Tampilkan postingan dengan label tugas kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas kampus. Tampilkan semua postingan

27 Mei 2011

Paragraf Deskripsi, narasi, argumentasi, persuasi, narasi tema Kampus /

5/27/2011 08:22:00 AM 7 Comments
BAB 1

DESKRIPSI
a. Pendahuluan
• Latar belakang masalah
Latar belakang saya menulis deskripsi disni adalah untuk menjelaskan bagaimana pengalaman pertama memasuki gedung Guru yang digunakan sebagai gedung perkuliahan mahasiswa PGSD.
Selain itu juga, deskripsi ini merupakan tugas mandiri mata kuliah Pendidikan Bahasa Kelas Tinggi yang di bimbing oleh bapak Darmawin Darin, M.Pd
• Permasalahan
Disebabkan melimpahnya mahasiswa PGSD UNRI, sehingga kampus UNRI yang berada di panam tidak dapat lagi menampung dan menyediakan ruang perkuliahan bagi anak SD. Untuk itu, mahasiswa PGSD di tempatkan di Gedung Guru Riau yang terletak di jalan Sudirman Pekanbaru.
• Pendekatan
Disini penulis menggunakan pendekatan observasi untuk menyampaikan Gedung Kampusku secara umum.


b. Pengembangan
Pengembangan disini termasuk pengembangan alami

GEDUNG KAMPUSKU

Terlihat jutaan semangat memapah langkah para mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Cat kuning terang mengulas gedung guru Riau yang terletak di tengah kota. Baris-baris kekaguman membuah ruah setelah sadar ku berada tepat di depan gedung megah nan indah itu. Sejuk niah sentuhan angin saat ku berada di hujung parkiran kampus. Parkiran dan karcis parkir pun ditata rapi oleh para satpam yang ramah, memanja lelahkan mata memandang. Ku temukan sejuk. Decak kagum membuana di sela rasa.

Disinilah kelak aku akan berkecimpung selama kurang lebih 3,5 tahun.merubah status menjadi mahasiswa yang sejak dulu kuidam-idamkan. Hari ini adalah acara pengenalan kampus, yang berarti pertama kalinya aku menginjakkan kaki dengan sepatu bertumit ini disini.

Ketika memasuki gedung yang dicat kuning ini. Hawa ditubuhku mengadakan transformasi, hawa panasnya kota pekanbaru diluar sana tergantikan dengan hawa dingin yang dihembuskan AC yang ada ditiap sudut gedung ini. Bibirku menyunggingkan senyum, alangkah nikmatnya.

Disalah satu sudut gedung, ku lihat sebuah pintu besi, seperti yang ada di mall-mall pikirku dalam hati, setelah kudekati ternyata benar, pintu itu adalah lift yang akan membawa kita turun naik ke lantai atas tanpa harus letih menyusuri anak tangga. Jemari telunjuk ku pun menekan salah satu tombol. Ku tunggu beberapa detik. Pintu besi itu tetap diam, aku tekan lagi tombol itu, kali ini dengansedikit tenaga, namun pintu itu tetap saja tidak terbuka. Apakah satpam yang biasanya duduk didalamnya sedang izin? kuperhatikan lagi pintu mewah itu, ah sial! Lampunya saja tidak hidup. Lift ini mati. Kakiku reflex menendang pintu tak bernyawa itu. Beberapa mahasiswa lain memperhatikanku dari jauh. Sedikit malu, kulangkahkan kaki menuju tangga untuk sampai ke lantai 2. Mengejar tanda tangan dosen pembimbing akademisku (PA). Inilah pengalaman pertamakalinya aku ke Gedung Guru, gedung kampusku.

c. Penutup

a. Simpulan
Kesimpulan yang bisa kita ambil dari deskripsi diatas adalah bahwa gedung Guru Riau yang di tempati mahasiswa PGSD UNRI sangatlah mewah, namun lift nya tidak bisa di fungsikan.

b. saran
Sebaiknya fasilitas yang ada di berdayakan dengan baik, lift yang tidak dipakai bisa rusak dan berkarat. Dan sebagai pengguna gedung guru, harusnya ikut menjaga fasilitas yang ada.


BAB 2
EKSPOSISI
a. Pendahuluan
• Latar belakang masalah
Latar belakang saya menulis deskripsi disni adalah untuk menjelaskan bagaimana sebenanarnya keadaan gedung guru yang ditempati untuk perkuliahan mahasiswa PGSD UNRI.
Selain itu juga, deskripsi ini merupakan tugas mandiri mata kuliah Pendidikan Bahasa Kelas Tinggi yang di bimbing oleh bapak Darmawin Darin, M.Pd
• Permasalahan
Setelah ditempati emnjadi kampus PGSD, gedung guru berubah, dalam arti berubah secara fisik.
Oleh karena itu, disini penulis akan menuturkan permasalahan-permasalahan yang ada di gedung guru ini. Dengan harapan akan merubah pandangan kita terhadap gedung guru dan memperbaiki sikap kita untuk lebih menjaga gedung yang kita tempati ini.
• Pendekatan
Disini penulis menggunakan pendekatan observasi untuk menyampaikan Gedung Kampusku secara umum.




b. Pengembangan
Disini penulis menggunakan pengembangan rasional
Gedung Guru Riau
Gedung Guru Riau di resmikan pada tanggal 25 November 2007, yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada hari Selasa, 22 April 2008, Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyerahkan biaya hibah dan penggunaan gedung guru kepada PGRI Provinsi Riau. Penyerahan itu dilakukan Gubernur Riau yang diterima langsung oleh ketuan PGRI Provinsi Riau Prof. Isjoni Ishak.
Kini, Gedung Guru Riau (GGR) yang seharusnya berfungsi sebagai sarana kegiatan para pehlawan tanpa tanda jasa, ternyata beralih fungsi menjadi tempat perkuliahan mahasiswa PGSD FKIP UNRI. Sejak 4 tahun terakhir, Gedung yang awalnya merupakan pusat kegiatan guru-guru seriau, telah berubah fungsi menjadi kampus.
Setelah berubah fungsi, gedung guru mengalami banyak perubahan. Isi di dalam Gedung Guru Riau yang kini di gunakan untuk perkuliahan mahasiswa PGSD sangatlah tidak sama seperti yang terlihat dari luar. Di dalamnya sudah sangat berubah semenjak dihuni oleh mahasiswa-mahasiswa PGSD. Sampah bertebaran dimana-mana, sehingga mengundang hewan-hewan untuk meninggalkan jejak kotorannya disana. Tak jarang bau menyengat menghantui saat perkuliahan berlangsung.
Toiletnya yang sudah tidak layak lagi dipakai, akibat orang-orang yang tidak bertanggung jawab setelah membuang hajat. Belum lagi ruangan yang kadang tidak cukup, sehingga para mahasiswa harus rela belajar di aula terbuka dengan beralaskan keramik dingin.
Lain dari pada itu, di dalam gedung terkadang terdapat air menggenang akibat atapnya yang bocor. Dan mengakibatkan terganggunya proses perkuliahan, hingga saat ini, atap yang bocor terdapat di 4 ruangan, di antaranya ruang Mawar lantai III.
Di sisi lain, gedung guru terlihat mewah dan indah dari depan, tapi kalau kita sudah memasuki ruangannya satu persatu, maka akan terlihat gedung guru yang sebenarnya.



c. Penutup
• Simpulan
Apa yang terlihat dari depan, bukanlah bentuk gedung guru yang sebenarnya. Yang terlihat dari depan hanyalah yang indak bangunan dan teksturenya saja. Tapi sebenarnya di dalam gedung banyak sekali kekurangannya.
• Saran
Mahasiswa PGSD yang menggunakan gedung tersebut segabai kampusnya, haruslah bisa bersama-sama menjaga kebersihan dan fasilitas yang disediakan. Para mahasiswa harusnya bekerja sama dengan petugas gedung tersebut untuk menjaga agar gedung bukan hanya terliahat indah dari depan, tapi juga indah di dalam dan nyaman digunakan.

BAB 3
ARGUMENTASI
a. Pendahuluan
• Latar belakang
Saat ini mahasiswa PGSD menempati gedung guru Riau. Dan diizinkan menggunakan segala fasilitas, seperti ruangan, tolilet, mushalla, AC, perpustakaan, lobi yang dilengkapi TV dan lain-lain.
• Permasalahan
Gedung guru Riau yang digunakan untuk gedung perkuliahan PGSD ternyata akan di ambil alih oleh pihak pengurus gedung, sehingga mahasiswa akan kehilangan tempat perkuliahan. Untuk itu, pihakUNRI akan membangun geduung baru di UNRI Panam, kemudian aktivitas perkuliahan akan dipindahkan ke kampus panam. Tapi, dengan perpindahan tersebut, tentunya akan timbul berbagai masalah, seperti jauhnya jarak yang harus ditempuh bagi mahasiswa yang indekos di sekitar gedung guru di Jalan Sudirman, selain itu masih banyak masalah lainnya yang akan datang.
• Pendekatan
Pendekatan disini, menggunakan pendekatan Observasi

b. Pengembangan
Pengembangan ini termasuk dalam pengembangan Rasional

Pertahankan Gedung Guru Sebagai Kampus PGSD UNRI
Setelah tiga tahun mahasiswa PGSD menempati Gedung Guru sebagai tempat perkuliahan, tahun 2011 beredar berita bahwa aktivitas perkuliahan mahasiswa PGSD akan dipindahkan ke panam, oleh karena itu, mahasiswa PGSD banyak yang merisaukan hal tersebut. Dimana nanti mereka akan kuliah, sedangkan di kampus UNRI panam tidak ada lagi ruangan yang mencukupi untuk mahasiswa yang berkapasitas sangat banyak.
Jika mahasiswa PGSD pindah ke panam, akan banyak masalah yang terjadi, seperti jauhnya jarak yang harus ditempuh bagi mahasiswa yang indekos di sekitar kampus lama, sedangkan untuk mencari kos baru di panam tentu tidaklah mudah.
Masalah lain yang akan dihadapi adalah juga terganggunya aktifitas perkuliahan dikarenakan ruangan yang kurang, sedangkan mahasiswa PGSD sangatlah banyak. Juga akan mengganggu aktifitas perkuliahan mahasiswa yang kuliah di kampus Panam itu sendiri. Dikarenakan pergantian ruangan.
Untuk itu, para mahasiswa menemui para dosen yang bersangkutan untuk menanyakan hal tersebut. Ternyata banyak juga dosen yang tiudak tahu menahu tentang kepindahan mahasiswa PGSD ke Panam.
Oleh karena itu, menurut hemat saya, gedung guru Riau harus dipertahankan sebagai gedung mahasiswa PGSD. Jangan sampai pindah ke panam.

c. Penutup
• Simpulan
Gedung guru sudah sangat cocok diperuntukkan bagi mahasiswa PGSD yang sangat banyak. Apabila pindah ke Panam, maka akan timbul berbagai masalah.
• Saran
Perpanjangan kontrak dengan pihak gedung guru agar mahasiswa tetap bisa melaksanakan perkuliahan disana.


BAB 4
PERSUASI
a. Pendahuluan
• Latar belakang
Prilaku masyarakat yang senang mengkonsumsi makanan yang berada di dalam kemasan menyababkan bertambahnya budget sampah di kota-kota besar
• Permasalahan
Sampah yang sudah tak tertanggulangi lagi tempatnya dan tidak tahu lagi harus dibuang kemana, karena panggunaan plastic untuk kemasan makanan yang semakin meluap.

b. Pengembangan
Pengembangan ini termasuk dalam pengembangan Rasional
Perilaku Menyampah
Di kota-kota besar, setiap orang mencari kemudahan dalam hidup. Kebiasaan makan, misalnya, di kota besar, restoran fast food cenderung menggunakan kemasan yang terbuat dari plastik atau stirofoam yang sekali pakai langsung buang. Kemasan kue dahulu menggunakan daun pisang yang bisa membusuk, sekarang cenderung menggunakan plastik. Semua itu kebiasaan impor yang bukan budaya indonesia. Budaya indonesia menggunakan kemasan daun pisang atau daun jati.
Sebenarnya volume sampah bisa dikurangi drastis bukan hanya dengan menangani sampah plastik dengan sebaik-baiknya atau dengan daur ulang tetapi bagaimana menghindari seminim mungkin perilaku menyampah. Hanya kekuatan konsumen yang bisa menekan produsen mengurangi bahan-bahan yang makin menambah volume sampah.
Semaksimal mungkin semua orang harus mengurangi penggunaan kemasan-kemasan yang kemudian akan menjadi sampah yang tidak bisa hancur. Misalnya, menghindari membeli makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik, stirofoam, atau kalaupun terpaksa membeli,ambil saja makanannya, kemasannya dikembalikan lagi kepada penjualnya. Rasanya tidak menggunakan kemasan plastik tidak akan mengurangi kenyamanan hidup ini.

c. Penutup

a. Simpulan
Sampah yang disebabkan oleh pembungkus makanan menyebabkan kerusakan lingkungan. Makanan yang dikemas dengan plastic juga menyebabkan global warming.

b. Saran
Kemasan makanan, sebaiknya di daur ulang, agar tidak menambah sampah yang ada di kota kita. Dan kurangi membeli makakan yang dikemas dalam plastic.




BAB 5
NARASI
a. Pendahuluan
• Latar belakang
Sahabat memiliki arti yang teramat penting dalam kehidupan ini. Sahabat akan selalu hadir di tiap kehidupan kita, ia dapat menghibur kita dikala kita sedih, membuat kita tertawa, setia menemani dimasa-masa suka maupun duka, dan selalu sabar dalam menyertai kehidupan kita.
Sahabat tidak akan pernah mencelakakan dan memanfaatkan kita, ia tak kenal pamrih dan waktu dalam menolong, ia akan melakukan sesuatu disaat kita membutuhkannya tanpa meminta sesenpun imbalan, balas jasa, bahkan ucapan terima kasih.
Kita dapat menemukan banyak karakter untuk dijadikan sahabat, tetapi dalam menemukan sahabat tidak semudah yang kita bayangkan, tidak cukup dengan perkenalan yang singkat atau memerlukan waktu yang lama dalam kita menilai seseorang untuk menjadi sahabat, karena sahabat akan hadir dengan sendirinya tanpa kita sadari dan dalam kurun waktu yang tidak dapat kita tentukan.
Tidak ada seorang manusia pun yang tidak membutuhkan sahabat, semua pasti mengiginkan tuk memiliki sahabat, dimana dengan adanya sahabat kita dapat mencurahkan seluruh isi hati kita, bahkan sampai sesuatu hal yang sangat rahasia pun dapat diungkapkan pada sahabat kita, melebihi siapapun di dunia ini. Dan sahabat akan menyimpannya erat2 dalam hatinya bahkan akan rela untuk mengorbankan dirinya demi menjaga rahasia tersebut.
• Permasalahan
Sahabat yang sudah kita percaya kadang mengkhianati kita dengan berjuta kebohongan. Atau mungkin meninggalkan kita tanpa sebab ketika dia menemukan sahabat yang baru.
• Pendekatan
Pendekatan yang digunakan disini adalah menanyakan kepada sahabat tersebut apa kesalahan yang telah kita lakukan, sehingga dia menjauhi kita tanpa sebab.




b. Pengembangan
Pengembangan disini menggunakan pengembangan alami
Puisi
Sahabat Adalah
Sahabat adalah ‘JENDELA’
dengannya dapat kulihat hidup dari sisi yang berbeda
dengannya mampu kunikmati warna-warna baru di hidupku
Sahabat adalah ‘CERMIN’
ia, selalu menampakkan apa yang terlihat
walaupun itu buruk…
walaupun itu tak baik…
Sahabat adalah ‘BUKU’
darinya, aku belajar kisah-kisah penuh makna
darinya, aku membaca sketsa-sketsa yang istimewa
betapa indahnya saat…
warna kalian membaur di dalam kanvas hidupku
betapa istimewanya…
memiliki sahabat seperti kalian
Ya Rabb,
terimakasih atas kado-kado istimewa ini
sahabat yang membuatku semakin bermakna

PROSA

Perjumpaan yang selayaknya tanpa sesuatu yang luar biasa. Perkenalan yang lumrah. Lalu hari-hari yang berjalan sebagaimana mestinya. Kau dengan sesuatu yang memang telah ada padamu sejak dulu. Lalu aku dengan segala keakuanku pula. Ritme hidup yang tak terencana lebih dulu. Mengalir saja seperti apa adanya. Wajar, biasa, lurus.

Pada mulanya kita telah mempunyai kehidupan sendiri. Dengan berbagai kebiasaan yang berbeda. Dengan berbagai adat dan budaya yang berbeda. Bahasa yang tak sama, laku yang tak serupa, apalagi pola pikir dan perasaan.

Sedikit melankolis tampaknya. Entah bagaimana mulanya, segala hal yang berbeda mulai membaur dalam satu wadah yang kita sebut persahabatan. Lebih dari itu: persaudaraan. Kau menyebutku dengan julukan yang lebih dari seorang teman. Lalu kita terbiasa dengan sesuatu kebiasaan yang baru. Tampaknya kurang lengkap bila aku tak membagi senyum denganmu. Bahkan kadang tangis, segala rupa beban yang menyesak di dadaku. Hingga menjadikan kau dan aku serupa satu tubuh. Yang tak lengkap tanpa satu yang lain.

Ketika harapan tak menjadi nyata, maka kau tempatku menumpahkan segala cerita tentang angan dan harapan. Kau menggandengku dengan asa, berharap aku bangkit dengan mimpi-mimpi indahku. Pula ketika cinta mengecewakanku, kau tersenyum dan memelukku, menyakinkan bahwa aku layak untuk dicintai tanpa kecuali. Ketika aku merengek manja, kau tak pernah mengganggapku seperti anak kecil, namun berkata bahwa aku harus dewasa. Bahkan ketika aku marah pada diriku sendiri, kau berkata bahwa aku hebat. Kau tak pernah berkata TIDAK. Dan membuatku kembali berkata YA.

Hari-hari kita penuh dengan kegembiraan. Dengan kesombongan-kesombongan yang indah. Kekonyolan yang memalukan. Kekhawatiran-kekhawatiran yang manis. Dan kesulitan-kesulitan yang tampak lebih kecil dari sesungguhnya.

Ah, benar. Pelangi tak kan indah tanpa perbedaan.

Ketika tak ada batas dalam hal apapun, maka hati kita telah dipersatukan. Tak ada istilah ewuh pekewuh karena memang tak perlu hal itu dalam persahabatan. Apalagi itung-perhitungan karena tak layak hal itu dalam persaudaraan.

Ketika kita telah asyik dengan kebiasaan yang mengalir, tiba-tiba kita dikejutkan oleh sebuah kenyataan bahwa kita harus berpisah. Ada sedikit rasa haru dan setitik tangis yang diam-diam menyentuh pipiku, ketika kau ucapkan: kita akan berpisah dan lama tak akan saling bersama. Aku mendengar nada terkejut yang sama dalam suaramu.

Di dalam hati aku berusaha menyakinkan: bahwa hanya badan kita yang berpisah. Bukan hati ini, pikiran, perasaan, kenangan, duka, dan cita. Bukan pula cerita-cerita kita di masa lalu.

Seorang bijak berkata, bahwa seseorang akan terasa sangat berharga bagi kita setelah seseorang itu meninggalkan kita. Aaah ,,, aku tak percaya. Karena sejak bersamamu, kau selalu berharga untukku. Begitu juga hingga nanti suatu saat yang masih lama sekali aku akan kehilangan kau.

Aku masih ingin banyak bercerita denganmu. Tentang impian yang akan segera kita wujudkan. Tentang harapan, asa, atau sekadar celoteh pengisi sepi.
DRAMA
PERSAHABATAN ADE DAN MELLY

Para Pelaku :
1. Ade, gadis kecil penjual asongan dan penjaja payung.
2. Melly
3. Mama Melly
4. Ibu Ade.

Adegan I
Sore hari di halte

Semenjak tadi siang hujan tak kunjung reda. Melly terpaksa pulang sendiri. Melly berteduh dan menunggu mobil angkutan umum yang lewat. Di halte bukan hanya Melly saja yang berteduh. Ada seorang bapak tua sedang melindungi isi gerobak barang rongsokannya dengan plastic. Ada seorang bocah lelaki yang termenung karena sebagian koran jualannya basah dan belum terjual. Beberapa ibu dan anak-anak sekolah asyik makan gorengan dan tertawa cekikikan.

Melly : (Bergumam) Coba kalau Mas Dodi jemput aku. Aku tak perlu menunggu dan berebut mengejar mobil angkutan umum. Tidak mungkin aku terus menunggu Mas Dodi. Mas Dodi terjebak macet di Tanah Abang. Pasti akan sangat lama menunggu dia. Aku harus cepat pulang, banyak tugas yang harus akau kerjakan. Aku berharap semoga hujan cepat berhenti.

Tiba-tiba ada seorang gadis kecil menghampiri Melly. Dari sekian banyak orang yang berteduh, gadis itu hanya menawarkan payungnya untuk Melly.

Ade : Kakak belum dapat mobil angkutan umum ya?
Melly : Iya, dari tadi Kakak belum dapat mobil.
Ade : Gimana kalau pake payung saja saja Kak. Sebentar lagi udah mau magrib, nanti Kak Melly kemaleman pulang ke rumah.
Melly : (Melly heran kenapa gadis itu tahu namanya. Melly berpikir kalau gadis itu salah satu anak yang tinggal di sekitar rumahnya. Tetapi Melly tidak menanyakan kenapa gadis itu tahu namanya. Melly menerima ajakan gadis kecil itu) Yuk!
Melly dan gadis kecil tersebut berjalan pulang menuju rumah Melly.

Adegan II
Siang hari di gerbang sekolah. Melly sedang menunggu Mas Dodi menjemputnya. Tiba-tiba Melly melihat sosok gadis kecil yang sedang berjalan sendirian sambil membawa dagangannnya.

Melly : (Bergumam) kalau ga salah, gadis kecil itu yang seminggu lalu menawarkan payungnya untukku. Jadi dia juga menjajakan asongan.
Melly : (berteriak memanggil Ade) Adik kecil!
Ade : (menoleh ke Melly) Kakak! (Ade menghampiri Melly)
Melly : Kamu juga jualan asongan? Memangnya kamu tidak sekolah?
Ade : Iya, Kak. saya jualan asongan. Ibu sedang sakit, jadi saya jualan asongan dan sore hari menawarkan payung kalau hujan. Sudah dua minggu saya tidak sekolah, Kak!
Melly : Kamu memang anak yang baik. Sabar ya..sebentar lagi ibumu pasti sembuh. Beliau pasti bangga punya anak yang baik seperti kamu. Oia, rumah kamu di mana?
Ade : Tidak jauh dari rumah Kak Melly. Di gang belakang.
Melly : O ya..Kok kamu tahu nama Kakak?
Ade : Ya tahu dong. Abang-abang cowok di belakang sering nyeritain Kakak. Mereka kan sering godain Kakak kalau berangkat sekolah.
Melly : O…iya iya. Ngomong-ngomong nama kamu siapa?
Ade : Masa sama tetangga sendiri ga tahu. Kalau pagi-pagi Ade kan sering lewat di depan rumah Kaka.
Melly : O…jadi nama kamu Ade?
Ade ; Iya Kak.
Melly : (Melirik dagangan Ade) Ngomong-ngomong permen yang itu haganya berapa?
Ade : Yang ini Kak? Ini harganya lima ratus satu bungkus. Kakak mau beli?
Melly : Iya. Kakak beli dua bungkus ya De.
Ade : (Menyodorkan permen) Ini permennya Kak.
Melly : (Memberikan uang sepuluh ribu rupiah) Ini uangnya, De. Kembaliannya buat kamu saja.
Ade : Terima kasih banyak Kak.
Melly : Sama-sama. De, Kakak pulang dulu ya. O ya, semoga ibumu cepat sembuh ya.
Ade : Iya, Kak. Sekali lagi terima kasih Kak.

Melly pulang dan Ade kembali menjajakan dagangannya.

Adegan III

Jam 19.30 di gang belakang dekat rumah Ade. Melly akan rapat di rumah Pak RT tetapi, Melly tidak hapal jalan ke rumah Pak RT. Dia bolak-balik di gang beberapa kali samapi kemudian ada yang memanggil namanya.

Ade : (Berteriak memanggil Melly) Kak Melly!
Melly : (Menoleh ke sumber suara. Ternyata Ade tersenyum dan berdiri di depan pintu, di sebuh rumah kecil yang sederhana) Ade gak ngojekin payung?
Ade : Iya ….kan hujannya udah berenti, Kak.
Melly : O…iya ya. Kakak nggak sadar.

Mely dan Ade tertawa berdua. Seorang ibu muncul di depan pintu, memperhatikan Melly dan Ade.

Ade : Bu, ini yang namanya Kak Melly, yang baik banget itu.
Ibu Ade: O… ini pasti nak Melly yang kemarin malem diceritain sama Ade. Katanya nak Melly baik banget.
Melly : Ah, Ade terlalu berlebihan, bu.
Ade : Mari masuk Kak.
Melly : Terima kasih Ade. Kakak mau rapat di rumahnya pak RT. Kamu tahu di mana rumah pak RT?
Ade : Tahu, Kak. Yuk Ade anterin sekalian.
Melly : Wah kebetulan kalau begitu, kalau ga ada kamu Kakak pasti nyasar nih.

Mereka berdua tertawa lagi.

Adegan IV

Siang hari di halte. Hujan turun lagi tapi tidak terlalu deras. Mama Melly sedang menunggu di halte.
Melly : (Melly datang menghampiri mamanya) Ma, ngapain di sini? Mama mau jemput aku?
Mama Melly : Tadi ibunya si Ade ke rumah nemuin mama. Ngabarin kalau si Ade ketabrak mobl waktu dagang asongan. Baru aja. Mobil yang nabrak kabur.
Melly : Si Ade?! Sekarang kita langsung aja ke rumahnya si Ade.
Melly dan mamanya langsung ke rumah Ade.

Adegan V

Di rumah Ade. Banyak pemuda dan bapak-bapak bergerombol di depan rumah. Saat Melly dan mamanya masuk banyak ibu-ibu menangis. Ade terbaring di ranjang sederhana, kemeja putihnya banyak bercak-bercak darah. Mengetahiu kedatangan Melly dan Mamanya semua pasang mata langsung memandang ke arah mereka. Ibunya Ade langsung menyambut Melly dan Mamanya.

Ibu Ade : (Menangis tersedu-sedu) Nak Melly, Ade ketabrak mobil. Keterlaluan sekali orang yang nabrak anak saya itu, bukannya turun dan membawa Ade kerumah sakit, malah kabur.
Melly : (Panik) jadi sampe sekarang Ade belum di bawa ke rumah sakit?
Ibu Ade : Kami ga punya uang, rumah sakit mahal, Non. Pak RT lagi doa di mushola, supaya yang nabrak Ade datang ke mari.
Melly : Kalau begitu, saya mau bawa Ade ke rumah sakit, tolong panggilin taksi, Pak! (Melly meminta tolong kepada bapak-bapak yang ada di luar rumah).
Ibu Ade : (Menangis) Untung ada nak Melly, kalau tidak…
Melly : Berdoa saja bu, supaya Ade cepat sadar.

Adegan VI

Di rumah sakit. Ade terbaring lemah dan bergerak siuman. Dan pelan-pelan mulai membuka matanya. Lalu tersenyum senang ketika melihat Melly ada di sampingnya. Dari kedua bola matanya terpancar sinar yang lembut dan indah.
Ade : Terima kasih Kak.
Melly : Berterimakasihlah kepada Tuhan, karena Dialah yang menyelamatkan Ade. Kak Melly yakin sebentar lagi pasti Ade sembuh. Ma, kalau Ade udah sembuh, boleh kan Ade jadi adiknya Melly? (Melly memegang tangan Mamanya dan meminta dengan penuh harap).
Mama Melly : Boleh dong sayang. Nanti Ade sama ibunya Ade bisa tinggal di rumah kita.
Melly : Makasih ya ma. Mama emang mama yang paling baik. (Melly memeluk mamanya). De, mau kan jadi adiknya Kak Melly?
Ade : Mau banget Kak. Ade seneng akhirnya Ade punya kakak.
Mama Melly : Gimana bu? Mau kan tinggal di rumah kita?
Ibu Ade : Wah, tentu aja mau bu. Terima kasih banyak ya bu. Semoga amal ibadah ibu mendapatkan balasan dari Allah. Amin…
Melly : (Mencium kening Ade) Cepet sembuh adikku sayang.

Semua tersenyum bahagia. Melly dan Ade menjadi satu keluarga.

c. Penutup
• Simpulan
Sebagai seorang sahabat kita harus saling melengkapoi kekurangan kita masing-masing. Jangan ada rasa dengki dan sakit hati, apabila ada rasa tidak enak, maka sampaikan dan bicarakan baik-baik.

• Saran
Sayangilah sahabatkita sebagaimana kita menyayangi keluarga kita sendiri. Karena sesungguhnya mencari sahabat yang benar-benar mengerti dirikita itu sangatlah sulit.



Tugas Individu
Dosen Pembimbing,
Drs.Darmawin Darin M.Pd

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI KELAS TINGGI





Disusun Oleh:
HARITSAH SALIM (0905135276)
Kelas : VI D


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
TAHUN AJARAN 2010 / 2011

daftar bacaan : berbagai sumber

#bagi yang mau copy paste, harap mencantumkan sumber blog ini!

20 April 2010

strategi dan model pembelajaran

4/20/2010 04:45:00 PM 0 Comments
strategi dan model pembelajaran
a. Diskusi
 Pengertian :
Diskusi merupakan cara dalam belajar mengajar, dimana guru dan siswa, bahkan antara siswa terliat dalam suatu interaksi aktif timbale balik dari dua arah baik dalam perumusan masalah, penyampaian informasi, pembahasan maupun dalam pengambilan kesimpulan.
Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Dalam diskusi terjadi tukar menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan menjadi terangsang, siswa terbiasa bertukar pikiran dengan teman, menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar bertanggung jawab terhadap hasil pemikiran bersama.
Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama.
Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak:
a.memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa
b.memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya
c.mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai
d.membantu siswa belajar berpikir secara kritis
e.membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman
f.membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah
g.mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut.

Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut:
1. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan.
2. Guru menjelaskan tujuan diskusi.
3. Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan.
4. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat.
5. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan.
6. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya.
7. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem.
8. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah.
9. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa.
10. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan.
Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut:
a.Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas.
b.Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya, agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan.
c.Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok.
d.Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan.
e.Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain.
f.Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat.
g.Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan.
h.Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat.
i.Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi.
j.Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang.
 Jenis-jenis Diskusi
Terdapat bemacam-macam jenis diskusi yang dapat digunakan dalam
proses pembelajaran, antara lain:
a. Diskusi Kelas
Diskusi kelas atau disebut juga diskusi kelompok adalah proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh seluruh anggota kelas sebagai peserta diskusi.
Prosedur yang digunakan dalam jenis diskusi ini adalah:
• guru membagi tugas sebagai pelaksanaan diskusi, misalnya siapa yang akan menjadi moderator, siapa yang menjadi penulis
• sumber masalah (guru, siswa, atau ahli tertentu dari luar) memaparkan masalah yang harus dipecahkan selama 10-15 menit
• siswa diberi kesempatan untuk menanggapi permasalahan setelah mendaftar pada moderator
• sumber masalah memberi tanggapan
• moderator menyimpulkan hasil diskusi.
b. Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok kecil dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok- kelompok. Jumlah anggota kelompok antara 3-5 orang. Pelaksanaannya dimulai dengan guru menyajikan permasalahan secara umum, kemudian masalah tersebut dibagi-bagi ke dalam submasalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok kecil. Selesai diskusi dalam kelompok kecil, ketua kelompok menyajikan hasil diskusinya.
c. Simposium
Simposium adalah metode mengajar dengan membahas suatu persoalan dipandang dari berbagai sudut pandang berdasarkan keahlian. Simposium dilakukan untuk memberikan wawasan yang luas kepada siswa. Setelah para penyaji memberikan pandangannya tentang masalah yang dibahas, maka symposium diakhiri dengan pembacaan kesimpulan hasil kerja tim perumus yang telah ditentukan sebelumnya.
d. Diskusi Panel
Diskusi panel adalah pembahasan suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa orang panelis yang biasanya terdiri dari 4-5 orang di hadapan audiens. Diskusi panel berbeda dengan jenis diskusi lainnya. Dalam diskusi panel audiens tidak terlibat secara langsung, tetapi berperan hanya sekadar peninjau para panelis yang sedang melaksanakan diskusi. Oleh sebab itu, agar diskusi panel efektif perlu digabungkan dengan metode lain, misalnya dengan metode penugasan. Siswa disuruh untuk merumuskan hasil pembahasan dalam diskusi

 Kelebihan metode diskusi
1. Siswa belajar bermusyawarah
2. Siswa mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing
3. Belajar menghargai pendapat orang lain
4. Mengembangkan cara berfikir dan sikap ilmiah
5. Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat
6. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber data
7. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama
8. Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru.
9. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
10. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
11. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi.
12. Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya.
13. Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah diambil.
14. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali.
15. Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara.
16. Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan, siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.
17. Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara, pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas.


 Kelemahan metode diskusi

1. Pendapat sarta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari pokok persoalan
2. Demonstrasi menjadi tidak efektif bila tidak semua siswa dapat ikut serta, misalnya alat terlalu kecil sedangkan jumlah siswa besar.
3. Kesulitan dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada penyelesaian
4. Membutuhkan waktu banyak
5. Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.
6. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu.
7. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.
8. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat.
9. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
10. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
11. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
12. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal
13. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara.
14. Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan, lebih rendah, remeh atau lebih bodoh.

b. Learning cycle (LC)
 Pengertian :
suatu model pembelajaran yang berpusat pada pebelajar (student centered). LC merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase) yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga pebelajar dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan berperanan aktif. LC pada mulanya terdiri dari fase-fase eksplorasi (exploration), pengenalan konsep (concept introduction), dan aplikasi konsep (concept application).
Pada tahap eksplorasi, pebelajar diberi kesempatan untuk memanfaatkan panca inderanya semaksimal mungkin dalam berinteraksi dengan lingkungan melalui kegiatan-kegiatan seperti praktikum, menganalisis artikel, mendiskusikan fenomena alam, mengamati fenomena alam atau perilaku sosial, dan lain-lain. Dari kegiatan ini diharapkan timbul ketidakseimbangan dalam struktur mentalnya (cognitive disequilibrium) yang ditandai dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada berkembangnya daya nalar tingkat tinggi (high level reasoning) yang diawali dengan kata-kata seperti mengapa dan bagaimana.
Munculnya pertanyaan-pertanyaan tersebut sekaligus merupakan indikator kesiapan siswa untuk menempuh fase berikutnya, fase pengenalan konsep. Pada fase ini diharapkan terjadi proses menuju kesetimbangan antara konsep-konsep yang telah dimiliki pebelajar dengan konsep-konsep yang baru dipelajari melalui kegiatan-kegiatan yang membutuhkan daya nalar seperti menelaah sumber pustaka dan berdiskusi. Pada tahap ini pebelajar mengenal istilah-istilah yang berkaitan dengan konsep-konsep baru yang sedang dipelajari. Pada fase terakhir, yakni aplikasi konsep, pebelajar diajak menerapkan pemahaman konsepnya melalui kegiatan-kegiatan seperti problem solving (menyelesaikan problem-problem nyata yang berkaitan) atau melakukan percobaan lebih lanjut.. Penerapan konsep dapat meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar, karena pebelajar mengetahui penerapan nyata dari konsep yang mereka pelajari. Implementasi LC dalam pembelajaran menempatkan guru sebagai fasilitator yang mengelola berlangsungnya fase-fase tersebut mulai dari perencanaan (terutama pengembangan perangkat pembelajaran), pelaksanaan (terutama pemberian pertanyaan-pertanyaan arahan dan proses pembimbingan) sampai evaluasi.


 Aplikasi lerning cycle dalam PBM
Dalam membuat rencana pembelajaran berbasis LC, kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam tiap fase harus ditelaah melalui pertanyaan « Konsep apa yang akan diberikan ? » atau « Kompetensi apakah yang harus dikuasai siswa ? » dan « Aktivitas-aktivitas yang bagaimanakah yang harus dikelola dalam tiap fase agar tercapai pemahaman konsep atau terkuasainya kompetensi tersebut ? ». Kegiatan-kegiatan dalam tiap fase harus dirangkai sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Kompetensi yang bersifat psikomotorik dan afektif misalnya akan lebih efektif bila dikuasai siswa melalui kegiatansemacampraktikum.
 Lingkungan belajar yang perlu diupayakan agar LC berlangsung konstruktivistik adalah :
1. Tersedianya pengalaman belajar yang berkaitan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa
2. Tersedianya berbagai alternatif pengalaman belajar jika memungkinkan
3. Terjadinya transmisi sosial, yakni interaksi dan kerja sama individu dengan lingkungannya
4. Tersedianya media pembelajaran
5. Kaitkan konsep yang dipelajari dengan fenomena sedemikian rupa sehingga siswa terlibat secara emosional dan sosial yang menjadikan pembelajaran berlangsung menarik dan menyenangkan.
Model Pembelajaran Learning Cycle merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan pengembangan konsep yaitu bagaimana pengetahuan itu dibangun dalam pikiran siswa, dan keterampilan siswa dalam menemukan pengetahuan secara bermakna serta mengaitkan antara pengetahuan lama dengan pengetahuan yang baru dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari
Learning cycle patut dikedepankan, karena sesuai dengan teori belajar Piaget .teori belajar yang berbasis konstruktivisme. Piaget menyatakan bahwa belajar merupakan pengembangan aspek kognitif yang meliputi: struktur, isi, dan fungsi. Struktur intelektual adalah organisasi-organisasi mental tingkat tinggi yang dimiliki individu untuk memecahkan masalah-masalah. Isi adalah perilaku khas individu dalam merespon masalah yang dihadapi. Sedangkan fungsi merupakan proses perkembangan intelektual yang mencakup adaptasi dan organisasi (Arifin, 1995). Adaptasi terdiri atas asimilasi dan akomodasi. Pada proses asimilasi individu menggunakan struktur kognitif yang sudah ada untuk memberikan respon terhadap rangsangan yang diterimanya. Dalam asimilasi individu berinteraksi dengan data yang ada di lingkungan untuk diproses dalam struktur mentalnya. Dalam proses ini struktur mental individu dapat berubah, sehingga terjadi akomodasi. Pada kondisi ini individu melakukan modifikasi dari struktur yang ada, sehingga terjadi pengembangan struktur mental. Pemerolehan konsep baru akan berdampak pada konsep yang telah dimiliki individu. Individu harus dapat menghubungkan konsep yang baru dipelajari dengan konsep-konsep lain dalam suatu hubungan antar konsep. Konsep yang baru harus diorganisasikan dengan konsep-konsep lain yang telah dimiliki. Organisasi yang baik dari intelektual seseorang akan tercermin dari respon yang diberikan dalam menghadapi masalah. Karplus dan Their (dalam Renner et al, 1988) mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan ide Piaget di atas. Dalam hal ini pebelajar diberi kesempatan untuk mengasimilasi informasi dengan cara mengeksplorasi lingkungan, mengakomodasi informasi dengan cara mengembangkan konsep, mengorganisasikan informasi dan menghubungkan konsep-konsep baru dengan menggunakan atau memperluas konsep yang dimiliki untuk menjelaskan suatu fenomena yang berbeda. Implementasi teori Piaget oleh Karplus dikembangkan menjadi fase eksplorasi, pengenalan konsep, dan aplikasi konsep . Unsur-unsur teori belajar Piaget (asimilasi, akomodasi, dan organisasi) mempunyai korespondensi dengan fase-fase dalam LC.
 Fase – fase dalam metode learning cycle
1) Fase Engage: pada fase ini kita akan menciptakan minat dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa pada topik yang ingin dipelajari, menimbulkan pertanyaan dan mendatangkan respon dari siswa yang akan memberikan gambaran apa yang telah mereka ketahui. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengidentifikasi miskonsepsi pemahaman siswa. Selama fase ini, siswa akan dihadapkan pada pertanyaan (mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana kita bisa menemukannya?)
2) Fase Explore: selama fase ini siswa diberi peluang untuk bekerja sama tanpa bimbingan langsung dari guru tetapi guru berperan sebagai fasilitator. Berdasarkan teori Piaget, ini merupakan fase ketidakseimbangan, pola pikir siswa masih acak (membingungkan). Hal ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk mengajukan prediksi dan menguji hipotesis atau mendiskusikan alternatif lain dengan teman sekelompok, mencatat hasil pengamatan dan menunda keputusan.
3) Fase Explain: pada fase ini siswa didorong untuk menjelaskan konsep dengan kata-kata mereka sendiri, menunjukkan bukti dan klarifikasi dari penjelasan mereka, mendengarkan penjelasan siswa lain dengan kritis. Siswa harus menggunakan catatan pengamatan dan pengalaman siswa sebelumnya sebagai dasar dari diskusi.
4) Fase Extend: pada fase ini siswa menerapkan konsep dan keterampilan yang telah mereka kuasai dalam situasi yang baru, meningkatkan siswa tentang penjelasan alternatif dan mempertimbangkan keberadaan data dan bukti yang mereka selidiki dalam situasi yang baru. Strategi explorasi juga diterapkan di sini karena siswa akan menggunakan informasi sebelumnya untuk menjawab pertanyaan, mengajukan solusi, membuat keputusan, eksperimen dan mencatat pengamatan.
5) Fase Evaluate: evaluasi dilakukan pada setiap fase, artinya dilakukan pada sepanjang pengalaman belajar. Guru perlu mengamati pengetahuan dan keterampilan siswa, aplikasi dalam konsep yang baru dan perubahan dari pola pikir siswa. Siswa perlu menilai dirinya sendiri dengan menanyakan pertanyaan terbuka dan memberikan jawaban berdasarkan hasil pengamatan, bukti dan penjelasan yang telah diterima sebelumnya. Dengan demikian siswa akan terdorong melakukan penyelidikan yang lebih lanjut dimasa yang akan datang.

 Kelebihan learning cycle
1. meningkatkan motivasi belajar karena pebelajar dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran
2.membantu mengembangkan sikap ilmiah pebelajar
3. pembelajaran menjadi lebih bermakna
 Kekurangan
1. efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang menguasai materi dan langkah-langkah pembelajaran
2. menuntut kesungguhan dan kreativitas guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran
3. memerlukan pengelolaan kelas yang lebih terencana dan terorganisasi
4. memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran.







c. Inkuiri
 Pengertian :
Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan.proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui Tanya jawab antara guru dan siswa.strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan heuristic,yang berasal dari bahasa yunani,yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.

Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri.
1. strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan,artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar .dalam proses pembelajaran siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal,akan tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri.
2. seluruh aktivitas yang dilakukan siswa yang diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri yang sifatnya sudah pasti dari sesuatu yang dipertanyakan,sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri.strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar,akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa.aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab antara guru dan siswa.oleh sebab itu,kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri.
3. tujuan penggunaan stategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis,logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.manusia yang hanya menguasai pelajaran belum tentu dapat mngembangkan kemampuan berpikirnya manakala ia dapat menguasai materi pelajaran.





Prinsip-prinsip pelaksanaan SPI
Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan strategi pembelajaran inkuiri.
A. Berorientasi pada pengembangan intelektual
Startegi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.makna dari “sesuatu” yang harus ditemukan oleh siswa melalui proses berpikir adalah sesuatu yang dapat ditemukan,bukan sesuatu yang tidak pasti,oleh sebab itu setiap gagasan yang harus dikembangkan adalah gagasan yang dapat ditemukan.

B. Prinsip Interaksi
Proses pembelajaran adalah proses interaksi,baik interaksi antara siswa maupun interaksi antara siswa dan guru bahkan interaksi antara siswa dengan lingkungan.guru perlu mengarahkan agar siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.sering guru terjebak oleh kondisi yang tidak tepat mengenai proses interaksi itu sendiri.misalnya,interaksi hanya berlangsung antarsiswa yang memiliki kemampuan berbicara saja walaupun pada kenyataannya pemahaman siswa tentang substansi permasalahan yang dibicarakan sangat kurang atau guru justru menanggalkan peran sebagai pengatur interaksi itu sendiri.
C. Prinsip Bertanya
Peran guru dalam menggunakan SPI adalah guru sebagai penanya.sebab,kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir.oleh sebab itu,kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan.berbagi jenis dan teknik bertanya perlu dikuasai oleh setiap guru,apakah itu bertanya hanya sekedar untuk meminta perhatian siswa,bertanya untuk melacak,bertanya untuk mengembangkan kemampuan atau bertanya untuk menguji.
D. Prinsip Belajar untuk Berpikir
Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.oleh karena itu,belajar berpikir logis dan rasional perlu didukung oleh pergerakan otak kanan,misalnya dengan memasukkan unsur-unsur yang dapat memengaruhi emosi,yaitu unsur estetika melalui proses belajar yang menyenangkan dan menggairahkan.


E. Prinsip keterbukaan
Anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya.pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya.tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukannya.

Langkah-langkah Pelaksanaan SPI
1. Orientasi Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau pembelajaran yang responsif.berbeda dengan tahapan preparation dalam Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE) sebagai langkah untuk mengkondisikan agar siswa siap menerima pelajaran,pada langkah orientasi dalam SPI,guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah.langkah orientasi merupakan langkah yang sangat penting

2. Merumuskan Masalah

Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki.dikatakan teka-teki dalam rumusan masalah yang ingin dikaji disebabkan masalah itu tentu ada jawabannya,dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat.dengan demikian,teka-teki yang mengandung konsep yang jelas harus dicari dan ditemukan,ini penting dalam pembelajaran inkuiri.

3. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahn yang sedang dikaji.sebagai jawaban sementara,hipotesis perlu diuji kebenarannya.kemampuan atau potensi individu untuk berpikir pada dasarnya sudah dimiliki sejak individu itu lahir.manakala,individu dapat membuktikan tebakannya,maka ia akan sampai pada posisi yang dapat mendorong untuk berpikir lebih lanjut.

4. Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang di butuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya.oleh sebab itu,tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.
5. Menguji Hipotesis
Menguji hipotesis adalah prose menentukan jawban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.disamping itu,menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional.artinya,kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi,akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.
6. Merumuskan Kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.sering terjadi oleh karena banyaknya data diperoleh,menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus terhadap masalah yang henfak dipecahkan.oleh karena itu,untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menu jukkan pada siswa data mana yang relevan.

 ciri utama strategi Pembelajaran Inkuiri :
1. Strategi inkuiri menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan.
2. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari suatu yang dipertanyakan.
3. Tujuan dari penggunaan strategi inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis,logis dan kritis.
 Strategi Pembelajaran Inkuri efektif apabila :
 Guru mengharapka siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan.
 Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi,akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.
 Jika proses pembelajaran berangkat dari ingin tahu siswa terhadap sesuatu.
 Jika akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemamuan dan kemampuan berpikir.
 Jika siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh guru.
 Jika guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.



 Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru,antara lain:
1. Berorientasi pada pengembangan intelektual,
Tujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir,dengan demikian,strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga juga berorientasi pada proses belajar.
2. Prinsip interaksi
Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar,tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.
3. Prinsip bertanya
Peran guru yang harus dilakukan dalam SPI adalah guru sebagai penya.Oleh sebab itu kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan
4. Prinsip Belajar Untuk Berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta,akan tetapi belajar adalah proses berpikir.Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.
5. Prinsip Keterbukaan
Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan,segala sesuatu mungkin saja terjadi.Oleh sebab itu anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan kemampuan perkembangan logika dan nalarnya.

 Kelemahan strategi inkuiri
a. Jika strategi ini digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
b. Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
c. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
d. Selama kriteria keberhasiJan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka startegi ini akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.
 Kelebihan strategi inkuiri
a) Startegi ini merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
b) Startegi ini dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
c) Startegi ini merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
d) Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.


d. Kooperatif
 Pengertian :
Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang, rendah). Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran .
Belajar kooperatif merupakan pendekatan pembelajaran melalui kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang saling asah, silih asih, dan silih asuh. Sementara itu, Bruner dalam Siberman menjelaskan bahwa belajar secara bersama merupakan kebutuhan manusia yang mendasar untuk merespons manusia lain dalam mencapai suatu tujuan.
Dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif, siswa didorong untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta berkembangnya keterampilan sosial.
 PRINSIP DASAR DAN KARAKTERISTIK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
• setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya.
• setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama.
• setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya.
• setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi.
• setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
• setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

 Adapun karakteristik model pembelajaran kooperatif adalah:
• siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.
• Kelompok dibentuk dari beberapa siswa yang memiliki kemampuan berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
• Penghargaan lebih menekankan pada kelompok daripada masing-masing individu.
Dalam pembelajaran kooperatif dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain.

 langkah model pembelajaran kooperatif:
• Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
• Menyajikan informasi
• Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
• Membimbing kelompok belajar
• Evaluasi dan pemberian umpan balik
• Memberikan penghargaan

 Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah;
1. belajar bersama dengan teman
2. selama proses belajar terjadi tatap muka antar teman
3. saling mendengarkan pendapatdi antara anggota kelompok
4. belajar dari teman sendiri dalam kelompok
5. belajar dalam kelompok kecil,
6. produktif berbicara atau saling mengemukakan pendapat,
7. keputusan tergantung pada siswa sendiri,
8. siswa aktif

 Johnson dan Johnson (1984) serta Hilke (1990) mengemukakan
ciri-ciri pembelajaran kooperatif adalah;
1. terdapat saling ketergantungan yang positif di antar anggota kelompok,
2. dapat dipertanggungjawabkan secara individu,
3. heterogen,
4. berbagi kepemimpinan,
5. berbagi tanggung jawab,
6. menekankan pada tugas dan kebersamaan,
7. membentuk keterampilan sosial,
8. peran guru/dosen mengamati proses belajar mahasiswa,
9. efektivitas belajar tergantung pada kelompok.


 TIPE-TIPE MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
1. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw ini pertama kali dikembangkan oleh Aronson dkk. Langkah-langkah mengaplikasikan tipe Jigsaw dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4-6 siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda baik tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah serta jika mungkin anggota berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda tetapi tetap mengutamakan kesetaraan jender. Kelompok ini disebut kelompok asal. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dalam tipe Jigsaw ini, setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli (Counterpart Group/CG).
Dalam kelompok ahli, siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama, serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. Kelompok asal ini oleh Aronson disebut kelompok jigsaw (gigi gergaji).
Misal suatu kelas dengan jumlah siswa 40, dan materi pembelajaran yang dicapai sesuai dengan tujuan pembelajarannya terdiri dari dari 5 bagian materi pembelajaran, maka dari 40 siswa akan terdapat 5 kelompok ahli yang beranggotakan 8 siswa dan 8 kelompok asal yang terdiri dari 5 siswa. Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh dalam diskusi di kelompok ahli dan setiap siswa menyampaikan apa yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang dilakukan oleh kelompok ahli maupun kelompok asal.
b. Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok atau dilakukan pengundian salah satu kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan.
c. Guru memberikan kuis untuk siswa secara individual
d. Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya (terkini).
e. Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran.
f. Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan tipe Jigsaw untuk belajar materi baru, perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

 Kelebihan metode kooperatif
1. model pembelajaran kooperatif mempunyai kekuatan dalam mengembangkan softskills mahasiswa seperti, kemampuan berkomunikasi, berfikir kritis,bertanggung jawab, serta bekerja sama.
2. memberi peluang kepada siswa agar mengemukakan dan membahas suatu pandangan, pengalaman, yang diperoleh siswa belajar secara bekerja sama dalam merumuskan ke arah satu pandangan kelompok
3. siswa memungkinkan dapat meraih keberhasilan dalam belajar, di samping itu juga bisa melatih siswa untuk memiliki keterampilan, baik keterampilan berpikir (thinking skill) maupun keterampilan sosial (social skill) seperti keterampilan untuk mengemukakan pendapat, menerima saran dan masukan dari orang lain, bekerjasama, rasa setia kawan, dan mengurangi timbulnya perilaku yang menyimpang dalam kehidupan kelas
4. siswa yang belajar dengan mengunakan metode pembelajaran koperatif akan memiliki motivasi yang tinggi karena didorong dan didukung dari rekan sebaya
5. Saling ketergantungan yang positif
6. Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu
7. Siswa dilibatkan daiam perencanaan dan pengelolaan kelas
8. Suasana kelas yang rileks dan menyenanakan
9. Terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru.
10. Memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan.


 Kekurangan metode kooperatif
1. Strategi pembelajaran kooperatif memerlukan waktu yang cukup panjang dan
fleksibel, meskipun untuk topik-topik tertentu waktu yang diperlukan mungkin cukup dua kali tatap muka ditambah dengan kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran.
2. Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikran dan waktu
3. Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai
4. Selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan topik permasalahan yang sedang dibahas meluas. Sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
5. Saat diskusi kelas, terkadang didominasi oleh seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasip.

 Tujuan Pengembangan Model Cooperative Learning
Tujuan utama dalam pengembangan model pembelajaran cooperative learning adalah belajar kelompok bersama teman-temannya dengan cara saling menghargai pendapat dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan gagasannya dengan cara menyampaikan pendapat mereka dengan cara Berkumpul secara berkelompok.
Belajar kelompok itu adalah untuk membentuk pribadi seseorang apakah ia berbuat egois atau tidak mungkin menjadi pengecut, bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan kelompok karena tujuan utama belajar kelompok itu adalah untuk memperoleh pengetahuan dan sesama temannya. Jadi tidak lagi pengetahuan itu diperoleh dan gurunya saja melainkan bisa diperoleh dan temannya. Oleh karena itu, dalam belajar kelompok seorang teman haruslah memberikan kesempatan kepada teman yang lain untuk mengemukakan pendapatnya dengan cara menghargai pendapat orang lain dan saling mengoreksi kesalahan dan saring membetulkan satu sama lainnya.
Jadi dengan cara menghargai pendapat orang lain dan saling membetulkan kesalahan secara bersama, mencari jawaban yang paling tepat dan baik dengan cara mencari sumber-sumber informasi dan mana saja seperti buku paket, buku-buku yang ada di perpustakaan dan buku-buku pelajaran lainnya untuk dijadikan pembantu dalam mencari jawaban yang baik dan benar serta juga memperoleh pengetahuan tentang pemahaman terhadap materi mata pelajaran yang diajarkan semakin luas dan semakin baik.
Menurut Depdiknas tujuan pembelajaran kooperatif, yaitu :
1. Meningkatkan hasil akademik, dengan meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademiknya. Siswa yang lebih mampu akan menjadi nara sumber bagi siswa yang kurang mampu, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama.
2. Pembelajaran kooperatif memberi peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial
3. Untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan sosial yang dimaksud antara lain, berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.



 
e. Demonstrasi
 Pengertian :
Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan.
Demonstrasi akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Metoda ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa
 Tahap persiapan demonstrasi:
1. sediakan alat-alat yang diperlukan
2. tulislah garis besar demonstrasi itu dipapan tulis, agar anak-anak lebih mudah mengikuti demonstrasi
3. usahan agar setiap anak dapat mendengarkan demontrasi dan mendengar penjelasan

 tahap pelaksanaan demonstrasi
1. ciptakan suasana yang baik,
2. usahakan agar demonstrasi itu sederhana dan hanya mengenai pokok-pokoknya saja
3. jangan melakukan demonstrasi dengan terburu-buru
4. buatlah kesimpulan dibeberapa menit terakhir
5. setelah semuanya jelas, maka berikan kepada beberapa siswa untuk memperaktekkannya

 kelebihan demonstrasi
1. perhatian siswa lebih terfokus pada materi
2. siswa ikut aktif bila dilanjutkan dengan eksperiment
3. dapat mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi jika siswa hendak mencoba mempelajari suatu proses dari buku bacaan
4. materi yang kurang dimengerti dapat ditanya kan langsung
5. proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dip[elajari
6. pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat pada diri siswa
7. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda
8. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
9. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya

 kelemahan demonstrasi
1. demonstrasi tidak efektif bila semua siswa dapat ikut serta , misalnya alat terlalu kecil sedangkan jumlah siswa besar
2. memerlukan waktu yang cukup bnyak
3. apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi jadi kurang efisien
4. memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk membeli bahan-bahannya
5. memerlukan tenaga yang tidak sedikit
6. apabila siswa tidak aktif, maka metode demeonstrasi jadi tidak efektif
7. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
8. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
9. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan





f. Strategi pembelajaran sains teknologi masyarakat
 Pengertian
Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan antara isu-isu (masalah) sains, teknologi dan masyarakat, sedangkan strategi pembelajaran Diskoveri-Inkuiri adalah salah satu strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa terlibat aktif menggunakan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip materi yang sedang dipelajari. Penggabungan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dengan strategi pembelajaran Diskoveri-Inkuiri diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan hasil belajar biologi siswa. Alasan ini mendasari penerapan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dengan strategi pembelajaran Diskoveri-Inkuiri dalam penelitian.
Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) yang diterjemahkan dari akronim bahasa Inggris STS (Science-Technology-Society) adalah gerakan pembaharuan dalam pendidikan IPA. Pembaharuan ini mula-mula terjadi di Inggris dan Amerika, sekarang sudah merebak ke negara-negara lain. Pendekatan STM dalam pendidikan IPA diyakini oleh pakar-pakar di Amerika sebagai pendekatan yang paling tepat sebab pendekatan ini adalah pembelajaran Sains dan Teknologi dalam konteks pengalaman manusia, karena itu merupakan pendekatan IPA yang mempersiapkan murid-murid untuk menghadapi abad ke-21. Dalam pendekatan ini murid-murid diikutsertakan dalam penentuan tujuan, perencanaan, pelaksanaan, cara mendapatkan informasi, dan dalam evaluasi. Yang dipakai sebagai penata (organizer) dalam pendekatan STM adalah isu-isu dalam masyarakat yang ada kaitannya dengan Sains dan Teknologi.


 Kelebihan
1. guru dianggap sebagai fasilitator dan informasi yang diterima siswa akan lebih lama diingat.
2. adanya pemecahan masalah, tetapi masalah itu lebih ditekankan pada masalah yang ditemukan sehari – hari, yang dalam pemecahannya menggunakan langkah – langkah ilmiah

 kelemahan
1.



g. Keterampilan proses sains
 Pengertian
Keterampilan proses adalah keterampilan yang diperoleh dari latihan kemampuan-kemampuan mental, fisik dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan-kemampuan yang lebih tinggi. Kemampuan-kemampuan mendasar yang telah dikembangkan dan telah terlatih lama-kelamaan akan menjadi suatu keterampilan, sedangkan pendekatan keterampilan proses adalah cara memandang anak didik sebagai manusia seutuhnya. Cara memandang ini dijabarkan dalam kegiatan belajar mengajar memperhatikan pengembangan pengetahuan, sikap, nilai serta keterampilan. Ketiga unsur itu menyatu dalam satu individu dan terampil dalam bentuk kreativitas.
Tujuan pengajaran sains sebagai proses adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa, sehingga siswa bukan hanya mampu dan terampil dalam bidang psikomotorik, melainkan juga bukan sekedar ahli menghafal. Berdasarkan penjelasan di atas pada keterampilan proses, guru tidak mengharapkan setiap siswa akan menjadi ilmuan, melainkan dapat mengemukakan ide bahwa memahami sains sebagian bergantung pada kemampuan memandang dan bergaul dengan alam menurut cara-cara seperti yang diperbuat oleh ilmuan.
 Dalam menerapkan keterampilan proses dasar sains dalam kegiatan belajar mengajar, ada dua alasan yang melandasinya yaitu:
a. bahwa dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka laju pertumbuhan produk-produk ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi pesat pula, sehingga tidak mungkin lagi guru mengajarkan semua fakta dan konsep kepada siswa. Jika guru tetap mengajarkan semua fakta dan konsep dari berbagai cabang ilmu, maka sudah jelas target itu tidak akan tercapai. Untuk itu siswa perlu dibekali dengan keterampilan untuk mencari dan mengolah informasi dari berbagai sumber, dan tidak semata-mata dari guru.

b. bahwa sains itu dipandang dari dua dimensi, yaitu dimensi produk dan dimensi proses. Dengan melihat alasan ini betapa pentingnya keterampilan proses bagi siswa untuk mendapatkan ilmu yang akan berguna bagi siswa dimasa yang akan datang, sehingga bangsa kita akan dapat sejajar dengan bangsa yang maju lainnya.

 Strategi keterampilan proses sains
a. Dalam menyusun strategi mengajar, pengembangan keterampilan proses terintegrasi dengan pengembangan produk sains (konsep-konsep perlu di seleksi untuk menghindari banyaknya materi yang harus diajarkan), sebab perkembangan ilmiah anak pada dasarnya merupakan interaksi antara konsep-konsep, keterampilan proses sains, serta nilai-nilai dan sikap-sikap yang timbul akibat dimilikinya keterampilan proses sains.
b. Keterampilan –keterampilan proses sains, mulai dari mengamati hingga mengajukan pertanyaan, tidak perlu merupakan suatu urutan yang harus diikuti dalam mengajar sains, keterampilan-keterampilan itu diperkirakan sesuai dengan tingkat perkembangan anak di SMP.
c. Setiap metode mengajar yang diterapkan dalam pendidikan sains dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan proses sains.
d. Pendekatan keterampilan proses tidak menunjukan suatu dikthonomi, tetapi menunjukan suatu kontinum.
e. Dalam satu satuan waktu, baik caturwulan maupun semester, seluruh keterampilan proses sains harus pernah dikembangkan, dan tersebar pada seluruh materi yang diajarkan dalam satu satuan waktu tersebut.
 faktor-faktor yang menghambat pembelajaran sains diantaranya:
1. Faktor siswa
a). Tidak adanya motivasi dari siswa itu sendiri
b). Siswa beranggapan bahwa pelajaran sains sukar untuk dipahami
c). Banyak siswa yang tidak memahami pentingnya pelajaran sains
2. Faktor guru
a). Banyak guru sains yang belum sepenuhnya menguasai bidang study yang diajarkanya.
b). Banyak guru sains yang kurang mengikuti perkembangan sains.
c). Banyak guru sains yang tidak bisa membuat alat-alat peraga.
d). Banyak guru sains yang berprilaku otoriter terhadap siswa,dan tidak mencerminkan seorang guru.
3. Faktor sarana penunjang
a). Ruang kelas yang tidak kondusif, tidak punya perpustakaan
b). Laboratorium dengan alat-alat yang kurang memadai.


 Tujuan Akhir Pembelajaran Sains
• Kegiatan belajar mirip dengan suatu perjalanan dari suatu titik awal kegiatan yaitu siswa tidak tahu tentang hal yang akan dipelajari, menuju pada akhir kegiatan yaitu siswa menjadi tahu, melalui proses belajar mengajar. Tujuan belajar dalam proses belajar mengajar di kelas kita kenal sebagai Tujuan Intruksional Khusus(TIK). Dengan memberitahukan TIK kepada siswa diawal pelajaran, maka siswa akan mengetahui kemana ia akan dibawa dalam proses belajar mengajar tersebut. Dengan mengenal tujuan belajar, maka siswa akan lebih giat berusaha untuk mencapai tujuan itu.jadi siswa akan termotivasi belajar.
• Menurut Gagne, tujuan belajar ini dapat menggambarkan hasil-hasil belajar yang akan diraih siswa. Hasil –hasil belajar tersebut dikelompokan menjadi lima kategori, diantaranya: informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap serta keterampilan motor.

02 April 2010

mid

4/02/2010 11:56:00 AM 0 Comments
UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH
PSIKOLOGI PENDIDIKAN







NAMA : HARITSAH SALIM
NIM : 0905135276
KELAS : II E


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
1. Jelaskan dan jabarkan dinamika prilaku menurut aliran behaviorisme, humenisme, dan konvergensi!
 Pengertian Behavioristik
Para ahli behavioristik berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran atau penguatan dari lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioral dengan stimilasinya para guru juga berpendapat bahwa tingkah laku muridmurid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang, dan bahwa segenap tingkah laku merupakan hasil belajar.Behaviorisme merupakan salah satu aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.

• Dinamika prilaku menurut kaum behaviorisme
Kaum behavioris cendering mendefinisikan pendidikan dalam arti sempit. Dalam artian, pendidikan hanyalah sebatas sekolah. Pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan disekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka.
Aliran behavioristik mempunyai mempunyai pendanan yang optimis terhadap peranan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan, dan meragukan peranan pendidikan dalam bentuk-bentuk pengalaman belajar dalam hidup yang tidak dilembagakan. Mereka mempunyai keyakinan yang sangat kuat tentang masa depan sekolah sebagai hal ihwal yang berkenaan dengan rekayasa pengubahan tingkah laku.sekolah hendaknya dirancang seperti halnya dengan para insirnyur yang bekerja merancang sebuah mesin yang canggih.

• Dinamika prilaku aliran humanisme
Aliran humanisme cenderung mendefinisikan pendidikan dalam arti luas, yaitu pendidikan adalh hidup.pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu.
Aliran humanisme mengecam praktek pendidikan disekolah, karna berlangsung dehumanisasi,yaitu proses pengikisan martabat kemanusiaan, seperti pemukulan kepada murid-murui dan hukuman-hukuman yang berat. Aliran humanisme menganggap sekolah terasing dari kehidupan nyata. Pola hubungan guru dengan murid adalah otoriter, sehingga kurang berlangsung perkembangan individu secara optimal.
Para humanistik mempunyai pendapat bahwa tiap orang itu menentukan perilaku hidup mereka sendiri. Tujuan para pendidik ialah membantu sisiwa mengembangkan dirinya. Yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang paling unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.

• Dinamika prilaku menurut aliran Konvergensi
Aliran yang dipelopori oleh William stren ini berpendapat bahwa seorang anak dilahirkan di dinia sudah disertai pembawaan baik maupun buruk. Proses perkembangan anak, baik factor pembawaan, maupun factor lingkungan sama-sama mempunyai peranan penting. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkemmbang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan anak itu.
Pendidikan adalah cukup berkuasa untuk mempengaruhi pembawaan anak untuk berkembang kearah kemajuan tertentu dalam batas-batas yang sesuai atau seirama dengan kodrat yang dibawa sejak lahir.





















2. Jelaskan dan jabarkan kaitan antara lingkup psikologi pendidikan dengan profisionalisme guru di sekolah!
Jawab:
 Ruang lingkup psikologi pendidikan
Ruang lingkup psikologo pendidikan erat hubungannya dengan pendidikan. Crow & Crow mengemukakan, psikologi pendidikan sebagai ilmu terapan berusaha untuk menerangkan masalah belajar menurut prinsip-prinsip dan fakta-fakta mengenai tingkah laku manusia.
Sesuai dengan pendapatnya itu, Crow & Crow mengemukakan bahwa data yang dicoba didapatkan oleh psikologi pendidikan , yang demikian merupakan ruang lingkup psikologi pendidikan, antara lain :
1. Sampai sejauh mana tingkat factor-faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh terhadap belajar
2. Sifat-sifat dari proses belajar
3. Hubungan antara tingkat kematangan dengan kesiapan belajar
4. Signifikan pendidikan terhadap perbedaan-perbedaan individual dalam kecepatan dan keterbatasan belajar
5. Perubahan-perubahan jiwa yang terjadi selama dalam belajar
6. Hubungan antara prosedu belajar dengan hasil belajar
7. Teknik-teknik yang sangat efektif bagi penilaian kemajuan dalam belajar
8. Pengaruh atau akibat relatif dari pendidkan formal dibandingkan dengan pengalaman-pengalamn belajar yang insidental dan formal terhadap suati individu
9. Nilai atau manfaat sikap ilmiah terhadap pendidikan bagi personil sekolah
10. Akibat atau pengaruh psikologis yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi sosiologis terhadap sikap para siswa
 DI dalam buku psikolugo karangan Good and Brophy menguraikan tentang psikologi pendidikan menjadi enam bagian yang terdiri dari 16 bab
Bagian 1 : menguraikan tentang psikologi dalam hubungannya dengantugas guru.


Bagian 2 : manajemen kelas,yang mencakup antara lain :
 perkembangan dan sosialisasi anak
 kepemimpinan dan dinamika kelompok
 psikologi eksperimental (menguraikan modeling, reward, pusnihment, dan extinction)
 hasil hasil penelitian manajemen kelas
 mengurangi masalah-masalah manajemen melalui persiapan yang baik dan pengajaran yang efektif
bagian 3 : Menguraikan masalah belajar, yang meliputi antara lain :
 pengertian tentang belajar
 prinsip-prinsip umum belajar:
 tipe-tipe belajar
 perhatian dan persepsi
 transfer dalam belajar
 perbedaan-perbedaan individual dalam belajar
 Model-Model dan desain instruksional
 Prinsip-primsip pengajaran
Bagian 4 : Pertumbuhan, perkembangan, dan pendidikan dan pendidikan yang berisi antara lain :
 Prinsip-prinsip perkembangan psikologis
 Perkembangan fisik
 Perkembangan kognitif
 Perkembangan personal dan sosial
 Kreatif
 Sosialisasi
 Aplikasi prinsip-prinsip perkembangan ke dalam pendidikan

Bagian 5 : Mengenai Motivasi yang meliputi antara lain:
 Pengertian mitivasi
 Perilaku stimulus respon
 Teori kognitif dari motivasi
 Disonansi
 Aplikasi motivasidalam pendidikan dan pengajaran
Bagian 6 : Prinsip-prinsip evaluasi dan pengukuruan yang mancakup antara lain:
 Macam-macam tes
 Cara-cara menyusun tes essay dan tes objective
 Performa test
 Prosedur penilaian
 Monitoring kemajuan siswa
 Reabillitas dan validalitas test
 Penggunaan statistik dalam mengolah hasil tes
Untuk mencapai toeri-teori psikologi pendidikan di atas, dibutuhkan guru yang profesional yang ada disekolah. Ciri-ciri profesional guru :
1) Para guru akan bekerja semata-mata memberikan pelayanan kemanusiaan daripada usaha untuk kepentingan pribadi
2) Para guru secara hukum dituntut untuk memenuhi berbagai persyaratan untuk mendapatkan lisensi mengajar serta persyaratan yang ketat untuk menjadi anggota organisasi para guru
3) Para guru dituntut memiliki pemahaman serta keterampilan yang tinggi dalam hal mengajar, metode, anak didik, dan landasan kependidikan
4) Para guru dalam organisasi sosial profesional, memiliki publikasi profesional yang dapat melayani para guru, sehingga tidak ketinggalan, bahkan selalu mengikuti perkembangan yang terjadi
5) Para guru, diusahakan untuk selalu mengikuti kursus-kursus, workshop, seminar, konvrensi serta terlibat secara luas dalam berbagai kegiatan
6) Para guru di akui sepenuhnya sebagai suatu karier hidup
7) Para guru diakui memilki nilai dan etika yang berfungsi secara nasional maupun secara lokal.
3. Bagaimanakah cara seorang guru dalam membantu sisiwanya untuk belajar dalam konsep keterampilan hidup?
Jawab:
Bantuan dan bimbingan kepada peserta didik sangat diperlukan agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuannya melalui proses belajar dikelas. Untuk itu, guru perlu memahami berbagai teknik bembingan belajar dan dapat memilihnya dengan tepat untuk membantu para peserta didik.
Guru dan siswa berkewajiban membantu siswa meningkatkan motivasinya dalam belajar keterampilan hidup. Prosedur yang dapat dilakukan adalah dengan :
1) Memperjelas tujuan-tujuan belajar. Siswa kan terdorong untuk belajar keterampilan hidup apabila ia mengetahui tujuan-tujuan belajar yang hendak di capai.
2) Menciptakan pengajaran dengan bakat, kemampuan dan minat siswa
3) Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang, merangsang, dan menyenangkan
4) Memberi hadiah (penguatan) dan hukuman (hukuman yang bersifat membimbing, yaitu yang menimbulkan efek peningkatan) bilamana perlu
5) Menciptakan suasana hubungan yang hangat dan dinamis antara guru dan siswa, serta antara siswa dan siswa
6) Menghindari tekanan-tekanan dan suasana yang tidak menentu,seperti suasana yang menakutkan, mengecewakan , membingungkan, dan menjengkelkan.
7) Melengkapi sumber dan peralatan belajar
8) Mempelajari hasil belajar yang diperoleh
9) Membantu siswa menyusun rencana yang baik
10) Membiasakan siswa, mengerjakan tugas-tugas secara teratur, bersih dan rpi
11) Membantu siswa menyusunjadwal harian dan memenuhi jadwal yang telah disusunnya. Untuk itu diperlukan adanya pemantauan dan pengawasan yang berkasinambungan
12) Membantu siswa agar dapat berkembang secara wajar dan sehat. Misalnya dengan memindahkan tempat duduk siswa yang dilakukan secara berkala.
13) Membantu siswa mempersiapkan diri dalam pmenghadapi masalah-masalah belajar dan masalah-masalah hidup.

Ada beberapa hal yang perlu dimiliki dan dilakukan oleh seorang guru dalam memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik :
a. Mengenal fungsi dan program layanan dan penyuluhan di sekolah, yang dapat dilakukan dengan cara :
• Mempelajari fungsi bimbingan dan penyuluhan di sekolah
• Mempelajari program layanan bimbingan disekolah
• Mengkaji persamaan dan perbedaan fungsi kewenangan, serta tanggung jawab antaar guru dan pembimbing di sekolah.
b. Menyelenggarakan program layanan bimbingan disekolah, hal ini dilakukan dengan cara :
• Mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi murid disekolah
• Menyelenggarakan program layanan bimbingan di sekolah, terutama bimbingan belajar
c. Guru menjadi pembimbing yang senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan kondusif, atau memfasilitasi perkembangan siswa
d. Guru tidak hanya tampil sebagai pengajar ( teacher), melaikan beralih sebagai pelatih (coach), pembimbing(counselor) dan manejer belajar (learning manajer). Sebagai pelatih guru akan perperan mendorong motivasi siswa untuk bekerja keras dan mencapai prestasi setinggi-tinggi nya dalam keterampilan hidup
e. Memahami karakteristik peserta peserta didik
Maksudnya adalah guru dituntut memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang ciri-ciri dan perkembangan peserta didik. Lalu menyesuaikan bahan yang akan diajarkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.







4. Jelaskan dan jabarkan perbandingan teori-teori belajar di tinjau dari segi kelebihan dan kekurangan , yang dimiliki berdasarkan teori belajar sebelum abad 20 dan sesudah abad 20
JAWAB:
 Teori belajar sebelum abad 20
a. Teori disiplin mental
 Definisi:
Teori ini menganggap bahwa dalam belajar mental siwa dilatih atau didisiplinkan. Dalam mengajar siswa membaca misalnya, guru pengikut teori ini melatih “otot-otot” mental siswa. Guru-guru mula-mula akan memberikan daftar kata-kata yang diinginkannya dengan menggunakan kartu-kartu dimana tertulis setiap kata itu. Selanjutnya mereke melatih siswa-siswa mereka, dan setiap hari diberi tes, dan siswa-siswa yang belum pandai harus kembali sesudah jam sekolah untuk dilatih lagi.
 Kelebihan
1. Dapat melatih mental siswa, sehingga siswa terbiasa untuk berani
2. Melatih kedisiplinan siswa
3. Dengan mengahruskan siswa kembali lagi kesekolah intuk dilatih, maka akn timbul rasa ingin terus belajar dari dalam diri siswa
 Kekurangan
1. Siswa terdidik keras
2. Guru mempunyai alas an untuk bertindak keras pada siswa, seperti pemukulan
3. Bagi mental siswa yang termasuk kategori lemah, maka akan drop.
4. Mengharuskan siswa kembali sekolah untuk latihan, maka akan timbul rasa jenuh dan bosan pada siswa, karena sudah seharian belajar
b. Teori pengembangan alamiah (natural unfoldment)
 Definisi
Teori ini mengemukakan pandangan bahwa ank itu akan berkembang secara alamiah. Para guru yang mengikuti teori ini mula-mula akan menunggu hingga siswa-siswa menyatakan keinginannnya untuk belajar . guru lebih mementingkan perkembangan kematangan dari pada menanamkan keterampilan-keterampilan tertentu, lagi pula mereka menginginkan agar belajar itu merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi anak.

 Kelebihan
1. Siswa berkembang secara alami sesuia perkembangannya
2. Siswa tidak melulu bergantung pada guru
3. Belajar akan menjadi hal yang menyenangkan bagi anak, karna guru mementingkan perkembangan kematangan pada diri anak, jadi anak bisa belajar sesuka hatinya, tanpa perintah-perintah yang membisankan dari guru.
 Kekurangan
1. Siswa bisa berkembang mengikuti lingkungannya yang tidak baik yang ada di sekitearnya
2. Teori belajar siswa yang alami, akan membuat siswa sulit di atur dan di perintah, karna terbiasa mengikuti kemauannya.
3. Siswa menjadi lambat dan malas belajar, karena guru hanya menunggu murid menyatakan keinginannya untuk belajar, bukan memberi dorongan

c. Teori Apersepsi
 Definisi
Belajar merupakan suatu proses terasosiasinya gagasan baru dengan gagasan lama yang sudah membentuk fikiran. Contohnya, guru mengajar siswa membaca dengan perkenalan abjad, dan berusaha agar para siswa dapat mengenal dan mengucapkan setiap huruf. Kemudian mereka akan mengatakan bagaiman huruf-huruf itu digabung-gabungkan untuk membentuk kata-kata, bagaimana huruf-huruf bembuat bunyi, bagaiman huruf-huruf hidup dan huruf-huruf mati bereran. Dengan kata lain guru akan memberikan benda-benda atau makhluk-makhluk hidup yang telah dikenal para siswa, misalnya kucing, anjing, kuda, dan lain-lain. Kemudian guru akan menulis dipapan tulis K U D A, dan menerangkan, bahwa kata ini menggambarkan kuda.
Guru ini berkeinginan terutama untuk membuat pelajaran membaca itu menarik, dan berusaha agar para siswa memperoleh gagasan-gagasan yang benar dari membaca.Apersepsi berlawanan dengan disiplin mental dan pengembangan alamiah.
 Kelebihan
1. Teori ini berproses, maka siswa dapat belajar sedikit demi sedikit, sehingga lebih mudah menyerap materi pelajaran
2. Siswa mendapat gagasan-gagasan yang benar dari belajar
3.
4.
 Kekurangan
1.
2.
3.
4.

 Teori-teori belajar abad 20
Dikelompokkan menjadi 2 keluarga , yaitu:
1. Teori prilaku (conditioning) yang meliputi teori-teori stimulus respon
Menurut teori conditioning, belajar itu adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat (conditions) yang kemudian menimbulkan reaksi (response). Untuk menjadikan seseorang itu belajar haruslah kita memberikan syarat-syarat tertentu. Yang terpenting dalam belajar menurut teori conditioning ialah adanya latihan latihan yang kontinu. Yang diutamakan dalam teori ini ialah hal belajar yang terjadi secara otomatis.
Tingkah laku manusia itu secara keseluruhan dapat dipandang sebagai deretan-deretan tingkah laku yang terdiri dari unit-unit. Unit-unit tingkah laku ini merupakan reaksi atau respons dari perangsang (stimulus) sebelumnya, dan kemudian menimbulkan response bagi unit tingkah laku yang berikutnya. Demikian seterusnya hingga sehingga merupakan deretan-deretan unit tingkah laku yang terus menerus. Jadi pada proses conditioning ini pada umumnya terjadi proses asosiasi antara unuit-unit tingkah laku satu sama lain. Yang berurutan . ulangan-ulangan atau latihan-latihan yang berkali-kali memperkuat asosiasi yang terdapat antara unit tingkh laku yang satu dengan unit tingkah laku yang berikutnya.
 Kelebihan :
 Menurut teori conditioning, perasaan takut pada anak dapat dirubah atau dilatih
 Tingkah laku yang buruk juga dapat dirubah melalui hubungan stimulus dan respon (S dan R). Contohnya : kita mengubah tingkah laku seorang pemabuk. Pada waktu orang itu di sodori munuman keras, ia di beri injeksi yang menyebabkan muntah. Inipun dilakukan bekali-kali sehingga orang itu berubah menjadi ingin muntah kalua melihat minuman keras.
 Kelemahan :
 Teori ini menganggap bahwa belajar itu hanyalah terjadi secara otomatis, keaktifan dan penantuan pribadi tidak dihiraukannya.
 Peranan latihan atau kebiasaan terlalu ditonjolkannya.jadi belajar menjadi di ulang-ulang.
 Teori ini lebih cocok di aplikasikan pada binatang.

2. Teori menurut psikologi Gestalt
Menurut teori psikologi Gestalt, manusia itu bukanlah hanya sekedar makhluk reaksi yang hanya berbuat atu bereaksi jika ada perangsang yang mempengaruhinya.manusia itu adalah individuyang merupakan kebulatan jasmani-rohani. Sebagai individu manusia bereaksi atau lebih tepat berinteraksi dari dunia luar dengan kepribadiannya dengan caranya yang unik pula. Tidak ada dua orang yang mempunyai pengalaman yang benar-benar sama atau identik terhadap obyek atau realita yang sama.
Belajar menurut teori ini terjadi jika ada pengertian. Pengertian atau insight ini muncul apabila seseorang telah beberapa saat mencoba memahami suatu masalah , tiba-tiba muncul adanya kejelasan, terlihat adanya hubungan antara unsur-unsur satu dengan unsur yang lain, kemudian dipahami sangkut pautnya, dimengerti maknanya. Belajar adalah suatu proses rentetan penemuan dengan bantuan pengalaman-pengalaman yang sudah ada.













5. Pada ciri belajar, terdapat adanya perubahan cirri-ciri yang spesifik. Jelaskan dan jabarkan cirri-ciri yang menjadi karakteristik prilkau belajar , dan berikan contih masing-masing karakteristik belajar tersebut!
Jawab:

























6. Jelaskan dan jabarkan kaitan antara pendekatan belajar dengan ragam belajar!

Jawab:

01 April 2010

MID PSIKOLOGI PENDIDIKAN ( gak penting, g usah di baca)

4/01/2010 04:49:00 PM 2 Comments
1. Jelaskan dan jabarkan dinamika prilaku menurut aliran behaviorisme, humenisme, dan konvergensi!
 Pengertian Behavioristik
Para ahli behavioristik berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran atau penguatan dari lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioral dengan stimilasinya para guru juga berpendapat bahwa tingkah laku muridmurid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang, dan bahwa segenap tingkah laku merupakan hasil belajar.Behaviorisme merupakan salah satu aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.

• Dinamika prilaku menurut kaum behaviorisme
Kaum behavioris cendering mendefinisikan pendidikan dalam arti sempit. Dalam artian, pendidikan hanyalah sebatas sekolah. Pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan disekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka.
Aliran behavioristik mempunyai mempunyai pendanan yang optimis terhadap peranan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan, dan meragukan peranan pendidikan dalam bentuk-bentuk pengalaman belajar dalam hidup yang tidak dilembagakan. Mereka mempunyai keyakinan yang sangat kuat tentang masa depan sekolah sebagai hal ihwal yang berkenaan dengan rekayasa pengubahan tingkah laku.sekolah hendaknya dirancang seperti halnya dengan para insirnyur yang bekerja merancang sebuah mesin yang canggih.

• Dinamika prilaku aliran humanisme
Aliran humanisme cenderung mendefinisikan pendidikan dalam arti luas, yaitu pendidikan adalh hidup.pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu.
Aliran humanisme mengecam praktek pendidikan disekolah, karna berlangsung dehumanisasi,yaitu proses pengikisan martabat kemanusiaan, seperti pemukulan kepada murid-murui dan hukuman-hukuman yang berat. Aliran humanisme menganggap sekolah terasing dari kehidupan nyata. Pola hubungan guru dengan murid adalah otoriter, sehingga kurang berlangsung perkembangan individu secara optimal.
Para humanistik mempunyai pendapat bahwa tiap orang itu menentukan perilaku hidup mereka sendiri. Tujuan para pendidik ialah membantu sisiwa mengembangkan dirinya. Yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang paling unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
• Dinamika prilaku menurut aliran Konvergensi
Aliran yang dipelopori oleh William stren ini berpendapat bahwa seorang anak dilahirkan di dinia sudah disertai pembawaan baik maupun buruk. Proses perkembangan anak, baik factor pembawaan, maupun factor lingkungan sama-sama mempunyai peranan penting. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkemmbang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan anak itu.
Pendidikan adalah cukup berkuasa untuk mempengaruhi pembawaan anak untuk berkembang kearah kemajuan tertentu dalam batas-batas yang sesuai atau seirama dengan kodrat yang dibawa sejak lahir.

























2. Jelaskan dan jabarkan kaitan antara lingkup psikologi pendidikan dengan profisionalisme guru di sekolah!
Jawab:
 Ruang lingkup psikologi pendidikan
Ruang lingkup psikologo pendidikan erat hubungannya dengan pendidikan. Crow & Crow mengemukakan, psikologi pendidikan sebagai ilmu terapan berusaha untuk menerangkan masalah belajar menurut prinsip-prinsip dan fakta-fakta mengenai tingkah laku manusia.
Sesuai dengan pendapatnya itu, Crow & Crow mengemukakan bahwa data yang dicoba didapatkan oleh psikologi pendidikan , yang demikian merupakan ruang lingkup psikologi pendidikan, antara lain :
1. Sampai sejauh mana tingkat factor-faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh terhadap belajar
2. Sifat-sifat dari proses belajar
3. Hubungan antara tingkat kematangan dengan kesiapan belajar
4. Signifikan pendidikan terhadap perbedaan-perbedaan individual dalam kecepatan dan keterbatasan belajar
5. Perubahan-perubahan jiwa yang terjadi selama dalam belajar
6. Hubungan antara prosedu belajar dengan hasil belajar
7. Teknik-teknik yang sangat efektif bagi penilaian kemajuan dalam belajar
8. Pengaruh atau akibat relatif dari pendidkan formal dibandingkan dengan pengalaman-pengalamn belajar yang insidental dan formal terhadap suati individu
9. Nilai atau manfaat sikap ilmiah terhadap pendidikan bagi personil sekolah
10. Akibat atau pengaruh psikologis yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi sosiologis terhadap sikap para siswa

3. Bagaimanakah cara seorang guru dalam membantu sisiwanya untuk belajar dalam konsep keterampilan hidup?
Jawab:
Bantuan dan bimbingan kepada peserta didik sangat diperlukan agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuannya melalui proses belajar dikelas. Untuk itu, guru perlu memahami berbagai teknik bembingan belajar dan dapat memilihnya dengan tepat untuk membantu para peserta didik.
Ada beberapa hal yang perlu dimiliki dan dilakukan oleh seorang guru dalam memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik :
a. Mengenal fungsi dan program layanan dan penyuluhan di sekolah, yang dapat dilakukan dengan cara :
• Mempelajari fungsi bimbingan dan penyuluhan di sekolah
• Mempelajari program layanan bimbingan disekolah
• Mengkaji persamaan dan perbedaan fungsi kewenangan, serta tanggung jawab antaar guru dan pembimbing di sekolah.
b. Menyelenggarakan program layanan bimbingan disekolah, hal ini dilakukan dengan cara :
• Mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi murid disekolah
• Menyelenggarakan program layanan bimbingan di sekolah, terutama bimbingan belajar
c. Guru menjadi pembimbing yang senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan kondusif, atau memfasilitasi perkembangan siswa
d. Guru tudak hanya tampil sebagai pengajar ( teacher), melaikan beralih sebagai pelatih (coach), pembimbing(counselor) dan manejer belajar (learning manajer). Sebagai pelatih guru akan perperan mendorong motivasi siswa untuk bekerja keras dan mencapai prestasi setinggi-tinggi nya dalam keterampilan hidup






4. Jelaskan dan jabarkan perbandingan teori-teori belajar di tinjau dari segi kelebihan dan kekurangan , yang dimiliki berdasarkan teori belajar sebelum abad 20 dan sesudah abad 20
JAWAB:
 Teori belajar sebelum abad 20
a. Teori disiplin mental
 Definisi:
Teori ini menganggap bahwa dalam belajar mental siwa dilatih atau didisiplinkan. Dalam mengajar siswa membaca misalnya, guru pengikut teori ini melatih “otot-otot” mental siswa. Guru-guru mula-mula akan memberikan daftar kata-kata yang diinginkannya dengan menggunakan kartu-kartu dimana tertulis setiap kata itu. Selanjutnya mereke melatih siswa-siswa mereka, dan setiap hari diberi tes, dan siswa-siswa yang belum pandai harus kembali sesudah jam sekolah untuk dilatih lagi.
 Kelebihan
1. Dapat melatih mental siswa, sehingga siswa terbiasa untuk berani
2. Melatih kedisiplinan siswa
3. Dengan mengahruskan siswa kembali lagi kesekolah intuk dilatih, maka akn timbul rasa ingin terus belajar dari dalam diri siswa
 Kekurangan
1. Siswa terdidik keras
2. Guru mempunyai alas an untuk bertindak keras pada siswa, seperti pemukulan
3. Bagi mental siswa yang termasuk kategori lemah, maka akan drop.
4. Mengharuskan siswa kembali sekolah untuk latihan, maka akan timbul rasa jenuh dan bosan pada siswa, karena sudah seharian belajar
b. Teori pengembangan alamiah (natural unfoldment)
 Definisi
Teori ini mengemukakan pandangan bahwa ank itu akan berkembang secara alamiah. Para guru yang mengikuti teori ini mula-mula akan menunggu hingga siswa-siswa menyatakan keinginannnya untuk belajar . guru lebih mementingkan perkembangan kematangan dari pada menanamkan keterampilan-keterampilan tertentu, lagi pula mereka menginginkan agar belajar itu merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi anak.

 Kelebihan
1. Siswa berkembang secara alami sesuia perkembangannya
2. Siswa menjadi lambat dan malas belajar, karena guru hanya menunggu murid menyatakan keinginannya untuk belajar, bukan memberi dorongan
3.

 Kekurangan
1. Siswa bisa berkembang mengikuti lingkungannya yang tidak baik yang ada di sekitearnya
2. Teori belajar siswa yang alami, akan membuat siswa sulit di atur dan di perintah, karna terbiasa mengikuti kemauannya.
c. Teori Apersepsi
 Definisi
Belajar merupakan suatu proses terasosiasinya gagasan baru dengan gagasan lama yang sudah membentuk fikiran. Contohnya, guru mengajar siswa membaca dengan perkenalan abjad, dan berusaha agar para siswa dapat mengenal dan mengucapkan setiap huruf. Kemudian mereka akan mengatakan bagaiman huruf-huruf itu digabung-gabungkan untuk membentuk kata-kata, bagaimana huruf-huruf bembuat bunyi, bagaiman huruf-huruf hidup dan huruf-huruf mati bereran. Dengan kata lain guru akan memberikan benda-benda atau makhluk-makhluk hidup yang telah dikenal para siswa, misalnya kucing, anjing, kuda, dan lain-lain. Kemudian guru akan menulis dipapan tulis K U D A, dan menerangkan, bahwa kata ini menggambarkan kuda.
Guru ini berkeinginan terutama untuk membuat pelajaran membaca itu menarik, dan berusaha agar para siswa memperoleh gagasan-gagasan yang benar dari membaca.Apersepsi berlawanan dengan disiplin mental dan pengembangan alamiah.
 Kelebihan
1. Teori ini berproses, maka siswa dapat belajar sedikit demi sedikit, sehingga lebih mudah menyerap materi pelajaran
2.
3.
4.
 Kekurangan
1.
2.
3.
4.

 Teori-teori belajar abad 20


















5. Pada ciri belajar, terdapat adanya perubahan cirri-ciri yang spesifik. Jelaskan dan jabarkan cirri-ciri yang menjadi karakteristik prilkau belajar , dan berikan contih masing-masing karakteristik belajar tersebut!
Jawab: