26 September 2013

Review Buku "Ketika Cinta Bersemi"


Judul                   : Ketika Cinta Bersemi
Penulis               : Ragil Kuning, dkk
Kategori            : Kumpulan Cerpen
Penerbit            : AG Publishing
Tebal                    : vi+201 halaman
Cetakan             : I / Agustus 2013
Harga                  : Rp. 42.000


Hadir lagi kumpulan cerpen yang memikat hati. Kali ini lahir dari Pemenang Sayembara Menulis Cerpen Islami Musim Semi. Karna antologi ini tanpa prolog, tanpa epilog, tanpa endosrment, tanpa pesan sponsor, tanpa komentar ini itu. Izinkan aku sebagai pembaca mereview isi buku ini.

                Kumplan cerpen musim semi ini banyak yang mencerikatan cinta yang bersemi di berbagai negara di belahan dunia. Cinta di Jepang, Korea,Perancis, London dan kota Fremantle benua Australia. Ada cinta antara dua orang yang berbeda negara, cinta yang kebetulan bertemu di bandara dan berlanjut asmara, cinta yang dibubuhi rasa kesamaan nasib karna bisa berbahasa Indonesia di negara lain. Dan cinta pada pandangan pertama yang manis.

Dilihat dari settingnya di berbagai negara. Penulisnya tentulah sudah riset atau minimal browsing di internet. Jadi cukup membuka wawasan pembaca tentang negara tersebut. Sayangnya belum di narasikan secara lengkap. Mungkin karna keterbatasan halaman dan hal-hal lainnya. Tapi itu tidak mengurangi keasyikan kita menyelami buku ini.

Dari cerpennya Ragil Kuning, aku jadi tau kalau kota Venesia di Perancis itu ada kembarannya. Namanya kota Colmar atau yang biasa disebut La Petite Venise, The Little Venice. Benar2 membuka mata dan membuat kita tergoda untuk browsing tentang kota itu. Selain itu, ending cerpen Ragil Kuning juga mengejutkan dan berhasil ''membohongi'' pembaca. Selamat!

Cerpen Anisa Hakim lebih menarik lagi karna termasuk salah satu cerpen yang bersetting korea. Namun ada beberapa kejanggalan yang membuat aku cukup berfikir, karna cerpen ini menceritakan perjalanan naik pesawat Indonesia ke Korea, yang mungkin saja berarti dari bandara Soekarno Hatta ke Incheion airport memakan waktu 6 jam. Setau aku. Jakarta-Korea itu 8 jam. melihat jadwal penerbangan SNSD kemaren #ya ampyun.. Ini lagi review buku malah bawa2 snsd. Hihi

Cerpen Sarah Aulia Azzahrah (kenapa penulis banyak yg doyan pake nama zahra?) juga bagus idenya. Cewek cantik yang pintar dan polos yang ternyata membunuh pacaranya, dikuliti pula. Sadis!  Ada apa dengan Ayame? Kenapa ia rela membunuh Ryuu kekasih yg dicintainya? Mengapa ia benci musim semi yang indah di Jepang. Temukan jawabannya di cerpen yang ditulis siswi kelas 1 SMA ini.



 Tertarik ingin memiliki buku ini? tinggal Ketik KCB#Nama Lengkap#Alamat Lengkap#Jumlah#Nomor HP Kirim ke 0878 260000 53

20 September 2013

Yudisium ke 3 FKIP Universitas Riau


Alhamdulillahirobbil ‘alamin..
Setelah perjuangan selama 3 tahun kuliah, 3 bulan KKN, 6 Bulan PPL dan 1 semester mengerjakan skripsi, akhirnya  kemaren, tepatnya tanggal 19 September 2013 aku yudisium. Hooorreeee…. Akhirnyaaa…
Yudisium yang aku ikuti adalah yudisium yang ketiga di tahun 2013. Yudisium yang pertama, aku belum ujian skripsi, yudisium yang ke 2. Skripsi sudah selesai tapi aku telat daftar dan waktu pendaftaran udah di tutup. Jadilah aku ikut yudisium yang ke 3. Kali ini ada 500 mahasiswa FKIP UR yang di yudisium. Sedangkan dari mahasiswa PGSD ada 98 orang.

Buat yang belum tau, yudisium ini adalah semacam acara wisuda yang dilaksanakan di masing-masing Fakultas. Yudisium untuk meresmikan gelar sarjana. Kalo di analogikan dengan pernikahan. Yudisium ini adalah akad nikahnya, wisuda adalah pestanya #eaak.. (kok bisa kesana ya. Hahaha)

Disini yang diserahkan adalah SKL (Surat Keterangan Lulus). Di acara ini juga di bacakan predikat kelulusannya, diumumkan juga siapa mahasiswa terbaik (pemuncak), dosen terbaik, jurusan terbaik dan prodi terbaik. Mahasiswa yang IPK nya paling tinggi adalah dari jurusan BK (Bimbingan Konseling), di peringkat kedua dari jurusan Pendidikan Kimia dan menyusul Pendidikan Penjaskes Rek.

Alhamdulillah.. walaupun nggak termasuk mahasiswa yang IPK nya paling tinggi se fakultas. Tapi Alhamdulillah IPK ku cukup untuk meraih predikat “Dengan Pujian” (klo  dan karna duduk dan dipanggil ke depan berdasarkan IPK tertinggi, jadi akulah mahasiswa PGSD yang di yudisium hari itu yang di panggil pertama ke depan (selain mhs ibu2 pok-jar, karna mereka nggak masuk hitungan. Bahkan klo IPK 4 pun nggak di pilih sebagai pemuncak). Mungkin para mhs yang IPK nya tinggi-tinggi udah pada yudisium kali ya. Hehehe. FYI predikat kelulusan tingkat diploma (D1,D2,D3,D4)  itu ada 3 :
IPK 2,00 - 2,75 : memuaskan
IPK 2,76 - 3.50 : sangat memuaskan
IPK 3.51 - 4,00 : dengan pujian

Kalo magister beda lagi ketentuannya, penasaran? Baca aja keputusan Mentri Pendidikan Nasional ini.

selesai yudisium kami nggak langsung pulang, tapi foto-foto dulu. 
dari aku, arah jarum jam : Aku, Ade, Nina, Zulva, Eci, Tia, Eki, Maya, Pia, Leyla, Lia

dari kiri : Zulva, Maya, Eci, Aku, Pia, Tia


si Rahmad emang selalu berada di antara ladies
With Rahmat
Ori yang udah selesai Yudisium ikut datang meramaikan
aku pernah kehilangan seorang teman, tapi berkumpul dengan mereka ini. aku merasa menemukan 100 teman lagi. Guys, Thanks for being my friend



Nggak Cuma UI yang punya danau, UR (Universitas Riau) juga punya danau loh…
dari kiri : Risah, Rahmad, Dila, Ory


Dila dan Ori. sok Romantis :p

Again

"Melihat masa depan"
gegara foto ini, temen MTs  yang di Jakarta jadi nyebarin gossip di pesbuk

selain danau yang eksotis (anggap aja), UR juga punya jembatan kupu-kupu yang cukup terkenal di pekanbaru. Tempat ini sering dijadikan objek foto. Bahkan ada yang prewed disini.
Jembatan Kupu-kupu Universitas Riau

blurrrr :(


ini dia Mami Dwi, yang udah panas2an jadi fotografer dadakan. thanks mami.. cemoga cepet kelar ya


Segitu aja deh. Semoga ini bisa membakar semangat temen-temen yang masih nyusun skripsi, semoga bisa menjadi pelecut biar skripsinya cepet kelar, semoga bisa menjadi penyemangat disaat putus asa mengerjakan skripsi. Dan terakhir, semoga semua temen2 yang masih nyusun skripsi, diberi kemudahan, kelancaran dan ketepatan waktu. Aku akan selalu mendoakan temen2 dekatku, temen2 sejurusan, sefakultas, sekomunitas, tetangga sampe kenalan yang lagi nyusun skripsi. Semoga semua lancar, aman dan terkendali. Kita semua pasti bisa…!!! GANBATTE! FIGHTING! SEMANGAAATTTT…… :D



17 September 2013

Apa enaknya twitter? (10 Hal yang bikin Twitter nggak asik)


*ini judul kok bisa 2 gini sih? Iya, karna gue bingung mau pake yang mana. Makanya dipake kedua nya. hahaha


Dari awal ada twitter, gue nggak terlalu tertarik. Sampe saat ini followers gue cuma 200an. Beda sama adek gue Sofi yang tiap buka laptop pasti twitteran mulu (bener2 nggak ngebuka tab lain dia) nggak ada bosen2nya. Berbanding terbalik sama gue yg ngetwit kalo ada perlu doang. Kaya klo lagi ada kuis, bagiin link blog (itupun jarang) atau stalking punya gebetan yang udah ninggalin FB. Haha


But, sampe saat ini gue belum nemu apa enaknya twitteran. Coba deh simak..

1. Ngetik di Twitter terbatas karakter. Masa cuma bisa 140 karakter? Mau curhat harus berkali2 ngetwit. Nanti pake hastag #galau. Mau marah2 juga harus berkali2 ngetwit.
         
          gue lagi sebel #marah

        3detik kemudian

        #sebel bgt sama dia
        1detik kemudian

        #sebeeeeelll...... Sebel bgt!

2. Karna ngetiknya terbatas, jadi harus berulang2 ngetwit, dan kasian yang pantengin timeline. Isinya twit 1 orang yang lagi galau! Marah-marah.

3.  Gak ada bales komentar, yang ada retweet alias RT dan harus di copas dulu converst sebelumnya biar nyambung. Dan lagi-lagi, karakternya terbatas. Harus diedit. Agak panjang ya prosesnya.. Beda bgt sm FB, tinggal pencet enter. Gak perlu copas, gak perlu R3.

4. Karna bales2an di twitter, jadi banyak RT

ex: 
RT@Risa_chiamix RT@budikeyen RT
RT@Risa_chiamix RT@budikeyen RT
 contoh nyata :
 
nah bingung kan mana komen, mana twit nya. Mata harus jeli.


5. Gak ada fasilitas inbox yg bisa attachment kaya di FB. , gak ada chatting, gak ada fasilitas iklan.

6. Kalo naro link, gambar dari link nya nggak keliatan. #ini penting utk blogger kehausan viewer seperti gue. Haghaghag

7. Kalo post foto, gak langsung muncul. Harus beberapa kali klik baru bisa liat tuh foto #ini sangat menyebalkan untuk koneksi internet lemot kaya modem gue

8. Nggak bisa ngatur golongan pertemanan kaya di FB. Nggak bisa ngatur dia nggak bisa baca post kita, nggak bisa ngatur mana teman dekat, mana yang nggak perlu kita liat twitnya.

9. Dan yang 1 ini yang paling bikin twitter nggak asik. Twitter nggak adil! kita udah follow beribu orang, tapi bisa aja yang follow kita cuma 1 orang.. arrgh..... 

10. yang terakhir, di Twitter nggak ada grup. nggak ada pertemanan yang lebih intim. karna semua terpublish sempurna di timeline.

Twitter nggak selengkap FB, twitter nggak se care FB. Twitter nggak seupdate FB (yg selalu punya kemajuan aplikasi) Tapi kenapa masi banyak yang ketagihan ngetwit? Ninggalin FB dan membuat banyak RT RT di twitter? selera orang emang beda-beda. dan gue tetap memilih FB sebagai sosmed terbaik. 


So, apa enaknya twitter??  kasi tau gue dong.....

11 September 2013

KESABARAN | KESIALAN


Hari ini kesabaran aku bener2 diuji. Pagi-pagi aku disuruh nemenin om aku yang mau beli tanah buya (Bapakku) di daerah garuda sakti, perjalanan sekitar 1 jam dari rumah. Orang serumah yang tau lokasi tanah itu cuma aku, jadilah aku yg diutus nemenin om Jhon (adik umi) ke lokasi.

#MOTOR
Aku udah niat mau pake motor Vario (yang biasanya dipake Sofi, adikku), karna lokasinya jauh dan aku arus bolak2 jemput orang. tapi ternyata dia hari ini ngampus dan dia nggak bisa (Dan nggak mau!) pake motor selain itu. Jadilah aku ngalah pake motor yg bangkotan (Honda Fit Z) suatu saat aku akal paksa dia belajar pake  motor non matic. Masa maunya yang bagus terus, aku aja 4 tahun kuliah pake motor lama kok.

#USTAZAH YANG ANGKER
 Kesabaran aku lebih di uji siang, waktu selesai tinjau lokasi tanah, aku jemput Alfiah, dia libur bulanan dari pondoknya di Darel Hikmah
Masalah utamanya adalah : buku izin nya ketinggalan dirumah.
  
Datanglah dia menghadap ustazah wali kamarnya.
“Kalau nggak ada buku izin nggak boleh pulang!” Kata ustazah yang cantik dan matanya belo dengan tegas.

Aku diem. Duduk di dekat ustazah yang lagi sibuk menandatangani buku izin santri yang pulang.
 Berpuluh-puluh menit kemudian, santri2 udah banyak yang pulang. Aku pun nyoba ngomong lagi.

“Ustazah, ini kartunya ketinggalan dirumah, jadi gimana, Zah?'' tanya aku sambil senyum dan suara paling lembut. Godain cowok aja suara aku nggak selembut ini.

“Makanya, ustazah kan udah sering bilang. Buku izin jangan sampe ketinggalan. Buku izin tu nyawanya santri, kalo nggak ada buku izin, nggak usah pulang2, tinggal aja di pondok selamanya!” GEJERR…. Berasa ada petir gitu..

“Pake buku tata tertib (TT) nggak bisa, Zah?” Tanya Alfiah. Adikku.
“NGGAK BISA!”
“……………………..”
“Mana buku tata tertib kamu?”
“Dikamar, Zah.” Adikku pun berlari kekamar ngambil buku tata tertib. Aku senang.  Untunglah bisa pake buku TT.

Sekembalinya Alfiah, ustazah itu bukannya langsung ngasih tanda tangan di buku itu.

“Nih, BACA NIH BUKUNYA! PASAL 25! KALAU NGGAK ADA BUKU IZIN TIDAK BISA PULANG! KAMU UDAH KELAS BERAPA SIH? NGGAK TAU PERATURAN?!” Matanya hampir keluar. Aku nahan napas.

“Zah, dia baru sekali ini buku izinnya ketinggalan. Tolonglah Zah. Kasi kebijakan dari ustazah.” Aku memelas lagi.

“Bla…bla…bla…bla…” Ustazah ngomel-ngomel lagi. Matanya tambah melotot

“JEMPUT DULU BUKU IZINNYA, NANTI BALIK LAGI KESINI!” Matanya hampir keluar

“Rumah saya jauh, Zah. Arah ke kerinci. Kalau di jemput. Nanti malam baru sampe sini lagi. Nggak ada kebijakan lain, Zah?”

“NGGAK ADA! ITU SUPAYA SANTRI TAU DISIPLIN!” Matanya keluar

Tapi Aku masi menunggu dengan sabar dan menjaga supaya emosi ku tetap stabil dan nggak meledak. Nggak mungkin aku pulang dulu ke rumah. Perjalanan 2 Jam bo’..! aku yakin pasti ada cara lain. aku mau marah2 balik nggak mungkin. aku akui ini salah adikku. tapi Masa' dia setega itu? Aku Duduk disampingnya kayak orang bego’. Sedangkan dia sibuk ngobrol-ngobrol dengan temannya dan memarahi santri.

Akhirnya, setelah 1 jam duduk melongo disampingnya. Adikku pergi mengadu ke seorang Ustad yang juga sedang sibuk mengurusi santri yang pulang. adikku mengadukan masalahnya. Ustad itu langsung ngasi solusi.

“Kamu pergi ke kantor Bakam (Bagian Keamanan) minta surat rekom izin dari Ustad disana. Nanti surat nya bawa kesini lagi.”

Alfiah langsung lari-lari. Sedangkan aku masih duduk disamping ustazah angker. Berkali-kali aku liat adikku mondar-mandir. Ternyata surat rekomnya di kantor Bakam habis. Dan dia harus ke rumah Ustad langsung. Dan akhirnya dia dapat.

“Dapat darimana kamu ?” Kata ustazah angker dengan mata yang udah terpasang lagi.
“Dari ustad bulian, Zah”

Ustazah itu langsung diem. Ustad Bulian adalah wali kesantrian. Jabatan yang cukup tinggi di Pondok.
Akhirnya, setelah hampir 2 jam aku duduk disitu, di omeli, dicuekin,  surat itu di TTd sama ustazah angker. Coba dari tadi dia nggak ngomel-ngomel dan ngasih solusi kayak gini. Nggak akan selama ini pantat aku tepos. Ckckckck..

#Parkir Mobil
Abis dari sana. Aku mampir dulu ke galeri kartu 3. letaknya di perkantoran Sudirman Square. aku mau Ngurus kartu modem. Mau ganti aja pascabayarnya. Pengen pake prabayar aja. Ternyata nggak bisa. Kartu pascabayar itu harus dimatikan  kalau nggak mau kena biaya abonemen tiap bulan. nanti uang deposit kita juga bakal dikempalikan setelah di potong biaya abonemen. dan syarat2nya banyak. Aku nggak bawa.  Jadilah gagal ngurus hari itu dan harus balik lagi kesana besoknya. huft

Waktu di parkir keluar aku ngasi tiket dan duit  2.000 seperti biasanya.
“Maaf, Mbak. Tadi parkirnya pencet tombol mobil ya?”
“He?”
“ini tiket mobil, jadi bayarnya 5.000 mbak.”
GUBRAK! Aku pake motorrrrrr… tapi bayar parkir tariff mobil. Aarrghhhhhhhhhh. Emakkkkkkkk…… 


mau tau orangnya? ini dia penampakannya
waktu ulangtahun Alfiah yang ke 12

adik-adikku. dari kiri : Luthfi, Kandar, Aku dan Alfiah