14 April 2016

Satu Bulan di Medan


Tepat hari ini, satu bulan yang lalu kami sedang rempong di bandara Sultan Syarif Qasim Pekanbaru. Air mataku sempat jatuh ketika akhirnya bersalaman dan memeluk orang tuaku. Padahal sebelumnya tidak ada sedikitpun rasa sedih, karena ini hanya perpisahan setahun untuk ke Medan, bukan ke Papua! tapi saat aku tinggalkan Buya sedang sakit, masih harus bolak balik ke rumah sakit, terapi dan segala macamnya, siapa nanti yang akan wara wiri mengantarkan Buya, itulah yang membuat aku tak bisa menahan tangis ketika memeluk dan mencium Buya di bandara. Buya yang walaupun tidak enak badan tetap ikut mengantarkanku ke bandara, bahkan dengan semangat ngobrol dengan supir taksi bahwa anak gadisnya ini mendapatkan beasiswa Full kuliah di Medan. Buya yang malamnya masih tidak bisa bangun dari kasur, tapi pagi ketika berangkat dengan semangatnya bercerita bahwa anak pertamanya ini akan di didik untuk menjadi guru professional di asrama. Ah Buya, tetap lah sehat, tunggu aku kembali dan membahagiakanmu.
 
Sampai di medan kami disambut oleh ketua PPG UNIMED di ruangannya yang walaupun sudah jam 5 sore masih tetap buka. Kemudian kami di antarkan menuju asrama yang ternyata sedang di renovasi. Kami pun di tempatkan sementara di asrama Putra. Di sana kami bertemu alumni SM3T dari Padang yang akan bersama-sama PPG di UNIMED juga. Jadilah malam itu kami berbahasa minang ria. Hihihi. Malam pertama di asrama kami makan bersama nasi bungkus di gelaapnya lorong kamar, mati lampu. Sial.

Paginya di sibukkan dnegan urusan registrasi, daftar ini itu dan tetek bengek lainnya. Aku kira semua urusan akan selesai dalam satu hari. Ternyata membutuhkan 3 hari untuk menyelesaikan semua adm itu. Harapanku untuk ajojing ke pulau Samosir menikmati indahnya Danau Toba luluh lantak. Ditambah lagi teman-teman ku yang lain ternyata sudah pernah ke Medan. Jadi  aku doang yang exited ingin ke samosir. Padahal hanya ada waktu kosong 3 hari untuk mengurus semua adm. Selanjutnya sudah masuk kegiatan orientasi kampus. Semoga ada waktu dan rejeki yan pas di lain waktu.

Medan ini tidak jauh dari yang aku bayangkan, sebuah kota besar dengan kemacetannya. Dan udaranya yang  super panas. Jenis panas di medan beda sama di Pekanbaru. Kalo di Pekanbaru panasnya menyengat kulit tapi nggak bikin keringetan,  di Medan ini cuacanya menyokong kulit untuk lebih banyak memproduksi keringat. So, siang-siang di medan itu buanjir keringat. Bahkan subuh pun kami mandi keringat di kamar tanpa kipas angin itu. Karena sering kepanasan jadi dehidrasi terus, jadi banyak minum. Dan insyaallah kalau banyak minum jadi sehat 

Untuk adaptasi sebenernya nggak susah, aku ini tipe orang yang mudah adaptasi. Di Papua aja dengan mudahnya adaptasi dengan warga, dari wali murid, pendeta, pemuda desa, bahkan tukang mabuk pun aku jadikan teman. Tapi satu bulan di Medan aku belum dapet temen deket, belum bisa bener-bener gabung sama teman-teman asli Medan. Soalnya  aku selalu barengan sama teman2 dari Riau dan Padang. Makan bareng, padahal di ruang makan itu ada 199 anak PPG lainnya, pergi ke luar bareng, belanja bareng, jalan-jalan bareng. Sampai ada temen dari Medan yang bilang kami nggak bisa adaptasi. Sedihnya denger ada yang bilang gitu. Need more time aja kali ya. tapi setelah sebulanan ini di kampus udah bisa adaptasi dengan baik dong. Temen-temennya baik2, care dan banyak pelawaknya.

Anak Riau dan Padang ke pasar begini. keroyokan

08 April 2016

Keliling Sumatera Utara Dalam Sehari #PRSU 2016



I Love PRSU

Nggak nyangka banget bakal ke Medan. Rencana ke Medan pernah sih, numpang lewat mau ke Danau Toba. Tapi belum kesampean, Alhamdulillah Allah kasi jalan lain untuk ke Medan. Gratis pula! Ya, aku di tempatkan untuk belajar selama setahun di UNIMED. Pertama kali tau kalo aku bakal PPG di Unimed, Danau Toba seperti udah terbayang di depan mata. Secara kalo dari Pekanbaru-Samosir kan biayanya besar banget. Kalo dari Medan tentu lebih dekat dan hemat. Semoga ada waktu dan rejeki untuk explore Sumatra Utara ini kapan-kapan. 
 
Nah, sampe di Medan udah tenggelam aja sama kesibukan PPG, expectation begitu nyampe Medan 2 hari langsung ke Toba itu gagal total. So, sebelum explore Sumut beneran, aku dkk keliling Sumut dalam sehari. Kami datang ke Event tahunan yang ada di Medan. Namanya Pekan Raya Sumatera Utara a.k.a PRSU. Disini lengkap banget memamerkan setiap kabupaten yang ada di Sumut, dari jajaran pemerintahannya, makanannya, sampai tempat wisata nya. Ini ibarat kita mau beli rumah, liat replikanya dulu.  Sihiiiyyy…!!

So, abis pulang dari Istana Maimun, kami ke PRSU yang sore itu rame buanget. Untung kami nyampenya belum terlalu sore, jadi masi kebagian parkir mobil yang deket TKP. Pas kami pulang orang udah bejibun, parkir penuh. 

Begitu masuk dari luar terlihat robot-robotan ala-ala universal studio singapur menyambut tamu. Yang tadinya males mau masuk karena tiketnya ternyata Rp. 20.000, tapi begitu liat ke dalem ada banyak ikon-ikon keren gitu, akhirnya kami semua masuk. Walaupun harus ngutang dulu, soalnya dompet aku ketinggalan di asrama. Hahaha
 
welcome to PRSU 2016. Dari Kiri : Aan, Ningsih, Khusnul, Kak Ayu, Winda, Aku dan Dila
Bukan Universal Singapur