Mencoba Baju Adat Papua
Risah Icha Az-zahra
3/07/2016 11:44:00 AM
44 Comments
Sore
itu beberapa bulan sebelum kepulangan kami, Mama Perlin (istri kepala sekolah)
dan MamaIrpa (istri Pak Wetipo, guru yang tinggal serumah dengan kami) datang
ke rumah. mereka berdua membawa tas yang penuh dengan noken. Aku dan Hotma
(partner ngajar ku) langsung ke GR an tingkat dewa dong, dikira mereka bakal
ngasi noken itu buat kami. Ehh.. ternyata noken-noken itu Cuma di titip dirumah
kami karena besoknya mau di bawa ke pesta pernikahan. Karena menurut mereka
rumah kamilah tempat paling aman untuk menyimpan noken, sedangkan kalau noken
disimpan di Honai, nggak bakalan aman. Alias pasti di maling. Secara honai kan
nggak punya kunci yang kuat.
Tapi
karena liat mata aku dan hotma yang berbinar-binar melihat noken ini, maka kami
di izinkan untuk mencoba memakai noken yang harganya bisa mencapai 500 ribu
itu. Untuk bisa menjadi sebuah baju, dibutuhkan 2 helai noken. Cara memakainya kalo nggak di ajarin pasti
bingung banget dah. Hahaha..
Selain
memakai noken, kami juga di pakaikan salli (dibaca sili). Rok tradisional
lembah baliem yang terbuat dari dedaunan, kemudian di warnai. Memakai Sali ini
tidak susah. Tinggal di lilit aja ke pinggang.





































