18 Januari 2016

Film Alif Lam Mim dan Tragedi Pengeboman Sarinah



Tragedi pengeboman sarinah kemaren bikin gue kepo. Coba-coba buka yutub dan ternyata video terpoluper H+1 adalah video detik-detik pengeboman yang di ambil dari atas gedung.
 
Gue cuma senyum kecut aja waktu melototin video itu. How can seseorang bisa standbye dari sebuah gedung yang entah laintai berapa dan ngerekam pas banget bom kedua meledak? Dengan kualitas gambar yang bagus, tenang dan nggak keliatan panik. Setau gue manusia kalo denger suara pintu dihempas aja kaget bukan main. Apalagi ada ledakan di sebelah. Normally si perekam itu harusnya kaget, kabur menyelematkan diri takut ada bom selanjutnya. Atau okelah, dia pemberani dan punya jiwa jurnalis, dan langsung ngerekam bom yang meledak 4 kali itu. Tapi harusnya ngerekam sambil gemeteran karena kaget gitu ya. Tapi hasil rekaman yang di yutub itu sungguh bagus, tenang dan sama sekali tidak terlihat panic. Kebetulan?
saking banyaknya kebetulan FP Militan keadilan di FB merangkum beberapa kebetulan itu.

Kebetulan hari Kamis 14 Januari 2016.
Kebetulan Jam 10 pagi.
Kebetulan ada travel warning dari kedubes AS terhadap warganya di Indonesia.
Kebetulan ada serangan teroris.
Kebetulan yang diserang bukan objek vital, cuma pos polantas.
Kebetulan mereka menyerang kafe tempat nongkrong, meskipun banyak tempat lain yang lebih bernilai tinggi.
Kebetulan Jokowi tak lagi di Jakarta.
Kebetulan disitu ada petugas Polairud yang berpangkat AKBP, kemudian mendadak jadi superhero di TV.

Kebetulan terorisnya 'kere', jadi cuma bersenjatakan pistol rakitan.
Kebetulan juga membawa bom yang mirip bom ikan, daya ledaknya juga setara dengan bom ikan. Tanpa detonator, pake sumbu kaya petasan.
Kebetulan terorisnya 'bodoh', mejeng ditengah jalan sambil nembakin senjata. Mungkin dia minta difoto.
Kebetulan banyak wartawan disitu, jadi setiap momen penting berhasil diabadikan.
Kebetulan banyak orang yang merekam aksi serangan dari spot yang strategis dan dapet 'angle' yang tepat. Sehingga rekaman jika digabungkan jadi film dengan durasi singkat.
Kebetulan semua kegiatan teroris bisa 'terekam' mulai dari persiapan serangan sampai akhir episode sinetron ini.
Kebetulan ada penangkapan politisi partai kebo dungu yang ditangkap KPK, bahkan sampe mobil mewahnya ikut disita KPK.
Kebetulan juga menteri yang merangkap staf khusus Freeport beraksi hari itu juga. Melakukan divestasi saham dan perpanjangan kontrak dengan Freeport.
Kebetulan lagi ngetrend ancaman serangan ISIS.
Kebetulan masyarakat nggak sadar, ketika Kapolda belum tau nama pelaku, tapi Kapolda bisa menerawang bahwa motif serangan terkait ISIS.
Kebetulan keesokan harinya ada e-mail dari 'ISIS' dengan 3 bahasa berbeda, Bahasa Inggris-Arabic-Bahasa Indonesia.
Kebetulan ngirimnya pake jalur telegram. Saya kira via ATM..
Kebetulan ngirimnya ke kantor berita REUTERS, biasanya ke Al-Jazeera atau lainnya.
Kebetulan surat pernyataan dari 'ISIS' itu dikirim saat publik mulai mempertanyakan kebenaran teori penerawangan dari Kapolda terkait pihak yang bertanggungjawab atas serangan itu.
Kebetulan surat 'ISIS' tersebut datang saat publik menanyakan bukti keterlibatan 'ISIS'.
Kebetulan BIN keceplosan bilang kalo teror Sarinah tak terkait ISIS.
Kebetulan polisi lagi sibuk mempercepat episode mengumpulkan alat bukti, maklum kejar tayang nih..
Kebetulan rakyat udah cukup cerdas menilai, bahwa 'sinetron' ini cuma pengalihan isu.

Belum lagi drama yang ada di TV. Para polisi ganteng tanpa rompi anti peluru yang memakai sepatu, tas dan celana bermerek(yang bahkan langsung di jadikan model online shop untuk pree order versi KW nya). Yang melumpuhkan teroris dalam sekejap. Para wartawan yang tiba-tiba datang dalam tempo sesingkatnya di TKP dan masyarakat sipil yang berbaris menonton atraksi penembakan antara aparat dengan lelaki yang katanya teroris. Apa itu nggak terlalu drama menurut kalian? 

Dengan tidak mengurangi rasa berduka cita terhadap orang-orang tidak bersalah yang menjadi korban, tapi tragedy pengeboman sarinah kemaren memang banyak janggalnya. Negara mana coba yang atraksi tembak-tembakan antara teroris dan polisi di tontonin ratusan orang dan kejadiannya bisa disiarkan live? Prok..prok..prok… tepuk tangan untuk media-media Indonesia yang bergerak sigap.

Polisi-polisi ganteng mungkin saat ini sudah naik jabatan atau mendapat penghargaan karena bisa meringkus teroris dengan cepat. Berbagai artikel pun bermunculan, dari yang menyudutkan islam sampai artikel dan meme lawakan tentang drama pengeboman. Tapi nyawa korban tak bersalah tak bisa dikembalikan.

Dari video di youtube itu, aku ingat salah satu film yang pernah diceritakan teman. Aku pun mendownload film itu dan langsung menontonnya di malam hari. Film itu berjudul ALIF LAM MIM (3). Karena gue bukan mau bikin review atau sinopsisnya, jadi spoiler sinopsis gue ambil dari wikipedia.

3 adalah film laga futuristik pertama di Indonesia yang menceritakan tentang persahabatan, persaudaraan dan drama keluarga. Jakarta 2036, begitu banyak terjadi perubahan. Negara sudah kembali damai dan sejahtera sejak perang saudara dan pembantaian kaum radikal berakhir di Revolusi tahun 2026.

Hak asasi manusia menjadi segalanya. Penggunaan peluru tajam sebagai senjata sudah menjadi ilegal. Aparat menggunakan peluru karet untuk menangkap penjahat dan teroris yang masih tersisa. Satu dilema yang sangat menyulitkan bagi aparat mengingat beberapa kelompok radikal kembali bangkit dan berjuang untuk menganti wajah demokrasi sehingga aparat mengandalkan kemampuan bela diri yang tinggi untuk menumpas para penjahat.


Alif, Lam dan Mim adalah tiga sahabat dari satu perguruan silat yang dibesarkan bersama di padepokan Al-Ikhlas.


Alif yang lurus dan keras dalam bersikap memilih menjadi aparat negara. Ia bertekad membasmi semua bentuk kejahatan dan mencari para pembunuh kedua orangtuanya. Lam yang sikapnya lebih tenang menjadi seorang jurnalis. Bertujuan untuk menyebarkan kebenaran dan menjadikan dirinya mata dari rakyat. Sementara Mim yang bijak memilih mengabdi menjadi pengajar dan menetap di padepokan. Ketiganya dipertemukan kembali setelah terjadi kekacauan pasca ledakan bom di sebuah cafe.

Bukti-bukti dan investigasi mengarah pada keterlibatan Mim beserta anak-anak padepokan. Alif harus menghadapi sahabatnya sendiri dan menghancurkan padepokan yang telah membesarkannya. Lam yang terjepit di antara kedua sahabat berusaha mencari titik temu demi menghindari kehancuran yang lebih parah. Mim memilih mengahadapi para aparat dan rela mengorbankan jiwanya tanpa kompromi.

Alif, Lam dan Mim dipaksa bertempur satu sama lain dalam mempertahankan dan memperjuangkan kebenarannya masing-masing, seraya harus terus menjaga keluarga dan orang-orang yang mereka hormati dan cintai

Menurut gue  Film ini mencoba berdakwah dengan cara yang anti mainstream. Film ini juga menceritakan cara kerja aparat dalam menjebak kelompok islam agar dituduh menjadi terrorist! Gue kasi spoilernya dikit ya.

Alif seorang polisi yang punya idelalis yang tinggi tiba-tiba mendapat sms dari mantan pacarnya untuk bertemu di candy café. Sampai disana si laras yang adalah waiters di café itu malah bingung kenapa alif datang. Tapi namanya juga udah 12 tahun nggak ketemu, si alif rela nunggu laras selesai shif nya. Selagi menunggu ada sekelompok lelaki memakai gamis dan sorban yang mau makan disana, tapi alif mengusir mereka dengan alasan agar kondisi tetap kondusif dan mematuhi peraturan yang ada (nggak ngerti gue apa di tahun 2036 orang bersorban dan bergamis di anggap melanggar peraturan dan membuat suasana tidak kondusif  Sampe-sampe di usir dari café). Mereka pun keluar dari café dan menaiki mobilnya, sebuah tas koper ditemukan seorang waiters tertinggal di kursi dan Alif keluar mengerjar pria pria bersorban untuk memberitahu mereka.

DUARRR!!

Café meledak tepat ketika alif berada di luar café dan para lelaki bersorban telah pergi. Kejadian itu memakan puluhan korban jiwa. Di TKP ditemukan dua botol parfum non alkohol merek Al-Ikhlas. Sudah jelas sekali semua bukti dan scenario menjelaskan bahwa pria bersorban itu berniat ngebom café dengan tas yang mereka tinggalkan.

Tapi di akhir film di jelaskan, ternyata mereka (pria-pria bersorban.selanjutnya disingkat PPS) di jebak. Seorang pengusaha yang mengajak mereka untuk bertemu di café itu, dalam rangka proses jual beli tanah. Salah seorang pria bersorban malah membawa parfum produksi al ikhlas untuk ditawarkan kepada pengusaha itu. Tapi PPS di usir dari café sampai melupakan tas yang berisi berkas-berkas dan akhirnya café itu meledak. 

Peledakan café ternyata adalah scenario busuk dari seorang kapten di kepolisian. Tujuannya mengebom café itu adalah untuk menghabisi 12 orang tikus politik yang sedang rapat soal kudeta disana, selain itu juga ada 15 mahasiswa menganut paham komunis dan ada 10 orang anak koruptor pemilik bisnis illegal. Seharusnya juga ada 3 orang lelaki bersorban yang di anggap teroris yang ikut mati disana kalau tidak di usir Alif. Si aparat merencakan semua seperti drama yang apik. Dengan tujuan yang katanya menciptakan kedamaian dan keseimbangan. What the hell is that?

See? Itu baru film. Entah apa kenyataan di balik pengebomam sarinah kemaren itu. Bukan tidak mungkin pengalihan isu yang dirancang pemerintah untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari perpanjangan kontrak Freeport dan kasus anggota DPR dari PDIP yang masuik bui karena ditangkap KPK dan pengaihan dari kasus lainnya. Wahai para otak pengeboman. Haruskah mengorbankan nyawa orang lain untuk sebuah pengalihan isu?

Cobalah bercermin dari korea. Pengalihan isu disana adalah dengan cara membuat berita skandal artis. Berhubung masyarakat korea sangat mencintai idolanya, dan jika idola pacaran itu adalah suatu hal yang luar biasa, karis bisa redup, fans bisa gila jika idolanya punya pacar, maka dibuatlah isu Lee min ho pacaran dengan suzy, Taeyon SNSD pacaran dengan Baekhyun dll. Gempar lah seluruh teaminggu korea, muncul ratusan artikel tentang skandal itu, nama-nama artis yang ketahuan pacaran menjadi pencarian nomor satu di mesin pencari. beberapa bulan setelah itu si artis pun membersihkan nama baik dan kembali jadi artis yang dipuja masyarakat.. dan pengalihan isu sukses! Tanpa mengorbankan nyawa… padahal dibalik kisah percintaan Lee min ho dan Suzi ada kasus yag tertutupi, yakni kasus korupsi mantan presiden korsel Lee Myung Bak. 

Nah lo kenapa gua tau? Ya kerena gue suka all about K-POP dan membaca artikel nya. Dan kenapa gue tulis ini semua? Karena gue pengen buka mata kita semua bahwa ISLAM IS NOT TERORIST!

Udah gitu aja

#turun dari podium


16 komentar:

  1. wew, keren tulisannya kakak, kirain ga bakal nulis beginian di blog

    BalasHapus
  2. hahahaha... gatel banget pengen nulis. dan gue nulis blog ini tadi malam jam 1 abis nonton film alif lam mim itu

    BalasHapus
  3. wah banyak banget kebetulan di tragedi sarinah ya.
    eh btw dari sinopsis filmnya kayaknya seru. pengalihan isu gitu.

    BalasHapus
  4. Hemmm, Boleh juga nih pendapatnya.
    Pernah denger dari guru, bahwa politik dan media itu lebih kejam dari yang kita duka. Politik membuat skenario, dan media yang menjalankan skenario agar masyarakat bisa melihat buah dari skenario itu.
    Semoga orang yang menjadi korban mendapat tempat yang terbaik disisiNya.
    Nice post.

    BalasHapus
  5. Sebenarnya segala macam kebetulan yang diduga - duga itu memang hanya praduga kan?
    dan pembuktiannya nggak ada sama sekali. Sekarang kita lihat dari posisi kemanuasiaannya aja lah hehe, Negara mana yang setega itu membunuh warganya demi popularitas semata. apa - apa disangkut pautin sama teori -teori yang belum jelas sama sekali kebenarannya. Okelah orang yang merekam dan di upload itu nggak keliatan ketakutan sama sekali, okelah kalau kameranya keliatan kualitas bagus, tapi memang begitu kan penyakit rakyat Indonesia sekarang? lihat saja, ada aksi terorris malah pada nonton, lalu kenapa yang merekam di atas gedung dari kejauhan gitu harus juga takut?.
    Masalah kepolisian yang tiba - tiba dengan cepat berada di daerah situ. disalahin juga sebagai kebetulan? Bisa bayangin nggak kalau kebetulan yang dibilang itu nggak terjadi? bakal nambah banyak korban loh. coba fikirkan dari arah yang lebih positif lagi.

    lalu untuk otak penyerangan juga sudah mengarah pada satu orang kok, aktivis HTI, mantan aktivis di UNS, dan dia juga bergabung ISIS. masih dikira kebetulan lagi? iya gapapa.memang segala sesuatunya masih abu - abu disini. tapi coba deh berfikir positif dulu. saya tahu, negara ini lagi bobrok, begitu pula dengan rakyatnya (bisa juga kok kebobrokan itu tertanam pada saya). tapi sekali lagi, lihat dengan sisi positifnya.
    polisi datang terlambat disalahin, datang cepat juga disalahin. maunya orang Indonesia gimana sih hehe.

    dan masalah jiwa radikalisme dan terrorisme, dengan berat hati saya bilang iya mereka tertanam di beberapa orang muslim. inget ya orangnya, bukan muslimnya. (dan saya juga muslim kok, tenang aja. saya juga sedih harus berkata jujur seperti ini). tapi semua itu harusnya kita akui, bukannya malah teriak maling dengan teori konspirasi macam - macam yang belum jelas keberadaannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya apresiasi untuk pendapat bang Okky ini. Warbiyaza.
      Pesan singkatnya sih positive thinking sih ya, Bang.

      Hapus
  6. Gue juga udah nonton film ALIF LAM MIM. Dari segi cerita, emang oke. Dan kalo diliat-liat lagi, kok, mirip dengan kasus pengeboman di sarinan, Tamrin, yah(?)

    BalasHapus
  7. Aku awammmmm bgt masalah politik beserta skandal-skandalnya. Atau pun segala kebetulan yg ada di tragedi sarinah kemarin kak.
    Intinya adalah, bentuk kejahatan apapun itu yg udah nelen korban gak bisa di anggap remeh or di diemin gitu aja. Apa lagi ini menyangkut soal agama :(

    Aku belum nonton filmnya hehe.

    Ku kira ka risa berkobar-kobar nih semangatnya pas nulis

    BalasHapus
  8. Banyak banget kebetulannya ya,, Hmm apakah ini rekayasa? Ah sudah lah. Tak usah di ungkit2 lagi

    BalasHapus
  9. Entahlah mau komen apa kalau sudah mau ngebahas ginian. Yang katanya pengalihan isu ini lah, isu itu lah, yang freeport lah.

    Btw kalo ngomongin pengalihan isu dan Korea gini malah keinget dramkor Pinocchio, disana juga diajarkan bahwa sebuah berita bisa saja digeser fokusnya untuk menutupi kesalahan pihak lain.

    BalasHapus
  10. Aku enggak mau bilang semua ini rekayasa apa enggak. Cuma jika ini emang sekenario, dibayar berapa orang yang diduga teroris itu hanya untuk mati sia-sia.
    untuk polisi yang kece baday yang katanya juga buat promo dan popularitas, kenapa mereka harus rela ngorbanin nyawanya hanya untuk hal semacam itu. Apa enggak ada skenario yang lebih aman?.
    ini terlalu beresiko untuk sekedar mendapatkan kepopuleran.
    Terlepas dari itu semua aku menghargai jasa mereka para polisi yang rela ngorbanin nyawanya demi menjaga keamanan negara Indonesia.

    Menurutku ini terlalu beresiko untuk sebuah popularitas. Aku nggak tau selain itu apa maksud dari semua kejadian ini jika ini memang skenario.

    BalasHapus
  11. filmnya emang keren nih bikin gw mikir siapa y dalangnya
    eh part2nya kapan y rilis?

    BalasHapus
  12. Sebelumnya saya mengapresiasi dulu tulisan mbak ini. Ya saya pikir di sini mbak lagi berusaha untuk mengungkapkan pendapat toh ya. Menurut saya, ya gak ada yang salah setiap orang untuk berbeda pendapat.
    Untuk terkait bom sarinah kemarin, saya tak ingin memberi tanggapan karena saya tak begitu yakin dengan semua isu-isu yang beredar. Cukup saya baca dan resapi sendiri saja karena mungkin ilmu saya di bidang itu boleh dibilang belum mumpuni atau masih awam.
    Untuk film alif lam mim. Duh, saya langsung berencana cari downloadnya ini mbak hehe :D

    BalasHapus
  13. Hemmhh... kebetulan kebetulan itu enggaj begitu gue pikirin sih. Yang jelas Islam emang bukan teroris. BUKAN!!

    Keren juga ya Korea pengalihan isunya. aha. Kalo di sini mungkin setara dengan video aril luna maya kali yah.

    Dilihat dari sinopsisnya, keren juga tuh film. Baru kali ini ada film indo bercerita tentang komspirasi. Gue jadi makin penasaran untuk downloadnya.

    BalasHapus

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)