Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan

24 Juli 2018

Staycation Bareng Sahabat di Hotel Tjokro Pekanbaru

7/24/2018 01:14:00 PM 7 Comments
Assalamualaikum…
Apa kabar para penikmat gaji?

Kali ini aku mau ceritain serunya chillin manja di Hotel Tokro Pekanbaru bareng sahabatku si Winda. Winda ini bisa dibilang sahabatku sejak balita, karena dari umur 5 tahun kita udah main Barbie bareng dirumahnya yang ada tepat di depan rumah nenekku. Kita nggak pernah satu sekolah, tapi kalau ketemu lansung nempel kayak perangko. Waktu aku sekolah di Jakarta, kami bahkan surat-suratan loh! Di zaman belum ada Friendster apalagi facebook. Tiap bulan deg-degan nungguin surat dari si Winda. Hahaha.



Setelah lama berkelana keluar kota, sekarang kami sudah sama-sama bermastautin di Pekanbaru. Tapi, walaupun kami tinggal di kota yang sama, faktanya rumahnya dia di Palas sedangkan aku di Kulim. Itu tuh udah kayak dari Sabang ke Merauke. Dari Barat ke timur. Nah karena rumah kami yang ada di dua sisi ujungnya Pekanbaru, jadi susah banget nyari waktu buat ketemu. Secara rumah jauh dan sibuk kerja, sekalinya ketemu pengennya lama biar puas curhat-curhat nya. Nonkrong di café udah terlalu mainstream, pengen liburan ke luar kota nggak punya duit. Lagian waktunya juga nggak ada. Hah, alasan klasik!

Setelah lama rencana dan ujung-ujungnya  gagal melulu, akhirnya kami berdua bisa juga meet up sekaligus liburan.  Misi kami pengen makan, duduk lama-lama sambil cerita ngalor ngidul, nonton bareng video-video lama di laptop, bangun malam bareng, ah banyak deh. Intinya pengen menghabiskan waktu berdua lama-lama.  Akhirnya kami memilih untuk staycation. Mungkin ada yang belum akrab dengan istilah staycation. Di ambil dari kata Stay dan Vocation, yang artinya kira-kira liburan tapi tetap tinggal dirumah atau bisa juga di penginapan yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Biasanya kaum people zaman now yang haus piknik menggunakan istilah ini untuk liburan hotel dalam kota. Ingin memanjakan diri dengan fasilitas hotel selama sehari semalam. Dari kamarnya, kolam renangnya, menu makanannya sampai ke SPA atau gym. Me time gitu lah pokoknya. Nah aku dan Winda uga pengen staycation juga di Pekanbaru. Biar kayak orang-orang gitu.. muehehehe

Sabtu siang kami berkesempatan untuk staycation di Hotel Tjokro. Hotel ini bintang 3 dan lokasinya pas banget di tengah kota. Adil banget lah buat aku dan Winda yang rumahnya dari timur ke barat ini. hahaha. Pulang sekolah aku langsung melipir ke Hotel Tjokro yang ada di bawah fly over jalan Sudirman- Harapan Raya.

Sambil nungguin Winda pulang ngantor, aku check in duluan dan minta kamar yang city window gitu. Alhamdulillah kamarnya tersedia! Yihaaa… aku kebagian kamar tipe deluxe room. Yahuutt… kita berdua bisa nyaman staycation duonk.
pemandangan dari Jendela kamarku. yahuuutt... 
Namanya juga rencana manusia, ada aja kendalanya. Si Winda ditungguin lama banget, padahal rencananya mau nobar di kamar. Aku udah siapin filmnya. Tapi kerjaan di kantornya masih numpuk banget dan aku harus nunggu dia sendirian di kamar. Dari pada bengong, mending aku keliling hotelnya dulu mau liat-liat.
suka sama dekor dan pencahayaan restonya Tjokro ini
internet corner gratis di Lobby Hotel Tjokro Pekanbaru
Hotel Tjokro ini kalau di lihat dari lobby nya bisa dibilang looknya Indonesia banget. Spot-spotnya dihiasi dengan aneka aksesoris khas Jawa. Lobbynya juga nyaman dan nggak ngebosenin untuk duduk-duduk sambil nunggu. Ada banyak sofa dan smoking area juga. Di lobby juga ada meja computer untuk di pakai internetan. Aku sempat nyobain sinyalnya ternyata lancar jaya. Wah kalau begini mah betah. Hehehe

BACA JUGA : Blogger Gathering di Hotel Tjokro Pekanbaru

Sorenya, di Lobby Hotel Tjokro rame banget. Ada anak-anak usia 5-12 tahun lagi main di area kids cornernya tjokro. Ternyata hotel ini lagi memperingati hari anak Indonesia. Anak-anak ini bakal di ajakin lomba mewarnai dan lomba menghias donat. Wahh.. hotelnya ramah anak banget ya. jadi pengen nanya deh. “Bang, kapan bawa anak kita ke Hotel Tjokro?”

19 Juni 2018

Wisata Sambil Belajar di Planetarium Jakarta

6/19/2018 11:31:00 PM 22 Comments
Assalamualaikum calon orang sukses….

Cekgu lagi liburan di Jakarta nih. Gaooolll kaann… hahaha.

Alhamdulillah kemaren dapat tiket gratis ke Jakarta. Jangan di tanya tiketnya dari mana, pokoknya halalan toyyiban deh! Nah, mumpung lagi di Jakarta, cikgu gaul gak mau dong diem di rumah aja. Secara jalan Jakarta yang biasa macet parah jadi lengang sampai bisa main bola. Gimana nggak tergiur coba buat keluar dan menikmati lengangnya jalan di Jakarta.

Salah satu destinasi wisata yang aku kunjungi selama 9 hari di Jakarta ini adalah Planetarium dan Observatorium Jakarta.

Planetarium Jakarta ini berada dalam kawasan Taman Ismail Marzuki yang berada di jalan Cikini Raya, Jak-pus. Kebetulan lokasinya nggak jauh dari rumah nya om ku. Om ini adik bungsunya ummiku. Ya kali aja ada yang ngira aku main sama om om :D

Kami sampai disana jam 12 tepat. Dan ternyata disana udah ruammeee banget antrian beli tiket buat nonton show jam 3 sore. Kami pun ikut masuk di antrian yang sudah diatur duduk mengular. Jadi nggak capek berdiri buat nunggu 3 jam kedepan.

Jam 14.30 loketnya baru buka. Harganya murah banget. Rp. 12.000 untuk dewasa. Dan Rp. 7.000 untuk anak-anak. Satu orang bisa beli 4 tiket. Karena kami ada 6 orang sama adik-adik sepupu. Yang ngantri cukup 2 orang dan yang lainnya bisa main-main ke ruang planetariumnya. Seru!

Singkat cerita, setelah ngantri tiket kami langsung masuk Teater Bintang. Teater Bintang dengan atap mirip kubah masjid dan tanpa layar seperti di bioskop pada umumnya. Awalnya aku sempat bingung, muterin filmnya dimana yak. Eh eh eh…. Ternyata diluar dugaan. Ini sih penampakannya kayak di film-film gitu. Kereenn…
source :  http://www.aplf-planetariums.info/
Sebelum shownya di mulai kita selfie dulu. no selfie = hoax
Di dalam Teater Bintang ini kita semacam di ajak naik pesawat luar angkasa dan melihat benda-benda langit dari luar angkasa. Sandaran kursinya juga bisa rubah posisi sampai kita kayak lagi baring di hamparan padang rumput yang luas dan menatap ke langit. Indah bangeeeet…. ada juga sesi kita seperti sedang naik pesawat dan berkeliling di Luar angkasa. Adikku sampai pusing kepalanya, ngerasa kursinya muter-muter. padahal mah itu optik trik yang membuat penonton berasa berputar di luar angkasa. ah keren!

30 Desember 2017

10 My Unlucky Moment Selama Liburan di Sumbar

12/30/2017 05:14:00 PM 4 Comments

Biasanya aku selalu menghiasi blog ini dengan cerita-cerita travelling yang menyenangkan. Padahal kadang dibalik perjalanan yang menyenangkan, ada juga kejadian-kejadian yang bikin kesel tapi nggak diumbar. Nah kali ini aku mengalami buanyak banget “Apes Moment“ yang bikin jari aku gatal banget mau ceritain diblog ini. So, ini dia 10 ke apesan yang aku dapat selama 5 hari liburan ke Sumbar (23-27 Desember 2017).



Aku urutkan ceritanya dari kesialan paling receh sampai kesialan paling bikin pingsan. So, baca sampai habis yaa pemirsah ^_^

02 Mei 2017

Duo Sister Mimpi ke Negeri Gingseng Bersama Cheria Wisata

5/02/2017 11:45:00 PM 43 Comments
Tap for zoom
Aku dan si sofi pun menggebu-gebu buka tante google. Bukan nyari destinasi wisata di korea atau  tiket promo ke korea, tapi nyari apa itu wisata halal. Soalnya waktu kami tanyain ke Buya (Panggilan untuk Ayah) apa itu wisata halal, Buya malah bilang “Udah pake smartphone tapi kok nggak smart-smart juga sih kalian” kata Buya sambil ngeloyor pergi. gubrak banget kan.

Setelah aku googling sana-sini ternyata wisata halal itu lagi digadang-gadangkan banget di Indonesia. Lombok yang mempesona itu udah didapuk menjadi yang pertama dan satu-satunya daerah yang punya Perda wisata halal di Indonesia. Luar biasa!

Dalam Perda No. 2 Tahun 2016 tentang pariwisata halal, tertulis bahwa ruang lingkupnya bukan hanya soal makanan dan tempat sholat saja. Tapi juga mencakup pemasaran dan promosi, kelembagaan, pembinaan, pengawasan sampai ke pembiayaan yang merujuk pada syariat islam.
Dengan brand wisata halalnya, Lombok sudah berhasil mendapatkan dua penghargaan sekaligus yaitu World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination di ajang World Halal Travel Award (WHAT) 2015 yang diselenggarakan di Abu Dhabi, UEA. Wow! Semoga semakin banyak lagi daerah yang memiliki perda wisata halal di Indonesia.

26 Oktober 2016

INSPIRASI DARI MUSEUM BATAK ,TB SILALAHI CENTER

10/26/2016 01:10:00 PM 16 Comments
in front of museum Batak
Baca perjalanan sebelumnya :

Dari zaman dahulu kala, orang Batak itu udah kenal sama budaya yang tinggi. Dulu bahkan ada tulisan aksara Batak, bahasa Batak , Gondang Batak, pakaian Batak (ulos), dan ada penggunaan marga. Tapi zaman kan udah modern ya. takutnya lama-lama nilai budaya makin hilang. Makanya dibangunlah MUSEUM BATAK TB SILALAHI CENTER ini. yang namanya museum pasti isinya barang-barang peninggalan budaya yang bersejarang dong ya. kalo isinya ikan itu mah namanya pasar ikan #gaklucu

Aku baca di brosurnya, museum ini dibangun selain untuk nyimpen barang-barang budaya, juga untuk menyatukan ke 6 etnis Batak yang ada di Sumatera Utara. Ada Simalungun, Mandailing, Angkola, Pakpak dan Karo (CMIIW). Bagunan museum ini dibangun super megah banget. Katanya sih museum ini dapat anugerah Cagar Budaya dan Permuseuman tahun 2014, sebagai Museum swasta Terbaik di Indonesia yang dianugerahkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kerenn…kereenn… #standing applause

19 September 2016

Festival Danau Toba di Muara. Negeri Indah kepingan Surga

9/19/2016 10:38:00 AM 4 Comments
pose gak jelas di FDT
Cerita sebelumnya : Hai, Danau Toba!
Seger banget abis SPA di Pemandian air panas Sipoholon, perjalanan pun di lanjutkan ke Muara. Dan kami berempat masih belum tau mau dibawa kemana. Waktu di pinggir jalan liat spanduk-spanduk bertebaran baru deh kami tau kemana arah dan tujuan perjalanan jauh ini.

SELAMAT DATANG DI FESTIVAL DANAU TOBA
MUARA NAULI- TAPANULI UTARA

Aku pun langsung kegirangan. Ternyata kami bakal diajak ibu nonton FESTIVAL DANAU TOBA! Ivent yang diadakan Cuma setahun sekali! Gilaakk… gilaakk… festival dayung sampan di taluk kuantan, Riau aja seumur-umur belum pernah. Lha ini di ajak nonton Festival Danau Toba di Tapanuli Utara. What a lucky I am.

18 September 2016

Hai, Danau Toba!

9/18/2016 08:02:00 PM 20 Comments


Yeaayy… Alhamdulillah ya…  setelah 6 bulanan jadi anak asrama di Medan, akhirnya aku bisa liat Danau Toba juga. Gretongan lagi… rejeki anak sholeh emang kagak kemana. Sini-sini, aku ceritain dikit trip ke Danau Toba selama 3 hari kemaren. Bukan kemaren juga sih, udah lumayan lama juga. Hahaha.

Awalnya liburan lebaran Iedul Adha ini rencananya aku mau menumpang hidup dirumah temen sekamar. Namanya Erni. Cewek asli Batak ini tinggal di Binjai. Sekitar 1 jam dari Medan. Ya dari pada seminggu bengong aja di asrama yang udah bisa dipastikan bakal sepi banget itu, mending numpang hidup di rumah Erni, biar kebagian makan rendang daging kurban. Hohoho #mental gratisan

Sebelumnya, Ibu Asrama yang biasanya paling ditakuti dan disegani di asrama (like always every dormitory do), tau-tau nyamperin aku. ngajak touring pake motor ke daerah Sibolangit sana, mungkin kesian liat aku di asrama terus. Setiap orang liburan pada pulang selalu jadi penunggu asrama. So, udah diomongin sana-sini gimana berangkatnya, pake motor siapa, bobonya dimana dll. Eh, ujung-ujungnya karena beberapa alasan nggak jadi. Kalo pun jadi, belum tentu juga Ummi aku bakal ngizinin sih. Hihihi. Yaudah deh, aku rencanain ke rumahnya Erni aja di Binjai. Sedangkan temen-temen dari Riau yang lainnya masih betah jadi penunggu asrama. 

Eh dasar rejeki anak sholeh, beberapa hari kemudian, ibu asrama yang kami panggil Bu’ Nur nyamperin aku sebelum makan malam. Kali ini ngajak touring tapi pake mobil. Gak pake itinenary. Pokoknya dari asrama jalan aja terus, kalo nemu tempat bagus kita berhenti. Nginap dimana nanti aja dipikirin, penginapan dimana-mana juga banyak. Pokoknya kita jalan! Mungkin Bu’ Nur mau kekinian, pake istilah Let’s Get Lost aja kali. asek! Karena anggota masih kurang, temen lain yang di ajakin Bu’ Nur pada gak bisa ikut, yah, dari pada mobil kosong, aku ajak aja anggota di Kasturi. Terjaringlah Tika, Putri dan Fitri. Here we go….!!!

08 April 2016

Keliling Sumatera Utara Dalam Sehari #PRSU 2016

4/08/2016 05:03:00 PM 12 Comments


I Love PRSU

Nggak nyangka banget bakal ke Medan. Rencana ke Medan pernah sih, numpang lewat mau ke Danau Toba. Tapi belum kesampean, Alhamdulillah Allah kasi jalan lain untuk ke Medan. Gratis pula! Ya, aku di tempatkan untuk belajar selama setahun di UNIMED. Pertama kali tau kalo aku bakal PPG di Unimed, Danau Toba seperti udah terbayang di depan mata. Secara kalo dari Pekanbaru-Samosir kan biayanya besar banget. Kalo dari Medan tentu lebih dekat dan hemat. Semoga ada waktu dan rejeki untuk explore Sumatra Utara ini kapan-kapan. 
 
Nah, sampe di Medan udah tenggelam aja sama kesibukan PPG, expectation begitu nyampe Medan 2 hari langsung ke Toba itu gagal total. So, sebelum explore Sumut beneran, aku dkk keliling Sumut dalam sehari. Kami datang ke Event tahunan yang ada di Medan. Namanya Pekan Raya Sumatera Utara a.k.a PRSU. Disini lengkap banget memamerkan setiap kabupaten yang ada di Sumut, dari jajaran pemerintahannya, makanannya, sampai tempat wisata nya. Ini ibarat kita mau beli rumah, liat replikanya dulu.  Sihiiiyyy…!!

So, abis pulang dari Istana Maimun, kami ke PRSU yang sore itu rame buanget. Untung kami nyampenya belum terlalu sore, jadi masi kebagian parkir mobil yang deket TKP. Pas kami pulang orang udah bejibun, parkir penuh. 

Begitu masuk dari luar terlihat robot-robotan ala-ala universal studio singapur menyambut tamu. Yang tadinya males mau masuk karena tiketnya ternyata Rp. 20.000, tapi begitu liat ke dalem ada banyak ikon-ikon keren gitu, akhirnya kami semua masuk. Walaupun harus ngutang dulu, soalnya dompet aku ketinggalan di asrama. Hahaha
 
welcome to PRSU 2016. Dari Kiri : Aan, Ningsih, Khusnul, Kak Ayu, Winda, Aku dan Dila
Bukan Universal Singapur

27 Maret 2016

Jadi Ratu di Istana Maimun Medan

3/27/2016 08:55:00 AM 18 Comments
Jadi ceritanya, setelah 2 minggu tinggal di Medan, baru kemaren itulah aku dkk mahasiswa dari Riau dan Padang ini bisa ngebolang di Medan. Sebelumnya kami cuma tau kampus, asrama dan pasar di Aksara. What a boring day! Setelah tanya sana-sini, lobi sana sini sampai bibir dower, kami menemukan pahlawan yang tidak kesiangan untuk membawa kami keliling kota Medan. Doski menawarkan diri untuk jadi Guide dan nawarin pinjaman mobil sekaligus jadi supir. Waaahh.. paket lengkap! Temen PPG asal UNIMED ini awalnya tidak mau disebut namanya, tapi kita sebut saja inisialnya Zulvan. Sebelumnya Zulvan juga yang banyak membantu kami dalam proses kehidupan nomaden kami di asrama UNIMED. Pokoknya Zulvan ini care banget lah. Oke punya.

Malamnya rapat kecil, paginya kami pun ready keliling kota Medan. Tadinya mau ke Brastagi, tapi takut nggak terkejar waktunya, secara status kami sekarang adalah anak asrama yang terikat peraturan. Finally diputuskan kami keliling-keliling kota aja dan ke Istana Maimun, sekalian sholat di Masjid Raya Medan. Oke deh. 8 orang dari UNRI, 4 Orang dari UNP, ditambah Zulvan sebagai supir, Pak Lurah Asrama dan Aan dari UNIMED bersiap cus and go…!!!

Karena mobil cuma satu, yang cowok-cowok di carikan pinjaman motor. Jadi yang cewek-cewek duduk cantik di mobil, yang cowok-cowok konvoi pake motor. Asek asek… akhirnyaaaa… ada jugaa yang ngajak jalan-jalan di Medan. Hahaha
cap cuuuuusssss


26 Desember 2015

Pingken Ngetrip ke Pulau Pamutusan

12/26/2015 05:50:00 PM 17 Comments
Kenalin! Nama Gue Pingken!
Hai semua, kenalin nama gue pingken. Eh itu nick name gue ding. Nama panjang gue Pinky Chicken. Gue adalah anak ayam sial yang jatuh di tangan orang yang salah. Bayangin aja sob! Baru lahir beberapa hari gue udah di suntik. Kata orang disuntik itu kayak di gigit semut. Itu dusta! Suer di suntik itu sakit banget! Kayak digigit macan! Gue Cuma bisa menjerit-jerit ketika tangan kasar itu menusukkan jarum. Dan setelah itu badan guee.. bulu gue.. semua perlahan berubah jadi pink!

Belum selesai penderitaan gue. Tangan kasar itu membawa gue ke dalam sangkar yang di dalamnya juga penuh dengan anak ayam yang sama sialnya dengan gue. Kami semua terpisah dari mama. Eh sorry, gue manggilnya memo dan manggil bokap gue Pepo. Biar mirip anak SBY gitu. Walaupun gue Cuma anak ayam kan gue mau keren juga. Disangkar ini semua menjerit-jerit bagaikan anak ayam kehilangan induk. Ya emang itu kenyataannya sih…

20 Desember 2015

Tips backpacker hemat dan nyaman ke Raja Ampat

12/20/2015 05:14:00 PM 14 Comments

1.       Buat rombongan. Kalau mau hemat jangan berangkat berdua doang ama pasangan, apalagi sendirian. it’s okay kalo budjet kamu di atas 15 juta boleh deh sendirian. Karena buat sewa kapal keliing pulau aja udah 7 juta. Tapi kalo uang kamu berlimpah, dan mau nyobain sensasi privat tour. It’s okay. No problem. Kalo aku sih ogah. Percayalah, bersama lebih baik.



2.       Cari tiket pesawat murah.Kan sering tuh ada tiket promo dari berbagai maskapai, tapi udah aku pantau terus sejak pertengan tahun 2015 sampe aku pulang dari raja ampat kemaren bulan , nggak ada promo ke papua. palingan promo sekitaran pulau jawa dan Sumatra aja. Tapi Tuhan bersama rang-orang yang sabar, pantau aja terus web yang jualan tiket pesawat kayak traveloka. E tiket. Dll. Biasanya prime time tiket promo itu tengah malam

Banana Boat at Pamutusan Island

12/20/2015 06:59:00 AM 26 Comments
Biar lebih seru, baca dulu cerita sebelumnya:
Camping dan Snorkeling di Pulau Pamutusan
Camping dan Snorkeling di Pulau Pamutusan #2 
Suatu pagi di Pulau Pamutusan 

Apa yang terpikir ketika menyebut banana boat? Boat pisang? Atau boat yang bentuknya seperti pisang. Yap! Benar sekali. Banana boat adalah salah satu wahana permainan di air. Bentuknya seperti pisang, di tarik menggunakan kapal speed boat dan melajulah di tengah birunya laut. 

Di Sumbar, ada beberapa titik tempat kita bisa bermain banana boat. Di pantai carocok salah satunya. Tapi pantai carocok saat ini sudah sangat ramai. Tidak asik menikmati pantai jika terlalu ramai pengunjung. Aku dan teman-teman rombonganku memilih untuk main banana boat di sebuah pulau yang belum terlalu ramai. Sebelumnya kami pun sudah camping disana, paginya kami snorkeling dan main banana boat. What a beautiful Holiday.
 
Ready to Banana Boat
Darwin di kerjain, di pakein sunblock tapi ngak di ratain.. jadi kayak tikus keluar dari tepung :D
Naik ke Banana Boat nya penuh perjuangan cuy
bersiap untuk meluncurrrrrrrr

19 Desember 2015

Suatu Pagi di Pulau Pamutusan

12/19/2015 06:35:00 AM 14 Comments
Suatu Pagi di Pulau Pamutusan, Sumatra Barat

cerita sebelumnya :

Camping dan snorkeling di Pulau Pamutusan, Sumbar

Camping dan Snorkeling di Pulau Pamutusan, #Part 2


Langit masih gelap, debur ombak terdengar sangat syahdu karena tiada suara lain dipulau itu. beberapa tenda yang berbaris disamping kami masih tertutup rapat. Aku keluar dari tenda yang sudah seperti sauna. Sekitar jam 3 pagi baru bisa tidur. Sebelumnya aku cuma memejamkan mata tapi tidak bisa tidur karena badan basah oleh keringat. Ternyata ngecamp di pantai jauh beda sama ngecamp di gunung. Di pantai panas bangeett… jam 5.30 aku melangkah mengikuti Jamira ke kamar mandi umum untuk berwudhu. Kami sholat subuh di detik-detik matahari terbit. Ighfilri ya Robb…
 
Selesai dua rakaat, kami keliling pantai. Menikmati irama debur ombak di pulau yang sunyi, mendengaran kicauan burung yang hinggap di pulau kecil ini kemudian terbang lagi.  Menyusuri dermaga yang berwarna kebiruan. Menyaksikan kerlap kerlip lampu di pulau pagang yang dimatikan satu persatu. Dan tidak lupa berpose alay dengan camera HP seadanya.

from left : Darwin, aku dan Iam. keliatan banget muka bangun tidur nya :D
ada paparazi
Guvan, guide kami yang berdedikasi baru bangun dan kami langsung mengajaknya tracking ke puncak pamutusan untuk menikmati sunrise dari atas. Dengan baju piyama, sandal jepit seadanya, dan muka bangun tidur kami tracking ke puncak. Iam bahkan masih bergulung dalam sarung. Padahal aku sudah menyiapkan kostum untuk tracking, sepatu keren juga sudah kubawa. Semuanya sia-sia hanya terpendam di dalam tas yang saat ini di tenda. Kalau harus ganti kostum dulu kelamaan, bakal nggak kebagian nonton bioskop terbitnya matahari. Rugi dooong..

Naik ke atas diperkirakan cuma 15 menit doang. Tapi ketinggiannya lumayan curam dan licin habis ditimpa hujan tadi malam. Kaki ku berasa kebas berjalan di kemiringan yang tajam dan selicin itu. Beberapa kali aku berhenti dan menarik napas ngos-ngosan.  Gimana mau  nanjak merapi kalo bukit beginian aja udah ngos-ngosan. Hihihi.

Sampe di atas kita disuguhi gugusan pulau-pulau dan birunya laut. Ditambah bonus sunrise yang kueeereeeennnn banget.. tapi sayangnya aku nggak bisa menggunting indahnya matahari terbit pagi itu dan menempelkannya di blog ini, karena lagi-lagi kami nggak bawa kamera. Cuma mengandalkan HP. Ada sih kameranya guide, tapi lupa minta file nya. Biarlah memori otak yang menyimpan semua pemandangan indah itu.
Pulau Pagang yang terlihat dari Pulau Pamutusan, dengan camera seadanya
Temani Adek, Bang...
bukan LGBT

L O V E
Mira, Darwin Iam dan aku. ala ala anak 4L4Y

Dari atas puncak pamutusan ini terlihat 2 pulau yang terhubung. Seperti jalan antar pulau. Karena itulah pulau ini disebut pulau pamutusan. Karena kalau laut pasang, sebagian dari ‘jalan’ yang terlihat itu akan tenggelam.
Mira dengan Pose nasioalisnya
Pose Nasionalis yang gatot, tiang benderanya patah -__-
With all your crazy friends laughing with you somewhere in secluded private clear blue lagoon, you can never have too much fun! :D (ngutip kata-katanya prettypucca)

Kalau Raja Ampat punya puncak Pianemo atau Wayag. Sumbar punya puncak pamutusan dan pasumpahan. It’s really like a mini raja ampat. Nggak bosen-bosen mandangin samudra yang dihiasi pulau-pulau itu dari atas. Subhanallah.. indahnya ciptaan Tuhan.

Turun dari puncak lebih gamang dari pada naiknya. Karena sandal ku cuma sandal jepit ala pantai yang sangat tidak cocok untuk menuruni bukit curam dan licin, Darwin akhirnya merelakan sandal gunungnya sedangkan dia nyeker. Yang walaupun kebesaran, tapi aku jadi lebih nyaman dan berani jalan turun ke bawah.

“Heuhh.. susah bawa nenek-nenek jalan!.” Katanya mengerutu meninggalkan aku di atas yang teriak-teriak minta ditungguin. “Pinggang nenek encok cuu…”

Sampai dibawah kita langsung ganti kostum untuk snorkeling dan underwater foto session 2. Juga syuting video underwater. Walaupun hasilnya nggak seberapa, tapi cukup memuaskan. Si Guvan sampai ngos-ngosan karena harus berkali-kali nyelam untuk mengambil gambar. Dan si mas bro (yang sampai sekarang aku masih lupa namanya) sibuk megangin live jacket dan alat snorkeling selama kita nyelam bebas tanpa alat.

Pagi itu, air masih jernih dan pulau masih sepi. Dengan leluasa kami bisa puas foto-foto underwater dan berenang-renang di pantai yang nggak jauh dari dermaga. Menambah koleksi luka di tangan dan kaki karena kena karang, dan jamira tetep dong… ngapung-ngapung 
dengan live jacket nya dan aman dari luka! :D

Jam 11 siang mulai berdatangan beberapa kapal. Karena mungkin \ hari sabtu, jadi banyak pengunjung yang sekedar datang sebentar dan kemudian pergi lagi ke pulau lainnya. Ada juga rombongan gathering dari salah satu Koran di Pekanbaru.

Guvan dan asisten guide nya sibuk melayani mereka. Dari memberikan breefing singkat, sampai underwater foto. Tapi underwater foto disiang itu tidak begitu bagus, mungkin karena terlalu ramai dan cuaca agak mendung. Jadi air laut gelap dan hasil foto kurang jernih. Kurang beruntung deh si oom oom. Kapan-kapan balik lagi om… 

Siang itu kami juga kedatangan satu anggota yang mau ikutan ke pamutusan. Tapi karena doski udah punya istri, dan nggak bisa ninggalin kerjaannya, jadilah nggak bisa ikut ngecamp dan baru bisa datang hari sabtu pagi. Dokter berkulit putih ini 2 tahun PTT di Papua. Aku udah pernah juga bertandang ke tempat tugasnya di Bokondini, Tolikara. Beberapa kali ngetrip bareng. Salah satunya waktu mengejar salju ke Trikora. pernah aku ceritain DISINI dan DISINI.

Bang Poby yang jadi dokter umum di RS. M. Djamil Padang ini begitu datang langsung diajakin buat foto underwater. Karena kami udah take foto sejak kemaren, Cuma bg Poby doang yang turun, sedangkan kami nyante-nyante di ayunan.
Bg Poby bersiap snorkeling. what a crystal water!!
Begitu bg Poby kelar sesi foto underwaternya, nasi bungkus yang udah di sedian Loading Tour langsung di lahap. Setelah itu mandi, sholat zuhur dan beres-beresin tenda untuk berangkat ke pulau selanjutnya. Pulau Pasumpahan dan Suwarnadipwa. Here we cooooomeeeee…!


14 Desember 2015

Camping dan Snorkeling di Pulau Pamutusan, #Part 2

12/14/2015 04:44:00 PM 11 Comments




Snorkeling adalah kegiatan yang paling aku suka kalo lagi ketemu pantai bagus. pake live jacket, pake snorkel dan ngapung-ngapung di permukaan laut menceburkan wajah melihat keindahan bawah laut yang luar biasa. Dulu pertama kali nyobain kegiatan snorkeling ini, aku agak deg-degan ketika ngeliat dasar laut yang dalam. Paling beraninya yang di kedalaman 2 meter aja. Tapi sekarang lumayaan berani agak ke tengah, kedalamannya sekitar 3-8 meter. (kalau untuk snorkeling itu udah cukup dalam). Tapi asalkan nggak sendirian! hahaha. Kalo sendirian aku takut hanyut lagi kayak waktu snorkeling di Yenbuba, raja ampat. Gara-gara exited banget aku langsung terjun dari kapal, padahal arus lagi kencang banget sore menjelang magrib itu. Untung ada 2 hero penyelamat. Alhamdulillah… hihihi.

Karena takut terbawa arus itu, kali ini aku snorkel nya nggak mau sendiri. Kadang aku ngekorin Iam, kadang ngekorin Darwin. Sampe kadang muka aku ketendang kakinya. Bodo amat! Yang penting aku nggak sendiri. Kecuali kalo snorkel di tepi yang nggak jauh dari dermaga. Berani deh aku sendirian.