27 Mei 2011

Paragraf Deskripsi, narasi, argumentasi, persuasi, narasi tema Kampus /

BAB 1

DESKRIPSI
a. Pendahuluan
• Latar belakang masalah
Latar belakang saya menulis deskripsi disni adalah untuk menjelaskan bagaimana pengalaman pertama memasuki gedung Guru yang digunakan sebagai gedung perkuliahan mahasiswa PGSD.
Selain itu juga, deskripsi ini merupakan tugas mandiri mata kuliah Pendidikan Bahasa Kelas Tinggi yang di bimbing oleh bapak Darmawin Darin, M.Pd
• Permasalahan
Disebabkan melimpahnya mahasiswa PGSD UNRI, sehingga kampus UNRI yang berada di panam tidak dapat lagi menampung dan menyediakan ruang perkuliahan bagi anak SD. Untuk itu, mahasiswa PGSD di tempatkan di Gedung Guru Riau yang terletak di jalan Sudirman Pekanbaru.
• Pendekatan
Disini penulis menggunakan pendekatan observasi untuk menyampaikan Gedung Kampusku secara umum.


b. Pengembangan
Pengembangan disini termasuk pengembangan alami

GEDUNG KAMPUSKU

Terlihat jutaan semangat memapah langkah para mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Cat kuning terang mengulas gedung guru Riau yang terletak di tengah kota. Baris-baris kekaguman membuah ruah setelah sadar ku berada tepat di depan gedung megah nan indah itu. Sejuk niah sentuhan angin saat ku berada di hujung parkiran kampus. Parkiran dan karcis parkir pun ditata rapi oleh para satpam yang ramah, memanja lelahkan mata memandang. Ku temukan sejuk. Decak kagum membuana di sela rasa.

Disinilah kelak aku akan berkecimpung selama kurang lebih 3,5 tahun.merubah status menjadi mahasiswa yang sejak dulu kuidam-idamkan. Hari ini adalah acara pengenalan kampus, yang berarti pertama kalinya aku menginjakkan kaki dengan sepatu bertumit ini disini.

Ketika memasuki gedung yang dicat kuning ini. Hawa ditubuhku mengadakan transformasi, hawa panasnya kota pekanbaru diluar sana tergantikan dengan hawa dingin yang dihembuskan AC yang ada ditiap sudut gedung ini. Bibirku menyunggingkan senyum, alangkah nikmatnya.

Disalah satu sudut gedung, ku lihat sebuah pintu besi, seperti yang ada di mall-mall pikirku dalam hati, setelah kudekati ternyata benar, pintu itu adalah lift yang akan membawa kita turun naik ke lantai atas tanpa harus letih menyusuri anak tangga. Jemari telunjuk ku pun menekan salah satu tombol. Ku tunggu beberapa detik. Pintu besi itu tetap diam, aku tekan lagi tombol itu, kali ini dengansedikit tenaga, namun pintu itu tetap saja tidak terbuka. Apakah satpam yang biasanya duduk didalamnya sedang izin? kuperhatikan lagi pintu mewah itu, ah sial! Lampunya saja tidak hidup. Lift ini mati. Kakiku reflex menendang pintu tak bernyawa itu. Beberapa mahasiswa lain memperhatikanku dari jauh. Sedikit malu, kulangkahkan kaki menuju tangga untuk sampai ke lantai 2. Mengejar tanda tangan dosen pembimbing akademisku (PA). Inilah pengalaman pertamakalinya aku ke Gedung Guru, gedung kampusku.

c. Penutup

a. Simpulan
Kesimpulan yang bisa kita ambil dari deskripsi diatas adalah bahwa gedung Guru Riau yang di tempati mahasiswa PGSD UNRI sangatlah mewah, namun lift nya tidak bisa di fungsikan.

b. saran
Sebaiknya fasilitas yang ada di berdayakan dengan baik, lift yang tidak dipakai bisa rusak dan berkarat. Dan sebagai pengguna gedung guru, harusnya ikut menjaga fasilitas yang ada.


BAB 2
EKSPOSISI
a. Pendahuluan
• Latar belakang masalah
Latar belakang saya menulis deskripsi disni adalah untuk menjelaskan bagaimana sebenanarnya keadaan gedung guru yang ditempati untuk perkuliahan mahasiswa PGSD UNRI.
Selain itu juga, deskripsi ini merupakan tugas mandiri mata kuliah Pendidikan Bahasa Kelas Tinggi yang di bimbing oleh bapak Darmawin Darin, M.Pd
• Permasalahan
Setelah ditempati emnjadi kampus PGSD, gedung guru berubah, dalam arti berubah secara fisik.
Oleh karena itu, disini penulis akan menuturkan permasalahan-permasalahan yang ada di gedung guru ini. Dengan harapan akan merubah pandangan kita terhadap gedung guru dan memperbaiki sikap kita untuk lebih menjaga gedung yang kita tempati ini.
• Pendekatan
Disini penulis menggunakan pendekatan observasi untuk menyampaikan Gedung Kampusku secara umum.




b. Pengembangan
Disini penulis menggunakan pengembangan rasional
Gedung Guru Riau
Gedung Guru Riau di resmikan pada tanggal 25 November 2007, yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada hari Selasa, 22 April 2008, Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyerahkan biaya hibah dan penggunaan gedung guru kepada PGRI Provinsi Riau. Penyerahan itu dilakukan Gubernur Riau yang diterima langsung oleh ketuan PGRI Provinsi Riau Prof. Isjoni Ishak.
Kini, Gedung Guru Riau (GGR) yang seharusnya berfungsi sebagai sarana kegiatan para pehlawan tanpa tanda jasa, ternyata beralih fungsi menjadi tempat perkuliahan mahasiswa PGSD FKIP UNRI. Sejak 4 tahun terakhir, Gedung yang awalnya merupakan pusat kegiatan guru-guru seriau, telah berubah fungsi menjadi kampus.
Setelah berubah fungsi, gedung guru mengalami banyak perubahan. Isi di dalam Gedung Guru Riau yang kini di gunakan untuk perkuliahan mahasiswa PGSD sangatlah tidak sama seperti yang terlihat dari luar. Di dalamnya sudah sangat berubah semenjak dihuni oleh mahasiswa-mahasiswa PGSD. Sampah bertebaran dimana-mana, sehingga mengundang hewan-hewan untuk meninggalkan jejak kotorannya disana. Tak jarang bau menyengat menghantui saat perkuliahan berlangsung.
Toiletnya yang sudah tidak layak lagi dipakai, akibat orang-orang yang tidak bertanggung jawab setelah membuang hajat. Belum lagi ruangan yang kadang tidak cukup, sehingga para mahasiswa harus rela belajar di aula terbuka dengan beralaskan keramik dingin.
Lain dari pada itu, di dalam gedung terkadang terdapat air menggenang akibat atapnya yang bocor. Dan mengakibatkan terganggunya proses perkuliahan, hingga saat ini, atap yang bocor terdapat di 4 ruangan, di antaranya ruang Mawar lantai III.
Di sisi lain, gedung guru terlihat mewah dan indah dari depan, tapi kalau kita sudah memasuki ruangannya satu persatu, maka akan terlihat gedung guru yang sebenarnya.



c. Penutup
• Simpulan
Apa yang terlihat dari depan, bukanlah bentuk gedung guru yang sebenarnya. Yang terlihat dari depan hanyalah yang indak bangunan dan teksturenya saja. Tapi sebenarnya di dalam gedung banyak sekali kekurangannya.
• Saran
Mahasiswa PGSD yang menggunakan gedung tersebut segabai kampusnya, haruslah bisa bersama-sama menjaga kebersihan dan fasilitas yang disediakan. Para mahasiswa harusnya bekerja sama dengan petugas gedung tersebut untuk menjaga agar gedung bukan hanya terliahat indah dari depan, tapi juga indah di dalam dan nyaman digunakan.

BAB 3
ARGUMENTASI
a. Pendahuluan
• Latar belakang
Saat ini mahasiswa PGSD menempati gedung guru Riau. Dan diizinkan menggunakan segala fasilitas, seperti ruangan, tolilet, mushalla, AC, perpustakaan, lobi yang dilengkapi TV dan lain-lain.
• Permasalahan
Gedung guru Riau yang digunakan untuk gedung perkuliahan PGSD ternyata akan di ambil alih oleh pihak pengurus gedung, sehingga mahasiswa akan kehilangan tempat perkuliahan. Untuk itu, pihakUNRI akan membangun geduung baru di UNRI Panam, kemudian aktivitas perkuliahan akan dipindahkan ke kampus panam. Tapi, dengan perpindahan tersebut, tentunya akan timbul berbagai masalah, seperti jauhnya jarak yang harus ditempuh bagi mahasiswa yang indekos di sekitar gedung guru di Jalan Sudirman, selain itu masih banyak masalah lainnya yang akan datang.
• Pendekatan
Pendekatan disini, menggunakan pendekatan Observasi

b. Pengembangan
Pengembangan ini termasuk dalam pengembangan Rasional

Pertahankan Gedung Guru Sebagai Kampus PGSD UNRI
Setelah tiga tahun mahasiswa PGSD menempati Gedung Guru sebagai tempat perkuliahan, tahun 2011 beredar berita bahwa aktivitas perkuliahan mahasiswa PGSD akan dipindahkan ke panam, oleh karena itu, mahasiswa PGSD banyak yang merisaukan hal tersebut. Dimana nanti mereka akan kuliah, sedangkan di kampus UNRI panam tidak ada lagi ruangan yang mencukupi untuk mahasiswa yang berkapasitas sangat banyak.
Jika mahasiswa PGSD pindah ke panam, akan banyak masalah yang terjadi, seperti jauhnya jarak yang harus ditempuh bagi mahasiswa yang indekos di sekitar kampus lama, sedangkan untuk mencari kos baru di panam tentu tidaklah mudah.
Masalah lain yang akan dihadapi adalah juga terganggunya aktifitas perkuliahan dikarenakan ruangan yang kurang, sedangkan mahasiswa PGSD sangatlah banyak. Juga akan mengganggu aktifitas perkuliahan mahasiswa yang kuliah di kampus Panam itu sendiri. Dikarenakan pergantian ruangan.
Untuk itu, para mahasiswa menemui para dosen yang bersangkutan untuk menanyakan hal tersebut. Ternyata banyak juga dosen yang tiudak tahu menahu tentang kepindahan mahasiswa PGSD ke Panam.
Oleh karena itu, menurut hemat saya, gedung guru Riau harus dipertahankan sebagai gedung mahasiswa PGSD. Jangan sampai pindah ke panam.

c. Penutup
• Simpulan
Gedung guru sudah sangat cocok diperuntukkan bagi mahasiswa PGSD yang sangat banyak. Apabila pindah ke Panam, maka akan timbul berbagai masalah.
• Saran
Perpanjangan kontrak dengan pihak gedung guru agar mahasiswa tetap bisa melaksanakan perkuliahan disana.


BAB 4
PERSUASI
a. Pendahuluan
• Latar belakang
Prilaku masyarakat yang senang mengkonsumsi makanan yang berada di dalam kemasan menyababkan bertambahnya budget sampah di kota-kota besar
• Permasalahan
Sampah yang sudah tak tertanggulangi lagi tempatnya dan tidak tahu lagi harus dibuang kemana, karena panggunaan plastic untuk kemasan makanan yang semakin meluap.

b. Pengembangan
Pengembangan ini termasuk dalam pengembangan Rasional
Perilaku Menyampah
Di kota-kota besar, setiap orang mencari kemudahan dalam hidup. Kebiasaan makan, misalnya, di kota besar, restoran fast food cenderung menggunakan kemasan yang terbuat dari plastik atau stirofoam yang sekali pakai langsung buang. Kemasan kue dahulu menggunakan daun pisang yang bisa membusuk, sekarang cenderung menggunakan plastik. Semua itu kebiasaan impor yang bukan budaya indonesia. Budaya indonesia menggunakan kemasan daun pisang atau daun jati.
Sebenarnya volume sampah bisa dikurangi drastis bukan hanya dengan menangani sampah plastik dengan sebaik-baiknya atau dengan daur ulang tetapi bagaimana menghindari seminim mungkin perilaku menyampah. Hanya kekuatan konsumen yang bisa menekan produsen mengurangi bahan-bahan yang makin menambah volume sampah.
Semaksimal mungkin semua orang harus mengurangi penggunaan kemasan-kemasan yang kemudian akan menjadi sampah yang tidak bisa hancur. Misalnya, menghindari membeli makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik, stirofoam, atau kalaupun terpaksa membeli,ambil saja makanannya, kemasannya dikembalikan lagi kepada penjualnya. Rasanya tidak menggunakan kemasan plastik tidak akan mengurangi kenyamanan hidup ini.

c. Penutup

a. Simpulan
Sampah yang disebabkan oleh pembungkus makanan menyebabkan kerusakan lingkungan. Makanan yang dikemas dengan plastic juga menyebabkan global warming.

b. Saran
Kemasan makanan, sebaiknya di daur ulang, agar tidak menambah sampah yang ada di kota kita. Dan kurangi membeli makakan yang dikemas dalam plastic.




BAB 5
NARASI
a. Pendahuluan
• Latar belakang
Sahabat memiliki arti yang teramat penting dalam kehidupan ini. Sahabat akan selalu hadir di tiap kehidupan kita, ia dapat menghibur kita dikala kita sedih, membuat kita tertawa, setia menemani dimasa-masa suka maupun duka, dan selalu sabar dalam menyertai kehidupan kita.
Sahabat tidak akan pernah mencelakakan dan memanfaatkan kita, ia tak kenal pamrih dan waktu dalam menolong, ia akan melakukan sesuatu disaat kita membutuhkannya tanpa meminta sesenpun imbalan, balas jasa, bahkan ucapan terima kasih.
Kita dapat menemukan banyak karakter untuk dijadikan sahabat, tetapi dalam menemukan sahabat tidak semudah yang kita bayangkan, tidak cukup dengan perkenalan yang singkat atau memerlukan waktu yang lama dalam kita menilai seseorang untuk menjadi sahabat, karena sahabat akan hadir dengan sendirinya tanpa kita sadari dan dalam kurun waktu yang tidak dapat kita tentukan.
Tidak ada seorang manusia pun yang tidak membutuhkan sahabat, semua pasti mengiginkan tuk memiliki sahabat, dimana dengan adanya sahabat kita dapat mencurahkan seluruh isi hati kita, bahkan sampai sesuatu hal yang sangat rahasia pun dapat diungkapkan pada sahabat kita, melebihi siapapun di dunia ini. Dan sahabat akan menyimpannya erat2 dalam hatinya bahkan akan rela untuk mengorbankan dirinya demi menjaga rahasia tersebut.
• Permasalahan
Sahabat yang sudah kita percaya kadang mengkhianati kita dengan berjuta kebohongan. Atau mungkin meninggalkan kita tanpa sebab ketika dia menemukan sahabat yang baru.
• Pendekatan
Pendekatan yang digunakan disini adalah menanyakan kepada sahabat tersebut apa kesalahan yang telah kita lakukan, sehingga dia menjauhi kita tanpa sebab.




b. Pengembangan
Pengembangan disini menggunakan pengembangan alami
Puisi
Sahabat Adalah
Sahabat adalah ‘JENDELA’
dengannya dapat kulihat hidup dari sisi yang berbeda
dengannya mampu kunikmati warna-warna baru di hidupku
Sahabat adalah ‘CERMIN’
ia, selalu menampakkan apa yang terlihat
walaupun itu buruk…
walaupun itu tak baik…
Sahabat adalah ‘BUKU’
darinya, aku belajar kisah-kisah penuh makna
darinya, aku membaca sketsa-sketsa yang istimewa
betapa indahnya saat…
warna kalian membaur di dalam kanvas hidupku
betapa istimewanya…
memiliki sahabat seperti kalian
Ya Rabb,
terimakasih atas kado-kado istimewa ini
sahabat yang membuatku semakin bermakna

PROSA

Perjumpaan yang selayaknya tanpa sesuatu yang luar biasa. Perkenalan yang lumrah. Lalu hari-hari yang berjalan sebagaimana mestinya. Kau dengan sesuatu yang memang telah ada padamu sejak dulu. Lalu aku dengan segala keakuanku pula. Ritme hidup yang tak terencana lebih dulu. Mengalir saja seperti apa adanya. Wajar, biasa, lurus.

Pada mulanya kita telah mempunyai kehidupan sendiri. Dengan berbagai kebiasaan yang berbeda. Dengan berbagai adat dan budaya yang berbeda. Bahasa yang tak sama, laku yang tak serupa, apalagi pola pikir dan perasaan.

Sedikit melankolis tampaknya. Entah bagaimana mulanya, segala hal yang berbeda mulai membaur dalam satu wadah yang kita sebut persahabatan. Lebih dari itu: persaudaraan. Kau menyebutku dengan julukan yang lebih dari seorang teman. Lalu kita terbiasa dengan sesuatu kebiasaan yang baru. Tampaknya kurang lengkap bila aku tak membagi senyum denganmu. Bahkan kadang tangis, segala rupa beban yang menyesak di dadaku. Hingga menjadikan kau dan aku serupa satu tubuh. Yang tak lengkap tanpa satu yang lain.

Ketika harapan tak menjadi nyata, maka kau tempatku menumpahkan segala cerita tentang angan dan harapan. Kau menggandengku dengan asa, berharap aku bangkit dengan mimpi-mimpi indahku. Pula ketika cinta mengecewakanku, kau tersenyum dan memelukku, menyakinkan bahwa aku layak untuk dicintai tanpa kecuali. Ketika aku merengek manja, kau tak pernah mengganggapku seperti anak kecil, namun berkata bahwa aku harus dewasa. Bahkan ketika aku marah pada diriku sendiri, kau berkata bahwa aku hebat. Kau tak pernah berkata TIDAK. Dan membuatku kembali berkata YA.

Hari-hari kita penuh dengan kegembiraan. Dengan kesombongan-kesombongan yang indah. Kekonyolan yang memalukan. Kekhawatiran-kekhawatiran yang manis. Dan kesulitan-kesulitan yang tampak lebih kecil dari sesungguhnya.

Ah, benar. Pelangi tak kan indah tanpa perbedaan.

Ketika tak ada batas dalam hal apapun, maka hati kita telah dipersatukan. Tak ada istilah ewuh pekewuh karena memang tak perlu hal itu dalam persahabatan. Apalagi itung-perhitungan karena tak layak hal itu dalam persaudaraan.

Ketika kita telah asyik dengan kebiasaan yang mengalir, tiba-tiba kita dikejutkan oleh sebuah kenyataan bahwa kita harus berpisah. Ada sedikit rasa haru dan setitik tangis yang diam-diam menyentuh pipiku, ketika kau ucapkan: kita akan berpisah dan lama tak akan saling bersama. Aku mendengar nada terkejut yang sama dalam suaramu.

Di dalam hati aku berusaha menyakinkan: bahwa hanya badan kita yang berpisah. Bukan hati ini, pikiran, perasaan, kenangan, duka, dan cita. Bukan pula cerita-cerita kita di masa lalu.

Seorang bijak berkata, bahwa seseorang akan terasa sangat berharga bagi kita setelah seseorang itu meninggalkan kita. Aaah ,,, aku tak percaya. Karena sejak bersamamu, kau selalu berharga untukku. Begitu juga hingga nanti suatu saat yang masih lama sekali aku akan kehilangan kau.

Aku masih ingin banyak bercerita denganmu. Tentang impian yang akan segera kita wujudkan. Tentang harapan, asa, atau sekadar celoteh pengisi sepi.
DRAMA
PERSAHABATAN ADE DAN MELLY

Para Pelaku :
1. Ade, gadis kecil penjual asongan dan penjaja payung.
2. Melly
3. Mama Melly
4. Ibu Ade.

Adegan I
Sore hari di halte

Semenjak tadi siang hujan tak kunjung reda. Melly terpaksa pulang sendiri. Melly berteduh dan menunggu mobil angkutan umum yang lewat. Di halte bukan hanya Melly saja yang berteduh. Ada seorang bapak tua sedang melindungi isi gerobak barang rongsokannya dengan plastic. Ada seorang bocah lelaki yang termenung karena sebagian koran jualannya basah dan belum terjual. Beberapa ibu dan anak-anak sekolah asyik makan gorengan dan tertawa cekikikan.

Melly : (Bergumam) Coba kalau Mas Dodi jemput aku. Aku tak perlu menunggu dan berebut mengejar mobil angkutan umum. Tidak mungkin aku terus menunggu Mas Dodi. Mas Dodi terjebak macet di Tanah Abang. Pasti akan sangat lama menunggu dia. Aku harus cepat pulang, banyak tugas yang harus akau kerjakan. Aku berharap semoga hujan cepat berhenti.

Tiba-tiba ada seorang gadis kecil menghampiri Melly. Dari sekian banyak orang yang berteduh, gadis itu hanya menawarkan payungnya untuk Melly.

Ade : Kakak belum dapat mobil angkutan umum ya?
Melly : Iya, dari tadi Kakak belum dapat mobil.
Ade : Gimana kalau pake payung saja saja Kak. Sebentar lagi udah mau magrib, nanti Kak Melly kemaleman pulang ke rumah.
Melly : (Melly heran kenapa gadis itu tahu namanya. Melly berpikir kalau gadis itu salah satu anak yang tinggal di sekitar rumahnya. Tetapi Melly tidak menanyakan kenapa gadis itu tahu namanya. Melly menerima ajakan gadis kecil itu) Yuk!
Melly dan gadis kecil tersebut berjalan pulang menuju rumah Melly.

Adegan II
Siang hari di gerbang sekolah. Melly sedang menunggu Mas Dodi menjemputnya. Tiba-tiba Melly melihat sosok gadis kecil yang sedang berjalan sendirian sambil membawa dagangannnya.

Melly : (Bergumam) kalau ga salah, gadis kecil itu yang seminggu lalu menawarkan payungnya untukku. Jadi dia juga menjajakan asongan.
Melly : (berteriak memanggil Ade) Adik kecil!
Ade : (menoleh ke Melly) Kakak! (Ade menghampiri Melly)
Melly : Kamu juga jualan asongan? Memangnya kamu tidak sekolah?
Ade : Iya, Kak. saya jualan asongan. Ibu sedang sakit, jadi saya jualan asongan dan sore hari menawarkan payung kalau hujan. Sudah dua minggu saya tidak sekolah, Kak!
Melly : Kamu memang anak yang baik. Sabar ya..sebentar lagi ibumu pasti sembuh. Beliau pasti bangga punya anak yang baik seperti kamu. Oia, rumah kamu di mana?
Ade : Tidak jauh dari rumah Kak Melly. Di gang belakang.
Melly : O ya..Kok kamu tahu nama Kakak?
Ade : Ya tahu dong. Abang-abang cowok di belakang sering nyeritain Kakak. Mereka kan sering godain Kakak kalau berangkat sekolah.
Melly : O…iya iya. Ngomong-ngomong nama kamu siapa?
Ade : Masa sama tetangga sendiri ga tahu. Kalau pagi-pagi Ade kan sering lewat di depan rumah Kaka.
Melly : O…jadi nama kamu Ade?
Ade ; Iya Kak.
Melly : (Melirik dagangan Ade) Ngomong-ngomong permen yang itu haganya berapa?
Ade : Yang ini Kak? Ini harganya lima ratus satu bungkus. Kakak mau beli?
Melly : Iya. Kakak beli dua bungkus ya De.
Ade : (Menyodorkan permen) Ini permennya Kak.
Melly : (Memberikan uang sepuluh ribu rupiah) Ini uangnya, De. Kembaliannya buat kamu saja.
Ade : Terima kasih banyak Kak.
Melly : Sama-sama. De, Kakak pulang dulu ya. O ya, semoga ibumu cepat sembuh ya.
Ade : Iya, Kak. Sekali lagi terima kasih Kak.

Melly pulang dan Ade kembali menjajakan dagangannya.

Adegan III

Jam 19.30 di gang belakang dekat rumah Ade. Melly akan rapat di rumah Pak RT tetapi, Melly tidak hapal jalan ke rumah Pak RT. Dia bolak-balik di gang beberapa kali samapi kemudian ada yang memanggil namanya.

Ade : (Berteriak memanggil Melly) Kak Melly!
Melly : (Menoleh ke sumber suara. Ternyata Ade tersenyum dan berdiri di depan pintu, di sebuh rumah kecil yang sederhana) Ade gak ngojekin payung?
Ade : Iya ….kan hujannya udah berenti, Kak.
Melly : O…iya ya. Kakak nggak sadar.

Mely dan Ade tertawa berdua. Seorang ibu muncul di depan pintu, memperhatikan Melly dan Ade.

Ade : Bu, ini yang namanya Kak Melly, yang baik banget itu.
Ibu Ade: O… ini pasti nak Melly yang kemarin malem diceritain sama Ade. Katanya nak Melly baik banget.
Melly : Ah, Ade terlalu berlebihan, bu.
Ade : Mari masuk Kak.
Melly : Terima kasih Ade. Kakak mau rapat di rumahnya pak RT. Kamu tahu di mana rumah pak RT?
Ade : Tahu, Kak. Yuk Ade anterin sekalian.
Melly : Wah kebetulan kalau begitu, kalau ga ada kamu Kakak pasti nyasar nih.

Mereka berdua tertawa lagi.

Adegan IV

Siang hari di halte. Hujan turun lagi tapi tidak terlalu deras. Mama Melly sedang menunggu di halte.
Melly : (Melly datang menghampiri mamanya) Ma, ngapain di sini? Mama mau jemput aku?
Mama Melly : Tadi ibunya si Ade ke rumah nemuin mama. Ngabarin kalau si Ade ketabrak mobl waktu dagang asongan. Baru aja. Mobil yang nabrak kabur.
Melly : Si Ade?! Sekarang kita langsung aja ke rumahnya si Ade.
Melly dan mamanya langsung ke rumah Ade.

Adegan V

Di rumah Ade. Banyak pemuda dan bapak-bapak bergerombol di depan rumah. Saat Melly dan mamanya masuk banyak ibu-ibu menangis. Ade terbaring di ranjang sederhana, kemeja putihnya banyak bercak-bercak darah. Mengetahiu kedatangan Melly dan Mamanya semua pasang mata langsung memandang ke arah mereka. Ibunya Ade langsung menyambut Melly dan Mamanya.

Ibu Ade : (Menangis tersedu-sedu) Nak Melly, Ade ketabrak mobil. Keterlaluan sekali orang yang nabrak anak saya itu, bukannya turun dan membawa Ade kerumah sakit, malah kabur.
Melly : (Panik) jadi sampe sekarang Ade belum di bawa ke rumah sakit?
Ibu Ade : Kami ga punya uang, rumah sakit mahal, Non. Pak RT lagi doa di mushola, supaya yang nabrak Ade datang ke mari.
Melly : Kalau begitu, saya mau bawa Ade ke rumah sakit, tolong panggilin taksi, Pak! (Melly meminta tolong kepada bapak-bapak yang ada di luar rumah).
Ibu Ade : (Menangis) Untung ada nak Melly, kalau tidak…
Melly : Berdoa saja bu, supaya Ade cepat sadar.

Adegan VI

Di rumah sakit. Ade terbaring lemah dan bergerak siuman. Dan pelan-pelan mulai membuka matanya. Lalu tersenyum senang ketika melihat Melly ada di sampingnya. Dari kedua bola matanya terpancar sinar yang lembut dan indah.
Ade : Terima kasih Kak.
Melly : Berterimakasihlah kepada Tuhan, karena Dialah yang menyelamatkan Ade. Kak Melly yakin sebentar lagi pasti Ade sembuh. Ma, kalau Ade udah sembuh, boleh kan Ade jadi adiknya Melly? (Melly memegang tangan Mamanya dan meminta dengan penuh harap).
Mama Melly : Boleh dong sayang. Nanti Ade sama ibunya Ade bisa tinggal di rumah kita.
Melly : Makasih ya ma. Mama emang mama yang paling baik. (Melly memeluk mamanya). De, mau kan jadi adiknya Kak Melly?
Ade : Mau banget Kak. Ade seneng akhirnya Ade punya kakak.
Mama Melly : Gimana bu? Mau kan tinggal di rumah kita?
Ibu Ade : Wah, tentu aja mau bu. Terima kasih banyak ya bu. Semoga amal ibadah ibu mendapatkan balasan dari Allah. Amin…
Melly : (Mencium kening Ade) Cepet sembuh adikku sayang.

Semua tersenyum bahagia. Melly dan Ade menjadi satu keluarga.

c. Penutup
• Simpulan
Sebagai seorang sahabat kita harus saling melengkapoi kekurangan kita masing-masing. Jangan ada rasa dengki dan sakit hati, apabila ada rasa tidak enak, maka sampaikan dan bicarakan baik-baik.

• Saran
Sayangilah sahabatkita sebagaimana kita menyayangi keluarga kita sendiri. Karena sesungguhnya mencari sahabat yang benar-benar mengerti dirikita itu sangatlah sulit.



Tugas Individu
Dosen Pembimbing,
Drs.Darmawin Darin M.Pd

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI KELAS TINGGI





Disusun Oleh:
HARITSAH SALIM (0905135276)
Kelas : VI D


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
TAHUN AJARAN 2010 / 2011

daftar bacaan : berbagai sumber

#bagi yang mau copy paste, harap mencantumkan sumber blog ini!

5 komentar:

  1. Kak, sekarang kampus PGSD masih di gedung guru? Kira-kira kalo lagi keperluan apa aja mahasiswi PGSDnya ke kampus di panam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih,,
      kalo ngurus nilai, KHS, WISUDA dll..

      Hapus
  2. Kampus PGSD utk angkatan 2013 ini di panam atau di gedung guru?saya maba jadi bingung mencari kos

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebelumnya memang di sudirman, tapi mulai tanggal 2 september 2013 pindah ke panam. cari kos di panam aja dek. #untung aku udah lulus

      Hapus
  3. izin share ya mba, makasih info nya :)

    BalasHapus

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)