05 Januari 2015

Natal dan Tahun Baru Di Wamena


            Seumur-umur, 12 tahun di Pekanbaru, 4 tahun di Jakarta, 4 tahun di Kampar, dan 4 tahun di Pekanbaru.. aku belum pernah ngerayain  yang namanya tahun baru. Biasanya temen-temen yang lain kalau tahun baru pasti jalan-jalan ke luar rumah, nongkrong-nongkrong di tepi jalan menunggu jam 12.00. atau kalau di Pekanbaru yang terkenal jadi pusat nongkrong kalau tahun baru itu adalah kawasan purna MTQ. Biasanya bakal macet parah, kalau udah pergi kesana pasti pulangnya bisa-bisa subuh.

Ada juga kebiasaan bakar ayam dan kumpul-kumpul di depan rumah. Menghindari gilanya macet di malam pergantian tahun.  Biasanya sekeluarga ngumpul bareng tetangga-tetangga juga untuk ngumpul-ngumpul di halaman rumah. tapi Cuma segelintir keluarga yang ikutan rempong di akhir tahun. Kebanyakan memilih nonton tv dirumah. Atau yang paling ngenes, langsung tidur.

Beda banget sama di Wamena, Kab. Jayawijaya, Papua. Tempat aku nghabiskan liburan natal dan tahun baru yang hampir sebulan.  Selama liburan aku keliling posko teman-teman di distrik asotipo dan asolokobal, selain untuk merasakan bagaimana posko mereka, juga untuk menghemat biaya hidup. Karna makannya nebeng. Hahaha…

Bosen di kampung, kami pun merantau ke kota. Ada beberapa kenalan buat di jadikan tempat nginap. Salah satunya di rumah Pak Rais. Seorang polisi asal Ambon yang punya istri orang makassar. Istrinya penjual kue grosiran (sakingnya banyaknya) yang walaupun cerewet tapi baik nya ampun ampunan..

Ibu bhayangkari yang kaya dari jualan kue ini biasa kami panggil mamak. Ada juga beberapa yang manggil Mami. Dirumah ini setiap weekend selalu rame. Ada 6 sampai 20 orang yang selalu nginap di rumah ini. Dari 66 orang SM3T asal Riau dan Kalimantan, 80 % nya pernah menginap disini. Semua biaya makan mamak rais yang tanggung. Subhanallah… semoga Allah memurahkan rezki keluarga Pak Rais. Amin..



Dirumah inilah kami di ‘paksa’ menginap di malam tahun baru. Siangnya mamak udah rempong ngajakin anak-anak angkatnya musyawarah mau bikin apa buat nanti malam. Setelah perdebatan yang cukup alot, akhirnya diputuskan bakal bakar ayam 8 ekor dan bakar jagung. Selain itu mamak jugaa buat wedang jahe, dan kue-kue pastinya.
Mamak dan anak-anak angkatnya lagi bikin kue dong. :D

Jadilah sore itu kami sibuk, ada yang ke pasar, ada yang cari tempurung kelapa, ada yang sibuk nyari pinjeman speaker, nyari pinjeman mic  dan ada yang sibuk buat kue. Itu aku. Karna aku pengen bikini kue buat Nangborunya Hotma. Ini dia kuenya.

ini ada tulisan Happy new year. malah ada "dari Risa" nya di samping. muhehehe

sesi penyerahan kue tahun baru... dari Kiri : Aan, Nangborunya Hotma, aku dan Sani :D
with hotma and Sani (anaknya Bou Hotma)

Malamnya, setelah sholat isya, kami mulai gelar lapak di tepi jalan. Tepat di samping mall Wamena. Di dendangkanlah lagu dangdut, dan aksi karokean di tepi jalan pun di mulai. Sembari karokean, ayam dan jagung mulai di bakar. Kue-kue pun di hidangkan. Ajibbb….

Aku kira Cuma mamak rais aja yang terlalu semangat ngerayain tahun baru. Ternyata tetangga yang di samping rumah juga heboh banget. Pake pasang tenda segala lagi. Mereka juga ngeluarin dua speaker besar dan menghidupkan lagu kuenceng banget. Tapi ada satu lagu khas papua yang kalau ada acara-acara selalu di pake. Jadilah kami ikutan gabung joget Ge mu fa mi re. lagu ini juga di jadikan sebagai lagu pengiring senam di beberapa sekolah di Wamena.



Kelar beberapa lagu, kami kembali ke lapak semula dan ikutan jogged-joged nggak jelas. aku sih seksi dokumentasi dan seksi makan hasil jagung yang udah di bakar. Yang lain sibuk jogged-joged, gue sibuk makan. #ya allah.. gimana berat badan gak naik 10kg!


cara gaul supaya gak pedih kena asap. hahaha

si Mama semangat banget nyanyinya :D yang lain sibuk joged-joged


Belum jam 9. Petasan dimana-mana udah menggelegar di langit. Nggak tanggung-tanggung, masyarakat Wamena rata-rata kalau bakar petasan nggak yang harganya ratusan ribu! Pak Rais aja buat beli petasan doang menghabiskan 2,5 juta lebih. Mending duitnya di beliin bakso dapet sama gerobaknya sekalian tuh.
Sampai jam 2 malam, di langit masi dihiasi dengan petasan warana-warni yang medeka berulang kali. Aku dan temen-teme sempat keliling Wamena cek warga. Ternyata dimana-mana emang pada ngidupin petasan. Pantesan aja di langit nggak pernah sepi kerlip-kerlipnya. Bedanya sama  tahun baru di  kota-kota besa, semisal Pekanbaru, disini rame, tapi nggak macet. Dan pemerintah kabupaten nyediain ratusan petasan untuk memeriahkan malam tahun baru. Jadi dari depan kantor bupati, sampe larut malam pun tuh petasan masih belum berhenti menghiasi langit. Selain itu, Bupati dan jajarannya serta masyarakat juga pawai keliling kota Wamena sampai pergantian tahun. Pokoknya tahun baruan di Wamena heboh banget deh. Kerasa banget disini Kristen adalah mayoritas.

Ketika natalan berasa lebaran
25 Desember di Wamena itu suasananya jauhh berbeda dengan 25 Desember di Pekanbaru. Kalau di Pekanbaru mungkin cuma beberapa mall yang keliatan lagi natalan, karna ada pohon natal dan menghidupkan lagu-lagu natal. Atau ada diskon dll. Kalau di Wamena, semua orang ngerayain natal. Baik muslim maupun non muslim.

Wah, bukannya haram merayakan natal bahkan mengucapkan selamat natal saja tidak boleh?

Itu dia pemirsa, karena tinggal di masyarakat yang mayoritas umat kristiani. Sebagai pendatang harus menghargai dan menghormati. Nggak mungkin dong kita diem-diem aja dirumah, sedangkan orang-orang  terdekat sedang berhari raya. Kalau masalah ngucapin ya nggak usah. Kalau aku sih ketika salaman aku cuma bilang “Selamat”. Terserah deh selamat apa. Hihihi.

Jadi ceritanya, H-3 aku nginap di rumah Nangborunya Hotma. Orang batak bermarga Gultom. Walaupun tidak ada hubungan darah, tapi kalau satu marga bagi orang batak mereka adalah saudara. Salut deh dengan kekompakan suku batak. Jadilah aku sering nginap disana kalau lagi turun ke kota.

Dirumah ini udah heboh banget mau ngerayain natal. Pohon natalnya aja tinggi banget sampe ke plafon.  Karena aku ngakunya orang minang, jadilah si Om semangat banget buat nyuruh aku masak rendang. Si Om langsung beli daging sapi 7kg. gilak apaa… mau pesta kali nih.. akhirnya setengahnya di buat bakso. Dan jadilah aku chef sehari dirumah itu. Untung aja rendangnya jadi rendang betulan dan banyak yang muji lebih enak daripada yang di jual di warung padang katanya. Itu keajaiban.hahaa

masak rendang 5 jam baru selesai cyinnn...
Malam natal, setelah temena-teman yang Kristen pulang dari bdadah Misa di Gereja, anak-anak UNMUL ngadain tukeran kado di sekre. Anak UNRI ada juga sih yang ikutan, tapi aku enggak. Aku ikut ngeramein aja sama ikut foto-fotonya. Muehehe.. acara ini di gelar di ruang tengah sekre yang jadi kebanggaan anak SM3T. karena rumahnya gede banget dan kamarnya ada 9 biji. Malem itu ada games, sambutan-sambutan selamat natal dan tukar kado. Acara ini di maksudkan untuk menghibur hati temen2 yanga ngerayain natal tapi jauh dari ortu. Selain itu diharapkan bisa menyatukan anak riau dan Kalimantan. Biar jadi sehati dan lebih kompak. #tosss

ba'da tukeran kado.. aku ikutan nampang doang.. hahaha
rameeeeee.... :D
pohon natal di Sekre. hadiah dari salah satu kepala sekolah.. dan kado-kado yg isinya unik-unik. ala wamena jadi :D

Di hari Natal. Sebagian guru-guru SM3T di minta Wakil Bupati Jayawijaya utuk jadi panitia open house di rumahnya. Aku nggak ikutan. Aku Cuma datang sebagai tamu kesana. Hihi.. selain itu rombongan guru-guru SM3T yang tidak jadi panitia juga ke rumah pak Bupati Jayawijaya, makan enak karena di sana lagi open house juga. Pak Bupati sudah memastikan semua makanan halal, karna mengingat banyak tamu yang muslim (yang semuanya adalah pendatang dari luar Papua). Dan benar saja, ketika kami berkeliling kerumah guru-guru yang Kristen banyak tamu yang muslim juga. Mereka  bertamu selayaknya lagi lebaran.  Di setiap rumah ada kue-kue yang di susun di toples-toples cantik, ada sirup, es buah, soto, sate, bakso, atau makanan lainnya. Persis seperti lebaran. Bedanya, disetiap rumah disini ada hiasan pohon natalnya. Sepertinya pohon natal jadi barang yang wajib ada di setiap rumah yang merayakan natal.

pohon natal d rumah Bou nya Hotma. lebih tinggi dari aku

Rumah yang kami kunjungi bermacam-macam. Ada rumah kerabat guru di sekolah, ada rumah Polisi yang menolong kami ketika perang suku, rumah pejabat pemerintahan, rumah pejabat di kantor dinas Pendidikan dan banyak lagi. Karena Wamena ini kotanya kecil banget, membuat masyarakatnya banyak saling kenal dan bahan bicara jadi nggak ada habisnya.
Foto di rumah polisi malam

Oa, satu hal lagi yang sangat berbeda dari kota-kota lainnya. Selama hari natal sampai 2 hari kedepannya, semua toko, ruko dan pasar di larang berjualan. Semuanya menghormati hari Tuhan. Bahkan perang suku aja di pending dulu. Abis natalan baru di lanjutin lagi. Hihihi.. lucu deh.

Begitulah sedikit cuplikan suasana natal dan tahun baru di Wamena. Pendatang disini sangat menghormati umat kristiani. Katanya kalau lebaran, orang-orang Kristen juga bakal berkunjung kerumah umat muslim. Jadi saling silaturahmi gitu deh. So sweet kan orang Wamena.

Sampai jumpa di cerita-cerita berikutnya.

Wa…wa…wa…. #salam ala Papua

3 komentar:

  1. Keren kak 😁 doakan aku ya kak biar bisa masuk angkatan V SM3T hehe. 😁

    BalasHapus
  2. Blog dan artikelnya menarik sekali untuk disimak, sayang banget jika sampai terlewatkan...

    BalasHapus

  3. kami sekeluarga ingin mengucapkan
    puji syukur kepada AKY SANTORO
    atas nomor togel.nya yang AKY
    berikan 4 angkah alhamdulillah
    ternyata itu benar2 tembus
    dan alhamdulillah sekarang saya
    bisa melunasi semua utan2 saya yang
    ada sama tetangga dan bukan hanya
    itu AKY. insya
    allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
    kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKY SANTORO
    sekali lagi makasih banyak ya AKY bagi saudara yang ingin di bantu melalui jalan di bawa ini
    >TOGEL JITU
    >PESUGIHAN UANG GAIB
    >PESUGIHAN JIN KHODAM
    >PESUGIHAN ASMA
    >PESUGIHAN UANG SEPASANG
    >PESUGIHAN TUYUL| PELARIS USAHA
    >PESUGIHAN UANG BALIK
    yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi AKY SANTORO,,di
    0852-1320-2855, ATAU KLIK DI SINI dan saya sudah membuktikan sekarang giliran saudara yg di luarsana

    BalasHapus

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)