03 Juli 2013

Kasih tak Pernah Habis


Akhirnya aku selesai ujian skripsi. Kemaren (2 Juli 2013) aku di bantai oleh dosen penguji di meja hijau. Sidang nya Alhamdulillah lancar aman terkendali. Hasilnya langsung di umukan sore itu. Aku lulus dan bisa melanjutkan ke ujian kompre secepatnya. Alhamdulillah juga anak Matematika yang ujian skripsi kemaren banyak yang lulus, tapi ada 2 orang yang lulus bersyarat. Sedangkan anak konsen IPA, banyak yang gagal dan harus mengulang penelitian dan ujian lagi. Semoga yang gagal dan lulus bersyarat bisa lancar dalam perbaikan, tetap sabar dan semangat, sedangkan yang lulus tidak tinggi hati dan lancar menuju kompre. Amin ya Robb.

Nah yang mau aku ceritain disini bukan masalah ujian skripsi yang menegangkan. Bukan. Aku mau berbagi cerita, betapa perhatiannya Ummiku disaat aku membutuhkannya.


Waktu hari ulangtahun Ummi, sore menjelang magrib itu aku tau kalau aku ujian hari selasa, terhitung 4 hari lagi. Gimana aku nggak skot jantung! Langsung sesak napas dan lutut rasanya lemes.. aku takut banget ujian skripsi ini, lebih takut dari pada ujian proposal. Soalnya banyak yang gagal dalam ujian ini dan harus ngulang penelitian yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. argh.. nggak kebayang deh. Belum lagi aku ngebayangin dapet dosen penguji super Killer kayak di ujian proposal kemaren, ada kali 1 jam aku di bantai dengan pertanyaan-pertanyaan di meja hijau itu. padahal temen-temenku nggak sampe segitu lamanya. Dosen penguji bernapsu banget membombardir aku dengan pertanyaan-pertanyaan karna metode penelitian aku yang berbeda dari yang lain. Di konsen Matematika Cuma 2 orang yang memakai metode ini. jadilah aku dibatai habis-habisan. Untunglah aku lulus dan dapat B -__-

            Kekhawatiran itu masih melekat, aku pun kocar kacir kayak kambing baru disembelih. Menyiapkan alat peraga yang kemaren udah rusak dan hilang, terpaksa dibuat baru. Membaca banyak buku dan banyak hal lain.

            Disitu Ummiku berperan sangat besar. Beliau menenangkanku, memberiku ruang dan waktu seluas-luasnya untuk belajar, membiarkan kamar dan ruang tengah berantakan karna buku-buku ku dan kertas-kertas lain, membuatkan makanan untuk cemilanku. Membuatkan aku susu kalau dilihatnya malam aku masih berkutat dengan skripsi. Beliau juga menggantikan semua tugasku di rumah. Biasanya cuci piring atau lainnya aku yang mengerjakan, saat itu Ummi yang menggantikan. Beliau tidak pernah menyuruhku mengerjakan hal lain selain belajar dan belajar. 

Ummi juga selalu bertanya apa yang aku butuhkan, kalau kertas untuk ngeprint habis. Ummi langsung membelikannya. H-2 suaraku masih serak karna batuk, Ummi pun mencarikan aku obat di apotik tanpa aku minta. Apapun yang aku butuhkan, Ummi akan mencarinya walau ke ujung dunia. Duhai Ummiku.. hiks.. terharruu..

Dimalam ujian, jam 11 malam aku masih mengedit video yang besok akan di tampilkan dengan slide power point. Ummi masuk kamarku dan menyuruhku tidur. Takut besok terlambat bangun. Tapi karna video itu masih belum fix menurutku aku pun melanjutkannya. Tiada di sangka, jam 1 malam aku keluar kamar, Ummi masih duduk membaca buku di depan kamarku. Ummi menunggu dan memastikan kalau aku jangan sampai begadang. Waktu aku masuk kamar dan mematikan lampu untuk tidur, barulah Ummiku juga masuk kamarnya dan tidur. Duhai Ummii…. Betapa besar perhatianmu..

            Paginya semua sarapan sudah disiapkan Ummi. Aku bersiap ke kampus dengan membawa 3 tas besar yang berisi buku-buku dan bukti-bukti penelitian. Sungguh rempong! Apalagi dengan baju kebaya, rok sempit, di tambah sepatu high hell (sepatu neraka)  yang diwajibkan kampus. Alamak, pergi ujian berasa pergi balek kampung dengan barang dan pakaian se rempong itu!

            Pulang dari ujian, belum sempat aku turun dan motor, Ummi begitu antusias bertanya hasilnya. Aku pun menceritakan betapa ujianku berjalan sangat lancar, tidaklah seburuk yang aku bayangkan. Malah hasilnya di atas yang aku harapkan. Alhamdulillah..

            Ummipun tertawa terbahak-bahak ketika aku ceritakan, kejadian lucu di akhir ujian.
Ketika semua dosen penguji sudah puas bertanya, dosn pembimbingku yang baik hati mempersilahkan untuk menutup.

“Terimakasih kepada dosen pembimbing dan dosen penguji yang telah memberikan saran dan kritik untuk skripsi saya. Saya akan  memperbaiki skripsi saya”. Tapi dosen penguji langsung menyela.

“Apa yang mau kamu perbaiki? Memangnya penguji ada nyuruh kamu perbaiki?” kata dosen penguji sambil senyum. Semua penonton tertawa.

Aku pun nutup muka dengan buku saking malunya. “Salah ngomong, Pak”. Kataku membela diri. Hihi. Dan akhirnya aku menutup tanpa salam saking saltingnya.

            Semua ini tentunya berkat doa Ummi yang katanya malam itu sempat sholat hajat** memohon kepada Allah swt agar ujianku lancar. Berkat doa keluarga-keluarga yang selalu mensupport ku, menyemangatiku tiada henti. Adik-adikku, sepupuku Cici, Anisa, Fany yang selalu menelpon dan SMS memberi semangat. teman-teman terdekat yang tulus mendoakan. Berkoat doa dan motivasi dari kalian semua Allah memudahkan ujian skripsi aku. Terimakasih ya Allah. Terimakasih Ummi.. terimakasih semuanya.. #ambil tissu
Aku bangga punya ibu seperti Ummiku

*Ummi adalah panggilan untuk Ibu, setara dengan Mama, Mami, Bunda, etc. Di ambil dari bahasa Arab

**Sholat Hajat dilaksanakan karna mempunyai keinginan khusus dan  memohon kepada Allah swt mengabulkannya.

16 komentar:

  1. alhamdulillah , doa , kasih sayang ibu itu memagn luar biasa .
    selamat ya atas lulus ujiannya, apalagi tanpa revisi
    keren banget, sekarang bisa nge les i anak tetangga dengan tenang kan, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas... ehehehe.. mas agus masi inget aja kasus anak les..

      Hapus
  2. Aku baca ini jadi nyadar kalo ibuku sebenernya juga perhatian kayak gitu...

    Congrats ya udah lulus skripsi. Tinggal wisuda dong. Congratulations. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, sebenarnya tiap ibu itu perhatian. tapi kita anaknya yg nggak nyadar :(

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. terharu. ibuku juga perhatian kayak gitu.
    ibu juga pasti selalu mendukung kita. ibu bener bener perhatian :)
    kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa #nyanyi

    selamat ya udah lulus ujian skripsi :D

    BalasHapus
  5. selamat kakak... seorang ibu pasti sangat perhatian kak, tiap aq ujian pun Ibuku ga lupa mendoakan aq dalam sholat malam nya ^_^
    #aq follow ya

    BalasHapus
  6. doa ibu memang tak kan pernah putus :)

    BalasHapus
  7. kasih ibu memang tiada duanya :)

    saya juga pernah nonton film drama judulnya my mom, kisah yang benar-benar menyentuh dan membuat saya termenung :)

    BalasHapus
  8. ummi, panggilan ibunya ya. kalo aku mah emak hehe gak nanya yah.
    baik banget ibunya, perhatian pula, selamat ya teh atas kelulusannya.. :)

    BalasHapus
  9. wah, memang kasih ibu itu sepanjang masa. dalam keadaan apapun pasti selalu support anaknya.. sama kayak masalah ini..

    BalasHapus
  10. jadi inget mau sidang, ditemenin ibu tidur karena gwnya ga bisa tidur .. T^T

    BalasHapus
  11. ibu emang sosok yang paling top sepanjang masa.. cukup terharu :))

    BalasHapus
  12. wah wah selamat ya mbak atas kelulusannya....
    :)

    saya belum kuliah jeee....

    BalasHapus
  13. makasi atas infirasinya, semoga tambah berkah ilmunya

    terima kasih , sangat membantu^^

    BalasHapus

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)