23 Maret 2012

MC dadakan dan Kaos kaki Misterius

3/23/2012 07:46:00 PM 16 Comments
Emang rempong banget deh ah kalo jadi aktivis HIMA (Himpunan Mahasiswa).  Bahkan hari libur pun harus  ke kampus. Hari ini sebenernya hari bersantai, soalnya tanggal merah (yang aku nggak tau kenapa merahnya, lagi dapet kali ya). Tapi apa daya, HP aku berdering terus, temen2 yang lain nyuruh dateng ke kampus, ada acara Temu Alumni PGSD jam 2 siang. Aku  di suruh datang jam 09.30. aku datang jam 2 siang. Hihi.. 

lumayan lah, dari pada aku nggak datang?? Itu pun nggak niat banget, pake busana casual (gaya bahasa di majalan geetoh) rok berbahan jins dan baju kaos garis-garis. Sepatu karet, di lengkapi tas ransel hitam + laptop di dalamnya. Biasalah aktivis geto loh, banyak data-data penting (gaya banget lo! Plak!)

Sampai di kampus, langsung di tawarin makan nasi bungkus, waahh.. biasanya walaupun seharian kerja rodi di HIMA, nggak pernah dapet makan. Yah aku jabanin deehh..

And then.. ternyata.. aku di minta jadi MC dadakan di acara itu. Alamakk.. saiyya kan KESTARI, bukan seksi acara, kerjaanku di belakang layar. Kayak desain spanduk, ID card dll. Dan itu semua udah beres. Sempet nolak dan berdebat sama si tukang tunjuk, Pak Bupati (Bupati di kampus ya, bukan bupati di kampung). Temen-temen yang lain pun pada ngotot juga nyuruh aku. Maka pasrah lah aku dengan pakaian ala orang mau naik gunung, jadi MC di acara temu alumni.

Ku pandangi semua audience, para kakak-kakak tingkat yang udah dapet gelar S.Pd alias Sepedah. Eh bukan, Sarjana Pendidikan Ding. Pakaian mereka rapi-rapi, formal dan cantik, sedangkan aku, rok jins belel dengan sepatu karet murahan. Alamak..  pengen banget rasanya mukulin si Pak Bup yang main tunjuk seenaknya, seandainya bilang dari kemaren kan aku bisa pake baju yang cakepan dikit dari pada ini. untung aku punya kadar PD yang tinggi.

Nah, secara ini kan acara sejenis reunion gitu. Nggak tau susunan acaranya apa aja. Maka mulailah aku ngarang bikin susunan acara. Sampai-sampai kata sambutannya terbalik. Aku panggil Dosen duluan yang ngasih sambutan, baru deh ketua Panitia dari HIMA. Lebih terhormat anak HIMA ya dari pada Dosen. Haha. Ampun Bapaaakk..

Acaranya biasa aja. Sosialisasi akreditasi kampus, bagi-bagiin angket, pembentukan Organisasi Alumni PGSD, dan tentunya iklan seminar pendidikan berkarakter yang bakal di adain HIMA tanggal 8 April besok. Dengan target peserta 200, tapi sampai saat ini yang daftar baru 3 orang. bikin stress panitia deh ah..
Selesai acara, temenku buka tas nya. dia ketua panitia acara seminar ini, sebut saja namanya Rahmat. Cowok satu ini kalo di lihat-lihat dari tampangnya sih lumayan menawan juga, ada tampang pintar (secara anak konsen Matematika, kayak aku :P ) dan aktifis banget (rempong sana-sini).

Nah waktu dia buka tas nya yang udah lama di telantarkan di ruang sekre HIMA, ada sebuah bingkisan menarik. Dia langsung kaget dan heran.

“hah? Apa-apaan nih?” katanya sambil memegang hadiah berbungkus Koran itu. (yang ngasih nggak modal banget yak?!)

 Kami-kami yang lagi ada di situ langsung nyorakin.

“Ciee… punya penggemar”

Tanpa basa-basi langsung aja dia buka tuh bingkisan. Dan Taaaaraaa.. isinya adalaahh…

KAOS KAKI TIGA BIJI
gambar nyomot di Om google

Hahahaha.. ada gitu yah orang ngasih kado kaos kaki. Kontan panitia yang masih ada di situ langsung ketawa jungkir balik. Termasuk aku. Dan aku langsung ngambil kesimpulan, kenapa si penggemar rahasia ngasih benda keramat itu sama Rahmat.

“Mungkin dia kasian liat kaos kaki mu yang udah bolong-bolong dan bau banget, Mat.. hahaha”

Yang lain tambah sakit perut. Rahmat bingung sendiri sekaligus bertanya-tanya, siapa yang masukin 3 biji kaos kaki itu ke dalam tasnya. Di bungkus Koran pula. And the last he said :

“lumayan lah, kaos kaki 3 sepuluh ribu.” Katanya sambil ngakak juga.

Rahmat..rahmat..

dan sampai saat ini SMS an masih berlanjut, menyelidiki siapa pengirim kaos kaki misterius. hohoho.
apakah santa claus?? 

Udah ah cerita GEJE nya. sobat blogger, maap yaaa… hihi.
 eh ogut numpang nampang dulu yak! ini pulang kampus kemaren. hehe




13 Maret 2012

Cerpen : "Menjemput Ayah"

3/13/2012 09:28:00 AM 34 Comments

Oleh : Risah Azzahra
Kamar itu berantakan, penuh barang. Tas besar masih kosong, calon penghuninya masih telentang berserakan di atas kasur. Di lantai pun masih ada lagi sepatu-sepatu dan peralatan mandi yang akan di bawa pemiliknya. Ruang seluas 3 x 4 meter itu bagaikan toko sedang cuci gudang, Oh, bukan. Persisnya lebih mirip kapal barang yang sedang bongkar muat. Sangat kacau.

Ibu si empunya kamar membuka pintu, dan terkejut melihat isi kamar anak sulungnya itu. Terkejut sekaligus terharu. Ia kira bincang-bincang mereka di ruang tamu kemarin hanyalah igauan anak lajangnya itu, ternyata tidak. Sulungnya itu akan benar-benar pergi. Pergi menjemput Ayah.

“Jadi Juga engkau berangkat malam ni, Jang?” tanya Emak Ujang sambil berusaha mengambil tempat untuk duduk di pinggir dipan.

“Jadi lah, Mak. Dah Ujang telpon abang travel tu tadi pagi. Tiket kapal pun dah Ujang beli ni.” Jawab Ujang dengan mata tetap terfokus ke lemarinya yang sudah mulai kosong.

“Tapi barang-barang engkau ni banyak betul lah, Jang. macam tak nak balik lagi” seru emaknya risau.
“Ye lah, Mak. Ujang nak siap-siap saja. kalau sehari belum jumpa, Ujang tambah disana dua hari lagi, tak juga jumpa, tambah tiga hari lagi, tak tentu lah, Mak. Mungkin bisa seminggu, sebulan.” Ujang masih sibuk melipat pakaian yang ia keluarkan dari lemari. “Ni dah lima bulan , Mak.  Kalau Ayah tak mau pulang, biar Ujang yang jemput Ayah untuk emak, Ujang tak sanggup lagi dengar Etek-Etek di kedai tu membicarakan emak, emak rindu juga kan sama Ayah?”

Emaknya menarik napas berat. Seberat beban yang dipikulnya selama lima bulan ini. suami yang entah kemana rimbanya. Tak ada kabar. Entah masih hidup atau mati, entah berbini baru, entah makan entah tidak. Sama sekali tak tau. Berkali-kali ia berdoa pada Allah dalam setiap tahajudnya, tapi Ayah dari tiga orang anaknya itu tak kunjung muncul di ambang pintu rumah mereka yang hampir rubuh.

Tak disangkanya Ujang anak sulung yang nakal bin bengal itu akan berpikiran menjemput Ayahnya. Entah jin dari mana yang merasuki pikiran anaknya yang beranjak dewasa itu. Sebelumnya ia telah benar-benar pasrah. Merelakan kepergian suaminya yang tanpa sebab. Toh sejak awal mereka menikah pun sang suami tak pernah benar-benar menafkahinya. Untunglah ia punya kantin di dalam kawasan sekolah yang berada tak jauh dari rumahnya. Dari situ lah asap dapur mereka dapat mengepul, dari situ ia dapat menyekolahkan ke tiga anaknya hingga kini si sulung mendapat gelar Sarjana. Masih ada dua orang buah hati lagi yang saat ini ia sekolahkan di pesantren. Syukur mereka berprestasi di sekolah dan mendapat beasiswa.

Selama ini suaminya itu memang tidak punya pekerjaan tetap, tapi semasa di rumah dia rajin betul beribadah, hari-hari ia di masjid. Sholat lima waktu tak pernah tinggal, itu pula yang menyebabkan nenek Ujang sayang betul sama menantunya itu. Emak Ujang pun dengan ihklas menafkahi keluarga. Kadang Ayah Ujang coba-coba bercocok tanam di kebun belakang rumah, dengan modal dari emak. Tapi jarang ada hasilnya. Selalu rugi. Coba pula Ayah Ujang berdagang. Lagi-lagi tak ada untung, bahkan modal pun tak balik. Ia pun pasrah, hanya duduk di rumah sambil membaca-baca buku-buku agama. Jika tiba waktu sholat, maka ia pun melangkah ke masjid. Begitulah keseharian Ayah Ujang. Kadang jika ia bosan di rumah, dengan alasan cari uang, ia akan pergi ke Tanjung Balai Karimun di Kepulauan Riau. Tempat ia lahir dan adik-adiknya tinggal. Ia tinggal menupang saja di situ, dan saat kembali ke Pekanbaru akan di bekali banyak uang oleh adiknya yang kaya raya. Mereka menggapnya balas budi terhadap abang. Tapi dalam lima bulan ini entah mengapa ia tak kunjung pulang.
*****

Ujang menyeka keringat yang membasahi baju kemejanya. Kepalanya masih pusing karena mabuk laut akibat di ombang ambing ombak di atas kapal selama 5 jam. Sudah berjam-jam ia berdiri mencari mobil tumpangan yang bisa membawanya ke kecamatan Meral, desa Pangke,  rumah Etek, Tempat Ayahnya menumpang. Eteknya termasuk jajaran orang kaya di kampung ini. sukses sebagai pedagang dengan toko pakaian dimana-mana. Ujang selalu tak habis pikir, mengapa kesuksesan adik Ayahnya itu tak sedikitpun menular kepada Ayahnya.

“Nak Kemane, Dik?” sapa seorang pria tambun yang memakai jas kulit usang, dari penampilannya jelas sekali ia berprofesi sebagai tukang ojek.

“Nak ke Pangke, Pak. Bisa ke antar saya kesana?” jawab Ujang sambil mengibas-ngibas kemejanya kepanasan. Mereka pun berdebat sebentar menegoisasi harga. Hingga akhirnya motor bebek itu bergerak melaju menuju desa Pangke.
*****

Sampai di tujuan, Ujang dipeluk erat Etek Imay. Langsung dituntunnya Ujang ke meja makan. Ujang pun tak dapat menolak hidangan. Tak henti-henti Eteknya berbasa-basi menanyakan kabar keluarga di Pekan. Ujang pun tak segan lagi makan, meskipun ia sedang heran. Kemana gerangan Ayah yang akan di bawanya pulang. batang hidungnya pun tak bertandang.

“Macam mana kuliah adik kau si Ilham tu, Jang? Dah semester berapa sekarang?” tanya Etek sambil menambah hidangan.

“Alhamdulillah dah semester 6. Sedang persiapan ujian proposalnya sekarang, Tek” jawab Ujang sambil tetap terus saja mengunyah hidangan yang ada.

“Hmph…” Etek menarik napas berat. “macam mana pula lah emak kau menyekolahkan kalian. Ayah engkau pun menganggur tak ada kerja disini, sakit-sakitan pula. tak nak balik-balik, sudah berulang kali Etek suruh balik ke Pekanbaru, tak dihiraukan. Jantung ayah kau itu ada sedikit masalah, tapi tak mau di ajak berobat. Ayah kau tu dah tua, harusnya hidup disamping istri dan anak-anaknya. Biarlah Etek kirim uang tiap bulan untuk uang sekolah kalian kakak beradik, tapi Ayah kau tu keras kepala. Mungkin dia kepalang malu sama emak kau yang dari dulu tak pernah dinafkahinya.” Jelas Etek sambil mengusap-usap bahu Ujang. Hampir saja Ujang tersedak mendengar penjelasan Eteknya. Mungkin Ayahnya merasa rendah diri dan minder di hadapan ibunya, sehingga tak berani lagi menampakkan muka di hadapan keluarga.

“Besar jasa Ayah kau tu terhadap Etek, Jang. Sejak kakek nenek kau meninggal, Ayah kau yang menghidupi kami berlima kakak beradik, saat itu Ayah kau masih SMP, dan Etek masih SD. Sejak saaat itu Ayah kau berhenti sekolah dan berkerja mati-matian menyekolahkan adik-adiknya. Subuh-subuh Ayah kau dah ke kebun menakik getah. Sampai akhirnya semua adik-adiknya sarjana. Kini tibalah saatnya kami adik-adiknya ini membalas budi. Saat Ayah engkau tak ada penghasilan macam sekarang ni. Mungkin dia sudah penat betul, tenaganya pun sudah habis  termakan usia.” Kelihatannya Etek mencoba membela abangnya.

“Assalamualaikum” tiba-tiba terdengar suara baritone dari depan. Suara yang sangat dikenal Ujang. Suara yang selama ini dirindukan emak dan kedua adiknya. Mata mereka bertemu, mata ayah dan anak yang dirundung rindu. Belum sempat Ujang menjawab salam, mata ayahnya melotot bagai ketakutan. Detik selanjutnya, tubuh ringkih itu jatuh menyelosor di lantai keramik rumah etek.

Bruk!
Eteknya panik dan teriak-teriak minta tolong. Ujang masih terpaku, bukan karena ia begitu merindukan Ayahnya hingga tak lagi bisa berkata, bukan pula karena kekenyangan sesudah menyantap hidangan lezat dari Eteknya. Bukan karena ia benci ayanya yang tak pulang lima bulan, tapi karena nadi orang yang membuatnya lahir kedunia ini, sudah tak berdenyut lagi. (di Muat di Riau Pos edisi Minggu  4 Maret 2012)

*di posting berdasarkan permintaan dari cerita sebelumnya dan yang udah baca wajib kasih kripiknya!  kripik pedas boleh. apalagi kripik manis.. ^_^

04 Maret 2012

How Lucky I am Today

3/04/2012 08:41:00 PM 44 Comments

"fabiayyi aalaai robbikumaa tukaddzibaan"

maka nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau  dustakan?

Entah kebetulan, atau aku aja yang merasa terlalu beruntung hari ini.

Pagi-pagi di posko aku udah dapet sms kalau cerpen ku terbit di Riau Pos. langsung loncat-loncat kegirangan di posko, yang lain Cuma bisa geleng-geleng kepala aja nggak tau sebabnya. Cerpen yang aku tulis dalam 2 jam,  tanpa ending. Sempat blank mau di buat ending apa, dan sempet nyuruh (maksa) beberapa teman baca dan kasih saran buat endingnya. Tapi saran-saran dari mereka bisa bikin cerpen itu tambah panjang, sedangkan halaman di Riau pos Cuma 3 halaman. And then.. kebiasaan penulis kejam yang suka mematikan tokoh. Aku matikan aja tokohnya. Selesai. Haha kejaam.. dan ternyata di muat..#hore…hore…  





Cerpen ini sebenernya hasil cuplikan sebagian hidup aku (always) dan di modifikasi sedikit.  Latarnya melayu di kepulauan Riau. Hasil investigasi via sms dengan si Dori yang ngakunya anak Kepri. Hihi.. thanks dori atas kecamatan Pangke nya.. haha

Tadi sempet deg-degan waktu Ummi masuk kamarku dan nyariin Koran itu, padahal udah aku umpetin biar Ummi nggak baca, tapi tetep minta, dengan pasrah aku serahin. Aku takut Ummi nangis baca itu, soalnya that is truly story bout my father. Dengan ending yang bikin nyesek. Dan nggak nyangka banget setelah  baca  Ummi malah ketawa ngakak.

“Kok mati? Hahaha..  pasti gara-gara endingnya ini makanya bisa dimuat” tuduh Ummi aku yakin.
“ Umur Buya 3 tahun lagi 60 tuh. Bisa aja karena hobi merokoknya. Hahaha” Ummi ketawa lagi. Garing deh ah. Maksudnya apa coba?

Keberuntungan lain, terjadi waktu di posko KKN tadi
DPL (Dosen Pengawas Lapangan) yang sejak 2 bulan kami KKN, baru tadi Bapak itu datang. Kedatangannya pun mendadak. Untung kami masih ada di posko, sedangkan posko-posko yang lain sudah ada yang pulang, dan Bapak DPL itu datang dengan pintu posko yang terkunci.

Beberapa temen ku tadi udah ada  yang pulang duluan, sedangkan aku sholat zuhur dulu, dan yang lain menunggu ketua dari kelompok lain karna mau survey lapangan. Seandainya kami tidak ada kepentingan dan langsung pulang di siang itu, alamatlah pak DPL ngamuk-ngamuk. Karna emang belum waktunya pulang. dan untung juga laporan bulanan nggak di minta, karena ke asyikan menghakimi ketua kelompok yang poskonya kosong (langsung datang waktu di telpon). Karena kalau sempet di minta laporan bulanan, kami belum buat, dan tentu aja aku yang bakal di salahkan, karena sekretarisnya aku! Untungg.. untung..

Dan untung juga, waktu Bapak DPL minta Monografi Desa, aku punya fotocopian dari kelompok KKN gelombang sebelumnya. Walaupun isinya nggak lengkap dan itu satu-satunya pegangan, dengan pasrah aku serahkan ke Bapak DPL. Dan tampaknya Bapak fine-fine aja dengan hasil kerja kami. Ahaayy..

Keberuntungan selanjutnya, Aku JUARA 1 (SATU) lomba foto unik yang di adakan kampus.. aha..ahaha..ahaha.. kalo inget foto itu aku sendiri nggak berenti ketawa. Mau liat penampakannya??

Keasyikan belajar, kejar skripsi. nggak nyadar ada maling sedang beraksi nyolong kompi nya


Foto unik yang ada unsur pendidikan, yang di nilai keunikan dan kreatifitas. Untung aja kualitas foto nggak dinilai, karena aku foto ini pake Camera HP pinjaman (maksa) punya si Ori (thanks berat Ori, selalu aku repotin. Hehe).

Betaapa senengnya aku hari ini,  suasana hati kayaknya bagus banget. Pengen berbagi sama orang lain, sekedar makan bakso, tapi pas d isms orangnya lagi belajar kelompok pula (harre genne masih belajar kelompok? nyontek berkelompok kalle).  Ya sudahlah, aku share di blog ku tersayang ini ceritanya. Thanks buat yang udah baca. I LOVE YOU ALL..  ^_-

14 Februari 2012

dua Cerita

2/14/2012 06:16:00 PM 45 Comments
Nggak sia-sia aku bolos KKN hari minggu dan puluang duluan bareng 4 orang teman lainnya kemaren.  Meskipun yang tinggal di posko setengah nggak rela gitu di tinggal. Hehe

Pulang KKN sore, setelah selesai acara maulid nabi dan pengumuman lomba yang di adain di MDA kemaren. Nyampe di Pekanbaru pas azan magrib. Sengaja nggak langusng pulang ke rumah, tapi ke rumah tante dulu, sekalian temenin si Sofi, soalnya orang rumah pada jalan-jalan ke Lombok, dapet undian dari obat apa gitu. Paginya baru deh ikut Magang FLP, setelah 3 minggu di tinggal KKN.

Nah tadi sebelum acara di buka, salah satu pengurus FLP liat motor yang diparkiran dibawa orang, aku kaget, karna helm ku juga di bawa. Wah.. terang-terangan nih maling mau nyolong. Aku udah deg-degan banget! Takut terjadi sesuatu karna maling kepergok nyuri motor. Tapi waktu liat lebih jelas, motor yang di bawa itu motor ku.. huaa…  baru deh nyadar kalo kunci motor nggak ada sama aku. Geblek!

Abang pengurus (duh, lupa namanya siapa) itu lari-lari ek arah parkir, begitu juga cowok-cowok  peserta magang lainnya.

Dan ternyataaa….
Yang hampir saja membawa motor ku itu pak Satpam UNRI. Hayah.. 2 orang satpam yang membawa 2 motor yang kunci nya sama-sama ketinggalan di motor, mereka mau menyelamatkan, dan motor itu bakal di bawa ke rektorat. Ternyata kunci motornya si abang pengurus yang teriak-teriak tadi juga ketinggalan. Duh, kok bisa sama pelupanya sama aku.

Pak satpam nggak mau nyerahin kunci kami gitu aja, mereka minta STNK, aku buru-buru ambil STNK di tas, setelah di liatin, di pelototin tuh STNK, pak satpam minta fotocopy nya. alamak.. ribet deh. Maka pergilah abang pengurus (yang sampe sekarang aku masih belum inget namanya) fotocopy kedua STNK itu.

Abis di fotocopy, kami kena ceramah sebentar, pak satpam juga cerita beberapa kasus kehilangan motor di kampus, aku angguk-angguk aja. Waktu si abang pengurus datang, pak satpam masih juga belum mau ngasihin kunci.

“Ini ada angka-angkanya ni, Dek”
Maksud L?? aku nggak ngerti deh ni satpam mau apa lagi?
“Ada uang administrasinya ni”
“Berapa,Pak?”
“Sepuluh ribu dek, ini nanti kami laporkan ke rektorat juga dek”

Tanpa basa-basi aku keluarin aja duit sepuluh ribu, males ribut-ribut, acara magang udah mau di mulai. Sedangkan abang pengurus masih minta penjelasan untuk apa duit sepuluh ribu, tapi dengan ketawa di paksa, ujung-ujungnya keluar juga duitnya. Males ribet kali.

Begitu lah sodara, tapi bener juga kata ketua FLP bang Helmi (kalo ketua aku inget namanya) tadi, “berapalah duit sepuluh ribu, dari pada motor kita hilang, berapa juta”

cerita kali ini belum sampai disini, ada cerita seru (buat aku) waktu magang tadi. Hihi

materinya adalah menulis buku dan menerbitkan. Nah, pematerinya, bang Afred Suci yang udah nerbitin beberapa buku dan ada yang best seller, dari awal udah ngasih kuis.
“Coba kalian buat sebuah judul untuk buku Fiksi yang bombastis, judul yang paling menarik dapat buku ini” katanya sambil memamerkan sebuah buku yang masih terbungkus plastik. “Jurinya semua yang hadir disini.” Pakai system polling mungkin, pikirku.

Dari awal pun aku langsung kepikiran sebuah judul, judul ini sudah lama ada di dalam otakku, tapi belum pernah kesampean mau di tulis. Jangankan untuk sebuah buku, cerpen aja belum. Hihi..

Singkat cerita, sampailah poling pemilihan judul. Mau tau judul-judul yang ada? Ini beberapa yang aku ingat :

1.     Proyek Mayat, oleh Ilham Fauzi
2.     Please, Rengkuh Do’a ku Oleh Dona
3.     Pengabdian Terakhir, Oleh Albert
4.     JANDA BAHENOL  DI POJOK PESANTREN, Oleh Risah
5.     Senandung anak nelayan, Oleh Rahmat
6.     Sore Berdarah di Ranah Minang, Oleh Risma
7.     Dll

Masing-masing membacakan judul dan synopsis ceritanya. Mau tau sinopsisku?
“seorang janda yang jualan nasi uduk di pojokan pesantren. Selain akrab sama santri, dia juga latah. Tapi dibalik semua keramah tamahannya, dia yang tau semua peristiwa yang ada di pondok, serta pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan santri.”
Pemateri langsung nanya
“jadi nanti endingnya gimana?”
Aku bingung
“Hm.. endingnya nanti si janda yang membongkar kasus-kasus santri” jawabku asal-asalan.
“jadi janda nya ini baik apa jahat?” pemateri seperti berusaha mendalami isi cerita.
“Baik”
“lho? terus alasan dia membongkar kasus santri apa dong?”
“he? Nggak tau, belum kepikiran.hehehe”

Synopsis2 yang lain tentu lebih menarik lagi, apalagi Ilham, tentang proyek pembunuhan dan di ambil organnya untuk di jual. Aku angkat tangan untuk Ilham.

Setelah semua judul dan synopsis dibacakan, dan dipilih 3 orang untuk masuk final. Hoho.. ternyata aku masuk. Dengan Nilai paling rendah.

Nah waktu ini yang paling mendebarkan…

MC membacakan judul yang pertama

Judul pertama, “Senandung Anak Nelayan”
Beberapa orang angkat tangan, termasuk aku.

Judul kedua, “Sore Berdarah Di Ranah Minang”
Beberapa orang pun angkat tangan tanda suka.

Tibalah judul ku
Judul ke tiga, “Janda Bahenol Di Pojok Pesantren”

Tiada ku sangka hampir semua yang hadir tunjuk tangan,  bahkan pemateri pun tunjuk tangan setinggi-tingginya. Hampir sobek kali tuh keteknya. (Haha.. ampun bang) aku ketawa malu-malu sambil nunduk meremas-remas rok.

Dan akhirnya.. terpilih lah aku sebagai pemenang.. hore… hadiah langsung di serahkan oleh pengurus yang akhwat, sayang nggak sempet dokumentasi.

Dan tara.. ini lah buku hadiah nya..
                        sesuatu banget Yak, Baru judulnya udah dapet hadiah ^_^


Setelah pembagian hadiah, pengurus dan pemateri bergantian minta waktu bicara. 
Pertama bang Asqo, dengan semangat dan antusiasnya seperti biasa, dia berkomentar tantang judul ku.
“Saya suka dengan judulnya, menarik.  dan memang saya akui Risah itu gokil orangnya” (hayah, gokil apanya bang) kalau isinya sebenernya saya lebih memilih Ilham, punya risah nggak ada konflik. Biasa aja. (ujung-ujungnya nggak enak banget bang!) tapi coba kalau di kembangkan lagi..dst… (aku lupa dia ngomong apa, yang jelas ngasih saran untuk buku itu besok)

Pemateri pun angkat bicara

“kalau memang mau di garap nanti, janda bahenolnya jadiin antagonis aja, kan suka ghibah, nanti terbuka deh kasus-kasus santrinya…dst”

Selanjutnya aku lupa juga pematerinya bilang apa. Hehehe

“Kalau udah begini, harus jadi nih bukunya!” tantang pemateri.
Alamakkk..
“Iya nih, ditunggu tuh, wajib jadi bukunya!’ kali ini suara ketua FLP
“Rencana selesai berapa lama tuh?” tanya pmateri semakin nantangin aku
“Ha? 2 bulan mungkin kak” jawabku sambil senyum-senyum nggak jelas
Plak! Risah lu sadar nggak? Sok banget mau bikin buku dalam 2 bulan!
Ckckck…

oh ya, selain dapet buku karna judul "Janda bahenol di pojok pesantren" itu, aku juga dapet buku gratis dari FLP karena cerpenku di Muat di Harian Riau Pos. azeekk.. novel yang judulnya "Di bawah Langit Ramadhan" karya pemateri, bang Afred Suci. langsung saja aku buka bungkusnya dan minta TTD penulisnya langsung. azeekk... ^_^

sebagai penutup postingan yang panjang ini (map ya sodara-sodara). Kita lihat status salah satu pengurus FLP yang hadir. 
Add caption


                                        Pertanda apakah ini?? hahahaha

09 Februari 2012

AWARD

2/09/2012 10:28:00 AM 17 Comments
oyeaa...!!! akhirnya blog ini bisa ngasih Award.. sebenernya award ini udah lama aku rancang. karena makhluk yang mau dikasih award sering gonta ganti blog, di tunda terus deh..

okke langsung aja jangan banyak cap cis cus..

here we go....
 jeng..jeng...jeng.... and the best reader and komentator... iss.... Teguh Kuacciii....


sejarah membuktikan bahwa dia lah pembaca pertama blog ini, yang pertama tau aku punya blog juga dia. yang aku paksa-paksa ngajarin ngeblog juga dia. yang setia komen juga dia (padahal postingan aku Geje banget). duhh.. jadi terharruuuu.. #peluk bantal guling

semoga dengan adanya blogger Award ini, persahabatan kita makin erat (meskipun hanya di dunia maya). makin rajin komeng di blog geje ini, dan tetap jadi pembaca setia. ^_^

untuk sahabat blogger lainnya, makasih udah sering baca curhat geje aku disini, makasih udah komeng-komeng. keep blogging dan  nantikan award selanjutnya ^_^

02 Februari 2012

Resensi Buku Jejak Cinta Sevilla

2/02/2012 10:32:00 AM 13 Comments
Judul : Kepada Yth Presiden RI
Penulis : Pipiet Senja
Penerbit : Jendela
Tebal : 192 halaman
Cetakan : I/ Desember 2010

Pipiet Senja, penulis yang tidak bisa lagi di bilang muda menceritakan pengalamannya selama sebulan di Hong Kong. Buku ini merupakan catatan perjalanan dan hasil pengamatan nya selama sebulan tinggal di shelter IQRO, rumah penampungan para imigran dengan berbagai masalah peliknya. Pipiet Senja yang di undang oleh dompet Dhuafa BMI Hong Kong ini bertandang ke Hong Kong dalam rangka menularkan virus menulis di kalangan TKW yang mengadu nasib di negri beton itu, sehingga pembaca benar-benar disuguhkan cerita yang terasa begitu nyata.

Masalah-masalah para pahlawan devisa ini di jabarkan disini, beragam masalah yang memuat bulu kuduk merinding membacanya. Perkosaan, underpay, penyiksaan fisik, agen-agen biadap pememeras para TKW yang sudah menjadi rahasia umum dikalangan BMI Hong Kong dan Macau.

Beberapa hal menarik yang akan didapatkan pembaca ketika melahap buku ini adalah bagaimana Pipiet Senja menceritakan keindahan kota-kota yang di kunjunginya seperti Macau, kota yang terkenal keindahan dan kemewahannya dan merupakan pusat judi, juga Shen Zhen dengan pabrik Giok, Window Of The world beserta keunikan yang kadang membuat mual. Sebagai contoh ketika berjalan di pasar tradisional cina, otak Monyet yang masih hidup dijadikan campuran minuman keras, dan yang masih mengerikan lagi sebuah restoran menghidangkan makanan yang sangat lezat yang ternyata daging bayi-bayi hasil aborsi. Cerita para TKW yang lesbian di depan umum di taman Victoria Park pun di jabarkan disini. Sangat membuka wawasan kita tentang Hong Kong, Macau dan Cina.

Buku ini cocok dibaca oleh semua kalangan, yang berniat ataupun sudah bekerja di luar negri, terutama para pejabat yang menangani masalah-masalah TKW yang terkadang berjalan ditempat. Bahkan Pipiet Senja memberi judul buku ini “Kepada YTH PRESIDEN RI. Karena buku ini berisi suara hati para TKW yang katanya pahlawan devisa, tapi selalu terabaikan.

*di muat di koran harian Haluan Riau

23 Januari 2012

The Winner Is..

1/23/2012 07:36:00 PM 12 Comments
setelah telat berhari-hari berminggu-minggu, karna kesibukan yang tak patut lah di ceritakan. akhirnya.... pemenang tantangan Matematika yang aku adain kemren bisa di umumkan.. hore.... prok..prok..prok..

sesuai ketentuan yang udah aku titahkan. pemenangnya adalah yang tercepat ngumpul dan yang paling bener, dan inilah 5 orang pengumpul tercepat. karena mereka ngirim via email, maka gw tampilin disini deh jawabannya

1. Demo Kurniawan Saputra
kelas : 2 smp



ini bukan teka-teki Dek.. hihi, tapi ngakak juga bacanya.. haha



2. Ilham Fauzi

Semester III. JUR : ADM Negara





3. Rahma S Khairunnisa
kelas: 11 (2 SMA)



4. Ikhwan Reza
Jurusan teknik sipil, semester III



5. Nur Muchammad
Tingkat/Semester : II/3
Jurusan : Pend.Matematika



dari penampakan di atas, bisa di lihat siapa pemenangnya kan?

and the Winner Is.... NUR MUCHAMMAD.

prok..prok..prok.... Selamat..!!
silahkan pilih buku RD nya :) kalau bisa yg ada di gramed sini ya.. (radikus makan kukus atau kambing jantan di komikin

okray... see you (lagi rempong KKN nih, wish me luck!)

keep blogging all... ^_^

19 Januari 2012

HAPPY BIRTHDAY Adek!

1/19/2012 09:19:00 PM 4 Comments
17 Januari si Adek Ulangtahun. temen sekampus, sekelas, sekonco, segenk, dan se..se..se.. lainnya.. hehe

namanya ada 3. Dian Maya Sari. karna bingung pulih mana. jadi di panggil "Adek" #meleset
bukan ding! karna dia anak bungsu, kebiasaan di panggil Adek di rumahnya.

pagi jam 10 (apakah jam 10 ini pagi?) aku udah nyampe di kosannya adek. adek dan ibu kosnya lagi sibuk di dapur masak-masak. ada QIsti juga.. dateng-dateng aku bukannya bantuin, malah cerita-cerita sama Qisti tentang hari minggu kemaren. ihiiiyy..

mimi datang menyusul, langsung ambil penggorengan dan bantu goreng kerupuk. sedangkan aku dan Qisti masih tetap aja bercurhat ria. ckck

waktu kuenya di keluarin... taraa... duh.. bikin ngiler... ini blackforest bikinan sendiri loh... hebattt... prok..prok...




karna kosannya adek nggak memungkinkan untuk ribut2 dan terima tamu rame-rame. kami cari tempat di lapangan MTQ. jangan kira lapangan disini tanah luas dengan rumput. lapangan MTQ disini penuh bangunan-bangunan mewah rumah adat dari masing-masing daerah di Riau. mirip-mirip Taman Mini lah.. #Jauh Bo'... cuma sayangnya jarang di pakai. kami memilih nongkrong di anjungan Indragiri..

ini dia hasil liputannya.. hihi
sing : potong kuenya.... potong kuenya...potong kuenya besok aja... ya besok aja....

15 Januari 2012

Last Meet FLP n Hangout with Dori*

1/15/2012 09:48:00 PM 11 Comments
Hari ini the last meet magang FLP. Hiks, huhu.. besok-besok udah KKN, dan pas banget KKN aku hari sabtu minggu, sedangkan magangnya hari minggu. So, tadi aku perhatikan baik-baik materinya (biasanya sambil makan, sambil ngupil, sambil fb an). Pas banget materinya tentang resensi buku. Wah menarik banget deh pokoknya kalau bisa konsisten nulis resensi! I’ll Try It..!!

Seperti biasa, setiap pertemuan magang, aku selalu promo. Baik itu promo Writing Revolution, atau promo buku antologi. Hehe.. Miss Rempong. dan tadi ada satu peserta mangang yang beli bukuku “Ketika Cinta Membiru” azeekk..

Pulangnya, nggak lupa foto-foto dulu dikit.

Dan entah kemasukan jin apa, si Dori nanya film yang tayang hari ini di bioskop. Liat Koran, ada MI (Mission Impossible :Gost Protokol) meskipun udah telat banget, tapi aku juga udah lama pengen nonton film itu.. kebetulan si Dori ngajak. Cabutttt……..

Sebelum ke Matol, makan siang dulu di Kantin deket kampus. Pertama kalinya makan disana, ngobrol ngalor ngidul, karna sama-sama anak Magang FLP, obrolan berkisar seputar lomba nulis, cerpen yang ada di media, sampai ngomongin puisi yang aku nggak ngerti sama sekali. But, puisi kamu bagus dor! Suer!

Abis makan 1 jam (kelamaan ngobrol), lansung cabut ke matol, liat jadwal film. Dan ternyataaaa… telat setengah jam. filmnya mulai Main lagi jam 3 sore. Alamak.. lama nunggu, ya udah, cabut ke holiday aja. Sholat dulu disini dan Beli Koran buat liat jadwalnya.

Menuju toko buku satu-satunya di matol, Turun tangga pake escalator, jadi lari sana-lari sini. Pas beli Koran, ternyata Riau pos habis. Dan dengan ilmu kesotoyan akut , aku beli Tribun Pekanbaru. Setelah dibuka (bayar dulu) ngak ada jadwal film disana. Haha.. ngakak bareng aja deh. Mendingan sholat dulu.

Selesai sholat, si Dori baru mikir.

“Cha, kita nggak usah ke Holiday, belum tentu juga ada kan, mending kita tunggu disini sampe jam 3, nanti aku traktir es teller”

“Sumpah ni?” es teller, menggiurkan nggak sih?? hoho

“Iya, sekarang kan udah jam 2, tapi nanti mu pulang sore boleh nggak. Kan cewek” ya iyalah Dori, siapa bilang aku cowok!

Soal begitu-begitu mah cincay lah.. rencananya hari ini, abis magang FLP mau nganter sofi ke rumah tante aku, dia mau tingggal disana, biar deket ke sekolah. Eh ternyata masuk sms ummi
“kirimkan no taksi”
Mantab! Berarti aku nggak perlu pulang cepet!

Karna nanya no taksi ke si Dori,dan dia nyimpen di HP nya. maka terbuka pula satu secret. (slow down beybeh, I’ll keep it…! ), dari nongkrong di depan BLT, kami pindah ke Mister Baso di lantai dasar. Café yang aku cap “Penipu” dan Dori sepakat! Haha.


obrolan sambil nunggu film pun panjang lebar, dari curhat, cerpen, puisi, pramuka, proposal, sampe makanan. Kebanyakan sih tentang makanan. Haha.. dasar perut karet!

Menghabiskan waktu, sempet pula main di timezone. Karna liat Pimp Up. Beli koin deh, dan main asal-asalan. Dapet E. Haha.. ada yang nontonin pula di belakang.. wkwk.. tapi setelah aku liat, mereka juga nggak lebih baik dari kami. Nggak malu-malu amat lah,
                                                                        Dori Narsis


Putus asa main Pimp Up, Beranjak ke basket. Karna ngelempar bolanya bedua, jadi aku Cuma masukin 3 bola. Abis berdua sih, coba sendiri pasti nggak bakal masuk satupun.gubrak

Abis di basket, beralih ke ambil boneka. Si Dori sok yakin banget bakal dapet. Udah janji pula kalau dapet bonekanya untuk aku. Dan ternyataa… gatot (Gagal Total)

Oh ya, ada satu fakta yang bikin aku galau semalaman! Dori itu ternyata adik angkatnya Davin, yang ngikutin blog aku dari awal, pasti udah tau banget lah siapa dia. Dan aku girang bin seneng bin bangga banget bisa jalan sama adik angkatnya, karna itu kan salah satu mimpi aku yang belum kesampean. Sekilas, aku anggap aja Dori itu Davin. Dan kalo di peratiin, emang ada sedikit kemiripan #nah Lho?!

Selesai makan es teller, yang lebih mirip es Cendol, yang harganya mahal. Langsung naik ke bioskop. Masih ada waktu 15 menit. Karna eneg banget mimun es cendol yang kemanisan (kayak aku dong :P), sempetin ke Metro dulu. Beli air mineral putih dan snack buat nonton. Disitupun lari sana-lari sini kayak maling parfum di kejar hansip. Ckck..

dari metro langsung lari-lari lagi (anggap ini mall bapak loe) ke bioskop. filmnya baru aja di mulai.. huahhh...

Mission Impossible yang bikin scoot jantung! actingnya oke banget! dan banyak mobil-mobil keren yang di ancurin. huaa... keren banget deh pokoknya! awal-awal nya emang nggak ngerti, pas di akhirnya baru aku mudeng, mereka itu dari tadi ngapain.. haha..

udah dulu deh ceritanya, mau tidor dulu..

buat Dori, Thanks for this sunday. It's a Great sunday! #Sms nya aku balikin. hehe

11 Januari 2012

Pelatihan naik angkot untuk Sofi

1/11/2012 08:32:00 PM 10 Comments
Nggak tau deh, harus ketawa apa marah. Gue (sekarang pake gue. Monas pindah woy) baru aja ngasih pelajaran sama adek gw yang manja dan penakutnya minta ampun!
Btw sebelumnya udah sering gw bahas juga kan disini, tentang adek gw yg pindah sekolah dan bener-bener bikin hidup gw menderita karan ngurusin dia!

Oke, flashback sedikit.

Tiap pagi, tepatnya jam 06.30 Wib. Gw udah harus stanbye nganter dia ke sekolah, yang jaraknya 30 menit dari rumah. Berarti pulang balik kurang lebih 1 jam (kalau nggak macet). Itu kalau gw nggak ngampus. Ataupun kalo gw ngampus masuk jam 7.30. aman terkendali.

Nah kalo gw ngampus masuknya jam 9 / jam 10. Abis nganter dia, gw pulang lagi k erumah, dan sekitar jam 9 baru gw berangkat lagi ke kempus, perjalanan bolak-balik ini udah makan waktu 2 jam..! gempor pinggang gw naik motor.

Belum lagi sorenya, jemput dia pulang sekolah. kalo gw pulang jam 16.00 9 (a.ka jam 4 sore) it’s Ok, gw langsung meluncur ke sekolahnya dari kampus. Nah kaaalloo.. gw pulang jam 12.00, gw pulang dulu ke rumah, dan ntar sore gw jemput dia lagi. Aargghh.. kebayang kan capeknya. Kalau jarak tempuhnya deket sih nggak apa-apa, ini setengah jam perginya doang!

Kebayang kan betapa menderitanya hidup gw? Seharusnya kalo jam kosong pagi gw bisa tidur nyenyak, atau minimal gw bisa bersih-bersih lah di rumah. Eh ini malah jadi tukang ojek. Kadang abis ngampus gw males pulang, so, gw nunggu dia di kampus. Menggembel.

Flashback selesai, saatnya cerita pelatihan hari ini.

Tadi gw sedikit ngasih pelajaran ke anak *sok* manja ini. abisnya BT banget, udah nunggu dia pulang sekolah 1 jam, tiba2 dateng sms nya nyuruh gw pulang duluan, soalnya dia mau nyablon (ga tau apaan) dan nanti dia pulang pake oplet. Gw langsung kegirangan. Oh god. Ini lah akhir penderitaan gw, mungkin ni anak udah dapet hidayah dan nggak bakal nyusahin kakaknya lagi. Oyeaa.. betapa girangnya hati gw..

Sampe di rumah, sms nya masuk ke no Ummi, nanyain angkot apa buat pulang. udah di jelasin rutenya. Eh dia sms lagi dengan merdunya

“Mi, jemput ajalah, temen opi Cuma bisa ngantar same alamayang”

GUBRAK! Alamayang itu udah deket dari rumah gw, kira-kira 10 menit lagi lah.. naik angkot dikit lagi nyampe kok.

Ummi takut gw esmosi, langsung bilang “biar lah ummi yang jemput”

Ah, nope! Biar gw aja yang jemput1 sekali-kali tu anak perlu dikasih pelajaran!


Dengan gemez nya gw langusng bertindak jemput dia ke TKP. Sampe disana dia masih ngobrol sama temennya yang entah kenapa mau aja nungguin dia di jemput. Tanpa curiga Dia langsung naik ke atas motor.

“Kenapa nggak naik oplet?” tanya gw. angkot disini biasa di panggil oplet.

“Nggak ada opletnya do”

“yang ke dalam sini mana adalah, ambil oplet putih, nanti turun di simpang. Tuh banyak lewat-lewat”

Dia diem. Gw berhenti di tepi jalan. Nyuruh dia naik oplet! Ya..!!! dengan teganya gw suruh dia turun dan nyetop angkot buat dia.

“Naik lah oplet disini, nanti turun di simpang. Kakak iringi dari belakang” suruh gw

“Eee.. abis-abisin duit aja” alesannya.

“cepat ajalah, kapan lagi kau bisa naik oplet, belajar sekarang!”

Gw pikir dia bakal langsung turun dari motor, dan berdiri di tepi jalan, lalu nyetop angkot yang lewat. Ternyata?? Dia tetep duduk di belakang gw. Dan angkot-angkot lewat begitu saja.

“Turun lah, tegak di tepi jalan tu! Macam mana pula kau ni!” mulai esmosi gw

“………”

“tu banyak oplet tu a, stop lah, tegak situ ha” titah gw sambil ninjuk tepi jalan. Tapi ni bocah tetap bergeming.

“kalau nggak sekarang kapan lagi kau mau belajar, kalau misalnya tadi kakak belum pulang gimana? Kalau di rumah nggak ada motor gimana?”

“…………” gw lirik mukanya yang udah pucet banget. Sesekali dia mengalihkan pandangan, matanya berkaca-kaca. Bentar lagi bakal ada cewek mewek di tepi jalan. Tapi utung nggak sampe terjadi.
Beberapa angkot berisi anak-anak berseragam lewat gitu aja di depan kami.

“Cepatlah! “ titah gw untuk yang kesekian kalinya

“E..e.. takut opi” jawabnya dengan muka pucat dan mata berkaca-kaca. Woy.. aada cewek di suruh naik angkot mau nangis.. nggak ngerti deh gw nih keturunan siapa, gw aja dulu seumuran dia udah berani jalan2 naik angkot di Jakarta, bolak balik pekanbaru bangkinang sendirian. Lah iini di pekanbaru, ada kakaknya lagi bakal ngiringin, takut apa coba! Seandainya dia donat, udah gw telen bulat-bulat dari tadi! Sumpe deh!

Esmosi gw mulai naik lagi

“Cepatlah..!! anak SD aja berani naik oplet. Belajar lah naik oplet! Kalau aku MATI giamana kau hidup, Hah??” bener-bener esmosi gw di buatnya. Apa reaksinya?

“Berentikan lah opletnya..” alamaakk… bener-bener minta di tampol ni anak.


Dengan sabar gw setop angkot yang lewat. Dia langsung masuk dang w ngekor di belakangnya. Mungkin penumpang di dalam pada heran. Ah bodo’. Yang penting si sofi bisa belajar naik oplet!
Nggak sampe 5 menit, nyampe di simpang. Disitu udah ada ngkot biru yang bakal bawa dia sampe ke depan rumah. dia turun dan sempet tanya sama gw.

“naik ini lagi kak?” katanya sambil nunjuk oplet biru. Gw jawab dengan anggukan. Disitu gw pengen ketawa. Sumpah! Mampus lo! Haha.. ups!

Gw pun lanjut jalan di depan nya. kalo di belakang keliatan banget ama penumpang yang lain, ntar pada mikir yang aneh-aneh. Jadi gw jalan di depan, nah. Pas nyampe di jalan seroja (biasanya angkot Cuma berenti disini, kalo penumpangnya dikit, dia bakal balik arah, jadi penumpang di turunin disitu) gw liat anum, anak tetanggak belakang rumah yang lagi nunggu oplet. Mungkin tadi di turunin di situ. Seperti biasa, kalo ketemu anak2 sekolah yang se arah, gw langsung berhenti dan tebengin. Jadi kebayang kan gimana si sofi di dalam angkot bau penuh sesak ngeliat gw. Kakaknya yang nyuruh dia naik angkot, sedangkan kakaknya sendiri boncengin orang lain. Sumpah, yang ini gw pengen ketawa juga!

Sampe di rumah, datang lag isms nya ke HP ummi (pasti nggak berani sms gw) kalo dia di turunin di seroja. Jemput dia di sana. Alamaakkk… nggak di tanya dulu apa tadi sama supirnya minta turun dimana. Di turunin disitu kok mau aja!

Dan terpaksalah gw jemput dia kesana lagi. Sore hampir gelap. Baru deh nyampe rumah. Dia langsung masuk kamar, hidupin kipas angin dan baring sambil mejamin mata. Bentar lagi pasti mewek tuh. Sedangkan gw langsung mandi dan pura-pura nggak tau apa-apa. Ummi juga nggak mau ngebahas, males kali nambah ribet aja.


Gw juga males bahas. Yang penting sore ini gw *sedikit* berhasil ngajarin dia buat naik angkot. Semoga pelajaran ini bisa berlanjut ke lesson berikutnya, yaitu naik angkot dari sekolah sampe rumah. Bisa nyampe dengan selamat nggak tuh anak! Liat aja besok!
Btw kepanjangan nih, yang bersedia komen, tolong ya di komentari, sikap gw ini udah bener belom? Apa salah total????

#jawaban dari tantangan matematika, bakal gw koreksi malam ini, dan akan di posting setelah ada 10 komentar disini. sabar ya...

08 Januari 2012

lawakan Koran Riau Pos hari ini

1/08/2012 11:52:00 AM 16 Comments
seperti biasa, koran riau pos hari minggu selalu ditunggu-tunggu. cerpen siapa yang di muat? tadi malam udah ngintip-ngintip di fanspage nya Xpresi Riau Pos, dan sekilas tulisan nama penulisnya mirip "Risah Azzahra" dengan judul cerpen "Kerelaan Ayah" padahal aku nggak pernah ngirim cer[en itu, ngirim aja baru sekali kemaren doang. dan udah di muat edisi minggu kemaren. sedangkan nama penulis di biodata penulis di bawahnya nggak mirip.

perhatikan nama penulisnya. mirip kan sama yang ini : (cerpen aku minggu kemaren)


penasaran banget nunggu pagi. dan Taraaa... ini dia koran hari ini...


wakakak... ternyata nama penulisnya memang di tulis "Risah Azzahra" itu nama pena aku, dan pastinya itu buka cerpen aku.. haha.. dan ternyata nama penulisnya adalah Azura. kesian banget tuh orang.. nama nya di ganti pake nama aku. haha



1 lagi lawakan di Riau Pos hari ini. opini adek aku yang kelas VI SD. yang bawelnya minta ampun. hari ini di muat di halaman Goo Green Riau Pos. pake foto pula. hasseekk...
saking senengnya ummi aku, sampe lupa kalo ikan-ikan yang dibelinya dari pasar belum di goreng. semoga aja tuh ikan belum amis.. dan sampe mau bawain koran itu ke rumah Nenek. hahaha..

ini dia penampakan si Alfiah di Riau Pos yang terbit hari ini :

kronologinya : dia iri cerpen aku di muat minggu kemaren, dan baca-baca koran minggu lalu, ternayta ada kolom "The Young Hero" boleh diisi anak2 SD dan SMP, eh diem-diem dia langsung nulis malamnya. sok serius di kamar dan di salin deh di komputer butut, terus minta aku kirimin ke Ripos, terpaksa aku bikinin dulu email dan ngajarin dia ngirimnya (ujung-ujungnya aku juga kan) terus aku pilihin deh foto yang cucok.. udah deh terbit..
buat teman-temen yang SD / SMP sederajat,atau punya adek. ayo dorong adeknya untuk jadi penulis sejak dini. tulis opini tentang lingkungan 100 kata aja, kirim ke gsj.ripos@gmail.com lampirkan foto dan biodata. ada kaos cantik loh setelah di evaluasi per tiga bulan #kok jadi promo

07 Januari 2012

Pembekalan KKN

1/07/2012 09:04:00 PM 7 Comments
pagi-pagi belum sarapan, langsung tancap gas ke kampus. what?? ini weekend Bo'. abaikan, hari ini ada pembekalan KKN, oyeaaa... ternyata gue udah semester 5, dan udah harus KKN, nggak kerasa yah, perasaan baru kemaren jadi gembel ngantri-ngantri di rektorat buat daftar masuk UNRI.

sarapan dulu di kantin deket LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat. makan sendirian, nggak enak lama-lama, banyak cowok pada melototin gue #jangan2 ada belek

nyampe sana, udah rame anak rombongan PGSD, alhamdulillah banyak temen seperjuangan. langsung ke meja panitia, nunduk untuk TTD absen, dan saat itu ada yang mendekatkan mukanya ke wajah gue, TTD ala artis gue yang ada lope-lope and bintang-bintangnya jadi runyam.

"Eh kita sekelompok" kata anak songong itu nyodorin tangannya.

"......."

"nih, nama aku, siapa namanya?" jarinya nunjuk blangko yang barusan aku tandatangani. no 3.

"Risah" nggak sempet aku baca namanya, dia udah ngilang masuk ke ruangan.

hua.... seharian duduk denger ceramah, sampe bisulan paha gueh.

dari pagi dapet materi filosofi KKN, di tampilin slide-slide KKN yang dulu, jadi merinding liatnya. hidup susah dan menderita banget, poskonya aja lebih mirip kandang ayam nenek aku. berangkat menuju lokasi ngajarnya, melintasi sawah, mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengali indah, ke samudra, bersama teman, pertualang. #malah nyanyi

sampe siang dikasih pembekalan, supaya bisa mengolah limbah sawit jadi bahan-bahan pakai, kayak papan, sauvenir, dll. duh ribet juga tuh program KKN nya. kebetulan aku dapet daerah/ desa yang emang desa binaan UNRI. jadi harus sungguh-sungguh kerja rodi KKN disana.

yang paling bikin galau, tempatnya jauhhh... kalo di itung-itung 3 jam dari rumah aku. hari pertama sih iya naik bus rame-rame, nah hari selanjutnya berangkat pake motor. ke bangkinang aja yang cuma 1 jam, naik motor, udah mau patah pinggang gue, apalagi 3 jam. bisa bisulan pantat gue.. alamaakk...
barusan aku browsing di google map, dimanakah desa labuh makmur, Tapung itu berada, tapi mbah google nggak nemuin desa labuh makmur, yang ada kecamatan tapungnya doang. dan inilah rute yang harus aku tempuh setiap minggu.


sorenya baru di ketemukan sama temen-temen sekelompok. salah satunya ternyata cowok berwajah cina yang duduk di sebelah aku tadi. tapi duduk aja kayak patung, nggak sapaan. dan tentu saja cowok songong waktu TTD tadi.

ada 6 orang cwek, dan 7 orang cowok. setelah ngobrol wara-wiri, dan aku perhatikan yang cowok ternyata cukup keren-keren, dan yang cewek terlihat baik-baik. semoga semua bakal baik-baik aja.

oh ya, tadi pemateri yang terakhir, namanya bu Erna, beliau menyarankan, cinlok lah sama temen sesama KKN, jangan sampai cinlok sama cowok2 di daerah, bahaya.. hohoho... terus, bagi yang cowok, boleh selingkuh selama KKN, cewek yang lama kan nggak ada disitu, haha.. kontan aja ruangan yang isinya 150 orang itu langsung riuh.. ajaran sesat nih si Ibu..

mengingat tempatnya yang jauh banget, aku ngebayanginnya udah capek duluan. but, this is the true experience... harus semangattt...!!!

Fihgting..!! and wish me luck there.. hohoho

#nb, pengumuman tantangan MTK agak di undur, capek banget hari ini. jawaban2 nya udah masuk kok ke email. sabar ya :)

05 Januari 2012

Antologi terbaru Aku ^_^

1/05/2012 10:08:00 PM 9 Comments
Taraaaa............. ini dia Cover buku paling narsis sedunia.. hoho..

silahkan cari dimana keberadaan foto aku #kerajinan.
ada si Teguh juga disini. siap-siap aja tuh anak nyium pantat ayam. di bilangin kalo fotonya nampang di cover buku, dia mati-matian nggak mau percaya! ha..haa... bersiaplah.. hihihihi...#ketawaKunti




dan ini antologi dari Warga Writing Revolution 04 isinya cerita cinta. ada cerita patah hati aku disana. hahayy.... dan covernya itu loh.. idaman aku banget! cihuyy.. #loncat-loncat

para kontributor :
1. Petra Shandi - Bayangan Masa Lalu (tema revenge)
2. Fitri Wiradarya - Kisah Kita (FF ber-soundtrack)
3. El 'Athifah (Eka Rachmawati) - Bersandar Pada-Mu (FF ber-soundtrack)
4. Sabil Ananda (Anna Oktaviana) - Kunang-kunang dan Reviku (FF ber-soundtrack)
5. Risah Icha Azzahra - Now I'm Senseless (FF ber-soundtrack)
6. Endang Ssn - All About Love [Cinta Itu Aku] (tema guru/Shaniar&Thera)
7. Danny Hendarto - Cintaku Kan Selalu Bersamamu (FF ber-soundtrack)
8. Wiladah El-Fairy Liandra (Wiladah Azzahra) - Goodbye Lullaby (FF ber-soundtrack)
9. Joko Rehutomo - Andini, Kenangan Terindah (FF ber-soundtrack)
10. Hylla Shane Gerhana - Panah Cinta Anyelir (tema guru/Shaniar&Thera)
11. Chacha Diana - Pengkhianatan Cinta (FF ber-soundtrack)
12. Yulia Wardani - Terendap Laraku [Merindu Lagi] (FF ber-soundtrack)
13. Rahma Esti - Janji Suci (FF ber-soundtrack)
14. Fitri Wiradarya - The Substitute Teacher (tema guru/Shaniar&Thera)
15. Jihan Bamualim - Kau Selalu Ada (FF ber-soundtrack)
16. Petra Shandi - Annyong (FF ber-soundtrack)
17. Thera Chibonk - Do Re Mi (FF ber-soundtrack)
18. Pameta Filsabilla (Pameta Fildzah Fabilla) - Tak Sebatas Imaji Thera (tema guru/Shaniar&Thera)
19. Endang Ssn - Harmoni Tiga Hati [Titik Balik Jendela Rasa] (FF ber-soundtrack)
20. Dianna Firefly - Sajak yang Berjelaga (FF ber-soundtrack)
21. Kayla Firly El Leilani Cetta (Lily Husain) - Rindi (FF ber-soundtrack)
22. Jioo Erhyria - Relakan Aku Bahagia (FF ber-soundtrack)
23. Fitri Wiradarya - Better Than Revenge (tema revenge)


2 buku manis ini bisa di pesen di Leutika Prio. cari aja di sonoh, kapan2 di kasih linknya. besok masih ujian nih.. see you. ^_^

04 Januari 2012

Pocong eksis

1/04/2012 03:19:00 PM 4 Comments
Kemaren nyempetin ke Gramed, katanya ada diskon dan dan ada buku2 harga 3000. Mupeng banget nggak sih? Dulu pernah jugabuku2 terbitan Mizan di jual 5000 perak. Aku sampe habisin semua uang yang ada didompet waktu itu, uang sih 20.000 doang. Hehe.
Dengan sedikit paksaan. Akirnya si Roy suryo ikut juga bareng kami. Jadi punya 2 pengawal. Hazzeekk..

Apa aja yang aku liat di gramed??

POCOOONNGG…….

Hah??

Sebagaimana yang di prediksi di beberapa blog yang sempat aku kunjungi. Tahun ini pocong akan semakin merajalela. Ke eksisannya du dunia manusia sudah tidak diragukan lagi. Nampaknya mereka sudah bosan hidup di dunia gaib, lalu hijrah ke dunia maya, BT di dunia maya, mereka lagi-lagi mencari jati diri di kancah perfileman, dan kini buku-buku sudah memakai foto-foto pocong di covernya. Ibarat cover boy beken, si pocong nangkring disetiap cover buku-buku humor. Ckck..
Dalam kunjungan aku ke gramed kemaren, yang rencananya mau hunting buku diskon, yang ternyata diskonnya udah abis, yang kenyataannya novel-novel tebel tetep aja mahal, yang (selanjutnya) ternyata disana buaannyyaakk.. buanget buku-buku bertema pocong. Liat aja nih, tumpukan buku isinya pocong semua..


Belum lagi ini

Ada pocong galau, ada pocong jatuh cinta, ada pocong bunuh diri. Nah lo!

2012 pocong di prediksi akan semakin terkenal dan sebentar lagi akan ada meet and greet bersama pocong, atau sesi tanda tangan pocong. Pocong semakin sibuk dengan jadwal tour keliling kota, jadwal launching film di bioskop, dan dalam waktu dekat akan ada album lagu kompilasi bertajuk pocong. Hiy..

Jadi apa maksud dengan semua ini?
Aku juga nggak tau, asal nulis aja. Hehe.

Eh udah nonton film Pocong juga pocong itu belum?

Dari kemaren pengen nonton belum sempet-sempet. Maklum, namanya juga Miss Rempong. Kalo ntar keburu abis, nonton yang bajakan aja. Udah beredar tuh di laptop2 temen2 kampus, tinggal copas aja. Haha #mafiabajakan

Beteweh, sempet pula kemaren narsis disana, si tukang foto yang nggak bisa diem kayak cacing kepanasan, siapa lagi kalo bukan si Ori Boy cinabuta, lu banyak taik mata, sekilo dua mata. Tak cukup dibagi dua yang ngepens ama yuna. Ni dia orangnya (fotografer nongol duluan)



dan hasil jepretannya..


sok serius

mulai narsis


buku yang di incer sejak awal "manusia setengah salmon" doang, eh bukuny kang abik "Bumi Cinta" malah manggil-manggil aku dengan syahdu, nggak tega kan.. belom lagui buku2 diskon 3000 perak dan komik, jadi abis duit akuhh....



sekian reportase sore.
mau jemput adek dulu. ^_^