buat teman-teman yang pengen ikutan, silakan deh bikin tulisan tentang kamu dan ortumu (boleh salah satu atau keduanya). Eits... tapi harus pengalamanmu sendiri lho... alias bukan cerita karangan:).

Jadi, di tulisan ini teman-teman curahin deh perasaan teman-teman pada ibu atau ayah: sayang, kesal, senang, kecewa, atau harapan kalian terhadap mereka (semacam curhat gitu deh, hehe).



Gimana caranya? Yuk, lihat ketentuan di bawah ini:

1. panjang tulisan 5-6 halaman

2. bentuk tulisan boleh berupa cerita biasa, surat, atau diary

3. diketik pada kertas HVS ukuran A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt

4. tulisan paling lambat diterima redaksi tanggal 31 Mei 2011

5. Lomba terbuka bagi yang sudah pernah menerbitkan karya maupun yang belum

6. kirim tulisan kalian ke:

Lingkar Pena Publishing House

Jl. Raya Jagakarsa (Simadakarsa) No. A-1 RT 013/001

Jakarta Selatan 12620

Telp: 021-78882079

Email: lingkar.pena@mizan.com



10 karya terpilih akan diterbitkan dalam buku antologi: Dear Mom and Dad.

So, tunggu apalagi, buruan tulis ceritamu!^^

sumber :

25 Mei 2011

Parfum ala justin bieber

Tarrrrrrrrraaaaaaaaaaaaaaa...........
ini dia parfum ala justin bieber.
namanya SOMEDAY. maksudnya apa ya? aku juga nggak tau. slogan parfum nya sih
"JUSTIN WANTS TO KNOW WHAT'S YOUR SOMEDAY?"




yang ngaku belieber boleh deh di beli, bisa terbang bareng justin loh.. liat deh iklannya. haha... siapa sih tuh bintangnya? beruntung amat!

web khusus promo parfum itu juga sudah lounching 25 hari yang lalu.
cekidot this link "http://www.justinbiebersomeday.com/

dan video behind the scane pembuatan iklannya. keren banget di ruangan hampa udara. berasa di luar angkasa gitu deh. KEREN!

http://www.youtube.com/watch?v=I63EmXg463Q



Riak Halus (all izz well)

all is well.. all is well..



sebuah lagu dari ost film 3 idiot. aku mengucapkannya berkali-kali dimulutku ketika tau, tugas karangan bahasa dikumpulkan hari itu. pasalnya aku belum menyelesaikannya, tadi malam yang ku selesaikan dengan keras adalah tugas perencanaan pembelajaran SD yang katanya di kumpulkan hari itu, sedangkan tugas bahasa itu dikumpulkan minggu depan, sekaligus ujian.



jam 9.00 aku sudah tiba di kampus, melenggang dengan baju hitam putih siap melaksanakan ujian Perspektif Global, dengan modal membaca tadi subuh. ku lewati lobi kampus yang agak ramai, rupanya hari ini PEMIRA (kepanjangannya nggak tau, yang aku tau, pemilihan presiden kampus). Ah, tak satupun panitianya yang ku kenali, ku lewati begitu saja. eh, kulihat sosok mantan komting tingkat satu dulu yang kini sudah tidak selokal lagi dengannku.



"Jal, ujian apa tadi?' tanyaku ketika melihat ia memakai baju hitam putih.

'Ujian Bahasa"



aku sedikit terkejut, kontan ku tanya, apakah tugas juga dikumpulkan. ternyata jawabannya YA!



aku pun berlari menyusuri tangga menuju lantai 3, melihat apakah ujian sudah di mulai, sampai dikelas ternyata hanya 1 orang yang sedang duduk disana menulis entah apa. aku memasiki labor komputer, berniat merampungkan tugas bahasa yang belum terselesaikan. komputer tidak dapat terhubung ke internet, mungkin Wifi nya sdang bermasalah, aku bertemu Mimi disana.



"Mi, tugas Pak Dede dikumpul hari ini?'

"Iya"

"uwe... aku belum siap, aku kira minggu depan" rengekku

"siapkan ajalah apa apa aja, nggak bakal dibaca bapak do" hibur Mimi.


terpikir olehku lebih baik aku cepat-cepat angkat kaki ke warnet, fili yang semalam ku ketik untung saja sempat kumasukkan ke flashdisk. Tapi 1 jam lagi akan ada ujian Perspektif.


"Perspektif jadi ujian kan?

"Jadi, soalnya ada tuh dipapan tulis, nanti mungkin disuruh kerjakan itu" Jelas Mimi

aku langsung meluncur ke kelas, dan ku foto soal di papan tulis menggunakan HP. aku kembali ke labor.

"Mi, kalau masuk sms yah, aku mau ke warnet"



tanpa menunggu jawaban Mimi, aku meluncur ke warnet.

di warnet yang padat pengunjung dengan tujuab yang sama, aku kalang-kabut mencari komputer yang keyboard nya berhuruf. disana ku baca lagi tulisanku yang tadi malam, dan ku lanjutkan sedikit demi sedikit. aku sedikit putus asa waktu menyelesaikan karangan argumentasi yang terpotong tadi malam. persuasi dan narasi ku pikir bisa ku cari di internet. Toh, dosennya sudah mengizinkan.

ketika aku dalam keputus asaan, datang Zulva dan Eci yang juga ingin mengerjakan tugas bahasa, mereka bertanya banyak padaku tentang itu. aku yang sedang dalam kepusingan tingkat tinggi setengah cuek. tapi sejak mereka datang pikiranku sedikit terbuka dengan masalah yang ada dikampus (temanya harus tentang kampus). mungkin wajah mereka yang suram menghadapi ujian. Haha. Saat sedang konsentrasi mengarang bebas (benar-benar bebas tanpa hambatan eyd). Masuk sms dari Mimi kalau ujian perspektif sudah dimulai. Cepat-cepat kubereskan barang-barang dan membayar internet. Akupun eluncur lagi kekampus dan menyusuri tangga menuju lantai 3. Hosh..hosh… nafasku turun naik ketika sampai di ruangan, yang lain telah memulai. Dan benar saja kata mimi, soal nya yang tertulis di papan tulis. Cukup gampang, hanya butuh sedikit penalaran. Aku menyelesaikannya dalam 15 menit dan kembali meluncur ke warnet. Oh, inikah UAS?


selesai tugas karangan bahasa yang mencakup Deskrisi, eksposisi, argumentasi, narasi dan deskripsi yang cukup rumit karena harus disertai pengembangan dulu. Aku pun memprint itu semua tanpa mengedit lagi. Jilidnya ku piker di fotokopy kampus saja, tentu lebih rapi karena mereka lebih ahli, aku kembali ke kampus, ternyata kertas jilid di fotocopy sudah habis! Oh My God..!!! aku kembali ke parker dengan merungut, kenapa mereka tak menyediakan stok kertas jilid sih? Terpaksa kau kembali ke warnet yang juga menyediakan jilid. Di warnet aku di sambut sumringah oleh ibu dan bapak itu, flashdisk ku ketinggalan. Mereka mengira aku kembali mengambil itu, aku tak sedikitpun ingat itu. Karena tanggung malu, ku ulang saja print yang terjadi sedikit kesalahan. Jadilah aku mengulang print beberapa lembar yang terdapat salah ketik. Disitu juga kupasrahkan tugasku untuk dijilid si bapak yang menjilid dengan “sangat tidak propesional” tapi hasilnya cukup rapi kok.


Huft.. selesai juga… al is well.. all is wel… kataku dalam hati


Kembali ke kampus aku tinggal menunggu ujian bahasa berlangsung, ku buka buku catatan yang sama sekali belum sempat ku baca.


Sementara itu….


‘Bu, ini ada surat panggilan dari kantor dinas untuk Ibu” kata kepala sekolah pada Ummiku yang baru saja selesai rapat dengan wali murid.



Ternyata panggilan mengenai sertifikasi. Nama ummiku memang telah dinyatakan lulus sertifikasi tahun ini, dan tinggal menunggu panggilan untuk pelatihan. Ummiku rinag gembira. Sejak pengumuman lulus itu ummiku selalu ceria, terbayang uang belasan juta yang akan diterima. Bahkan sudah pernah berkata “Kalau lulus sertifikasi, insyaallah sofi bisa masuk kedoteran”


Ummiku berangkat ke kantor dinas dengan motor astrea butut. Setiba disana ternyata melihat pengumuman dan beberapa rekan guru yang lain sedang marah-marah. Hatinya mulai gerah. Dibacanya pengumuman yang ditempel didinding kantor. 20 nama-nama orang yang tidak jadi ikut sertifikasi, namanya termasuk disitu. Ummiku beristighfar. Ia memasuki ruang kantor dan menanyakan sebabnya.

Ternyata nomor NUPTK lah yang menyebabkan nama ummiku di diskualifikasi dari peserta sertifikasi tahun ini, data di dalam kaset yang dulu di ajukan sekolah (di ketik oleh TU) tidak sama dengan data yang diajukan Ummiku sewaktu penyerahkan form sertifikasi, beda 2 angka. Hati Ummiku menciut. Padahal yang diketik di dalam CD yang dulu itu salah, entah salah ketik oleh TU nya, entah bagaimana lagi aku juga tidak tau. Padahal nomor itu di dapat dari website NUPTK nya dulu waktu pertama kali menerima gaji SBY (istilah tunjangan tambahan dari SBY). Akulah yang dulu ke warnet mencari nomor NUPTK itu, dan Ummi menyerahkannya kepada TU sekolah untuk diketik bersamaan dengan form guru yang akan ikut sertifikasi lainnya, tapi teryata terdapat kesalahan 2 angka, sewaktu daftar ulang, Ummiku memperbaiki no NUPTK nya dengan yang cocok dari web. Tapi pihak sertifikasi mengatakn no ummiku tidak online. Maksudnya???



Ummiku sudah berusaha menjelaskan, bahwa no yang dulu di dalan CD itu salah, no dalam penyerahan ke dua ini lah yang benar, tapi petugas kantor itu tidak mau tau, ia mengatakan ‘masih ada kesempatan tahun depan Bu”.



Ummiku pulang dengan hati tak karuan, sampai di rumah ia mencari kertas selembar yang dulu aku print dari warnet, daftar no NUPTK guru-guru se SD nya. Tapi sudah dicari kemana-mana kertas selembar itu tak kunjung jumpa, ummiku mengobrak-abrik meja kantornya di sekolah. Kertas itu tak juga ditemukan, padahal ia berniat kalau ketemu, ia akan kembali ke kantor dan memperlihatkan bukti kertas itu pada petugas. Tapi sia-sia. Terbersit ingin menelponku untuk mencari kembali no itu di internet, tai ummi tau hari ini aku ujian, mungkin tak ingin mengganggu konsentrasiku. Ia Hanya bisa berucap istighfar dan kembali pulang dengan hati berat.



di kampus..



Aku mulai ujian bahasa. 50 soal dalam waktu 50 menit. Soal berfariasi ABCDE. Rajin juga bapak ini membuat soal. Kucoba konsentrasi pada kalimat-kalimat dilembar soal. Awalnya masih panik dan membuatku tak bisa perpikir jernih, ku silang saja sesuka hati. Tapi setelah setengah waktu berlalu, baru aku bisa konsentrasi penuh. Aku menyelesaikan hingga no 50. Tapi masih banyak no yang bolong. Ku baca lagi soal dari awal. Ternyata setelah kubaca lagi, banyak jawabanku yang ngawur. Aku cepat-cepat merubah. 10 menit terakhir aku selesai, suasana mulai rebut teman bertanya sana sini. Aku juga bertanya memastikan jawabanku. Sesi contek mencontek berakhir dalam beberapa menit. Denga yakin ku kumpulkan jawabanku ke depan. Huahhh… lega sekali rasanya..



Lagu 3 idiot masih menggema di telingaku

All is well…al is well…

Ternyata tak seburuk yang kubayangkan



Jam menunjukkan pukul 14. 15, masih ada ujian yang menanti, perencanaan, kami sudah memasuki ruangan dan menunggu dosen cukup lama sambil mengobrol ngalor-ngidul dengan beberapa teman.

Ternyata dosennya hanya menjelaskan kapan ujian, dan tugas yang sudah susah payah ku buat tadi malam tidak di kumpulakan! ‘Di rapel saja denga semua tuga yang lalu, kumpul ketika ujian” kata beliau . oh My God, ini adalah kesialanku yang selanjutnya hari ini.



Pulang dari situ aku dan teman-teman sepakat makan dulu di KFC yang tak jauh dari kampus, mumpung ada paket attack, tapi peritku sudah benar-benar sakit karena magg.



Tiba dirumah aku langsung terkapar di kasur, sambil menghidupkan mp3, aku menutup mata. Ummiku pulang dari warung menanyakan kenapa belum buka jilbab dan ganti baju, ku jelaskan aku terlambat makan, dan sekarang magg sedang kambuh. Ummiku berdiri di sisi tempat tidur dan menceritakan kejadian tadi siang. Belum sempat aku menarik nafas lega karena 2 ujian berlalu dengan baik hari ini, sudah datang kabar tak sedap. Ku pikir tak apalah. Mungkin belum rezeki, atau mungkin kemarin ada sedikit kebanggan menyusup dihati, sehingga rezaki itu dicabut kembali.

Tampak raut wajah sedih dari ummiku, tapi ia pun ikhlas menerimanya. Entak kesalahn siapa, yang jelas bukan rezeki, katanya. Aku tersenyum pahit.



Hari kamis yang 20 orang ini di suruh datang menghadiri acara sosialisasi NUPTK. Ku piker untuk apalagi sosialisasi, nasi sudah menjadi bubur, bari kokinya teriak-teriak panic. Mana mungkin bisa dikembalikan lagi. Tapi ummiku tetap akan mengahdiri acara itu, malam ini disuruhnya aku mencari no NUPTK itu. Tapi dari tadi kucari tak jua bertemu, website nya mengatakan “isi website ini telah dipindahkan/ sudah ditutup” aku kurang mengerti, yang jelas, no NUPTK itu belum kutemukan. Mungkin akan kami pasrahkan saja uang belasan juta itu, berharap tahun depan nama ummiku kembali muncul di daftar pesrta sertifikasi.



diantara kesedihan yang menyelimuti kamu, ummiku memberkan paket yang katanya datng dari balik papan.

"tadi ada paket untuk icha"



ku lihat pengirimnya. Lily / Balikpapan.

Woww....!!! sampai jug buku pemberian mba lily yang jauh-jauh mengirimkanku buku EYD, kulirik bon jasa pengirimnya, cukup mahal. aku meloncat kegiranga mebuka buku biru berjudul "Panduan Pintar EYD".

"Ini benar-benar dari balikpapan cha? kok bisa?" tanya Ummiku hera. aku menjelaskan denga senyum mengembang sambil mengetik sms pada pengirim buku ini.



Wah, serius sekali mba Lily Husain ini membimbingku dalam menulis. aku bangga punya sahabat sepertinya, walau tidak pernah bersua, tapi jabatnya terasa erat. buku ini menjadi sesuatu yang manis sore ini, setelah melewati hari yang cukup berat, teruama bagi ummiku.



Ketika ku menulis ini, ummiku sedang sibuk bermain game who wants to be a millionaire di computer butut. Sesekali ia menyapaku menanyakan jika ada soal yang menyangkut hiburan.

‘Cha, siapa teman wanita donal bebek?” Tanya ummiku

“Deasy Mi”

Beberapa detik kemmudian..

Hahahaha….. menang 500 juta…!!! Teriak ummiku

“insyaallah tahun depan mi,’ kataku membatin. Amin…



yah, semuanya akan baik saja..


all is well... al is well..... all is well

24 Mei 2011

kompilasi twitter artis korea

inilah twitter para seleb korea.
di urutkan sesuai Grup musik nya atau sesuai film yang diperankan. selamat mencari^_^



2AM
Changmin
Jinwoon
Jo Kwon
Seulong

2NE1
*NEW* Park Bom
*NEW* Minzy

2PM
Official 2PM
Chansung
Nichkhun
Junho
Junsu
Taecyeon
Wooyoung

4minute
*NEW* HyunA
*NEW* Jihyun
*NEW* Jiyoon
*NEW* Sohyun

5dolls
*NEW* Soomi
*NEW* Hyewon
*NEW* Hyoyoung
*NEW* Chanmi
*NEW* Eunkyo

8Eight
Joo Hee
Lee Hyun
Baek Chan

Actors/Actresses
Daniel Henney
Danny Ahn (Former G.O.D)
Goo Hye Sun
Hwang Jung Eum
Jeon Hye Bin
*NEW* Jung Il Woo
Jung Ryeo Won
Kim Bum
*NEW* Kim Kab Soo
Kim Ki Bang
Kim Soo Ro
Lee Da Hae
Lee Kyun
Lee Junki
Lee Min Ho
Kim Jung Eun
No Min Woo (Former TRAX)
Marco
Ok Ju Hyun (Former Fin.K.L)
Park Ji Bin
Park Ji Yoon
Park Joong Hoon
Park Shin Hye
Phillip Choi
Ryu Deok Hwan
Yoo Ah In
Yoon Eun Hye

After School
Bekah
Kahi
Raina
Jooyeon
UEE
*NEW* Jung Ah
*NEW* Lizzy

As One
Official As One

A Pink
*NEW* Kim Nam Joo
*NEW* Yoon Bo Mi
*NEW* Oh Ha Young
*NEW* Park Cho Rong
*NEW* Jung Eun Ji
*NEW* Hong Yoo Kyung
*NEW* Son Na Eun

B1A4
*NEW* CNU
*NEW* Baro
*NEW* Sandeul
*NEW* Gongchan
*NEW* Jinyoung

B2ST
Doojoon
Junhyung
*NEW* Dongwoon
*NEW* Yoseob
*NEW* KiKwang

Big Bang
Taeyang

Black Pearl
Oh Na Mi

Block B
*NEW* Zico
*NEW* Taeil
*NEW* Jaehyo
*NEW* B-Bomb
*NEW* Kyung
*NEW* U-Kwon
*NEW* P.O

Brown Eyed Girls
Official BEG
Jea
Miryo
Narsha

Brown Eyed Soul
Ahn Jung Yup
Naul

CHI CHI
*NEW* Official Twitter
*NEW* Se Mi
*NEW* Nara
*NEW* Sui
*NEW* Jiyoo
*NEW* Aji
*NEW* Boreum
*NEW* Peach

CNBLUE
Official CNBLUE

Code-V
Na-law
Seo Jae Won
Sol
Uhm Tae Min

Comedians
Han Min Kwan
Heo Kyung Hwan
Kim Ki Wook
Noh Hong Chul
Park Hwi Soon
Park Kyung Lim
Shin Bong Sun
Yoon Hyung Bin (Wang Biho)

Co-Ed
*NEW* Soomi
*NEW* Hyewon
*NEW* Hyoyoung
*NEW* Chanmi
*NEW* Eunkyo
*NEW* Noori
*NEW* Kangho
*NEW* Yoosung
*NEW* Sungmin

CSJH the Grace
Dana
*NEW* Lina
*NEW* Sunday

Dalmatian
Daniel Chae/Drama
David Kim/Day Day
Jang In Tae/Inati
Lee Dari
Lee Dong Lim/Yeong Won
Park Jisu

Davichi
Kang Min Kyung
Lee Hae Ri

DJ DOC
Lee Ha Neul

Epik High
Mithra
Tablo

F.Cuz
Jinon
Kan
LeeU
Ye Jun
Official

FT Island
Jonghun
Lee Hong Ki
Lee Jae Jin
*NEW* Song Seung Hyun

Girl’s Day
Official Girl’s Day
Hye Ri
Ji Hae
Ji In [Former]
Ji Sun [Former]
Min Ah
So Jin
Yura

Hot Potato
Kim C

Infinite
Dong Woo
Ho Won
Myungsoo/L
Sung Gyu
Sung Jong
Sung Yeol
Woo Hyun

Jewelry
Ha Joo Yeon/Baby J
Park SeMi
Park Jung Ah [Former]
*NEW* Seo In Young [Former]
*NEW* Kim Eun Jung
*NEW* Park Yewon

JinuSean
Sean

JYJ
Hero Jaejoong
Micky Yoochun
Xiah Junsu

KARA
Goo Hara
Gyuri
Han Seung Yeon
Ji Young
Nicole

Leessang
Gil

LPG
*NEW* Lee Se Mi
*NEW* Han Soo Yeon

MBLAQ
G.O.
Mir
Seungho
Thunder

MCs
Kim Jedong
Nam Hee Seok
Hyun Young

Mighty Mouth
Shorry J
Sangchu

missA
Fei
Jia
Min
Suzy

miss.S
*NEW* Yumi
*NEW* Jace

Monday Kiz
Lee Jin Sung
Lim Han Byul

M To M
Jung Hwan

Nine Muses
Official Twitter
Bini/Lee Hye Bin
Lee Sam/Lee Hyun Joo
Ryu Sera
Violet/Lee Eun Ji
*NEW* Minha
*NEW* Eun Ji
*NEW* Moon HyunA
*NEW* Hye Mi

Norazo
Jo Bin
Lee Hyuck

One Two
Song Ho Bum

One Way
Official One Way
Chance
Peter
Young Sky

Other
*NEW* Cho PD (Producer of Block B)
Choi Hyun Woo (Magician)
*NEW* Bang Yong Guk (Trainee of TS Entertainment)
HaHa (Singer/Comedian)
*NEW* Honey Lee
Isak (Singer/VJ/DJ)
Kim Yuna (Figure Skater)
Park Jin Young (JYP Entertainment)
*NEW* Prepix Haw/Hawoosin (Dancer for Prepix)
*NEW* Shinsadong Tiger (Producer/Composer)

Rainbow
Hyun Young
Jaekyung
Ji Sook
No Eul
Woo Ri
Yoon Hye

Rania
Official Rania
*NEW* Joy
*NEW* Jooyi
*NEW* Xia
*NEW* T-ae
*NEW* Di
*NEW* Riko
*NEW* Semi

SECRET
Zinger
*NEW* Song Ji Eun

SG Wannabe
Kim Jin Ho
Kim Yong Jun
Lee Seok Hoon

SISTAR
Official SISTAR

Solo Artists
1SaGain
Baek Ji Young
Brian Joo
BoA (American)
BoA (Korean)
Chae Yeon
Crown J
Dok2
Drunken Tiger
*NEW* Eru
G.NA
G.Soul
Gil Me
Goo Jun Yup (Former Clon)
Hwang Bo (Former Chakra)
Ivy
Jay Park
JOO
JQ
*NEW* K.Will
Kan Mi Yeon
Kim Bum Soo
Kim Dong Ryul
*NEW* Lady Jane
Kim Gun Mo
*NEW* Lee Chaeyeon
*NEW* Lee Hyori
*NEW* Lee Soomi
Lee Soo Young
*NEW* Lim Jeong Hee
MC Mong
Nassun
Navi
*NEW* NS Yoon Ji
Rain (Singer/Dancer/Actor)
San E
Se7en
Seo In Kook
*NEW* Son Dambi
Son Ho Young
Sori
*NEW* Tei
Yoon Do Hyun
Yoon Mi Rae
Younha
Uhm Jung Hwa

Soulstar
Glenn Rhee

SS501
Heo Young Saeng
Kim Hyung Joon
Kim Kyu Jong
Park Jung Min (Old)
Park Jung Min (New)

Super Junior/Super Junior M
Donghae
Eunhyuk
Leeteuk
Heechul
Henry Lau
Kangin
Kim Kibum
Kyuhyun
Ryeowook
Shindong
Siwon
Sungmin
Yesung

Supernova
Official Japanese
Jung Yunhak
Kim Kwangsu
Kim Sung Je
Park Geonil
Song Jihyuk
Yoon Sungmo

Standing Egg
*NEW* Egg 1
*NEW* Egg 2

Supreme Team
E-Sens
Simon D

T-ara
Eunjung
Hyomin
Jiyeon
Qri
Soyeon
*NEW* Hwayoung
*NEW* Boram

Teen Top
Official Teen Top

T-Max
Joo Chan Yang
Kim Joon
Minchul

The Boss
Official The Boss
Hyunmin
In Jun
Jay
Karam
Mika

The Jadu
Jadu

Tiramisu
Lady Jane

TV Shows
HahaMong Show
Hot Brothers
KBS’s Music Bank
Mnet
Mnet 20’s Choice
Mnet M! Countdown
Mnet Superstar K
Mnet Wide
The M-Wave

U-Kiss
Alexander
Dongho
Eli
Kevin
Kibum
Soohyun
*NEW* Ki Seop
*NEW* Hoon
*NEW* AJ

Untouchable
Sleepy

V.O.S.
Park Ji Heon

Wednesday
Chi Yeul
Han Gook

Wonder Girls
Official Wonder Girls
Hye Lim
Sunmi [Former]
Sunmi (Unofficial Wonder Girls Account)
Sohee
Sunye
Ye Eun
Yubin

ZE:A
Official Japanese
*NEW* Official Korean
*NEW* Kwanghee

21 Mei 2011

PARCEL SMCO untuk sahabat

Alhamdulillah Sekolah Menulis Online WR sudah genap berumur 5 bulan. Sebagai bentuk berbagi bahagia, kita meluncurkan kesempatan EMAS SEKALI LIMA BULAN ini yakni PARCEL SMCO UNTUK SAHABAT. Setiap peserta SMCO mulai dari Angkatan 1 Sampai 6 boleh mengajak dan memfasilitasi sahabat-sahabatnya untuk bergabung di Sekolah Menulis Cerpen Online WR.



Mekanismenya:

Satu peserta SMCO (disebut fasilitator) boleh memfasilitasi maksimal 5 sahabatnya untuk bergabung di SMCO.
Sahabat yang difasilitasinya akan bergabung di kampung WR-nya masing-masing (misal: Teguh memfasilitasi Ani, maka Ani akan bergabung di Kampung WR 04, dst)
Biaya SMCO dengan harga khusus cuma Rp 50 ribu.
Program ini terakhir sampai 31 Mei 2011.
Sebarkan informasi ini kepada sahabat-sahabatmu.



CARA PENDAFTARAN:



1. Transfer uang Rp 50.000,- (bisa dari ATM atau Bank) ke REKENING:



* BCA Cabang Pekanbaru No. Rek. 2200-451-972 AN. Joni Lis Efendi

* Bank MANDIRI Cabang Pekanbaru No.Rek. 108-00-11234-359 AN. Joni Lis Efendi

* BRI BritAma Cab. Pekanbaru No. Rek. 2087-01001-202500 AN. Joni Lis Efendi

* MANDIRI Syariah Cab. Pekanbaru No. Rek. 095-7046-370 AN. Joni Lis Efendi

* BNI Syariah Cabang Pekanbaru No. Rek. 00-9390-5353 AN. Joni Lis Efendi

* BRI Syariah Cabang Pekanbaru No. Rek. 1002-508-277 AN. Joni Lis Efendi





2. Scan atau foto (bisa dengan HP) kertas bukti TRANSFER dikirim bersama BIODATA ke email: DaftarWR@gmail.com (dengan mengetik judul email: SMCO UNTUK SAHABAT)



3. Biodata berisikan: nama lengkap (dengan gelar sarjana (jika ada), alamat lengkap (sampai pos), nomor HP/telp, akun facebook, dan alamat email serta cantumkan NAMA FASILITATOR DAN NOMOR SMCO-nya.



4. atau, SEKARANG bisa dengan layanan SMS Banking dan Internet Banking. Teruskan (forward) sms bukti "Transfer BERHASIL" ke nomor kami (yang via SMS Banking) atau kirim ke email kami bukti transfer elektronik (yang via Internet banking). Kemudian kirimkan biodata lengkap ke email: DaftarWR@gmail.com (dengan mengetik judul email: SMCO UNTUK SAHABAT)





FASILITAS:

BERHAK ikutan LOMBA CERPEN REMAJA 2011 (deadline: 31 Mei 2011)
Mendapatkan 4 Modul menulis cerpen. Dilengapi dengan daftar alamat email KORAN/MAJALAH dan alamat PENERBIT se-Indonesia)
SERTIFIKAT dan KARTU ANGGOTA (dikirim lewat EMAIL, tinggal print dan BISA LANGSUNG IKUTAN LOMBA CERPEN REMAJA 2011)
GRaTiS ikut seminar menulis selama 3 TaHuN yang diadakan oleh Writing Revolution di SELURUH INDONESIA.
GRATIS konsultasi karya seputar CERPEN (mulai editing, isi cerpen, rekomendasi publikasi, dan prediksi untuk MENANG LOMBA) bisa melalui telpon, sms, facebook dan email.
Setelah pelatihan, masih bisa konsultasi karya melalui Grup WRITING REVOLUTION sampai KAPAN PUN.

nah, karena aku adalah anggota SMCO, maka aku adalahfasilitator bagi kalian ^_^
bagi sahabat yang ingin ikutan di persilahkan, diskon loh.. hehe.. mau liat cerita awal ku berada disana, baca disini

Info lengkap tentang SMCO Writing Revolution klik: www.menulisdahsyat.blogspot.com

Kim Hyun Joong dan Jung So Min di Playfullkiss premuim talk di Osaka





komik Drama korea Playfull kiss. Baek Seung Jo dan O Ha Ni 4


20 Mei 2011

RUSTAM (Cerpen yang ku tulis 2 tahun lalu)

Rara baru saja pulang sekolah, kakinya dengan malas menapaki tangga menuju asramanya satu persatu. Siang-siang begini naik ke lantai II asramanya adalah suatu cobaan. Kamarnya di lantai 2. Lotengnya sangat dekat dengan kepala. Hanya berjarak sekitar 50 cm dari ubun-ubunnya. Bahkan pintu masukpun harus menundukkan kepala sedikit kalau tidak ingin kening benjol.



Dengan tergesa-gesa Rara mencari kunci lemari di dalam tasnya, lalu membuka lemari dan mengambil sebotol air mineral yang biasa disimpannya. Ia menegak tanpa bernafas, terdengar bunyi tegukan yang keras dari tenggorokanya.



“Eugh.. Alhamdulillah” Kak Vina dan Kak Zura kemana ya?” tanyanya dalam hati. Sepatu dan tas teman satu kamarnya itu tergeletak begitu saja di depan pintu. Hal itu biasa terjadi. Siang bolong panas terik seperti ini tidak akan ada yang sanggup berlama-lama di kamar yang berukuran 3 x 4 meter ini.



Rara pun cepat-cepat mengganti baju, dan menyempatkan diri untuk membereskan kamar yang berantakan. Ia mulai menyapu. Ketika tiba-tiba Handphone nya bergetar di dalam tas sekolahnya. Dilayar terbaca “Satu Pesan diterima”



Sender : Mama Qu Thayank



Rara sayang, mama nggak sempat jenguk, kamu aja ya yang pulang jemput uang bulanannya. Ongkosnya pakai uang tabunganmu dulu. Bye sayang. Rajin belajar



“Ugh sebel deh! Kapan sih Mama sempet jenguk aku disini. Lagian mana ada ongkosku pulang ke Pekanbaru. Uangku sedah ludes untuk praktikum biologi kemarin. Hm… pinjam Kak Vina mungkin ada.”



Rara kembali melanjutkan acara bersih-bersih singkatnya, dalam arti, menyapu yang Nampak-nampak saja. Karena panas yang tak tertahankan



*****

Rara memang sengaja “dibuang” Mamanya ke asrama. Setelah kepindahannya dari Jakarta, Mama dan Papanya pusing 7 keliling mencarikan sekolah untuk anak mereka yang hyper aktiv ini. Rara terlalu lincah untuk anak seumurnya. Untuk itu kedua orangtuanya khawatir kalau perempuan mereka yang manis sekolah di SMU biasa. Selain karena Rara yang agak bandel, dan terlalu aktif (aktif melanggar hukuman), sekolah-sekolah umum juga sudah tutup pendaftarannya. Karena keterlambatannya menghabiskan liburan di Jakarta. Jadilah Rara pasrah diantarkan ke sekolah swasta berasrama yang berada jauh di luar kota.



Jauh bagi orang lain, tapi tidak bagi Rara. Seminggu setelah menjadi anak baru di sekolah berasrama itu, Rara sudah berani pulang sendiri. Padahal ini lah pertama kali Rara mengunjungi kota ini dihidupnya. Dengan sifat ke SKSD-an nya. Ia bertanya sana-sini kepada kakak kelas, mobil apa yang harus ia tumpangi. Turun dimana, kemudian naik mobil apalagi. Alhasil, Mamanya yang kaget ketika anak manisnya sudah sampai dirumah dengan sedikit nyasar hanya bisa menggelengkan kepala.



Mamanya sudah mewanti-wanti agar anak manisnya jangan sering pulang, karena akan banyak ketinggalan pelajaran disekolahnya. Tapi bukan Rara namanya kalau tidak membangkang, ia tetap saja nongol di rumah tiap minggunya. Baginya sungguh sesuatu yang mengasyikkan naik travel, disambung naik angkot yang musiknya membuat jantung loncat keluar, di sambung lagi dengan bus kota yang walaupun penumpangnya selalu penuh, sehingga ia harus berdiri, bau berbagai macam parfum yang dicampur keringat, sampai tukang ngamen yang suaranya fals ada disitu, bagi Rara itu semua hiburan. Tentu saja, setelah seminggu menguras otak di sekolah.



Tapi minggu ini ia sudah janji tidak pulang, Mamanya lah yang akan mengantarkan uang dan keperluannya selama sebulan ke asrama. Selain itu uangnya pun sudah habis, bahakan untuk beli mie goring nanti malam.



Lama Rara merenung, tiba-tiba pintu terbuka paksa, tampak Kak Vina datang sambil sibuk mengipas-ngipas mulutnya dengan tangan.



“Hu..ha..hu..ha. pedes banget!” matanya berkedip-kedip menahan pedas.



“Ra, bagi minum dong,” tangannya mulai membuka lemari Rara mencari sebotol air.



“Huw…! Pedesnya doang bawa ke kamar!” sungut Rara.



“Ini aja tadi diajakin makan sama Putri di bawah, dia kan abis dijenguk ibunya”



“Oh…” gumam Rara. Sapu sudah ia letakkan kembali ketempatnya. Ia beranjak mengambil jilbab mininya untuk segera ke kantin langganannya di belakang asrama. Perutnya sedari tadi sudah berdemo dengan tak lupa memasang spanduk “Kami Lapar”.



“Kak aku mau ke kantin dulu ya, mau titip?’ tawarnya



“Hm, kakak ikut deh.” Vina pun kembali memakai jilbabnya dan mencari sandal jepitnya. Hawa siang ini benar-benar menusuk pori, ia ingin menghirup cendol kantin secepatnya.



Sambil berjalan ke kantin, Rara teringat pada teman sekamarnya.



“Kak, Kak Zura dan Esy mana ya?”



“Zura tadi katanya ada les komputer, kalau Esy, pulang sekolah tadi langsung kepasar. Katanya Rohis ada acara rujak Party.” Jelas Vina.



Di kamar berukuran 3 x 4 meter itu dihuni lima orang. Ketua asrama sengaja mencampur adukkan anak MTs dan Aliah dalam satu asrama, jadilah kolaborasi di dalam satu kamar. Ada esy yang paling bontot kelas III MTs, Rara kelas I Aliah, azura kelas II Aliah sedangkan tertua Vina dan Alfi sebagai penanggung jawab kamar. Mereka sudah seperti keluarga. Contohnya jika ada yang sedang kehabisan uang, yang lain bersedia ngutangin, atau kalau ada yang lagi punya rejeki dapat kiriman makanan dari rumah, yang lain bersedia ngabisin. Seperti sekarang, Rara berniat ngutang pada Vina.



“Kak, minggu ini aku mau pulang, tapi nggak ada uang. Kakak ada uang simpanan? Pinjem dulu boleh nggak?” Rara menampilkan muka melasnya.



“Ya ampun, kakak juga lagi nggak ada uang, tadi pagi ada tugas makalah,” jawab Vina menyesal.



“Yah.. gimana dong. Kak Zura ada nggak ya?”



“Justru Zura juga lagi bingung juga, soalnya tantenya dari kampung ada yang melahirkan di RSUD Pekanbaru, semua keluarga dari kampung udah pada ngumpul disana, tapi Zura juga lagi kanker katanya.”



“Hm… kalau gitu aku pinjem ke teman lain aja deh.”



Tiba-tiba Handphone Rara berbunyi, sebuah nomor baru muncul di layar HP nya. Tapi ketika ia angkat penelpon langsung mematikan, terus begitu hingga 4 kali.



“Siapa sih iseng banget? Siang bolong Cuma miscall. Cumi!” sungut Rara sambil meniup Mie instan yang panas.

HP nya berbunyi lagi, tapi kali ini sms yang diterimanya.



Sender : 0812768xxxxxx



Hai Rara.. what are u doing?



“Ih, siapa nih? Pakai bahasa inggris segala?” tapi jari-jari Rara pun mulai menekan tuts HP nya.



To : 0812768xxxxxx



I’m eating. Who’re u?



Sms pun terkirim, Rara melanjutkan makannya dengan sendok di tangan kanan, dan HP di tangan kiri. Tak lama HP nya berbunyi lagi



Sender : 0812768xxxxxx

May I know u? I’m Rustam

I Like u’re song



Kening Rara berkerut, dan dan membalas lagi, jari-jarinya bergerak lincah di Keypad HPnya. Maka meluncurlah sms-sms berbahasa inggris dengan tenses kacau. Rara senang karena kali ini kenalannya berbahasa inggris. Lumayan untuk mengamalkan ilmu kursusnya.



Dari sms-sms ini diketahuinya, cowok itu mendapatkan nomor nya dari Esy yang katanya tetangganya. Ia tertarik karena Rara memakai lagu Crush nya David Archuleta. Rustam juga mengaku sudah melihat foto Rara yang katanya dipajang di ruang tamu rumah Esy. Rara manis, pujinya. Terang saja Rara melambung kelangit. Ternyata ada cowok yang diam-diam mengaguminya. Apalagi tidak lama setelah itu si Rustam mengiriminya pulsa senilai 50 ribu. Bagi Rara itu jumlah yang sangat besar, karena ia biasanya hanya mengisi ulang pulsanya senilai Rp.5000.



Bukan main senangnya Rara, masalah pulang dan tidak ada uang sejenak terlupakan. Kini ia terlibat obrolan seru di HP nya.



Vina hanya bisa geleng-geleng kepala. Ini bukan yang pertama kalinya Rara kenalan di HP. Sudah biasa mendengar ia ribut di telpon.



*****

Setelah mandi sore, Rara duduk di depan kamarnya, rasanya tak sabar menunggu Esy pulang. Akan diberondonginya dengan beribu pertanyaan.



“Duh Esy, kamu kok nggak cerita kalau ada tetanggamu yang naksir aku” Rara berkata sambil tersenyum. Bunga-bunga berterbangan di kepala Rara, ia berkhayal sebentar lagi status jomblo yang di idapnya seumur hidup ini akan minggat dari dirinya. Dan aka ada pangeran baik hati yang datang menjemputnya dengan kuda bersayap yang bisa menyanyikan lagu crish brown kesukaannya.



I need you boo

I gotta see you boo

And the hearts all over the world tonight

And the hearts all over the world tonight

I need you boo, I gotta see you boo…





“Aduh ngayal kemana-mana deh, mana ada kuda bisa nyanyi. Bahasa inggris pula. Hahaha… dasar Rara tukang ngayal!” serunya dalam hati.



Sedang asyik-syiknya menertawakan diri sendiri, terdengar suara sayup-sayup di bawah teras kamarnya.



“Kak Rara yang manis, tolong dong lemparin jlprbpbbrbb…” suara itu tak begitu jelas. Rara melongokkan kepala ke bawah. Rupanya Esy yang dari tadi di tunggunya ada dibawah, minta dilemparkan jilbabnya. Tangannya bertabur busa, Mingkin malas kalau harus naik menyusuri tangga.



“Esy, abis itu langsung naik ya! Ada yang mau kakak tanya nih”

“Iya, bentar lagi ya?” jawab Esy sambil berlalu.



Sementara itu Rara terus saja terus berbalas-balas sms dengan cowok yang baru saja dikenalnya. Ia jadi ingat, namanya Rustam. “Hah? Rustam? Jadi inget julukan teman sekelasku, hihihi.”



Di kelasnya Rara memang punya teman cowok yang giginya boneng di depan aduh sob, maafin aku ya. Namanya yang bagus berganti menjadi nama panjang yang diberikan teman-temannya, tanpa potong kambing tentunya. RUSTAMKARGI (Rusak Tampang Karena Gigi), begitulah teman-teman memanggilnya.



“Jangan-jangan Giginya emang boneng kaya si Prima lagi. Hihihi..” Rara mulai menebak-nebak seperti apa kenalannya kali ini. Dulu juga Rara pernah iseng-iseng miscall orang, eh ternyata ketemu bule Australia! Waktu ketemu ngeliat kulitnya ampe rambutnya yang serba kuning, terang aja dia langsung kabur. Si bule terus aja mengejar, sampai akhirnya Rara ganti nomor dan lost kontak. Dasar Rara Iseng!



“Kak Rara jelek…!” serbu Esy yang baru datang tiba-tiba menubruk punggung Rara.



“Ih! Kamu ngagetin aja! Eh kakak mau Tanya nih, sejak kapan kamu kenalin kakak sama tetanggamu itu? Sekolah dimana dia? Kelas berapa? Kok nggak bilang-bilang kamu pajang foto kakak di rumah kamu?” Rara memberondong Esy dengan pertanyaan.



“Tungu..tunggu.. emangnya siapa sih sih kak?” Esy malah balik bertanya.

“Rustam”

“Hah Rustam? Oh ya ampun.. dia nelpon kakak? Hahaha…” Esy tertawa lebar sambil memegangi perutnya. Rara semakin heran dan tentunya penasaran.



“Ih… kamu jangan bikin penasaran dong! Emang Rustam itu siapa? Ayo cepat cerita!” Rara memaksa.

“Iya..iya.. gini loh.. Rustam itu emang tetangga aku, dia baru pulang dari Malaysia….”

“Berarti udah kerja?” potong Rara penasaran.

“Ih.. sabar dong kak. Iya, dia pulang kemarin mampir di warungku, dia dengar NSP kakak waktu aku miscall, terus pinjem HP ku, terus ngambil no kakak deh.” Jelas Esy panjang lebar.



“Terus, foto itu?”

“Ya elah.. percaya aja lagi! Mana ada foto kakak aku pajang di rumah. Ada juga aku pajang di dapur, buat nakutin tikus! Haha..”



“Lho? jadi dia bohong? Wah aku di kerjain! Awas tuh orang!” umpat Rara dalam hati.



“Des, ngomong-ngomong orangnya cakep nggak?” Tanya Rara lagi sambil tersenyum.



“Tau ah! Aku mau mandi dulu! Cape de ngurusin Rustam.” Esy pun mengambil peralatan mandinya dan meninggalkan Rara yang bingung sendiri.



*****

Kata orang masa remaja itu masa-masa yang indah, penuh warna dan corak. Begitu juga yang dirasakan Rara kali ini. Baginya masa remajanya penuh lika-liku, tapi lika-liku yang menyenangkan. Karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan orang yang sudah beberapa hari ini rutin menelponnya. Siapa lagi kalau bukan Rustam.



“Oke, kalau gitu aku tunggu di kualu ya, apa? Simpang nenas? Oh ya..ya.. oh, mungkin aku bawa 2 orang temen, boleh kan? Oke, sampai ketemu nanti ya.” Rara asyik bicara di telpon, Vina dan Zura tak sabar menunggu hasilnya, karena mereka berniat menumpang dengan Rara, yang katanya akan di jemput Rustam. Dan tentu saja dia pakai mobil.



“Apa katanya Ra? Kami bisa nebeng nggak?” Tanya Azura yang sejak tadi bingung meliat tingkah Rara yang seakan-akan menjadi Ratu cuek sedunia.



“Semua Beres” jawabnya dengan gaya sok.



“Beres gimana? Dia dimana? Orangnya aja kita nggak kenal, mana Esy udah pulang duluan lagi.’ Sahut Vina yang juga akan ikut ke Pekanbaru, menjenguk tantenya Zura yang melahirkan.



“Katanya dia pake Audy warna merah, nunggu kita di simpang nenas, aku tau kok! Itu kan daerah rumah Esy, terus nanti kita liat aja cowok pakai baju hitam” Jelas Rara.



“Oh.. pangeranku… I am coming.. audy.. pantatku sudah tak sabar ingin duduk di kursimu yang empuk!” Rara mulai berkhayal lagi.



“Hey!” Vina menepuk jidat jenong Rara yang langsung terdiam.



“Kamu tuh, belum ketemu orangnya udah menghayal kemana-mana. Terus nasib kami gimana? Bakal di anterin sampe rumah sakit nggak?”



“Aduh, sakit tau! Iya…iya, kalian bakal di anterin dulu ke rumah sakit, setelah itu baru deh aku sama Rustam itu jalan-jalan.” Terang Rara bangga. Baru kali ini aku ketemu cowok kaya, dari Malaysia, pakai Audy lagi! Oh… sebentar lagi aku akan duduk disampingnya dan…”



“Hey!” Vina lagi-lagi membuat Rara terkejut.



“Jadi nanti kamu mau ngedate gitu sama dia? baru ketemu udah kecentilan! Ingat! Jangan mau di apa-apain ya! Apalagi ke tempat-tempat sepi!” Zura menasehati adik sekamarnya yang bandel.



“Iya..iya.. rebes bos..!” Rara menunjuk keningnya layaknya hormat pada bendera.



Mereka lalu bergegas berangkat dan minta izin kepada ketua asrama, untuk pulang 2 hari. Ternyata di Rumah Pak Kohar, Pembina asrama yang terkenal galak tapi perhatian itu sudah diramaikan dengan anak-anak yang juga mau minta izin pulang, termasuk Putri, gadis cantik, putih, dan mungil teman sekelas Vina.



“Kamu mau ke Pekanbaru juga ya Put?” sapa Vina ketika dilihatnya Putri juga mau minta izin.



“Iya, tapi aku sendirian, kamu mau izin kemana Vin? Rumahmu kan jauh, nggak mungkin kan pulang 2 hari” Tanya Putri.



“Oh, aku nggak pulang ke rumah kok.” Jawab Vina yang memang berasal dari pelosok rokan hilir sana, kalau pulang memakan waktu 9 jam, jadi dia tidak pulang kampung kalau hanya libur 1 sampai 2 hari.



“Aku mau ke Pekanbaru.”

“ke Pekanbaru? Ngapain? Bareng aja yuk,” ajak putri.

“Jenguk Bibinya Zura, melahirkan di RSUD, tapi kami bertiga kok, nebeng mobil kenalannya Rara.”



“Kenalannya Rara? Kalau gitu aku ikut nebeng juga dong,” harap putri, pikirnya dari pada naik travel tentu dapat menghemat uangnya.



“Hm.. mungkin bisa, tapi coba aku tanya Rara dulu.”



Vina pun memeberi instruksi pada Rara (kalah Upacara) untuk menghubungi Rustam lagi. Setelah berbicara ditelpon sebentar, Rara memberi keputusan.



“Kak Putri bisa ikut mobil kita” katanya serasa punya mobil sendiri.



“Wah, bagus banget kalo gitu, kita nunggu dimana nih?” seru Putri gembira.



*****

Di bangkinang ada alat transportasi unik yang jarang terdapat di kota-kota lainnya, Becak Honda. Becak ini bukan seperti becak yang ada di Jakarta atau kota-kota lainnya yang dikayuh dengan sepeda. Tapi becak ini dijalankan dengan sepeda motor. Dan biasanya sepeda motor yang sudah tua, sehingga menimbulkan bunyi yang tentunya tak sedap di telinga. Becak ini bisa dinaiki 2 orang, tapi bagi anak-anak sekolah yang ingin hemat, 1 becak bisa diisi 3 sampai 5 orang. Terserah duduknya seperti apa, yang penting sampai tujuan dengan selamat.



Pertama kali tiba dikota yang katanya serambi Mekkah ini, Rara senang sekali naik becak, apalagi bertiga dengan temannya, maka ia akan selalu memilih duduk disandaran kursi, bukan dikursinya. Serasa naik mobil BMW yang terbuka itu loh! Seperti sekarang, mereka naik becak untuk sampai ke bundaran kota, dimana banyak mobil-mobil menuju Pekanbaru mencari (tepatnya memaksa) penumpang.



Setelah membayar ongkos mereka langsung di kerumuni para supir dan keneknya yang menawarkan ke Pekanbaru. Tas mereka di tarik oleh kenek yang takut kehilangan penumpang. Dengan gemas Rara berteriak.



“Kami bukan ke Pekanbaru! Kami Cuma mau ke Kualu!” tegasnya. Kualu terletak sebelum Pekanbaru, jaraknya sekitar 20 menit perjalanan dari bangkinang.



Mereka pun akhirnya naik mobil yang sudah penuh, dan kebagian duduk dibelakang dengan barang-barang yang penuh dan bau. Kontan ke empat cewek itu menutup hidung.



“Bang, simpang mesjid Kualu ya!”



Mobilpun menjauh meninggalkan kota bangkinang, rumah-rumah ditepi jalan bagaikan berlari. Tak lama mobilpun berhenti. Empat orang gadis manis turun dari mobil, mereka celingak-celinguk kanan-kiri.



Di pinggir jalan lintas Pekanbaru – sumbar itu, ada home industry yang memproduksi kerupuk nenas. Kualu memang terkenal dengan nenasnya. Nenas disini di olah menjadi kerupuk yang lezat, lalu dikemas dalam kotak-kotak yang unik, sehingga harganya jadi mahal. Di depan toko yang menjual bermacam-macam oleh-oleh khas Riau itu, terparkir sebuah sedan sejenis Audy berwarna Merah Marun.



“Jangan-jangan itu mobilnya” kata Rara yang sejak tadi bingung mencari dimana gerangan pemilik mobil itu.

Terdengar lagu single ladiesnya beyonce, nada dering dari HP Rara. Ia cepat-cepat merogoh tasnya.



‘Halo.. iya.. udah nyampe nih, kamu dimana..? Apa…? Oh okeh kami kesana ya?” Rara langsung mematikan HPnya dan kembali menyimpannya dalam tas. Lalu mulai berjalan menghampiri toko yang di depan mata.



Vina, Zura dan Putri yang dari tadi Cuma bisa bengong, berjalan mengikuti langkah Rara. Putri dari tadi sibuk memencet-mencet tombol HP nya. Entah sibuk ber sms ria dengan siapa.



Ketika hampir mendekati toko itu, sifat kekanak-kanakan Rara muncul, ia memegang lengan Vina kuat-kuat dan berjalan di balik punggungnya. Ia merasa akan maju ke podium untuk menyampaikan pidato. Jantungnya sudah melompat-lompat ingin keluar. Karena Rara mundur, Zura yang berjalan di depan pun ikut mundur, tinggal Putri yang berjalan di depan, ia pun mundur, dan terjadilah aksi dorong mendorong.



“Ehem..ehem.. pasti ini yang namanya Rara” tiba-tiba saja seorang lelaki yang kira-kira pantas di panggil ayah muncul dari dalam toko dan mengajak Putri yang dari tadi sibuk ber sms ria untuk bersalaman. Kontan putri kaget dan berpaling melirik Rara yang ada di belakang punggung Vina. Rara dengan tatapan mengancam seolah dari matanya mengatakan “Bilang aja IYA”. Namun, belum sempat putri menjawab, si bapak tua itu langsung saja memegang tangannya, dan menggiring Putri ke mobil. Wajah Putri sudah sangat pucat, sampai ia tak bisa buka mulut. Sedangkan Vina, Zura dan Rara masih berdiri mematung di tempat semula.



“Lho? teman-temannya ayo naik aja langsung, nanti kita bisa kesorean sampai Pekanbaru.” Kata bapak itu sok akrab.

Rara, Vina dan Zura segera mendekati mobil, dan bapak itu membukakan pintu untuk mereka. Di dalam sudah ada seorang cowok di belakang stir. Rara menaksir pria itu berumur 25 tahunan, ia segera berdoa, bahwa itulah Rustam. Ketika Rara duduk di mobil mewah itu, betapa kagetnya ia ternyata disampingnya ada teman satu sekolahnya. Liana, cewek cantik ini mengenakan blus biru yang sangat feminim dan jelana jins. Beribu pertanyaan langsung bersarang di benak Rara, Liana yang sepertinya bisa membaca pikiran Rara langsung berkata “Dia itu pamanku” jelasnya singkat.

“Hah? Rustam itu? Tanya Rara masih tidak percaya. Tapi Liana hanya tersenyum dan kembali asik dengan I-Pod nya.

Sedangkan Putri serasa berada di kutub utara, tangannya dingin dan mukanya pucat. Tiada di sangka, Rustam langsung menuduh dia adalah Rara. “Tau begini tadi aku nggak bakal ikut!” batinnya.



Vina dan Zura duduk dikursi paling belakang. Bapak yang tadi menyalami Putri masuk dan duduk di samping supir, ia mengarahkan kaca spion depan ke muka…Putri.



“Udah siapkan? Ayo berangkat” katanya penuh wibawa.



Sudah separo perjalanan, tapi mereka hanya saling diam, rasanya Rara ingin tertawa terbahak-bahak melihat putri yang pucat dan diam ditempat, sedangkan si bapak selalu mencuri-curi pandang lewat lewat kaca sipon di depan. Sampai akhirnya Rara tak tahan untuk tidak buka mulut.



“Hm.. sebenanrnya yang mana sih yang namanya Rustam Pak? Rara masih berharap supir itulah Rustam. Yang lain menunggu jawaban.



“Ya yang ini, siapa lagi, saya sih Cuma supir” kata pria yang berada di belakang stir sambil menepuk bahu bapak tadi. Rara langsung membelalakkan matanya kearah Vina dan Zura. Mereka menggembungkan pipi menahan ketawa.



“Oh, rupanya ini pangeranmu Ra” Bisik Vina.



“Tapi tak apalah yang penting bisa sampai ke RS gratis.hihihi…” sahut Zura juga dengan berbisik.



“Biarin aja, kan Kak Putri yang jadi Rara, bukan aku! Hihihi..” mereka tertawa cekikikan di belakang. Puti membelalakkan matanya tanda tak setuju. Liana yang mendengar mereka berbisik-bisik bersikap tak acuh.



Mobil terus melaju, sampailah di Arengka, dimana seharusnya putri berhenti. Tapi ketika Putri menyampaikan keinginannya ke supir bahwa ia turun disitu, si Rustam langsung menyela.



“kita antar teman-teman kamu ke RS dulu yah, nanti baru antar pulang”



Zura, Vina dan Rara bersorak kegirangan dalam hati, tak peduli muka merananya Putri yang tak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi nampaknya Putri masih belum rela dijadikan barang pengganti Rara.



“Hm.. pak Rustam” panggilnya takut-takut.



“Panggil saja Abang” sahut Rustam.



Rara, Vina dan Zura kontan saja serentak menutup mulut mereka, agar tidak kelepasan tertawa.



‘Sebenarnya Rara…”



“Oh, saya tau,” kata Rustam memotong. “Rara mau jalan-jalan dulu? Gampang, setelah dari RS kita ke Mall, karena Lian juga akan saya antarkan lewat situ” jelas Rustam.



Putri langsung mengkeret, Liana menatapnya dengan senyum penuh makna. Rara, Vina dan Zura lagi-lagi harus menutup mulut mereka menahan tawa. Ketika mereka sudah sampai di RS, Rara sempat berbisik di telinga Putri.



“Kak, terusin aja ya, please banget! Nanti ada apa-apa sms aku ya!” kata Rara sambil turun dari mobil, ia mengikuti Zura dan Vina melangkah kedalam RS.



Putri tetap di mobil dengan senyum dipaksa. Matanya melotot kearah Rara. Tapi Rara sudah berlalu.

*****



Di dalam mobil, Putri mencoba duduk tenang, walaupun ia sudah mengutuk-ngutuk dan memaki Rara dalam hati, putri tetap belum tenang. Liana yang melihat kegelisahannya mencoba menenangkan



“Tenang Kak, ikuti aja apa instruksi aku, di jamin kakak nggak kenapa-napa. Kan ada aku.” Kata liana lembut.



“Kamu udah tau ya? B..b..benar dia paman kamu?” Tanya Putri berbisik.



“Anggap saja” Liana menjawab sambil menarik nafasnya berat.



“Kok gitu?” Tanya Putri lagi penuh tanda Tanya.tapi Liana tidak menjawab, ia kembali asyik dengan I-Podnya.



Putri tambah penasaran dan bertanya-tanya, tiba-tiba Rustam menengok ke belakang sambil tersenyum kea rah Putri.



‘Kita ke SKA dulu ya. oia, Liana kamu mau ikut atau langsung ke kos?”



“Ikut dulu deh” jawabnya. Liana langsung membuka earphone yang dari tadi menempel ditelinganya dan berbisik kepada Putri.



“Kak, kakak ikuti aja ya nanti. Aku tau kakak lagi pura-pura jadi Rara kan? Si Rara emang iseng. Tapi aku punya rencana, nanti kakak ikuti aja kata aku. Pokoknya kita have fun aja nanti disana. Mau kan?’ bujuk Liana.



“Oke aja deh” jawab Putri cemas.



Setelah perjalanan yang membuat Putri tambah cemas, sampailah mereka di Mall SKA, Mall yang hari ini ada festival band. Muda-mudi Pekanbaru terlihat ramai berkumpul disana. Ada yang belanja atau hanya sekedar cuci mata.



Rustam berjalan di depan, Putri dan Liana mengekor di belakangnya. Ia lalu memasuki sebuah butik yang keliatannya sangat mewah, lalu berbicara sebentar pada pramuniaganya agar mencarikan baju yang cocok untuk Putri, Liana langsung berbisik “Kak, ambil banyak-banyak, tenang aja duitnya banyak kok. Manfaatin aja, nanti bajunya kalo nggak mau kasih aku aja. Okeh!”



Putri semakin pucat pasi, ini dia yang namanya ketemu Om-om. Ia semakin cemas, ditambah rasa penasaran yang menggunung. Apa-apaan Liana menyuruhnya untuk morotin pamannya. Tapi ia bisa apa, ia hanya bisa menurut ketika di ajak Liana ke dalam ruang pas.



“Kak, aku pilih ini, kakak kasi aja ke kasirnya. Nanti paman aku yang bayar. Nanti waktu di mobil baru masukin ke dalam tas aku ya?” perintah Liana. “Duh, bagus banget nih bajunya. Ada mutiara-mutiaranya gini” kata Liana sibuk dengan baju pilihannya, Putri hanya bisa bengong melihat baju yang berbandrol 6 digit angka itu.



“Hah, malah banget Li, inimah bisa beli HP uangnya! Cecar Putri.

“Biarin aja kak, sekali-kali manfaatin paman. Hahaha” tampaknya Liana santai saja.

“Oh ya, kakak pilih mana? Ambil aja kak, rugi loh kalo nggak mau”

“Nggak usah deh” tolak Putri dengan kening berkerut.



Rustam datang menghampiri mereka, lalu bertanya pada Putri apakah sudah punya pilihan, Putri diam saja, tapi Liana menjawabnya.



‘Oh, dia pilih ini. Kata Liana memperlihatkan baju pilihannya.

“Wow, bagus banget pilihan kamu sayang.” Puji Rustam mengagumi gaun merah muda berbahan satin itu. Huek..! sayang? Kata Putri dalam hati

.

“Selera kamu tinggi juga ya? Cuma ini aja?’ tawarnya lagi. Padahal harga baju itu saja sdah dapat melunasi hutang kredit motor mamanya.



“Eh iya. Makasih ya” Putri kembali memaki Rara dalam hati.



“Sialan, si Liana yang enak-enak belanja pake nama aku. Mana di panggil saying lagi. Ampun deh, tua Bangka nggak tau diri! Awas aja Rara kalo aku ketemu di asrama. Aku goreng dia!”



Setelah berkeliling belanja, mereka pun makan. Saat makan rasanya Putri ingin muntah saja. Bagaimana tidak, Rustam selalu menatapnya. Tatapannya bukan sembarang. Penuh nafsu! Putri muak sekaligus takut, ia langsung minta antar pulang setelah makan, Rustam mengiyakan saja. Sedangkan Liana makan dengan lahapnya.



Di rumah, Putri langsung menelpon Rara dan menceritakan semua kejadian, serta keanehan Liana. Rara hanya tertawa terkikik-kikik dan sedikit menyesal, kenapa bukan ia saja yang di ajak belanja. Dasar!



Ditengah obrolan, Putri berinisiatif menelpon Dian, lalu membuat konferensi, akhirnya mereka ngobrol bertiga.

Setelah Putri dan Rara menceritakan kejadian tersebut, Dian tertawa terbahak-bahak lalu bercerita yang membuat Putri dan Rara hampir pingsan!



“Gini loh” kata Dian memulai ceritanya. “Kalian nggak tau ya Rustam itu siapa? Dia itu orang terkaya se Kualu tau! Dia kerja di Malaysia, dan sudah beristri, bahkan lebih dari satu! istri pertama namanya Yuli. Sejak istri pertama itu melahirkan, Rutam berangkat ke Malaysia dan punya istri lagi disana. Waktu dia kembali ke kampung halamannya dia tak lagi menghiraukan istri pertama dan anaknya. Dia malah menikah dengan gadis cantik di desanya, istrinya semakin sedih dan marah, ia minta diceraikan tapi anehnya Rustam menolak. Hingga akhirnya ia kembali lagi ke Malaysia dan meninggalkan gadis desa yang ia nikahi, sejak itu orangtua gadis itu dan masyarakat desa benci sekali dengan Rustam. Apalagi terdengar desas-desus kalau ia juga punya wanita simpanan di Pekanbaru.” Dian berhenti bercerita. Rara dan Putri mendengarkan dengan menahan napas.



“Terus?” desak Rara.



“Nah kemaren dia pulang lagi ke kampung, dan tetap tidak memperdulikan ke dua istrinya. Ia malah menggoda gadis-gadis cantik lainnya. Esy saja sering di godanya, sampai akhirnya dia liat nomor Rara di Hp Esy waktu dia lagi nongkrong di warung ibunya Esy”



Pikiran Rara melayang pada Esy, “sialan si Esy, rupanya dia udah tau brengseknya Rustam, tapi malah ngasi monor aku. Sial! Pantas waktu aku tanya tentang Rustam dia nggak mau jawab! Awas sampe asrama!”



“Mau lanjut nggak nih?” tanya Dian pada Rara yang dari tadi sewot.



“iya.. iya, lanjutin, trus anak istri pertama itu gimana?” Tanya Putri.



“Nah itu dia,” jawab Dian yang semakin membuat Putri dan Rara semakin penasaran. “kalian nggak nyadar ya nama kepanjangan Liana itu siapa?”



“Tunggu..tunggu..!” kata Rara memotong, “nama lengkapnya Yuliana Binti.. binti.. aduh aku lupa.”



“Binti Rustam…! Sambung Putri. “Aku pernah dengar nama lengkapnya waktu terima raport, kan Lian juara, di panggil ke panggung pakai nama itu. Astaga…!” Putri menyadari sesuatu.



“Ya ampun…! Berarti….” Kata Rara kaget setengah mati.



“Yup, betul! Liana itu anaknya Rustam! Kemaren mungkin dia mau di antar ke kosnya di Pekanbaru, mungkin aja dia udah benci banget sama ayahnya yang udah ninggalin dia sejak bayi, makanya dia menyuruh Putri manfaatkan ayahnya.”



‘Astaga.. kok bisa dia bilang itu pamannya? Ih gila ya, dia manggil aku sayang di depan anaknya? Astaga.. nggak nyangka banget” Putri masih syok.



“Idih… amit-amit untung aja aku nggak jadi pacaran sama dia. Gila aja aku jadi ibu tiri temen satu sekolah! Ya ampun, gila tu si Rustam!” cecar Rara.



‘Nah, makanya, aku saranin kamu langsung ganti kartu deh Ra, si Rustam brengsek itu pasti bakalan terus ngejar-ngejar kamu, soalnya dia ngira Rara itu Putri, kan kasian Putri juga” nasihat Dian.



“Iya deh kalo gitu aku ganti kartu aja. Yah… gagal lagi dapetin pangeran. Hehehe”



“Hu.. dasar!!” seru Duan dan Putri berbarengan.



“Tut..tut..tut..”



“Eh, pulsaku abis nih! makasih banget ya Dian infonya, kalau nggak ada… tut..tut..” telpon terputus, pulsa Putri habis.

*****



Seminggu kemudian, Rara hanya bisa termenung memikirkan kejadian itu, ia lalu membeli Koran yang disodorkan pedangang asongan, di berita utama ia membaca headline news.

“DITEMUKAN SEPASANG MAYAT PRIA DAN WANITA DI HOTEL I PEKANBARU, BERIISIAL RSTM DAN NL, DI DUGA LELAKI OVER DOSIS OBAT TERLARANG DAN WANITA INI ADALAH PSK YANG SUDAH LAMA MENGIDAP HIV AIDS.
******

Para tokohnya...



Risah As Rara



Putri Agusti as putri



Azura as Zura



Fidah as Vina

Note :

Semua Cerita ini (kecuali endingnya) di angkat dari kisah nyata, sebagian nama-nama tokohnya juga nyata dan hanya diplesetkan sedikit. Tapi ‘Dian’ itu aku lupa siapa (ada yang bisa ingatkan?).
aku harap tokoh utamanya nggak baca tulisan ini.haha
ini tulisan aku 2 tahun lalu, lucu juga ya baca tulisan lalu, bisa sampai 14 lembar gini, judul nya ntah apa, kalimat pembuka entah apa,isi entah kemana. Haha.. kayaknya aku mau certain tentang asrama, teman-teman satu kamar, kepindahanku, kota bangkinang, dan Rustam dalam satu cerpen. Haha.. makanya jadi panjang dan nggak tau arah gini. Tapi mungkin juga waktu aku menulisnya aku hanya menulis apa yang aku pikirkan, dan nggak mikir aku mau nulis apa (seperti kata mba hylla ^_^)
teman-teman minta kripiknya dong... ^_^