19 September 2014

Kepsek SD YPPGI Hitigima : Kami Butuh Guru Sarjana


Sekolah ini adalah sekolah tertua yang ada di distrik HITIGIMA, salah satu distrik di pojok kota Wamena. Didirikan oleh yayasan Gereja-gereja Injil. Sampai sekarang punya nama SD YPPGI (Yayasan Pendidikan Gereja-Gereja Injil) Hitigima. Sekolah ini berdekatan dengan gereja  Injil.  Walaupun penuh keterbatasana, sekolah ini telah melahirkan orang-orang sukses, seperti Sarjana yang sudah jadi Guru dan Bupati.

Yup! Benar sekali, bupati Wamena adalah alumni dari SD YPPGI Hitigima. Beliau lah yang melanjautkan perjuangan memperbaiki infrasturktur sekolah. Dan membangun sebuah gereja besar di depan sekolah.

Walaupuan sudah melahirkan alumni seorang  bupati, sekolah ini masihlah banyak kekurangan. Dari tenaga pengajar yanga hilang entah kemana rimbanya, sampai anak-anak kelas 6 yang tidak bisa membaca. Saya akan mulai ceritakan satu persatu.



Guru Yang Hilang (Adopsi Dari Sinetron Anak Yang Hilang)
Sekolah ini punya  8 guru. Ada 4 orang guru PNS di tambah 4 orang guru tidak tetap alias GTT. Dari 4 orang guru PNS tersebut, 1 orang menjabat sebagai kepala sekolah, 1 orang menjabat sebagai guru kelas 2, 1 orang sebagai guru kelas 5, dan 1 orang sebagai penjaga sekolah merangkap juga sebagai bendahara dan Tata Usaha.

4 guru PNS disini belum ada yang sarjana. Kepala sekolah merupakan alumni SPG (sekolah Pendidikan Guru) tahun 1987, salah satu guru bahkan ada yang hanya lulusan Paket C karena putus sekolah waktu SMP.

“Kami butuh guru sarjana disini. Istri saya putus sekolah di SMP, pak Wanimbo juga senasib. Cuma satu saja guru sarjana disini. Itupun sarjana pendidikan Agama Kristen. Bukan sarjana pendidikan guru SD” Jelas Kepala Sekolah. 

Sedangkan 4 orang guru GTT , sudah 6 bulan tidak menikmati indahya gajian, disebabkan dana bos yang belum cair dalam 2 triwulan kebelakang. Hal inilah yang menyebabakan guru datang dan pergi sesuka hati. Ada yang datang jam 09.00 WIT, jam 11 sudah pulang. Anak-anak dibiarkan berkeliaran main lumpur di lapangan sekolah.

Belum lagi guru GTT yang bertugas mengajar di kelas satu, dengan alibi ada masalah keluarga, guru yang berumur 36 tahuan ini datang ke sekolah hanya sesekali  dalam sebulan. Kadang dalam satu minggu beliau datang, dan 4 minggu kemudian beliau hilang dari peredaran.

“Anak-anak pakai baju bagus ke sekolah Cuma main lumpur sajakah, dia orang (guru)  tidak datang, tidak mau mengajar, hanya makan gaji saja mereka.” Curhat seorang wali murid kelas 1 dengan logat papua yang kental.

Belum lagi kepala sekolah dan penjaga sekolah yang kadang harus pindah haluan dari menjaga kebersihan sampai masuk ke kelas untuk mengajar karena kekurangan guru.
Inilah masalah yang akan kami hadapi sebagaia guru SM3T selama satu tahu ke depan. Ada banyak rencana-rencana bercokol di kelaa kami demi memajukan pendidikan di daerah 3T ini, ada banyak saran yang inin kami tuangkan demi majunya SD Tempat kami ditugaskan.
Ikuti terus cerita selanjutnya, agar kita bias tau dan membuka mata, bagaimana sebenarnya kondisi pendidikan di daerah 3T.

SALAM SM3T ; MAJU BERSAMA MENCERDASAKN INDONESIA

~~~~~ Bersambung~~~~

#tulisan ini di adopsi dari web SM3T UR JAYAWIJAYA ANG. IV

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)