24 Desember 2015

Resensi Novel : Bila Mencintaimu Indah


Judul : Bila Mencintaimu Indah
Penulis : Triani Retno A
Penerbit : PT. Elex Media komputindo
Tebal    : 201 halaman
Genre  : Novel Islami


Keisha. Nama yang indah untuk menjadi tokoh utama sebuah novel. Gadis yang sejak kecil punya cita-cita ingin menjadi wartawan. Kerena menurut mamanya, salah satu profesi yang bisa membawa nya menjelajah negeri adalah wartawan.

Lulus SMA keisya terbang ke Amrik demi mewujudkan impiannya menjadi wartawan. Ia mendapatkan beasiswa jurnalistik di universitas ternama di Amrik. Meninggalkan kedua orang tuanya, meninggalkan sahabat-sahabatnya, Maura, Andre, Imel dan Eggy. Ya, Eggy adalah sahabat terdekatnya. Eggy sudah beberapa kali menyatakan perasaanya pada Keisha. Tapi keisha yang belum yakin dengan perasaannya sendiri, memilih untuk tetap bersahabat. 

Keisha berhasil mewujudkan impiannya. Kembali dari Amrik ia menjadi reporter di B-TV. Keisha yang cantik, pintar dan selalu enerjik masih belum peduli pada perasaannya sendiri. Apakah ia hanya sayang sebagai sahabat kepada Eggy, atau ia telah jatuh cinta. Hari-hari berlalu, dan waktu terbuang begitu saja. Sampai kejadian-kejadian tak terduga terjadi….

Maura, sahabatnya ia temukan tewas dibunuh perampok. 2 tahun kemudian, Eggy yang sudah menjemput mimpinya menjadi seorang pengacara menghilang selama satu bulan. Kabarnya ia diculik. Keisha mulai merasa kehilangan, mulai menyadari perasaannya. Tapi ketika ia sudah yakin bahwa ia benar-benar mencintai Eggy, sebuah berita dari Harry teman sekantor yang juga mengejar-ngejar cinta Keisha memberi kabar bahwa jasad tak dikenal yang ditemukan di tengah hutan adalah Eggy. Eggy yang ia cintai menjadi korban mutilasi. Eggy, sahabat yang sangat mencintainya dan menunggu Keisha bertahun-tahun kini jasadnya telah terpotong enam.


Belum selesai duka dan penyesalan Keisha karena membuang-buang waktunya dulu dengan Eggy, tiba-tiba ia diserang sekelompok pemuda tak dikenal ketika melakukan investigasi mengenai trafficking. Keisha dan tim reportase lainnya babak belur dipukuli. Keisha koma, ditambah trauma. 

Tapi kejadian demi kejadian yang menimpanya membuat Keisha mulai membuka hati tentang lelaki lain yang mencintainya. Ada Harry, wartawan criminal B-TV yang terang-terangan mengajaknya menikah. Atau Andy, si eksmud dari Jerman yang menyukainya dan mengajaknya meninggalkan Indonesia menuju jerman. Kemanakah hati akan berlabuh? Masihkah Keisha bertahan menjadi reporter berita yang penuh bahaya? Jawabannya ada di novel imut ini. jreng…jreng..jreng…
*****
Dari awal membaca kisah persahabatan Keisha dan 4 orang temannya. Termasuk juga kisah perasaan Eggy yang mencintai sahabatnya. Aku udah membayangkan judul “Bila mencintai mu Indah” ini adalah antara Keisha dan Eggy. Dugaanku bertambah kuat ketika ada adegan (emang film) Eggy menyatakan perasaanya tapi Keisha menolak.

“Kei” panggil Eggy.
Keisha menoleh. “ Ya?”
“Aku cinta kamu,” kata Eggy tanpa merasa  perlu memberikan kata pengantar.
Keisha terdiam. Ia sudah menduga-duga saat-saat seperti ini akan datang juga. Keisha tak buta juga tak bodoh untuk bisa menangkap isyarat yang diberikan oleh Eggy selama ini. meskipun senang, Keisha tak yakin apakah ia juga memiliki perasaan yang sama seperti Eggy.
“Gy, kamu temanku paling baik. Teman bicara, teman diskusi, sahabat yang paling baik, paling dekat.” Keisha menatap Eggy. “aku juga sayang kamu Gy, sayang banget. Tapi aku nggak tau, aku bisa tetap sayang seperti ini sama kamu kalau kita pacaran……..

At least, Keisha menolak dengan halus, lagi pula ia harus pergi ke Amrik untuk 4 tahun. Tapi Eggy ternyata adalah seorang sahabat yang berjiwa besar. Eggy tetap nyaman menjadi sahabat Keisha meskipun Keisha telah menolak cintanya.

“Seandainya aja aku bisa jatuh cinta sama kamu, Gy.” Kata Keisha yang membuat aku yang lagi baca langsung baper maksimal. hahaha

So, aku kira dengan kata-kata Keisha “seandainya aja aku bisa jatuh cinta sama kamu, Gy.” Di masa depan Keisha akhirnya menyadari perasaannya dan akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia. Bakal cocok dengan judulnya “Bila mencintaimu Indah.” Tapi kalau jalan ceritanya begitu berarti mudah ditebak dan nggak ada konflik nya dong ya. Makanya penulisnya, mbak Triani Retno, menambahkan beberapa konflik. Si Eggy malah mati dimutilasi ketika Keisha sudah menyadari perasaanya. Huaa… sakit banget tuh Keishaa…

Selain itu kita juga di ajak masuk ke kantor B-TV. Bagaimana repot nya menjadi seorang wartawan, kesibukannya dan politik dibelakangnya. Novel ini juga sedikit membuka wawasan kita bagaimana menjadi pengacara di Indonesia yang penuh intrik politik.

Jadi penasaran sama buku ini? waaahh… sayang banget. Kayaknya buku ini udah nggak diterbitkan lagi. Karena aku aja kemaren belinya di bazar buku. Hihihi.

Nantikan lima review novel lainnya selama liburan ini. selamat liburaaannn….. ^_^

Risah- will not going anywhere during holiday session

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)