25 Januari 2016

Puisi Cetar dari Ismail



Membicarakan Ismail memang tidak akan ada ujungnya setiap hari ada saja tingkah nya yang bikin ngakak, ternganga takjub, atau bikin seisi kelas tepuk tangan. Dari yang unik, aneh, menyebalkan sampai mengagumkan! Ismail, muridku di SDIT Al-Fikri Islamic Green School Pekanbaru ini pernah mengerjakan soal ulangan blok pelajaran IPS dalam waktu 10 menit dengan nilai 100. Pernah juga bolos di pelajaran matematika dan lebih memilih membaca buku ensiklopedi Luar angkasa di Perpus dari pada memperhatikan gurunya ngoceh di depan kelas. Akibatnya nilai matematiknya dapat telor. Tinggal di bawa pulang minta gorengkan sama Ummi.
 
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari Ismail kadang nggak nyampe di otak gurunya yang pas-pasan ini. misalnya, kenapa teori terbentuknya alam semesta yang di tulis Charles Darwin hanya di bantah oleh satu orang. yaitu Harun Yahya. Seharusnya kalau orang percaya akan tuhan, semua akan membantah teori Charles Darwin tentang terbentuknya alam semesta #kemudian hening #ustazah sibuk buka google.

Ismail ini anaknya moody banget. Jangan pernah bikin doski sampai bad mood. Bisa berabe. Pernah suatu ketika  pulang dari kelas Al-Qur’an Ismail ‘meradang’ di kelas ku. Awalnya aku coba biarkan dia tidur sendirian di belakang kelas. Tapi karena di kelas III ini anak nya jahil-jahil, teman-temannya pun mencoba ‘membujuk’ Ismail (tapi dengan cara yang salah, contohnya nyolek-yoleh bahunya). Ismail pun menendang meja dan kursi. Aku yang berusaha memeluknya untuk menenangkan nya juga kena jurus silatnya. Kemudian Ismail menangis tanpa suara, mungkin kaki nya sakit kena meja. Style Ismail memang begitu. Kalau menangis tak bersuara. 

Aku mencoba bicara dari hati ke hati ketika kulihat dia sudah agak tenang.  Tapi hanya mulutnya yang bergerak tanpa suara. Aku kan jadi bingung. Ku biarkan dia tidur telentang sendirian di belakang kelas. Ku introgasi teman-teman sekelompok belajar al-Qur’an Ismail., ternyata dia ditegur (ditegur loh, bukan dimarahin) oleh guru Al-Qur’an karena membaca buku ensiklopedi kesayangannya. Ya iyalah di larang, Wong dia bacanya di jam pelajaran Al-Qur’an! Udah gitu dia sambil baca sambil di terangin ke teman-temannya.”eh, eh Ini loh ada planet, jarak bumi ke neptunus sekian loh, Pluto itu tidak di anggap planet lagi loh, eh antum mau ke planet nggak?” teman-temannya yang lagi belajar Qur’an tentu tergoda dong, dan pelajaran Al-Qur’an jadi terganggu. Hampir habis jam pelajaran Pkn barulah mood baik Ismail kembali ke peraduan. Dia bahkan menghampiri ku di meja guru. 

“Ustazah, sekarang ngerjain apa nih?”

Kemudian Ustazah tersenyum

mungkin Ismail hanya butuh waktu untuk sendiri.

Kadang kalau lagi nggak mood belajar, nggak mood ngerjain tugas, Ismail berdiri di jendela kelas. Kelas aku itu di lantai 2. Jadi dari jendela bisa lihat perumahan padat penduduk dan gedung-gedung tinggi di Pekanbaru, kayak RS Syafira, Grand City Hotel, Balai Dang merdu dll. Aku sih kadang membiarkan Ismail dengan “me time” nya di jendela. Dijamin setelah diberi waktu untuk berdiri di jendela dia bakalan mau belajar lagi. 

Pernah di jam pelajaran al-quran juga. Ismail diberi waktu 10 menit untuk menceritakan isi buku yang dibacanya. Asalkan ia tertib ketika belajar al quran. Ternyata peraturan ini manjur. Ismail bahkan lebih semangat mengulang hafalan juz amma nya. Sepuluh menit terakhir Ismail pun bercerita tentang planet. Setelah itu ada sesi tanya jawab antara guru al-qur’an dan Ismail (waktu itu guru al-quran nya adalah ustad Sahabir), anak-anak memperhatikan dengan seksama.

“Oke, karena Ismail sudah tertib. Ustad kasi Ismail waktu 10 menit untuk bercerita.”

Ismail yang semangat langsung cerita panjang lebar soal planet. Dari bagaimana terbentuknya alam semesta, luas bumi berapa KM, jarak mahari dan bumi, nama-nama planet. Semua dia hapal DILUAR KEPALA! Wow… pembaca blog ini ada yang hapal berapa jarak antara bumi dan matahari? Eit, jangan buru-buru buka google. Nanti aja. Ismail masih akan membuat kita tepuk tangan.

Ustad sahabir yang kagum dengan jawaban-jawaban Ismail malah tambah semangat bertanya (atau menggali wawasan Ismail). Ustad pun mengaitkan pertanyaan dengan tafsir Al-Qur’an. Dan amazing, Ismail bisa menjawabnya dengan menyebutkan ayat Al-Quran yang bercerita tentang planet dan alam semesta (aku lupa surat apa. Yang jelas juz 30).
 
Ismail dengan buku ensiklopedinya. Hasil minjem dari perpus
Aku yang lagi duduk santai di belakang kelas langsung berdiri memberikan standing applause. Reflex teman-temannya dan ustad sahabir pun ikut tepuk tangan. Ketika aku ngobrol ngobrol dengan umminya sepulang sekolah. Umminya mengaku tidak pernah mengajarkan tafsir al-qur’an pada anaknya. Umminya yakin, dia tau itu semua dari hasil baca buku. Waaaaa… daebaaakk.. amazing…!!!

Ismail ini kalau ulangan selalu menjawab dengan logika. Tak jarang jawaban-jawabannya itu bikin senyum-senyum sendiri bahkan tertawa ngakak. Gurunya yang punya otak pas-pasan ini cuma kagum angguk-angguk bilang “ya juga ya”. Kadang hayati nggak ngerti jalan fikiran Ismail ini. hahaha

Duh kepanjangan cerita tentang Ismail. Baiklah ini ada sebuah puisi terakhir yang Ismail buat untuk ustazahnya yang selalu ternganga ketika di tanya pertanyaan absurd. Hari itu adalah hari senin, sejak hari jum’at aku sudah bilang kalau hari senin adalah hari teraakhirku di SD IT Al Fikri Pekanbaru. Senin Pagi selembar puisi  yang ditulis dikertas buku gamabr terletak di mejaku. Ini dia…


Aku yakin kalian bakalan jereng kalo maksa baca tulisan ini, ini aku tuliskan tanpa merubah satu huruf pun.

Ustazah Risa
Tanpa engkau……
Tiada lagi penerima informasi
Tiada lagi pendukungku untuk belajar
Tiada lagi pengapload tulisanku di facebook
Tiada lagi yang mempersilahkan untuk melihat pemandangan
Tiada lagi yang mempersilahkan baca koran di kantor

Ustazah risa
Tanpa engkau…….
Aku hanyalah kegelapan
Aku hanyalah kehinaan
Aku hanyalah sebutir kacang polong
Yang bertebaran di angkasa
Sungguh besar jasamu padaku
Sehingga engkau adalah wanita terbaik ke-2
Sehingga engkau patut ditiru oleh guru2 sesudahmu

salam
 ***
Reaksi aku waktu baca surat ini adalah ketawa ngakak jungkir balik samba kayang dilapangan sekolah. Enggak ding! Pokoknya di kelas itu aku ngakak banget. Asisten kelasku, Ustazah Ilvi sampai geleng-geleng kepala, tapi setelah baca puisinya Ismail zah ilvi ngakak juga.

Waktu aku tanya umminya pas pulang sekolah, umminya bilang Ismail nulis ini larut malam. Nunggu kakak-kakaknya pada tidur dulu, biar dapat inspirasi katanya. Ckckckck..

Waktu aku tanya si Doski, siapa wanita terbaik pertaama. Eh ternyata bukan Umminya yang udah capek-capek ngelahirin dia, tapi Sumayyah bin Khabath. Tau kan siapa Sumayyah? Iya bener banget, Sumayyah adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Ia rela kemaluannya di tombak demi mempertahankan keislamannya. We O We! Aku gurunya yang nggak seberapa ini disamakan dengan Sumayyah! Betapa bangga ini menyesaki dada. Betapa puisi ini lebih berharga dari kado apapun.

Terimakasih Ismail, mengajariku banyak hal…

20 komentar:

  1. Aku awalnya kurang paham siapa Ismail itu. Tapi kalau kutebak, dia muridmu, ya?
    Cerdas banget ya dia. Daya pikirnya melebihi rata-rata anak-anak seusia dia. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener. dia murid ku. lupa jelasinnya.. hehehe

      memang cerdas banget

      Hapus
  2. ka Icha, itu ismail jago banget nulis puisi buat kakak. awalnya ggemesin gitu, tp bagi dia kakak itu adlah panutan baginya, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheheheee.... karnaa aku sering ngasi dia kebebasan berekspresi kali...makanya dia seneng

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. wow, itu puisi beneran ismail yang buat? kata katanya sangat puitis keren, aset bangsa yang haru dikembangkan, dan semoga dimasa depan Indonesia bisa punya Astronot penjelajah alam semesta? atau mungkin Ismail bercita cita jalan jalan keliling planet haha. it nmay happen

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya beneran dia yang buat.

      ah lupa di ceritain, dia cita citanya jadi arsitek. makanya dia suka ngeliatin gedung2 yang tinggi gitu

      Hapus
  5. Ismail punya kepekaan bahasa yang bagus banget menurut gue. Dan bisa berpeluang jadi penulis atau sastrawan yang hebat kalau dikembangkan dari sekarang. Apalagi wow? Dia masih SD? Ini jadi kesempatan emas buat Ismail. Goodluck buat Mail yah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang dia anaknya suka nulis cerita gitu.. tapi aku pusying mbacanya krna tulisannya acak-acakan.hahaha

      Hapus
  6. Waduh-waduh... Gak nyangka banget, di Pekanbaru ada anak secerdas ini. Tapi, gak heran sih. Yang cerdas di sini buwanyak. :D Tapi, Pangeran salut sama Ismail. Dari namanya yang sudah Keislamiah gitu, karakter orangnya juga susah ditebak.

    Habisnya dicolek buat bangun aja, sampe nendang kursi dan meja. GImana kalo dipanggil. Keknya Ismail akan memanggil teman2nya di Mars untuk menyerang bumi..

    Endingnya pertemuan selalu gini. Nyesek. Ya, sesungguhnya Ismail emang anak keren, karena sudah bisa membuat puisi sekeren itu. Zaman sekolah dulu, gue nulis aja kadang suka lupa cara nulis hurufnya. Begitulah indahnya dunia..

    Semoga Ismail sukses dengan Perjalanannya suatu saat nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk....
      manggil temen temen dari mars. bisa kali ya

      Hapus
  7. Yaampun pintar nya ismail tu kak, sayang kakak ninggalin dia cepat kali mungkin bisa jd juara olimpiade sains tu dia, satu lagi puisi nya so sweet banget jd terharu plus ngakak bacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. keren kan dia.
      iya bener juga ya, kalo di arahkan bsia jadi juara olimpiade sains dia tu..

      Hapus
  8. Cerdas banget ya Ismail..
    Saya bener-bener kagum sama Ismail.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cie ismail kecil kecil udah ada fans nya :D

      Hapus
  9. Awalnya gue gagal paham siapa ismail ini. Akhirnya gue yakin klo ini muridmu ya?

    Gila! Ini si jenius menurut gue. Harus lebih di eksplor dan di kemvangkan si ismail. Guru juga harus paham sikapnya. Tidak jarang ada guru yg malah bilang di idiot. Ke inget cerita film 3 idiot. Hehe

    Wah pastinya lebih berharga dari kado apapun itu. ^_^

    BalasHapus
  10. wahwahwah, speechless abis nih pasti? itu anak kecil masih polos udah bisa bikin puisi begitu. dan kayaknya doi ini calon-calon orang berpengetahuan luas, hobi baca buku sihh

    BalasHapus
  11. cikguu....jadi terharuuu...hiks..hiks..
    ternyata..ismail dah bikin cikgu terseponah..
    terimakasih atas doa2 nya utk ismail
    bangganya punya anak sepertimu Nak. hiks hiks
    ayoi ismail, kita hadapi bersama pasukan Mars yg akan menyerang bumi.....
    hiks .hiks .#tisuuemanatissue....

    BalasHapus
  12. salut, bangga, dan terharu sama ismail. keren banget dia sa, masih anak-anak tapi pinter gitu. awal baca postingan aku diajak senyum-senyum dan takjub sama kelakuan ismail. eh pas eksekusi akhirnya aku jadi mewek sa, iya mewek gara-gara tulisannya ismail ini, bikin terharu, hiks hiks hiks T_____T
    ismail, tumbahlah jadi anak yg soleh ya, jangan berhenti untuk terus belajar, karena ilmu didunia ini g ada habisnya. salam sayang dari aku :)

    BalasHapus
  13. Punya record data psikologinya ga? saya jadi penasaran :)
    Lihat IQ EQ nya berapa, juga PIQ nya.. data kecerdasan multipelnya kayak apa? Dia umumnya berapa? Latar belakang keluarganya bagaimana?
    Saya senang sepertinya Ismail punya ummi yang tepat untuk membimbingnya, dan Ismail di sekolahkah di sekolah Islam.
    Untuk anak seperti Ismail harus kita bimbing dengan cara yang agak unik, biar semua potensi yang dia miliki bisa keluar dengan baik (amati perbandingan IQ dengan PIQ nya). Tantangannya nanti lebih kepada emosional... laju percepatan pemikirannya mungkin tidak seimbang dengan kematangan emosionalnya. Jadi dia rentan dalam hal itu.
    Namun lingkungan yang baik, pembimbing yang tepat, akan sangat mengurangi kemungkinan Ismail membentuk karakter yang salah. ALhamdulillah, sekali lagi tampaknya Ismail punya lingkungan yang baik dan islami.

    BalasHapus

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)