02 Juli 2011

Tips Rahasia Menang Lomba Cerpen

Oleh Joni Lis Efendi

www.menulisdahsyat.blogspot.com



Apakah kamu sudah keseringan kalah lomba menulis cerpen sudah kesekian kali sakit hati bin kesal karena sampai detik ini belum pernah menang, atau jangan-jangan sudah talak tiga sama yang namanya lomba lantaran selalu keok?



Ini dia solusinya. Dan, kamu wajib membacanya kemudian langsung praktek. Setelah itu, berdoalah lomba berikutnya kamu bisa juara.



9 tips rahasia menang lomba cerpen:

Tulis sesuai tema, keluar dari tema = kalah. Kamu harus jeli melihat tema lomba tersebut, yang kira-kira memiliki peluang menang lebih besar. Temukan ide yang unik dari tema tersebut untuk dijadikan cerpen yang memikat.

Tulislah sesuatu yang berbeda dan unik, inilah yang dinamakan orisinalitas alias keaslian ide. Tema boleh sama, tapi ide cerita kamu harus berbeda. Kalau ikut-ikutan menulis yang sudah jamak ditulis penulis-penulis sebelumnya, dijamin cerpen kamu itu tidak akan dilirik juri. Isu tentang lokalitas salah satunya. Maka, tulislah apa yang dekat di sekitarmu, di daerah asalmu, tentunya sesuatu yang menarik untuk ditulis. Jika tidak menarik, ya buat apa ditulis.

Perhatikan syarat lombanya. Patuhi secara ketat ketentuan perlombaan, mulai dari banyak halaman, spasi, ukuran kertas, margin (garis teks), jenis huruf, besar huruf, sinopsis, nomor halaman, biodata, formulir (jika diminta), surat pernyataan keaslian karya (jika diminta), surat pengantar lomba, dll.

Penulisan yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia dan mematuhi EYD. Harap diingat, bahasa baku dalam sastra/fiksi itu jangan dipukul rata sama dengan bahasa baku ilmiah. Kalau masih bingung macam apa makhluk bahasa baku sastra, silakan baca cerpen yang sudah dimuat di koran-koran/majalah sastra nasional yang ditulis para cerpenis top.

Gunakan bahasa yang sederhana, mengalir lancar, ceritanya mudah dipahami dan ada pesan yang kuat terkandung di dalamnya. Salah satu indikasi pesan cerpen itu sampai adalah kamu masih terus kebayang jalan cerita cerpennya, malahan terbawa dalam mimpi.

Ketahui tujuan lomba tersebut apakah berkaitan dengan momen tertentu seperti Hari Ibu, Proklamasi Kemerdekaan, hari-hari penting tertentu, dll. Nah, usahakan menulis sesuai dengan momen tersebut jika kamu masih ingin mendapat hadiah.

Siapa penyelenggara lomba, dan tulislah sesuai dengan keinginan mereka. Misalkan yang mengadakan lomba cerpen tersebut adalah ikatan ibu-ibu kelurahan, jangan kamu tulis masalah bapak-bapak yang kesurupan di hutan lalu ditolong orang utan, gak nyambung ding. Dijamin tak dilirik, capek deh. Kondisikan tema cerpen kamu itu sesuai dengan kepentingan si penyelenggara, apalagi jika itu adalah majalah/koran, instansi tertentu, ormas, dll. Tentunya mereka mengadakan lomba yang intinya tidak jauh-jauh dari kepentingan mereka. Jika penyelanggara yang ada di daerah, maka WAJIB hukumnya kamu menulis cerpen yang berseting di daerah tersebut jika masih ingin mendampatkan tropi juara. Misalkan yang mengadakannya adalah majalah wanita seperti Nova, WAJIB hukumnya tokoh utamanya adalah wanita (lebih khusus wanita karir, atau ibu muda), kalo kakek-kakek atau balita tokoh utamanya jangan mimpi bakal dapat juara.

Jika penyelenggara lomba adalah institusi yang terkenal sebagai pelopor sastra misalkan Majalah Horison, Koran Kompas, Dewan Kesenian Jakarta, Dewan Kesenian Lampung, Dewan Kesenian Riau, dll. usahakan menulis cerpen yang aroma sastranya lebih kental. Kalau masih nekat mengirim cerpen lebay bin alay kamu yang sepenuh bumi menggunakan bahasa gaul itu dijamin sampai kiamat cerpen itu tidak akan menang. Lulus sensor panitia saja sudah sebuah keajaiban.

Ketahui siapa dewan jurinya dan pelajari cerpen seperti apa yang mereka sukai. Jika sudah tahu selera dewan jurinya macam mana, tinggal sesuaikan saja penulisan kamu sesuai dengan gaya tersebut. Karena soal selera tidak akan pernah menipu.



(*boleh disebar ke seluruh dunia dengan catatan mencantumkan nama penulis dan sumbernya di atas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)