22 Januari 2016

Terimakasih SDIT AL Fikri Islamic Green School!

bersama murid-murid shalihah SDIT AL Fikri Islamic Green School
Alhamdulillah, tepat hari ini tugasku di Alfikri selesai sudah.

Aalhamdulillah ya, rejeki anak sholeh. Puang dari Papua seharusnya jadi pengagguran di rumah selama 6 bulan menunggu jadwal kuliah, tapi yang namanya rejeki selalu datang. Setelah sebulan berleha-leha dirumah, ada info tes untuk menjadi guru pengganti yang cuti melahirkan di SDIT AL FIKRI Islamic Green School Pekanbaru. Info ini aku dapat dari Putri, teman sekampus di PGSD yang saat ini juga menjadi guru disana.#that's why you need friend everywhere

Dari 5 orang yang ikut tes, diterima 2 orang untuk menjadi wali kelas 2 dan 3. Aku diberi tanggung jawab untuk wali kelas 3 Al-Farabi. Besoknya ustazah Wawat, wali kelas sebelumnya yang akan cuti melahirkan menyerahkan padaku semua administrasi kelas. Juga menjelaskan sedikit mengenai sifat dan karakter anak-anak ketika belajar.

Hari senin itu, aku mendapatkan suasana yang berbeda dari pengalaman setahun mendidik di Papua. hari itu aku bertemu lagi dengan anak-anak berkulit putih yang rapi. Mereka harum tidak membuat sakit hidung. Pagi itu aku bertemu lagi dengan anak-anak pintar-pintar yang kritis dan sholeh sholehah.


Sempat terkejut ketika pergantian jam pelajaran ada anak yang meminta izin untuk sholat dhuha. Wow, aku merasa di tampar! Kapan terakhir aku sholat dhuha? Anak kelas 3 SD saja komitmen untuk sholat dhuha. Belum lagi di jam istirahat aku terpana dengan pemandangan anak yang membaca Al-Qur’an di bangkunya. Ini jam istirahat loh.. anak-anak lain mungkin udah bergelincar di luar sana untuk bermain, atau jajan di kantin. Tapi Fuad, anak yang suaranya merdu ini malah asyik membaca Al-Qur’an di kelas. Ini pengalaman langka di zaman abad 21. Selain Fuad ada beberapa anak lain yang sering aku lihat mengulang hafalannya di jam istirahat. Ada Nifa dan Amanda yang juga sedang menjalani pendidikan Tahfiz di rumah Tahfiz Al-Fikri. Salut dengan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an. Salut dengan pendidiknya juga.

Menjadi guru di Al-Fikri ibarat masuk dalam pusaran suasana yang berbeda. Jika di Papua di hadapkan dengan anak-anak polos yang mendengarkan guru dengan cermat, disini aku dihadapkan dengan anak-anak pintar dan kritis! Mereka tak ingin ada cela,  guru salah sedikit langsung protes! kadang mereka lebih teliti dari pada bibi titi teliti di komik Donal Duck. Hahaha

Sikap dan watak anak-anak disini kadang membuat aku kagum. Ada si Syamil yang patuhnya luar biasa! Apa aja yang diperintah guru langsung nurut! Ketika teman yang lain masih ribut tapi guru menyuruh diam, maka Syamil tidak akan menggerakkan kepalanya walau se centi pun! Ada Mushie yang pintar dan penurut juga. Baik dan suka berbagi. Sewaktu pulang liburan dari singapura, Mushi membawa sekotak coklat yang langsung dibagi-bagikan ke teman-teman dan guru, bahkan dia sendiri nggak kebagian tapi Mushie ikhlas banget dan tetap happy.

Kejujuran mereka juga patut diacungi jempol. Ketika selesai sholat zuhur berjamaah dan aku memerintahkan untuk mengulang sholat bagi yang tad merasa sholatnya tidak serius. Beberapa anak langsung berdiri sendiri tanpa ku sebut namanya. Mereka juga mengakui jika berbuat salah dan mau minta maaf. Ketika ada yang mengadu karena berkelahi juga tidak sulit melerainya, tinggal dicari penyebab dan saling memafkan, mereka pun main lagi seperti tidak terjadi apa-apa. Kalau melakukan kesalahan dan dihukum, mereka juga dengan senang hati melaksanakan hukuman. Kadang aku jadi keki sendiri ngasi mereka hukuman, kok bisanya mereka menjalani hukuman dengan pasrah dan riang gembira. Benar-benar didikan yang mantap antara sekolah dan orang tua dirumah.

“Kayla, Antum hari ini Ustazah Iqob (hokum) mencuci kain pel, karena tidak bawa mukena.”

Kayla pun dengan ringan tangan mengerjakan Hukumannya.

FYI anak-anak kadang lupa membawa mukena, padahal mereka harus sholat dhuha dan zuhur di sekolah. karena keseringan lupa aku memberikan hukuman untuk yang lupa bawa mukena. Berlaku juga jika lupa bawa buku penghubung, bawa PR dll.

Besoknya…
“Aulia mau kemana bawa-bawa ember?” tanyaku ketika Aulia membawa ember ke kamar mandi di jam istirahat.
“Ana lupa bawa mukena, Zah. Kan di iqob ngepel teras.” Jawabnya
Gubrak! Belum juga di hukum udah menjalani hukumannya sendiri!

Seperti di sekolah sebelumnya (An-Namiroh.red) disini guru-guru juga diberi pelatihan setiap hari sabtu. Up Grading guru di awali dengan belajar Al-Qur’an dengan metode UMMI (I Like It So Much!) dan juga bahasa inggris dan Arab. Selain itu juga ada pelatihan bulanan untuk menambah wawasan mengajar. Bekerja sekaligus dapat ilmu. 

Disekolah ini aku juga banyak belajar tentang bagaimana menghadapi anak-anak yang beda dari yang lain, yang tingkahnya unik, sampai anak yang kecerdasannya di atas rata-rata. Insyaallah akan aku ceritakan di postingan selanjutnya.

Akhirnya, aku ucapkan terimakasih untuk kepala sekolah yang sudah memberikan kesempatan untuk turun mengajar disini. Makasih juga untuk ustad Sahabir, guru Al-Qur’an tempat aku selalu bercerita tentang anak-anak dan solusinya. Makasih ustazah Ilvi, asisten wali kelas yang berdedikasi banget. Hahaha. Makasih atas bantuan-bantuannya. Maafkan kealpaan ini. makasih kepada seluruh guru yang sudah menerima aku dengan baik. semoga silaturahmi kita semua tetap terjaga. Amin.

*ini kok jadi alay gini postingannya. 

dibawah ini foto-foto di hari perpisahan dengan anak-anak, tanpa diminta mereka menulis surat dan memberi hadiah.
Hari Jum'at sebelum sholat ashar aku membuat pengumuman kalau hari senin adalah hari terakhir ku di Al Fikri.
dan kelas pun penuh air mata. anak-anak perempuan yang manja manji pada nangis
salah satu muridku, Nifa yang nangis kejer banget. ckckck
surat cinta dari Kayla. plus hadiah pensil ama penghapus. terharu gak sihhh

manda kirim puisi yang di bungkus lucu, banyak lem nya :D

Puisi dan surat cinta dari Syahira. pake amplop segala di buat dari kertas origami.

hadiah perpisahan dari Fatimah, isinya pensil dan surat juga

dan ustazah pun melted nakkkk

zahra juga ngasih hadiah pensil.

Aulia ini anak yang paling susah duduk diem. tapi kalo nulis surat oke juga

puisi yang paling ngakak dari ismail. ceritanya ada DISINI
Hari senin  panen kado. Jadi nggak enak sama ortu nya anak-anak. sebelumnya Hari guru juga aku panen kado
salah satu isi kado. Pajangan dan surat cinta #meltedAgain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)