Tampilkan postingan dengan label catatan harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan harian. Tampilkan semua postingan

22 November 2022

Workshop Literasi Pertamaku Setelah Menikah!

11/22/2022 10:52:00 PM 2 Comments
Bersama penulis-penulis senior FLP Riau.
Arah jarum jam : Aku, Bu Mulyati, Pak Bambang Kariyawan, dan Mba Sugiarti

Alhamdulillah, wa syukurillah. Bisa kembali menjenguk blog  yang sudah 2 tahun terlantar (bersih-bersih sarang laba-laba dulu kali ya) dengan ghiroh menulis yang bangkir dari kubur, eh bangkit dari kematian, eh bangkit dari keheningan, akhirnya blog ini terisi lagi! yeay

Semenjak jadi istri orang, memang begitu syulit untuk menulis. Karena aku yang penulis kacangan ini butuh waktu yang lama dan ruang yang tenang. Sedangkan semenjak menikah, hamil, punya anak. Semua jadi serba repot. Jangankan mau duduk di depan laptop, mau bersemedi di wc aja harus siap mendengar nyanyian dari anak. Tapi itu cuma alibi gaes. Intinya niat dan tekatnya kurang kuat. Jadi beragam kondisi dijadikan alasan. Ya sudahlah kita tinggalkan pembuka blog yang membosankan ini. Gaskeun langsung ke inti ceritanya.

Jadi sejak menikah, aku betul-betul vakum dari dunia kepenulisan dan tenggelam dalam kesibukan. Berbagai kegiatan ku lewatkan begitu saja. Tapi begitu ada surat undangan untuk kegiatan ini di share di grup FLP Riau, jemari ini begitu saja tiba-tiba menjapri ketua panitia dan menyatakan mau ikut. Dan pilihanku untuk ikut di kegiatan 2 hari ini memang tidak salah!

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Riau. Pesertanya didaulat dari berbagai daerah se Riau, dan juga komunitas-komunitas Literasi di Pekanbaru. Dan aku termasuk dalam utusan Komunitas Literasi.

Pemateri pertama aja udah bikin tercengang dengan fakta-fakta dunia sosial media yang bikin mulut ternganga. Pemateri kedua, eks Journalist Jawa Pos Group, influencer yang memaparkan materi berdasarkan Al-Qur’an.

09 November 2019

Diskriminasi Fisik itu masih ada!

11/09/2019 02:54:00 PM 0 Comments
source
Assalamualaikum….
Alhamdulillah akhirnya bisa nulis blog lagi. Makasih banget loh udah mau mampir ke blog ini. Jangan bosen-bosen ya duhai para pembaca setia Blog kuh yang budiman.

Kali ini aku mau curcol dikit. Eh agak banyak ding. Sebenarnya mau ditulis di instagram, tapi kepanjangan. Ku ingat punya blog yang sudah bersarang laba-laba ini. Boleh kali ya sekali-kali nyampah di blog sendiri. Hihihi

Jadi ceritanya didalam 2 minggu ini sekolah tempat aku mengajar sedang membuka lowongan tes guru. Hampir tiap hari ada aja guru baru yang datang untuk di tes gitu. Kenapa nggak dikumpulin dalam satu hari? Ya karena begitulah sistem perekrutan guru di sekolahku. Di tes one by one. Kebetulan Yayasan a.k.a pemilik sekolah mempercayakan perekrutan kepada kepala sekolah dan aku. Kepala sekolah mengamanahkan aku untuk ngetes micro teaching para calon guru. Jadilah kami HRD ala-ala :D

Capek?

Banget! Apalagi kalau udah banyak yang di tes, ditontonin ngajar berjam-jam. Tapi nggak ada yang layak dijadikan guru (menurut pihak Yayasan). Ada yang belum pengalaman, ada yang nggak menguasai materi dan fokus ke buku teks, ada yang nggak sopan, ada yang udah bagus perfecto banget, eh pas wawancara malah gagal karena gaji nggak sesuai ekspectasi dia.  Ujung-ujungnya aku harus buka lagi tumpukan map lamaran yang menggunung dan mulai dari awal. Huft. Tapi kali ini aku nggak mau cerita soal jadi HRD di sekolah. Mungkin lain kali akan ku ceritakan gimana seru dan uniknya para calon guru, atau mungkin tips menghadapi tes calon guru di sekolah swasta. Tungguin aja.

Yang mau aku ceritakan kali ini adalah salah satu calon guru yang aku tes tadi. Mudah-mudahan ini nggak ghibah ya. Lagian aku nggak nyebutin nama. Dan teman-teman guru disekolah juga nggak tau siapa orang yang aku ceritakan disini karena nggak sempat ketemu. Hanya aku, Kepala Sekolah dan 1 guru lain yang mengantarkan dia ke kelas lokasi tes. Nggak usah penasaran dengan profilenya, coba ambil hikmahnya aja.

24 Desember 2018

Masih Rezeki

12/24/2018 12:16:00 PM 2 Comments




Assalamualaikum….
Aku mau cerita nih, langsung aja ya.  jadi kemaren (udah lumayan lama juga), Ummi beli suatu barang. Sebelum ke tokonya, aku dan ummi mampir dulu di ATM karena uangnya minus 3 juta.

"Ambil 6 juta ya, cha. Utk bayar SPP adek besok." Aku pun ambil 6 juta dan masukkan semuanya ke dompet ummi.

Singkat cerita, pembayaran untuk barang itu selesai.

Esoknya (hari dimana aku ngetik cerita ini), sebelum azan subuh ummi membangunkan aku dengan nada panik. Katanya uangnya hilang 3juta.

Ya Robb!
Tadi malam Masuk maling?
Ummi taro dompet dimana?
Apa aja barang yang hilang?
Kami pun panik bersama

21 Mei 2017

Menjadi Relawan Muda Riau

5/21/2017 09:33:00 AM 2 Comments


Amanah baru datang lagi, pekerjaan baru disusun kembali. Bertemu orang-orang baru, karakter yang baru, kreatifitas yang baru, dan banyak hal baru yang aku temukan. Tapi itu bukan tujuan utamaku menjadi relawan. Aku ingin berguna buat orang lain. Ingin ada manfaatnya buat orang yang membutuhkan, ingin berbuat sesuatu buat sekitar, terutama daerah Riau, tanah kelahiranku. Aku ingin waktu luangku bermanfaat.  Itulah alasan kuat yang membuat aku tertarik utuk bergabung menjadi Relawan Muda Riau A.k.a RMR
 
RMR, Organisasi Binaan Dispora Provinsi  Riau
Relawan Muda Riau yang di bina langsung oleh Bidang Kepemudaan Dispora Riau, ternyata baru saja dibentuk tahun ini. sebelumnya sudah banyak program kepemudaan dari Dispora Riau seperti PPAN, BPAD, KPN, yang alumninya kemudian disebut PCMI. Ada juga WMR (Wirausaha Muda Riau) Dan masih banyak lagi program kepemudaan dari dispora lainnya. Tujuannya tentu saja mengajak pemuda-pemudi di Riau berkontribusi kepada daerahnya. Bisa dibilang, ngajakin pemuda ngabdi untuk Riau.

Melalui Tahap Seleksi

22 November 2016

Alarm Berbunyi

11/22/2016 12:00:00 AM 7 Comments

*sebuah catatan gak mutu dihari lahir
*Versi gue-elu

Euphoria merayakan ulangtahun temen berasa banget di asrama PPG ini. setiap ada yang ulangtahun, pasti ada aja yang iseng ngerjain. Dari temen se cluster, se lorong, temen satu blok ataupun temen satu jurusan. Mungkin karena kami semua kurang piknik kurang hiburan, jadi disaat ada yang ulangtahun, disitulah dia dijadikan korban. Layaknya anak-anak Abege merayakan ultah, dari diiket di pohon, disiram air got,  dilempar telur, sampai dilempar ke kolam ikan di depan asrama. Pokoknya setiap ada yang ulangtahun, asrama jadi heboh, berisik dan jorok. Tapi semua Happy! Hihihi…

Kemaren gue ulangtahun. A.k.a jatah gue numpang hidup di dunia ini berkurang. Hari itu sama kayak biasanya, malemnya gue begadang sampe jam 3. Ngerjain sesuatu dan bantuin temen sekamar yang mau ujian PPL besoknya. Paginya sempet belajar kelompok sama temen-temen PGSD. Dan langsung diseret paksa makan di Medan Mall.

Malemnya, selesai apel malam di asrama, temen-temen UNPRI (UNP dan UNRI yang merupakan dua kampus pendatang di PPG ini) ngasi surprise dengan kue yang lumayan gede banget. Sampe gak abis dimakanin. Acara UNPRI kelar, gue pun balik ke kamar, beres-beres muka yang belepotan kena krim kue, dan duduk santai santai sambil baca-bacain ucapan ultah di sosmed. Eh tau-tau Winda, temen satu cluster ngajain bahas soal. Males banget dong. Karena gue gak beranjak dari tempat tidur, Winda narik gue yang berujung ke tempat cuci. Gue udah berusaha bertahan, tapi yang narik jadi tambah rame. Akhirnya pasrah disiram pake air yang kalo dilihat dari bentuk baunya, udah dicampur sama detergent, blau, bahkan kulit pisang juga juga disitu. Gue sempet menggigil disiram tengah malam begitu. Untung nggak lama dikurung di tempat cuci. Bener-bener sukses mereka ngerjain gue!



Begitu dikasi kue yang ada angka 27 a.k.a duapuluhtujuh itu, gue termangu. Ya allah… gue udah setua ini. dan gue belum jadi apa-apa, life goal gue belum kesampean. Seketika gue rasanya pengen nangis guling-guling sambil nyelam di kolam ikan asrama.

Temen cowok di asrama yang juga ikut ngerayain ultah gue sempet kaget begitu tau umur gue 27. Soalnya PPG angkatan IV ini rata-rata berumur 25-26. Dia sempet gak percaya gitu, apa muka gue seimut itu yak? #menghiburdiri
***

14 Mei 2016

Fenomena VLOG

5/14/2016 05:15:00 PM 5 Comments

 Akhir2 ini karena wifinya asrama  kenceng banget, aku jadi sering nongkrongin yusup. eh yutub. Ada banyak banget video diary orang seliweran di beranda youtube aku. Dari hasil pengamatan aku, para youtuber ini punya beberapa catatan.
  1. Mereka terkenal, subscribers nya sampe jutaan. Yang walopun mereka cuma aplod video makan donat di mall (which is itu hal biasa) bisa diliat ribuan bahkan ratus ribu kali.
  2. Youtubers rata-rata orang kaya, liat aje gadget nye yg bisa bikin muka muluss.... lighting nya, tripot nya, dan banyak lagi. syuting nya juga di tempat-tempat bagus. Rumah mewah, Mobil bagus, mall, kantor menjulang tinggi dll.
  3. Youtubers rata-rata adalah anak-anak muda yang kreatif, di awal karir sebagai youtubers mereka bikin video yg unik,lucu2an etc. pokoknya yg kekinian bgt deh. Penonton pun tertarik untuk ngeklik videonya, dan jadilah view nya ribuan.
  4.  

27 Januari 2016

Puluhan Calon Penonton KMGP dikecewakan Bioskop

1/27/2016 04:51:00 PM 16 Comments

Tepat jam 13.00 aku sampai di bioskop Holiday 88, disana sudah berkumpul para penulis-penulis yang tergabung di komunitas FLP (Forum Lingkar Pena) Riau. Para penulis ini bukan mau bedah cerpen, atau musikalisasi puisi di bioskop. Bukan! Kita mau nonton bareng film yang di angkat dari novelnya Mbak Helvi Tiana Rosa (Sering di singkat HTR). Yang mana mbak HTR ini adalah pendiri FLP! Novel ini sangat terkenal dari zaman aku masi SMP dan sampai sekarang masi terus cetak ulang. Ceritanya sangat menginspirasi. Anak-anak kelahiran tahun 90an yang hobi baca pasti lah tau banget gimana sepak terjangnya HTR ini. dan betapa terkenalnya beliau dimasa itu (sekarang makin terkenal). 

Selain di angkat dari novel HTR, yang bikin exited nonton film ini adalah pemerannya yang masih fresh banget di dunia perfileman, dan nilai tambahnya,selain ganteng level 9, pemeran Mas Gagah nya adalah seorang penghafal Qur’an. Wew… tambah penasaran dong ya. Walaupun terbilang jarang banget nonton bioskop, tapi demi film yang satu ini kami pun rela berbondong-bondong datang ke bioskop untuk mendukung film inspiratif ini.


Siang itu (Selasa, 26/01/2016) kami udah siap dengan atribut FLP. Malah pake baju kaos FLP SARANG PENULIS segala. Spanduk juga sudah di siapkan. Tapi ketika memesan tiket, calon penonton kecewa…. Eng eing eng....
FLP SARANG PENULIS

Jadwal Film KETIKA MAS GAGAH PERGI (KMGP) yang kami lihat di Koran dan website adalah jam 13.15. Jadwal selanjutnya sore pukul 15.45. kami sepakat pilih yang jam 13.15. tapi ketika beli tiket kami pun terkejut, karena mendadak jadwal film KMGP berubah jadwal tayang menjadi jam 17.45. it’s mean kalo kita nonton, kita bakal melewati sholat magrib. Dan bakal pulang malam. Nggak baik buat yang akhwat. 

So, aku dan bang Adit (HUMAS FLP Pekanbaru) mencoba melobi si mbak kasir. Tapi apalah daya seorang kasir, kebijakan bukan miliknya. Kami pun meminta bertemu dengan manajer atau supervisornya. Tapi para atasan di bioskop itu sedang keluar. Kami hanya duduk berjam-jam menunggu supervisornya datang. 


25 Januari 2016

Puisi Cetar dari Ismail

1/25/2016 06:22:00 PM 20 Comments


Membicarakan Ismail memang tidak akan ada ujungnya.  setiap hari ada saja tingkah nya yang bikin ngakak, ternganga takjub, atau bikin seisi kelas tepuk tangan. Dari yang unik, aneh, menyebalkan sampai mengagumkan! Ismail, muridku di SDIT Al-Fikri Islamic Green School Pekanbaru ini pernah mengerjakan soal ulangan blok pelajaran IPS dalam waktu 10 menit dengan nilai 100. Pernah juga bolos di pelajaran matematika dan lebih memilih membaca buku ensiklopedi Luar angkasa di Perpus dari pada memperhatikan gurunya ngoceh di depan kelas. Akibatnya nilai matematiknya dapat telor. Tinggal di bawa pulang minta gorengkan sama Ummi.
 
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari Ismail kadang nggak nyampe di otak gurunya yang pas-pasan ini. misalnya, kenapa teori terbentuknya alam semesta yang di tulis Charles Darwin hanya di bantah oleh satu orang. yaitu Harun Yahya. Seharusnya kalau orang percaya akan tuhan, semua akan membantah teori Charles Darwin tentang terbentuknya alam semesta #kemudian hening #ustazah sibuk buka google.

Ismail ini anaknya moody banget. Jangan pernah bikin doski sampai bad mood. Bisa berabe. Pernah suatu ketika  pulang dari kelas Al-Qur’an Ismail ‘meradang’ di kelas ku. Awalnya aku coba biarkan dia tidur sendirian di belakang kelas. Tapi karena di kelas III ini anak nya jahil-jahil, teman-temannya pun mencoba ‘membujuk’ Ismail (tapi dengan cara yang salah, contohnya nyolek-yoleh bahunya). Ismail pun menendang meja dan kursi. Aku yang berusaha memeluknya untuk menenangkan nya juga kena jurus silatnya. Kemudian Ismail menangis tanpa suara, mungkin kaki nya sakit kena meja. Style Ismail memang begitu. Kalau menangis tak bersuara. 

Aku mencoba bicara dari hati ke hati ketika kulihat dia sudah agak tenang.  Tapi hanya mulutnya yang bergerak tanpa suara. Aku kan jadi bingung. Ku biarkan dia tidur telentang sendirian di belakang kelas. Ku introgasi teman-teman sekelompok belajar al-Qur’an Ismail., ternyata dia ditegur (ditegur loh, bukan dimarahin) oleh guru Al-Qur’an karena membaca buku ensiklopedi kesayangannya. Ya iyalah di larang, Wong dia bacanya di jam pelajaran Al-Qur’an! Udah gitu dia sambil baca sambil di terangin ke teman-temannya.”eh, eh Ini loh ada planet, jarak bumi ke neptunus sekian loh, Pluto itu tidak di anggap planet lagi loh, eh antum mau ke planet nggak?” teman-temannya yang lagi belajar Qur’an tentu tergoda dong, dan pelajaran Al-Qur’an jadi terganggu. Hampir habis jam pelajaran Pkn barulah mood baik Ismail kembali ke peraduan. Dia bahkan menghampiri ku di meja guru. 

“Ustazah, sekarang ngerjain apa nih?”

Kemudian Ustazah tersenyum

mungkin Ismail hanya butuh waktu untuk sendiri.

Kadang kalau lagi nggak mood belajar, nggak mood ngerjain tugas, Ismail berdiri di jendela kelas. Kelas aku itu di lantai 2. Jadi dari jendela bisa lihat perumahan padat penduduk dan gedung-gedung tinggi di Pekanbaru, kayak RS Syafira, Grand City Hotel, Balai Dang merdu dll. Aku sih kadang membiarkan Ismail dengan “me time” nya di jendela. Dijamin setelah diberi waktu untuk berdiri di jendela dia bakalan mau belajar lagi. 

Pernah di jam pelajaran al-quran juga. Ismail diberi waktu 10 menit untuk menceritakan isi buku yang dibacanya. Asalkan ia tertib ketika belajar al quran. Ternyata peraturan ini manjur. Ismail bahkan lebih semangat mengulang hafalan juz amma nya. Sepuluh menit terakhir Ismail pun bercerita tentang planet. Setelah itu ada sesi tanya jawab antara guru al-qur’an dan Ismail (waktu itu guru al-quran nya adalah ustad Sahabir), anak-anak memperhatikan dengan seksama.

“Oke, karena Ismail sudah tertib. Ustad kasi Ismail waktu 10 menit untuk bercerita.”

Ismail yang semangat langsung cerita panjang lebar soal planet. Dari bagaimana terbentuknya alam semesta, luas bumi berapa KM, jarak mahari dan bumi, nama-nama planet. Semua dia hapal DILUAR KEPALA! Wow… pembaca blog ini ada yang hapal berapa jarak antara bumi dan matahari? Eit, jangan buru-buru buka google. Nanti aja. Ismail masih akan membuat kita tepuk tangan.

Ustad sahabir yang kagum dengan jawaban-jawaban Ismail malah tambah semangat bertanya (atau menggali wawasan Ismail). Ustad pun mengaitkan pertanyaan dengan tafsir Al-Qur’an. Dan amazing, Ismail bisa menjawabnya dengan menyebutkan ayat Al-Quran yang bercerita tentang planet dan alam semesta (aku lupa surat apa. Yang jelas juz 30).
 
Ismail dengan buku ensiklopedinya. Hasil minjem dari perpus
Aku yang lagi duduk santai di belakang kelas langsung berdiri memberikan standing applause. Reflex teman-temannya dan ustad sahabir pun ikut tepuk tangan. Ketika aku ngobrol ngobrol dengan umminya sepulang sekolah. Umminya mengaku tidak pernah mengajarkan tafsir al-qur’an pada anaknya. Umminya yakin, dia tau itu semua dari hasil baca buku. Waaaaa… daebaaakk.. amazing…!!!

Ismail ini kalau ulangan selalu menjawab dengan logika. Tak jarang jawaban-jawabannya itu bikin senyum-senyum sendiri bahkan tertawa ngakak. Gurunya yang punya otak pas-pasan ini cuma kagum angguk-angguk bilang “ya juga ya”. Kadang hayati nggak ngerti jalan fikiran Ismail ini. hahaha

Duh kepanjangan cerita tentang Ismail. Baiklah ini ada sebuah puisi terakhir yang Ismail buat untuk ustazahnya yang selalu ternganga ketika di tanya pertanyaan absurd. Hari itu adalah hari senin, sejak hari jum’at aku sudah bilang kalau hari senin adalah hari teraakhirku di SD IT Al Fikri Pekanbaru. Senin Pagi selembar puisi  yang ditulis dikertas buku gamabr terletak di mejaku. Ini dia…


Aku yakin kalian bakalan jereng kalo maksa baca tulisan ini, ini aku tuliskan tanpa merubah satu huruf pun.

Ustazah Risa
Tanpa engkau……
Tiada lagi penerima informasi
Tiada lagi pendukungku untuk belajar
Tiada lagi pengapload tulisanku di facebook
Tiada lagi yang mempersilahkan untuk melihat pemandangan
Tiada lagi yang mempersilahkan baca koran di kantor

Ustazah risa
Tanpa engkau…….
Aku hanyalah kegelapan
Aku hanyalah kehinaan
Aku hanyalah sebutir kacang polong
Yang bertebaran di angkasa
Sungguh besar jasamu padaku
Sehingga engkau adalah wanita terbaik ke-2
Sehingga engkau patut ditiru oleh guru2 sesudahmu

salam
 ***
Reaksi aku waktu baca surat ini adalah ketawa ngakak jungkir balik samba kayang dilapangan sekolah. Enggak ding! Pokoknya di kelas itu aku ngakak banget. Asisten kelasku, Ustazah Ilvi sampai geleng-geleng kepala, tapi setelah baca puisinya Ismail zah ilvi ngakak juga.

Waktu aku tanya umminya pas pulang sekolah, umminya bilang Ismail nulis ini larut malam. Nunggu kakak-kakaknya pada tidur dulu, biar dapat inspirasi katanya. Ckckckck..

Waktu aku tanya si Doski, siapa wanita terbaik pertaama. Eh ternyata bukan Umminya yang udah capek-capek ngelahirin dia, tapi Sumayyah bin Khabath. Tau kan siapa Sumayyah? Iya bener banget, Sumayyah adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Ia rela kemaluannya di tombak demi mempertahankan keislamannya. We O We! Aku gurunya yang nggak seberapa ini disamakan dengan Sumayyah! Betapa bangga ini menyesaki dada. Betapa puisi ini lebih berharga dari kado apapun.

Terimakasih Ismail, mengajariku banyak hal…

22 Januari 2016

Terimakasih SDIT AL Fikri Islamic Green School!

1/22/2016 03:17:00 PM 0 Comments
bersama murid-murid shalihah SDIT AL Fikri Islamic Green School
Alhamdulillah, tepat hari ini tugasku di Alfikri selesai sudah.

Aalhamdulillah ya, rejeki anak sholeh. Puang dari Papua seharusnya jadi pengagguran di rumah selama 6 bulan menunggu jadwal kuliah, tapi yang namanya rejeki selalu datang. Setelah sebulan berleha-leha dirumah, ada info tes untuk menjadi guru pengganti yang cuti melahirkan di SDIT AL FIKRI Islamic Green School Pekanbaru. Info ini aku dapat dari Putri, teman sekampus di PGSD yang saat ini juga menjadi guru disana.#that's why you need friend everywhere

Dari 5 orang yang ikut tes, diterima 2 orang untuk menjadi wali kelas 2 dan 3. Aku diberi tanggung jawab untuk wali kelas 3 Al-Farabi. Besoknya ustazah Wawat, wali kelas sebelumnya yang akan cuti melahirkan menyerahkan padaku semua administrasi kelas. Juga menjelaskan sedikit mengenai sifat dan karakter anak-anak ketika belajar.

Hari senin itu, aku mendapatkan suasana yang berbeda dari pengalaman setahun mendidik di Papua. hari itu aku bertemu lagi dengan anak-anak berkulit putih yang rapi. Mereka harum tidak membuat sakit hidung. Pagi itu aku bertemu lagi dengan anak-anak pintar-pintar yang kritis dan sholeh sholehah.

16 Desember 2015

Al-Fatih Preschool. Feels Like Home

12/16/2015 04:43:00 PM 17 Comments


Al Fatih Preeschool and Course
Minggu pagi sampailah saya di sebuah preschool yang dikelola oleh teman saya. Kak Adhek Febby Rivano. Kami para (ex) penyiar Radio Robbani FM dulu memanggilnya Mbak Okki. Karena cara berjilbab beliau kadang mirip Okki setiana Dewi. Bintang sinetron yang berhijab itu lho.
 
Bukan tanpa alasan saya datang kesini, mbak okki, eh Kak Febby meminta saya dan Cica (yang juga ex penyiar Robbani) untuk menjadi MC di acara bazar anak dan talkshow dongeng bersama Kak Agus DS. Sang Maestro dongeng tingkat Dunia. Wew… bakalan heboh nih kayaknya…
Begitu saya sampai di TKP, saya langsung takjub melihat preschool yang terbilang baru tapi sudah cukup besar ini. bayangan Kak Febby mengelelola preschool di sebuah ruko terbantahkan sudah. Preschool ini didirikan di atas sebuah rumah besar, dengan halaman yang luas. Letaknya strategis dan sangat aman, karena jauh dari jangkauan jalan raya, dan diamankan dengan pagar di sekeliling rumah. di samping rumah, sudah berdiri dengan cantik tenda dan panggung bernuansa hijau. Sesuai dengan warna yang di usung sekolah untuk anak-anak berusia 3-6 tahun ini.

01 Desember 2015

What a Great Weekend

12/01/2015 10:16:00 AM 9 Comments

Aku ngerasa weekend kemaren adalah weekend yang berbobot dan full of agenda. Biasanya weekend aku emang selalu ada agenda sih. tapi nggak sebanyak agenda wekend ini dan nggak sebermanfaat ini. hihihi. Aku mau ceritain satu-satu. sebenernya agak gak penting sih buat diceritain. tapi ini kan blog gue, terserah gue doang mau cerita apa. weks. hahaha.

1. seminar Cinta Al-Qur’an
Semua keremponganku dimulai dari hari sabtu pagi. Sekolah tempat aku ngajar ngadain kegiatan buat wali murid yang kami namakan “Seminar Cinta Al-Qur’an”. Seminar ini tujuannya buat memotivasi wali murid agar membimbing anaknya dirumah. karena di sekolah tempat gue ngajar itu program unggulan nya adalah tahfizul qur’an, maka berharap orangtua bisa bekerjasama dengan baik. soalnya bakalan percuma juga kalo anaknya capek2 ngafalin berpuluh2 ayat di sekolah, tapi pas di rumah nggak diulang.

Dalam seminar itu di undang seorang ustadz, beliau adalah seorang Dosen bahasa arab lulusan LIPIA Jakarta. memiliki 6 orang anak yang semuanya adalah penghafal al –qur’an. semua loh ya.. Dalam seminar itu turut datang anak bungsunya yang sudah hafal 4 jus. umur masi 10 tahun tapi sudah kelas VI. karena waktu dites masuk SD tau-tau langsung naik ke kelas 3. kelas 1 dan 2 nya lewat. cowok ganteng pecicilan yang selalu rangking 1 disekolah itu juga sempat membacakan surat Al-Qiyamah sampai selesai. dengan tartil dan irama ala anak-anak di kaset. luar biasaa...! emak emak wali murid aku liat ada yg meneteskan air mata mendengarnya.

08 Oktober 2015

Jambret woy jambreeett!

10/08/2015 12:12:00 PM 27 Comments

ilustrasi from mbah google


Beberapa jam yang lalu aku di jambret! Iyaaa.. di ambil barangnya secara paksa. Kalo dengan cara baik-baik mah namanya bukan jambret dong ya, itu mah namanya sedekah #galucu #skipaje
Ceritanya begini pemirsa...

Tadi siang jam 2 an aku jalan dari rumah, ada seminar tentang usaha travel gitu. Aku ngajak tetanggaku, aku biasanya memanggil ibu yang awet muda ini dengan sapaan Buk Ram. Beliau adalah guru di sekolah yang sama dengan ummi. Kami melewati jalan bukit barisan dengan santai.

“Cha, disini banyak jambret loh. Sering kejadian jambret disini.” Kata Buk Ram yang dari tadi nggak berhenti cerita, dipertemukan dengan aku yang juga suka nggak berenti kalo ngomong. Klop deh kami berdua.

16 Juni 2015

Ibu Guru Jangan Pulang Ke Riau

6/16/2015 07:37:00 PM 13 Comments

Udara dingin masih setia menemani, gunung-gunung yang mengelilingi lembah baliem masi tertutup awan. Burung-burung berkicau seolah mengatakan kegembiraan. Hari ini adalah babak baru bagi murid-muridku di SD YPPGI Hitigima, distrik Asotipo. Karena hari ini adalah hari pertama di semester II. Saatnya lebih giat belajar dan lebih rajin datang ke sekolah agar bisa terbebas dari  predikat “Tahan kelas” dan bisa duduk dibangku kelas IV.

Pagi itu dipelajaran Bahasa Indonesia aku ajak anak-anak bermain Lompat kata.  Beberapa anak berdiri di depan kelas, sedangkan aku akan membacakan satu kalimat. Setiap kata yang di awali huruf kapital di dalam kalimat itu, anak-anak harus lompat. Misalanya ada nama orang, nama kota dan  nama hari di dalam kalimat yang aku bacakan, maka anak-anak harus lompat tiga kali. Barangsiapa yang tidak menyimak, maka akan tertinggal dan di anggap kalah.

04 Januari 2015

Roller Coaster in 2014

1/04/2015 11:25:00 AM 4 Comments

Tahun 2014 itu ibarat naik roller coaster buat aku. Dari susah, senang, semua lengkap di tahun ini. Tapi kebanyakan senengnya sih kayaknya. Banyak impian-impian yang akhirnya bisa di rangkul. Banyal hal-hal baru yang aku dapat di tahun ini. Beberapa moment bakal aku certain disini. Here we go..

Setelah wisuda bulan oktober 2013. Aku sempat jadi pengangguran kurang lebih 1 bulan. Jadi pengguran ternyata asik juga, asal jangan kelamaan. Hehehe.. cerita-cerita semasa pengangguran aku ngapan aja, baca aja disini dan disini.

Jadi wartawan

Bulan Januari 2014 aku di terima di salah satu media local riau. Koran harian ini belum terlalu terkenal karena baru aja 2 tahun berdiri. Dialah HARIAN DETIL. Lini dari HARIAN VOKAL yang udah lumayan banyak di baca di Riau. Di HARIAN DETIL ini aku kebagian tugas jadi reporter untuk halaman ekonomi bisnis. Namanya juga halaman bisnis, isi beritanya tetang dunia perbisnisan di Riau. Misalnya Honda baru launching produk baru, atau Hotel mewah menawarkan promo menginap murah, termasuk juga berita ekonomi makro dan mikro, semisal harga sembako naik dll.  Aku yang awalnya buta banget soal nulis berita, jadi terbantu banget sama Korlap (Koordinator Lapangan) Pak Ical yang baik dan pengertiannya luar biasa. Ada juga pak Budi, reporter senior halaman bisnis yang banyak ngajarin aku cara nulis berita untuk halaman bisnis dan cara ngelobi orang-orang penting yang bersangkutan dengan berita. Ada juga kak Adek (hadohh.. lupa nama aslinya) yang aku buntutin berhari-hari buat belajar cara ngeliput berita di lapangan. Ternyata melelahkan dan tentu saja MENDEBARKAN! Yag kepo baca aja ceritanya di postingan A Journalist Wanna be part #1, PART #2, PART #3 dan PART #4

Selama hampir 2 bulan jadi wartawan aku banyak banget dapet pengalaman baru, ternyata jadi wartawan itu selain capek ngebuntutin orang penting kemana-mana, ternyata asyik banget! Selama jadi wartawan itulah aku bisa di undang kemana-mana sama brand yang lagi promoin barangnya, ngarep beritanya masuk di Koran gitu. Lumayan cuma modal uang saku untuk wartawannya dan makan mewah gratis. Dalam seminggu itu ada banyak iven, dan rata-rata mengundang wartawan halaman ekonomi bisnis koran-koran yang ada di Pekanbaru. Jadi banyak kenal wartawan-wartawan senior dan banyak belajar dari semangat juang (mencari berita) mereka.

selama jadi wartawan juga aku jadi bisa nonton konser gratis, bahkan ikut press con nya (ya iyalah, elu kan wartawan!) yang kalo dibayar itu hamper 1 juta Cuma buat nontonin idolanya cuap-cuap di depan dan foto-foto.

Karna punya  kartu pers, aku bisa ikut meet and greet nya COBOY JUNIOR di hotel Grand Elite Pekanbaru. Pengalaman pertama ikut presscon dan meet and greet sama artis. Tapi karena aku nggak begitu suka ama anak-anak SMP yang jadi boyband itu, aku nggak terlalu autis untuk ikut mengantri foto-foto yang nomor antriannya hamper 500an. Gilak. Mana fans nya rata-rata anak-anak SMP labil yang dkit-dikit teriak, dikit-dikit nangis. Persis orang gila..

Coboy Junior meet and greet at ballroom Grand Central Hotel Pekanbaru
yang kepo ceritanya, baca aja DISINI

1 minggu kemudian, ada konser afgan di hotel Arya Duta Pekanbaru. Aku udah antusias banget, karena aku udah ke PD an, pasti aku yang bakal di utus dari kantor untuk ngeliput itu. Wartawan bisnis di kantor Cuma 2 orang, aku dan pak Budi. Kalau pak Budi kan udah sering ngeliput konser, pasti males dan udah bosen. Jadi aku udah exited banget bakal ikut presscon nya si ganteng Afgan.  Sayang beribu sayang, H-1 konser, ada insiden di kantor. Dan aku nggak jadi ngeliput konser Afgan. Huaaaa… sakitnya tuh disinii..

Banyak perjuangan selama jadi wartawan. 1 hari itu semuanya penuh perjuangan, bayangin aja aku pernnah nunggu hamper 5 jam buat ketemu GM Pertamina wilayah Riau buat wawancara masalah kenaikan gas yang waktu itu harganya mendadak melambung tinggi. Pernah juga di usir narasumber (orang cina) karena nggak mau di wawancara. Belum lagi waktu ngeliput harga emas, aku harus kelilingi toko emas di sekitaran pasar ramayan buat survey harga. Baca cerita lengkapnya diSINI. Capek, deg-degan, tapi seruu…! This is amazing moment.

Akhirnya Aku Jadi Guru Betulan   

Belum kelar tugas aku jadi reporter, belum puas aku keliling-keliling Pekanbaru tiap hari buat nyari berita, belum kesampean impian ngeliput keluar negri.. eh.. aku udah harus ninggalin kantor DETIL yang penuh perjuangan dan suka duka untuk kembali ke habitatku. JADI GURU SD. Karena memang dengan berat hati ku akui, aku adalah alumni PGSD UR, konsentrasi Matematika yanga sepatutnya jadi guru di SD. Karena lamaran yang aku masukkan selama jadi pengagguran, aku di panggil unuk tes. Setelah melewati beberapa tes, berupa tes wawancara keislaman, wawancara pake bahasa inggris mengenai manajemen kelas, tes computer (mic exel) , dan tes hafalan al-qur’an, tahfiz (Juz 30) dan tahsin, akhirnya aku di terima jadi guru di SD AN NAMIROH 3. SD swasta yang cukup bergengsi di Pekanbaru. Karna sudah memiliki puluhan cabang dari PAUD, TK, SD sampai SMP.

Jadi guru di sini punya kesulitan yang beda banget dengan mengajar di SD Negeri. Kalau di SD negri mungkin anaknya nakal-nakal, nah di sini aku harus menghadapi anak-anak yang manjanya ruarr biasa. Maklumlah, rata-rata murd di sekolah ini dari orang berada yang biasa di manja di rumah. Guru harus memperhatikan makan siangnya habis atau tidak, melaporkan perkembangan hariannya pada orangtua, dll. Pokoknya full servis, baik ke anak mau pun orangtua. Selama 9 bulan aku jadi guru disini, HP selalu rempong. Bunyi mulu karna selalu ada aja telpon dari walai murid yang kadanag nggak penting. Kalau di SD negeri biasanya menghadapi anak yang dekil-dekil setelah bermain di lapangan, di SD Swasta ini anaknya cantik-cantik dan wangi. Nggak ada yang bau keringat kareana mereka main d koridor sekolah yang tertutup, dan juga setiap kelas dilengkapi 2 buah AC yang bikin belajar jadi nyaman.

Enaknya ngajar disini juga banyak, membuataku jadi lebih mengeksplor kemampuanku sebagai guru SD. Karna ada tuntutan dari yayasan gurunya harus perfect, bahkan   Nggak bisa asal-aslan kasi materi, harus perfect dan anak-anak harus mengerti bagaianapun caranya. Guru disini kadang d sibukkan membuat media atau power point untuk di tunjukkan di depan siswa supaya belajar jadi lebih menarik.

Selain itu  Ada bayak kegiatan-kegiatan di sekolah ini yang menanbah ilu dan wawasan setiap guru. Setiap juaam’at siang guru harus belajar computer bahasa inggris, bahasa araab dan hafalan qur’aan. Luar biasa bukan?

murid-muridku yang cantikcantik, ganteng-ganteng, imut dan pinter2. I Miss you all my student

Be a part time announcer

Keinginan melanjutkan narsis di udara akhirnya kesampean. Sambil ngajar hari senin-jum’at. Hari sabtu dan minggu aku siaran di Radio Robbani 91,6 FM. Salah satu stasiun Radio Islami yang lumayan terkenal di antara orang-orang beriman. Hihihi..  

ruang siaran Radio Robbani 91,6 FM
dapat kunungan kerja dari AL-Madani FISIP UR
Kru Radio Robbani dan pendengar setia yang berkunjung ke studio. #Mayan, cemilan gretong cyinn

Terbang ke Papua

Nah yang terakhir ini yang paling amazing moment banget deh. Aku nggak pernah bercita-cita ke papua, bahkan buat jalan-jalan pun nggak pernah terbayangkan. Ternyata takdir menyuratkan aku harus stay selama satu tahun di Papua. Wow…

Kalau keinginan untuk ikut program SM3T sih udah dari lama aku bayangin tapi nggak serius dan itu Cuma impian sekilas kalau rencana-rencana lain setelah lulus nggak kesampean. Ikut SM3T ini Cuma PLAN B. pelarian dari target-target lain. Tapi Alhamdulillah banget, puji syukur, impian aku yang lain kesampean, yang ini juga berjalan. Alhamdulillah ala ku lli hal ya Allah.

Nggak terbayangkan sebelumnya aku bakal tinggal dengan orang-aorang yang terbelakang di papua. Emak-emak yang dengan santainya telanjang dada di mana-mana, duduk satu angkot di sebelah Bapak-bapak yang toples Cuma pake koteka doang. Hadeuhhh…

Belum lagi perjuangan hidup harus jalan kaki kemana-mana karna nggak ada transport. Bayangin aja, kalau mau ke kota untuk belanja kebutuhan sehari-hari (di desaku nggak ada warung), aku harus turun gunung jalan kaki sekitar 20 menit. Biasanya kalau turun ke kota aku nggak mengeluh, karna hati riang gembira karna mau shopping di kota dan bisa makan enak. Yang biasanya bikin ngos-ngosan itu pulangnya, karna harus naik gunung yang kemiringannya sekitar 45 derajat. Mendaki gunung, dengan tas ransel berat dan tentengan barang belanja untuk kebutuhan seminggu. Sakitnya tuh disinii…. #nunjuk bahu

Oa, amazing moment sebelum nyampe papua ini adalah persiapannya.

Sebelum terbang ke papua ini empognya luar biasa banget . Bayangin aja, H-2 Sebelum prakondisi aku masi kerja di SD Annamiroh. Sedangkan setelah prakondisi langsung berangkat ke papua. Packing barang untuk 1 tahun hidup di pedalaman papua itu nggak gampang. Mana bagasi di batasi nggak boleh lebih dari 15 kg. dapet bawa apa coba 15 kg doang… Pusing banget apa aja yang mau di bawa. Sibuk tanya sana-sini. Udah banyak list barang yang aku buat untuk di bawa. Tapi karna prepare nya cuma 1 hari, jadi banyak barang-barang penting yang nggak terbawa. Tapi untunglah over bagasiku jadi nggak banyak. Cuma lebih 7kg. itu pun gratis karena di akumulasikan dengan bagasi rombongan. Beda banget sama bawaannya si Hotma, partner ku dari Kalimantan yang over bagasinya 22kg. bayar sendiri lagi.. ajibb…

Kalau bepergian, tentu yang berat itu pasti perpisahannya. Berpisah dengan orangtua, adik-adik dan sahabat-sahabat di Pekanbaru tercintah. Sebelum pergi aku udah ngadain pamitan dengan keluarga besar dan beberapa meet up dengan sohib-sohib deket.  temen-temen kampusku, dengan anak-anak blogger dll. Dan tentu saja yang paling berat itu perpisahan dengan orangtua. Apalagi sebelumnya ortuku dengan keras nggak mengizinkan aku berangkat ke Papua tapi setelah aku berhasil nge brain wash ummiku akhirnya, Buya (Bapak.red) ngizinin juga dengan berat hati.

Di hari keberangkatan itu, jam 3 udah harus ngumpul di bandara karena ada dokumen dari LPTK yang harus kami tanda tangani. Sedangkan aku jam 1 siang masi berkeliaran keliling mall nyari kamera pocket. Karna aku pikir kalau bawa SLR pasti rempong banget, berat dan harus di atur-atur dulu, takut nggak dapet momen nya karena kelamaaan ngeluarin SLR dari tas. Begitu juga laptop. Karena laptop ku yang lama itu Compac yang lumayan berat, aku mau beli notebook aja yang lebih simple dan ringan untuk di bawa bepergian. Akhirnya hari itu aku dapet notebook baru warna ungu, dan camera digital warna ungu, dan tas ransel warna ungu. Semua ungu.. hihihi..

Jam 14.30 aku baru nyampe rumah dan taksi udah stand by di halaman. Nggak pake mandi, nggak pake bedakan. Aku langsung masuk taksi. SENDIRIAN. Aku jadi bingung.  Kok yang dirumah pada anteng aja. Nggak ada yang nganterin.

“Icha pergi aja dulu pake taksi, nanti ummi sama buya nyusul. Biar nggak ketinggalan rombongan.” Kata ummiku dengan polosnya.

Aku langsung nyesek, masak gue kebandara sedirian. Aku ini mau ke ujung Indonesia, buat setahun. Tapi orang serumah kayaknya nggak ada yang peduli. Akhirnya dengan suara gemetar menahan tangis, akau berhasil membujuk Buya untuk ikut dengan aku naik taksi. Padahal buyaku lagi nggak enak badan banget. Pusing berasa mau tumbang kalo berdiri lama-lama. Buyapun masuk taksi kayak ogah-ogahan gitu.

Tapi ketika supir taksi nanya tujuan. Buya langsug cerita panjang lebar, dengan bangganya menceritakan anak sulungnya bakalan ngajar di Papua. Dengan bangganya buyaku menceritakan proses tes dan prakonsidi yang di hadapi sebelum berangkat. Aku yang sibuk dengan HP mengetik SMS pamitan ke orang-orang terdekat diam-diam mendengarkan. Ternyata buya sudah bisa ikhlas dan bangga aku terbang ke papua.

Sampai ternyata om, tante dan sepupu-sepupu ikut mengantar. Satu mobil penuh. Belum lagi sahabat-sahabat terdekat di kampus dan di tempat kerja yang lari-larian ngejar aku d bandara (kayak film AADC gituh) ummi dan adik-adikpun menyusul. Sebelum check in aku di peluk dan di cium satu persatu sama mereka. Tumpah sudah air mata yang dari rumah aku tahan. Jaket SM3T yang aku pakai membentuk pulau-pulau bekas air mata. Buyaku yang jarang menangis berulang kali memelukku berurai air mata tanpa kata-kata. Ummi memelukku erat sambil berpesan menjaga sholat 5 waktu. Om dan tante juga mengantarkan doa. Pokoknya detik-detik keberangkatan itu penuh haru dan air mata.

Rombongan yang nganter di Bandara. ini belum semua loh.. :D

Sampai di ruang tunggu aku berusaha menahan tangis dan ikut berkumpul dan tertawa dengan rombongan. Ini adalah perjalan pertama aku dengan pesawat garuda. Secara garuda kan mahal tiketnya cyinn.. dan dengan noraknya aku foto-foto di pesawat dengan fasilitas lengkap ini. Menikmati perjalanan 5 jam di udara menuju Jayapura.

Dapet temen sebangku sama narsisnya. he is Fendy Thomas. alumni UPI

Sampai di papua tentu banyak pengalaman-pengalaman yang nggak bakal aku dapat kalau saja aku terus ada di zona nyamanku tinggal di Pekanbaru. Pengalamaan  kaget  ketika sampai di bandara Jayapura. Melihat di sekeliling orang-orang berkulit hitam, rambut keriting dengan muka seram. Belum lagi bau yanga menusuk hidung. Setelah sampai di wamena kami juga kaget dengan udara dingin siang bolong yang selalu 16 derajat. 2 hari di asrama  banyak yang tidak kuat mnyentuh air untuk mandi. Bibir  dan kulit pecah-pecah saking keringnya. Krim pelembab mendadak jadi barang yang paling di cari.

Ada banyak hal-hal baru yang aku alami di Papua. Sedikitpun aku tidak pernah menyesali kedatanganku ke sini. Justru bersyukur bisa tinggal dengan masyarakat papua yang bermuka seram tapi hatinya selembut sutra. Senang bisa melihat live pemandangan papua yang luar biasa indahnya. Sampai-sampai membuat airmataku tumpah karena melihat betapa indahnya lukisan Allah di tanah papua ini. (Baca ceritanya di postingan air mata pertama). Bersyukur bisa mengajar anak-anak di pedalaman yang kelas 6 nya saja belum bisa membaca. Entah apa yang mereka pelajari selama 6 tahun datang ke sekolah.

Les Khusus calistng di rumah. rameeeee nyaaaa.....
Itu dia sedikit cuplikan perjalananku di tahun 2014. Dari masih jadi wartawan, udah panggil untuk jadi guru di SD AN Namiroh. Masih jadi guru, harus pergi ke papua karena lulus tes SM3T. semuanya ibarat naik roller coaster. Semoga saja tugasku di sini di mudahkan dan semua target kerja tercapai. Amin..

 Quote abal-abal : “Kau tidak akan tau betapa indahnya dunia ketika kau tidak berani meninggalkan zona nyaman.”

Semoga lebih baik lagi


#postingan ini diikutsertakan dalam #liamartagiveaway ‘shareyour moment’.