31 Oktober 2011

FTS Spesial Ultah WR-MIMPI ITU TERWUJUD DISINI

Pernahkah kalian bermimpi ingin bisa punya buku? Ingin di halaman terakhir tercantum biodata dan foto kalian dengan judul “biodata penulis”, ingin buku yang berisi tulisan kalian dibaca orangtua dan mereka tesenyum bangga?

Kalau jawabannya Ya, kalian punya mimpi yang sama denganku, dan sedikit-demi sedikit aku telah mewujudkannya. Ingin tahu caraku?

Tanggal 15 Maret aku memutuskan untuk bergabung di Writing Revolution. Jujur saja, yang membuatku tertarik adalah namanya “SEKOLAH MENULIS CERPEN ONLINE” dan fasilitas pemegang kartu anggota bisa gratis ikut seminar menulis selama 3 tahun yang diadakan oleh WR di seluruh indonesia. Keren bukan?

Setelah melakukan proses pendaftaran, aku mendapatkan 4 modul dan tergabung dalam beberapa grup penulis yang membuat gairah menulisku menggebu-gebu. Aku pun segera menuliskan ide yang sudah lama bertengger di kepala lalu dengan PD aku mengirimkannya untuk di koreksi. Ternyata apa yang aku terima? Cerpenku jadi warna-warni, jumlah halamannya pun bertambah dengan selipan-selipan perbaikan. Sempat tertawa dan bingung harus mulai memperbaikinya dari mana. Tapi aku terus belajar hingga kini cerpen tersebut sudah terbit dalam sebuah buku kumpulan cerpen berjudul “Ketika Cinta Membiru” bersama empat orang sahabat FB lainnya.

Masih ada lagi dua buku yang memuat tulisanku di dalamnya, seperti di buku “senarai Tarian Imaji” terdapat ceritaku mengawali menulis, berharap siapa pun yang membaca tulisanku dapat terinspirasi untuk mulai menggoyangkan penanya.

Tujuh bulan berlalu, aku masih terus belajar disini. Mengikuti berbagai program yang ada di Writing Revolution, seperti bedah cerpen, bedah puisi dan masih banyak lagi program menarik lainnya. Dan saat ini aku telah di daulat menjadi Sekretaris yang mengurusi bagian pendaftaran. pekerjaan yang membuatku bangga, karena setiap hari ada saja calon anggota yang bertanya tentang WR, setiap hari pula ada saja bebagai kalangan ikut mendaftar di WR. Bahkan imigran yang bekerja di luar negri, dosen, perawat, dokter dan banyak lagi mereka yang sibuk tapi masih ingin belajar menulis. Kenapa kita tidak?

Belajar menulis tidak harus tatap muka dan duduk dikelas, belajar menulis bisa dimana saja kapan saja. Kita punya fasilitas internet yang mendukung untuk bisa belajar dan berkarya. Bergabunglah di WR, dan kau akan merasakan sensasi gairah menulis yang luar biasa. HAPPPY BIRTHDAY WR!



DL: 05 November

1. Tema: Menggapai Impian Menjadi Penulis Hebat Bersama Writing Revolution.
2. Khusus hanya untuk anggota Writing Revolution (SMCO, SMPO, SMAO dan SMNO).
3. Semua FTS Spesial Ultah WR yang menarik dan menginspirasi akan dibukukan secara indie sebagai kado istimewa ultah WR. Semua royalti dari hasil penjualan buku dipergunakan untuk hadiah iven lomba WR selanjutnya.
4. Kriteria penulisan naskah: maksimal 350 kata, biodata narasi 80 yang ditulis di bagian bawah tulisannya.
5. Naskah WAJIB dipublikasikan/ditulis di Note/Catatan FB atau Blognya dengan mencantumkan logo WR. Untuk mendapatkan logo WR silakan klik link ini lalu klik kanan gambarnya (pilih Save Image As... untuk memindahkan ke laptop/komputernya): http://2.bp.blogspot.com/-R3_-y3czC5I/Tpes1UviplI/AAAAAAAAAoI/F9Bksquj354/s1600/Logo+Writing+Revolution.jpg
6. Tulis di judul Note atau Blog kamu: FTS Spesial Ultah WR-Judul Tulisan
7. Dewan juri akan memilih 5 FTS paling inspiratif yang akan mendapatkan hadiah buku antologi FTS Spesial Ultah WR dan e-sertifikat.
8. Copas link Note/catatan FB atau Blog kamu ke bagian komentar (Dokumen ini) untuk didata.
9. Cantumkan informasi ini di bagian bawah Catatan FB atau Blog kamu.
10. Koordinator: Anung D'Lizta dan Fransiska S Manginsela.

---------------------------------------------
Alhamdulillah, Writing Revolution (WR) genap berusia 1 tahun pada tanggal 10 November ini. Berawal dari keinginan berbagi pengalaman dan teknik menulis cerpen bagi adik-adik FLP Riau waktu, tercetus ide untuk membuka sekolah menulis online (mulai berjalan 19 Desember 2010). Antusiasme yang di luar dugaan, 12 hari sejak dibuka pendaftaran pertama tercatat ada 64 peserta SMCO. Mereka ini angkatan sulung sekolah menulis online WR, dan subhanallah mereka sungguh telah menunjukkan sebagai kakak tertua yang hebat dengan berderet prestasi yang mereka ukir termasuk sebagai pemenang pertama dan ketiga Lomba Cerpen Remaja I WR. Luar biasanya, pada pembukaan pendaftaran angkatan kedua, Januari 2011, ada 210 orang yang mendaftar. Sungguh sambutan yang begitu dahsyat yang rata-rata mereka adalah penulis pemula yang bersemangat untuk mengasah keterampilan dan kemampuan menulisnya.

Memasuki bulan kesepuluh sejak pembukaan sekolah menulis online WR, sudah ada 1100 orang peserta. Sebuah kebanggan dan prestasi bagi semua warga WR yang semakin eksis dalam memberikan sumbangsih untuk membangun peradaban Indonesia lebih maju. Dalam umur yang masih sangat belia ini, warga WR sudah dan akan terus memberikan sumbangan pemikiran dari tulisan-tulisannya untuk memberikan inspirasi bagi pembaca di Tanah Air.

Semoga visi dan impian kita untuk bisa melahirkan 1 juta penulis hebat berkarakter kuat bisa terwujud untuk membangun peradaban demi menjadikan Indonesia lebih bermartabat di mata dunia.

Salam Penulis...!

30 Oktober 2011

Bedah novel JEJAK CINTA SEVILLA with bunda PIPIET SENJA


Alhamdulillah hari ini bisa ketemu bunda PIPIET SENJA, penulis hebat, tangguh yang sudah sangat terkenal, hasrat ingin berjumpa dengannya ketika masa Mts, Alhamdulillah, hari ini dapat bertemu. Walaupun tidak sempat ngobrol banyak (soalnya jadwal beliau padat banget) tapi tanda tangannya berhasil ku dapatkan. Foto bareng? Uwah jangan di Tanya.. ancur.. rebutan soalnya.


Banyak banget rezeki hari ini, di akhir acara bedah buku “JEJAK CINTA SEVILLA” tadi aku adalah salah satu dari 2 orang yang berhasil mendapatkan buku itu GRATIS..! gratis bo.. hehe.. dengan menjawab pertanyaan.


Awalnya aku kira yang bertanya bakal dapat hadiah, di sesi Tanya jawab tunjuk tanganlah daku, eh ternyata semua peserta kayaknya nafsu banget mau bertanya. Nggak kebagian deh, padahal tangan udh pegel nunjuk2. Misi pertama mendapatkan buku gratis…. GATOT (gagal total)


Setelah acara berakhir MC membagikan 2 buku JCS. Bukunya tebel, harga aslinya aja Rp.60.000 jadi Cuma 2 yang dibagikan. Duh aku ngarep banget tuh bisa dapetin.
Pertanyaan pertama : “sebutkan 10 judul buku Pipiet Senja”


Pertama hening… kemudian hening… selanjutnya tetap hening..
OMG, masa sih dari orang serame ini nggak ada yg bisa nyebutin judul buku penulis sekaliber Pipiet senja? Sama dong, aku juga nggak bisa, hehe.. padahal udh banyak baca karyanya, tapi nggak inget..

Karena peserta nggak ada yang bisa jawab, pertanyaan dig anti

“sebutkan 5 judul cerpen Arlen Ara Guci”

Beliau ini mantan redaksi annida dulu, sekarang kerja di Haluan Riau, tadi sebagai pembanding.
Aduh, aku juga dulu pernah baca cerpennya di Annida. Tapi lupa judulnya. Pokoknya nama Arlen itu udah nggak asing lagi di telinga. Duh! Kok jadi hank memoriku.
Kirain yang ini juga nggak bakal ada bisa yang jawab, pertanyaan dig anti lagi. Eh ternyata ada 1 cowok yang tunjuk tangan. Anak FLP seangkatan sm aku, eh belum ding1 baru calon anggota, sekarang masa magang. Subhanallah yah, dia dapet bukunya.


Kesempatan pertama gagal… uwek… T_T


Nah di pertanyaan selanjutnya, aku mulai hopeless.. MC bersiap memikirkan pertanyaan, tapi mungkin dia juga lagi blank, (sama dong Bang) pertanyaan di serahkan pada tetua sesepuh FLP yaitu Joni Lis Efendi. Asyyik.. itu guruku, semoga dia Tanya sesuatu yang berhubungan dengan WR. Haha.

PP berdiri, dan dengan gaya khasnya mulai memikirkan pertanyaan. Cling. Langsung dapet.
“pertanyaannya mudah dan simple, sebutkan nama asli Pipiet senja, beserta nama anak dan nama Suami”

Reflek aku ngacung. Takut keduluan orang lain, dan ternyata aku yang di pilih, karena ternyata Cuma aku yang tunjuk tangan. Asseek… langsung saja ku jawab dengan lantang, aku nyadar kok penonton pada kagum. Kok bisa tau penulis berta keluarganya. bahakan kalo diminta nama cucunya pun aku tau. Hehe. #penguntit #Hahaha..

Akhirnya aku berhasil dapet buku JEJAK CINTA SEVILIA. GRATISSS,,,,, hello… ini buku mahal bo’.. seneng banget bisa dapet buku ini. Aku pun maju untuk mengambil hadiah dan foto bersama MC yang narsisnya tingkat kecamatan. Ckck..


Lho? udah panjang aja nih? baru cerita dapet buku. Eh ada lagi nih.
Buku antologi cerpenku bersama 4 orang sahabat FB (mbak Lily, Teguh, Reza, mba Niqa) sudah ada di tangan bunda Pipiet senja sekarang. Walaupun tadi ngasihnya buru-buru dan nggak sempet ngobrol banyak, tapi yang jelas buku itu sudah masuk tasnya, #maksa# Sebelum terbit dulu pernah minta endorsmentnya beliau, tapi saat itu kesehatannya sedang benar2 drop, sedangkan naskah sudah harus di kirim, ingat sms balasan yng masuk ke HP ku dari Bunda Pipiet
 
“Maaf dinda, saya sedang sibuk bilak-balik RSCM”

Nah, setelah buku terbit aku ingin menghadiahkan buku itu pada beliau, lumayan lah kan Bun, buat di baca di pesawat. Hehe..

PP juga ngasih buku antologi WR yang “WAJAH-WAJAH KAYU BAPAK” PP juga narsis ngasih kartu namanya ke bunda PS. Eh masih ada lagi, PP juga ngasih kripik sanjai sekantong besar… uwah.. keren deh PP.


Oa, tadi waktu PP ngasih buku WAJAH KAYU BAPAK dan buku VIOLET AURORA ku, bunda Tanya istri ke PP, hihihi.. PP langsung mesem-masem, kebetulan aku yang disampingnya. PP langsung menepis, “ini anak murid”. Hihi…. Hahaha.. ups.


Aduh, udah ashar, nanti deh di lanjutin

22 Oktober 2011

Aku dan Nenek ^_^

Ummiku sudah menjadi guru sejak ia belum menikah. Dan sudah di angkat jadi PNS di sebuah kabupaten terpencil bernama Tembilahan. Jaraknya dari Pekanbaru kira-kira 9 jam melalui darat dan laut. Disana desa terpencil banget. Jauh dari keramaian. Oya, pernah liat iklan RCTI yang jualan di atas sampan, nah di adaerah seperti itu lah ummiku di tugaksan mengajar.

Beberpa tahun kemudia (ciee) ummiku menikah dengan Buyaku yang orang Taluk kuantan, berjarak sekitar 4 jam dari Pekanbaru. Berkat kerjasama mereka, lahirlah aku, anak manis ini. Hihi.
Setelah berumur 3 tahun, aku berencana akn ikut ummi ke tembilahan. Tapi nenek melarang, maka terjadilah perdebatan antara ummi dan nenek, ummi yang tak mau pisah dari anaknya, tapi juga ingin bisa mengajar lagi. Sedangkan nenek tidak tega kalau cucu pertamanya yang manis ini ikut hidup susah di desa terpencil itu.

Akhirnya aku tetap tinggal di pekanbaru bersama nenek. Tinggal bersama nenek di rumah yang nyaman bersama tante dan om-om yang masih muda tentu lebih menyenangkan di bandingakan tinggal di dusun yang kalau mandi harus ke sungai dan minum harus tunggu air hujan karena airnya merah seperti teh. Aku hidup di manja nenek dan om tante. Maklum cucu pertama, keponakan pertama dan satu-satunya. Adik-adik yang rese’ sekarang mah belum lahir..

(kepanjangan nih muqaddimahnya)

Hari-hari ku bersama nenek yang seorang “Nenek Rumah Tangga” berjalan biasa aja, tapi ada suatu kejadian yang sering nenekku ceritakan di depan keluarga besar kalau sedang ngumpul.
Hari itu aku dan nenek pergi ke bank. Ini rutinitas setiap bulan untuk mengambil uang pensiun. Kakekku dulu adalah pegawai di bandara (dulu aku kira kakek pilot, ternyata bukan, Cuma di kantornya. Padahal kan begngsi banget punya kakek pilot.haha)

Bank Indonesia yang dekat dari rumah nenekku bisa di tempuh dengan jalan kaki. Tapi sebenarnya naik angkot juga bisa, tapi yah… nenekku itu sangaaattt….. hemat. Beliau adalah wanita terhemat yang pernah aku temui.

Saat kami jalan hampir sampai di gedung bank BI. Aku yang berjalan di belakang nenek (umur 3 tahun mana mau lagi jalan di gandeng) tiba-tiba berhenti. Tapi nenek tetap saja berjalan. Aku pun mengikuti langkah nenek perlahan sambil memanggil-manggil nenek.

“Nek…Nek… au ee..ee..ee..” kataku meracau

Rupanya nenek tak dengar dan terus saja berjalan hingga kami memasuki gerbang bank BI.

Aku yang mulai tak nyaman memanggil nenek lagi.

“Nek..ica au e..e…” kataku sambil berjalan terkangkang-kangkang.

Nenek menoleh padaku, mencoba mengartikan bahasa planet. Tapi nenek yang orang minang aseli tetap saja tak mengerti bahasaku. Nenek pun mengamit tanganku untuk terus berjalan. Tapi aku tetap diam tak mau bergerak. Nenek membungkuk ke arahku.

“Icha kenapa? Capek ya? Nenek gendong ya?” tapi aku memonyongkan mulut cemberut.

Geram dengan nenek yang tak mengerti bahasaku, aku pun menyodorkan pantat ku yang berisi ke arah nenek. Nenek langsung terkejut dan keluarlah bahasa minangnya.

“Onde.. ala tacirik di celana waang yo…!!!” (Aduh, udah berak dalam celana kau ya!)

Nenek pun menggendongku dengan posisi telungkup dan berjalan terbirit-birit pulang.

Maafkan aku Nek, udah nggak tahan. Hehe


nenek ku manis kan? setiap pulang kampung aku di bilang fotocopian nenek, benarkah?

#di ikutkan dalam iven FF Nostalgia Masa kecil

15 Oktober 2011

Orang Aneh

Bismillahirrahmanirrohim..

Hari ini memulai langkah ke FLP Pekanbaru, tadi siang sudah mengantarkan berkas lamaran kerja, eh berkas mo jadi penulis FLP. Cihuy! Keren nggak sih? Sebenernya mau gabung atau nggak di FLP aku tetep gini-gini aja nulisnya. Nggak ada peningkatan. Pemalas nggak mau minggat. Tapi keinginan untuk make jaket FLP udah 2 tahun ku simpan. Hihi.. mau narsisnya doang.
Okeh, aku mau cerita dikit nih, tentang seorang panitia lomba cerpen di kampusku.
Ehem.. Tadi malam, tepatnya kemaren kali yah. Ada peserta SMCO yang baru daftar nanya2 info gitu, ternyata kami sekampus. ngobrol ngalor ngidul sampai akhirnya dia nanya apa aku sudah kirim cerpen untuk lomba di kampus. Wah aku nggak tau informasi sedikitpun. Dia juga nggak tau. Akhirnya dia ngasih CP seorang panitia. PJ nya gituh.

Mulailah aku sms si PJ lomba. (di copas aja yah sms nya, biar lebih real)

Aku : Assalamualaikum, mau Tanya soal lomba cerpen BEM. Masi ada apa udah lewat DL?

langsung di balas

PJ :
masi adda.. mhasiswa mana?

Aku :
UNRI. Pgsd.
Krn jauh jd g tau infonya.
Dmn liat materinya?
Kapan DL nya? oa, aku Risah


Nggak enak kan nanya2 tapi nggak tau nama, soalnya aku juga sering geram kalau ada yang sms nanya2 tp nggak sebutin nama. Berasa buta. Tul nggak? Ayo ngangguk!

PJ : oke.. tw yuni maahasiswa pgsd 09.. ntar sya titip brosur sama dia.. lao lbh jelas k BEM FKIP UR

Aku : tau.. bagus. Aku sekelas sm dia. Tengkyu.. oa, udh berapa org pesertanya? Hhehe

PJ : dah lumayan banyak.. besok masuk kuliah nggak? Besok ambil ma yuni ya..

Aku : yah, besok g kul (hari sabtu) tp aku bsk ke arfaunnas (mesjib tebesar di kampus) pagi2. Pengumumannya ada di temple g? dimana?

PJ: Jd besok ke arfaunas.. ketemu disana ja kita (heran aku, ngapain ketemu?)

AKu: okkeh, panitia FLP ya? Aku mo nyerahin berkasnya besok.. hehe

PJ : tidak.. pnitia na BEM FKIP UR.. oke.. bsok kira kira jam berapa?

Wah serius nih orang mau ketemu. Padahal Cuma nanya info doang. Aku oke kan aja. Hehe

Aku :insyaallah ba’da zuhur

PJ : jd g usah titip ma yuni ne

Aku : g usah deh kayaknya. Makasih ya :)

PJ : jadi kita ketemu besok jam 1 (wah bener2 niat banget nih orang)

Aku : wah, kecepetan tuh, jm 2 gimana? (janjian beneran nih, jadi deg2an.Lho?)

PJ: Besok ada agenda apa ? (lho? kok malah nanya agendaku? GR kumat)

Aku : nggak ada, cm ngantar berkas aja. Tp aku hrs jmpt adek jm 3.. kalo jm 1 udh keluar, lm lg aku nunggu dia. Aq jauh. Di kulim

PJ : Jd bisa na jam berapa (niat bener)

Aku : jam 2. Makasih banyak yah jadi ngerepotin

PJ : Gak pa pa.. bahan na dah siap kn..

(what??? Jadi dia kira aku mau ngantar cerpennya? Jiah… orang info aja belum tau.. gubrak!)

Aku : innalillahi..! jd mu kira aku mo ngantar cerpen? Kyaa. Org br mo Tanya infonya.. (tp dia udh main nagajak ketemuan aja) tema, ketentuan dll nya aja aq blm tau. Hadeuh…haha

PJ : o.. okelah.. bsok kita ktmu di arfa’unas.. sms Q ja lo dah smpai..

(tambah heran aku, jadi ketemu untuk apa? Penyakit ke GR an aku kumat. Haha)

Aku : masi mau ketemu ya? Aq cm mo minta info kok. Wah panitia nya baik banget… hehe

PJ : okke.. besok lao dh smpai mesjid sms ya

Aku : okke.. syukron katsiron jiddan nih :)

(aku kira bakal udahan sms nya, eh ternyata masih di bales)

PJ : Okke.. sampe ketemu besok ( aku melongo)


Singakat cerita. Besoknya, tadi sore kali yah. Aku ke arfaunnas. Nyerahin berkas. Ada 1 panitia yang sudah stanbye. Sebenarnya selain itu aku juga ingin bertemu Dwinda. WR 04 yang ternyata panitia. Tapi waktu aku sampai dia sedang beli nasi. Bgitu dia datang dan temannya bilang itu lah winda, aku langsung loncat-loncat dan menyalaminya. Akhirnya bisa juga ketemu di dunia nyata, katanya. Hehe.. sempat pula kami berfoto ria. Hehe.



ini penampakan 3 orang panitia yang melayaniku dengan sepenuh hati. padahal 30 menit disana aku cukup merepotkan. maap yah jeng. hehe



Kami ngobrol2 sebentar, tiba2 HP bordering, sms dr si PJ

Aslm.. jd k arfa unas?

Aku : jadi, nih udh di mesjid 

PJ : loh, kok nggak ngabarin saya? (loh? marah)

Aku : nih baru aja nyampe

PJ : Okke.. 20 menit lagi saya sampe ya..

Jia elah. Rumahnya dimana kali yah. Mayan lah bisa kopdar ama winda dulu. Kru 3 orang itupun mengajakku masuk ke dalam basecamp Ar-Royan UNRI. Dengan noraknya aku perhatikan satu persatu sudut ruangan. Penuh piala. Aku tanyai juga winda. Padahal aku anak UNRI, tapi tak tau menau, sedangkan winda di UIR. Haha.. maklum. Aku anti organisasi selama nguli.

Oa, tadi waktu kru nya makan, aku yang jadi panitia dadakan. Hehe.. ketika Rahmat WR 05 datang nyerahin berkasnya. Aku yang sedang beraksi jadi panitia dadakan. Dia langsung wanti-wanti “jangan tulis Dian pulak” hehe.. soalnya aku sering panggil dia dian. Nama belakangnya Dianto. Jadi berasa manggil temen cewek. Haha.
.
Ada beberapa yang mengantarkan naskah selama aku jadi panitia dadakan. Ku cek pula apakah ada nama Indri Rahmawati. Anggota WR yang baru saja daftar kemaren. Katanya mau ikutan FLP juga. Sedang mengecek list di daftar, datang seorang cewek berambut panjang dengan kacamata menyerahkan map dengan nama Indah Rahmawati di depannnya. Oh Indah toh, bukan Indri. Meleset dikit nggak apa-apa lah. Hehe

(aduh kok jadi panjang nih ceritanya? Ckck)

Nggak lama, ketika kami ngobrol-ngobrol di dalam bilik arRoyan. Ada cowok yang datang. Pasti dia nih orangnya. Aduh aku jadi deg-degan. Hihi.. mana lagi jerawatan. Jadi malu. Aduh gimana nih. jadi salah tingkah. haha. minta temenin winda, dia lagi makan. Aku pun keluar dan duduk di kursi panitia. HP ku bordering keras, sedangkan cowok itu tepat berada di sebelahku sedang membongkar isi tasnya

sya di mesjid ne.. yg pakai almamater.. mu yg mana ya?”

Kan udah jelas banget org yg di samping aku. Nggak aku bales lagi. Bertele-tele banget. Dengan suara gemetar aku berusaha menyapa

“Eh, yg panitia itu ya?” kataku mencoba langsung menyapanya.

“Eh.. iya.. “ dia pun sok kaget. Padahal udh jelas banget setelah dia sms, david archuleta langsung nyanyin lagu She’s not you nya di HP ku.

Dia pun mendatangi mejaku. Oh ya. Panasaran penampakannya? Cukup manis, tampak berwibawa layaknya aktifis, dan tak lupa almamater kampus. Hoho. Jadi inget almamaterku yg tergeletak tak berdaya di lemari. Belum pernah disentuh sejak semester 1.

Langsung saja di berikannya padaku brosur. Tapi ini banyak banget. Aku mulai membaca ketentuannya. Dia pun menjelaskan…

“Nah, ini brosurnya, ini pamfletnya” katanya sambil menunjuk kertas hitam putih berukuran besar. Masa ini di bilang pamflet? Ada juga fotocopy.

“Ini kan masih banyak yg daftar” katanya lagi sambil menunjuk daftar nama2 calon naggota FLP. “kalau ada yg daftar lagi nanti, tolong kasih ini satu ya”

Alamak..! gubrak..! pantes aja dia ngajak ketemu! Aku disuruh nyebarin brosur rupanya. Berani taruhan yang masukin cerpen ke lombanya pasti cukup di hitung pake jari tangan kanan. Huahh.. masih belum puas bikin aku jantungan (lebay) dia pun melanjutkan

“yang udah daftar ini ada CP nya kan?”

“hm.. ada di formulirnya”

“nah, hubungi aja mereka, kasih info lomba cerpen ini”

WHAT??? Aku yg disuruh nih ceritanya? Aku aja duduk disini dadakan, karena panitia masih makan. Alamak! Nih orang bukan sih? Aneh banget. Tapi dia tak peduli. Malah asyik bicara di telpon dengan seorang cewek. Yg ku dengar sih begitu suaranya. Bisa juga mungkin banci.haha
“iya dek. Abang sebentar lagi pulang kok… oke.. ok.. dibikin parcel aja.. kalau nggak bisa jangan di paksain yah..zzrzjskjsijis hhhgeteuiosndggdkflnsh…..

Wah pacaran pula rupanya. Aku di cuekin (siapa elu). Dan setelah selesai menelpon. Ngobrol sebentar, dia pun pergi dengan meninggalkan brosur dan pamphlet yang setumpuk di hadapanku. Dasar orang aneh! Atau aku yg aneh? Ah aneh!

*duh gimana yah cara menyembuhkan penyakit GR. wkwkw

09 Oktober 2011

cerita hari sabtu

Suer capek banget hari ini. Pag-pagi di rumah sendirian, beres-beres, nyuci baju segunung, nyapu halaman sehektar dengan sampah daun se banyak pasir di pantai. (lebay yah). Siangnya temen ku sms ngajak ke kodim nyari buku-buku buat ngerjain proposal. Ikut ah..

Jemput Sofi? Ah.. Bisa diatur itu mah, kalaupun dia udah pulang, nunggu bentar doang ga pa pa lah..

Sebelumnya tanteku yg punya bisnis MLM ngajakin persentasi. Aku ngelak, bilang mau cari buku sama temen2. Eh malah tanteku semangat ngajakin temen2 sepulang dari belanja buku.

Yang pertama ku sms si adek (namanya Maya, anak bontot jadi di panggil adek)

"Dek, mau dengerin persentasi bisnis buat dapet motor gratis nggak?"

dia oke. Motor atas nama sendiri siapa sih yg nggak mau.

So kami berangkat dari puswil (gw duluan yg nyampe,always) eh Rina sama Diah belom dateng, karena adek laper jadi nyari batagor dulu deh. Nyari batagor aja muter2 keliling kota. Akhirnya nemu belakang kampus. Diah n Rina nusul kesana waktu kami udah selesai makan.

Rencananya cari buku kami mulai dari toko-toko di pasar kodim. Katanya sih disitu pusatnya buku-buku murah. Aku juga sering denger.

"Emang kodim sebelah mananya sih?" aku bertanya pada Mimi yg lagi asyik ngunyah batagor

"nggak tau, aku ikut aja. Rina yang tau"

''katanya banyak novel murah disana'' kataku santai.

'RISAAAHHHH.....'
''kenapa??''

''Orang lagi pusing mikirin proposal,dia sempet2 nya novel'' suara Mimi.

Hehe... Aku nyengir kuda. Jadi nggak sabar pengen kesana. Tadi sempet dikasi duit lumayan banyak juga sama Ummi, soalnya aku bilang mau nyari buku buat peneli

05 Oktober 2011

Aku kakak yang kejam. Nggak percaya? Read this!

Galau banget hari ini. Bentar sedih, bentar seneng. Bentra marah, bentar ketawa, bentar lagi pengen bunuh orang. Mungkin efek PMS juga dan lagi sakit kaki sampai jalan harus miring-miring karena abscessus menyerangku, dan letaknya pun di tempat sensitive. Alamak! Sudah 2 hari aku menahannya.

Hari ini kepala pun tiba-tiba sakit, tapi harus menyelesaikan 77 naskah yang lolos seleksi awal di audisi FTS Narsis. Setelah menyelesaikannya dengan mata merek-melek kayak ibu ngidam makan mangga muda, adikku pun sms minta jemput pulang sekolah. Du adduh… bo’ aboo…

Ini dia mungkin yang bakal membunuh aku pelan-pelan, tiap hari antar jemput. Perjalanan 1 jam. Naik motor subuh-subuh dingin banget. Harusnya jadwal tidur. Sorenya jemput lagi, jam 3. Jadwal tidur siang jadi di apus. Pulang kuliah aja jam 1 kadang udah tepar, di sambung ngerjain kerjaan dunia maya aku, terus istirahat. eh.. sekarang boro-boro, baru nongkrong depan leppy bentar, udah d isms suruh jemput. Tukang ojek gratisan.


Memang susah bersikap ikhlas. Susaaahh… banget, padahal sama adik kandung sendiri. Tadinya waktu di suruh jemput, dengan kepal nyut-nyutan mau pecah aku ngedumel sendiri di motor. Alhamdulillah selamat. Hehe.. yang bikin aku kesal adikku nggak bisa pake motor dan nggak mau belajar, udah gitu naik angkot takut pula. Jadi deh kakaknya merana jadi ojek.


Di jalan tadi aku lupa bawa headset, biasanya biar hati adem dan nggak ngedumel, aku idupin music keras-keras. Full volume, orang lain klakson aja nggak dengar, tapi tadi buru-buru jadi lupa bawa handsfree ku yg bass nya keren. Hehe. Jadi aku ngomel-ngomel sndiri.


“awas aja, pulang sekolah ini harus belajar motor, kalau nggak mau besok aku nggak mau anter! Bodo amat dia nggak sekolah, atau tinggal di rumah tante aja gih, pergi sekolah jalan kaki, dulu minta pindah sekolah di tawarin tinggal di rumah tanteku dia mau. Eh sekarang belagu”


Masih banyak lagi pikiran ngalor-ngidul di kepalaku. Kepala semakin sakit saja ketika lewat di jalan sudirman macat banget dan polisi berjejer. Aku kan parno banget sama polisi, bikin jantungku mau loncat.


Tapi waktu udah sampai sekolahnya, aku malah nggak bisa bilang apa-apa sama dia, nggak tega liat wajahnya yang polos sebagai anak baru. Jalan dalam diam, waktu isi bensin aku suruh dia keluarin dutnya (dia dikasi duit bulanan yang jauh lebih besar dari aku, yang di pegangnya sendiri, sedangkan aku di kasih perhari.uweekk). eh dia malah gelang bilang nggak ada duit. Kesel banget! Ini kan karena jemput elu! Jadi kesel lagi deh. Pengen banget aku tabrakin aja nih motor, biar emak tau penderitaanku pusing-pusing jemput adek yang nggak tau diri. (kejam yah gue)


Lewati rental DVD aku malah langsung mampir, tanpa rencana, liat-liat video baru eh malah dia milih, ya udah pilihan dia deh yg di ambil. Film Taiwan soalnya kan dia ikut eskul bahasa mandarin, kemaren aku bilang tonton aja filmnya dulu, biar dapet feellllll.. sambil gigit gigi( emang bisa?) aku serahin tuh dvd ke mbak yang jaga.
Perjalanan selanjutnya (jauh ya..) aku malah mikir, kok aku tegaan banget jadi kakak, susah dikit napa. Toh ini kan adek sendiri. Dia juga nggak bisa pake motor karena penakut nya parah, dia juga nggak mau kali nysahin aku. Plak! Jitakin kepala sendiri. Pengennya sih jitak kepala dia. Ini semua terjadi karena sifatnya yang oendiam dan penakut, hampir aja kemaren di bawa ke psikiater. Dan solusinya pindah sekolah yang bikin aku sengsara. Emaaakkk…