12 Oktober 2015

Trip to Raja Ampat. Piece of paradise #Part 2

10/12/2015 01:31:00 PM 38 Comments
*WARNING*
Postingan ini adalah cerita perjalanan, jadi lumayan panjang dan banyak foto-fotonya. 
mohon maaf kepada fakir kuota :D


 Alhamdulilah Wa Syukurillah… setelah perjalanan backpackeran dari Wamena 4 hari 3 malam. Akhirnya aku dan rombongan sampai di Pelabuhan Rakyat Waisai, Ibukota kabupaten Raja Ampat.  Perjalanan 4D3N terbayar sudah….
 
Baca petualangan kami 4D3N menuju Raja Ampat : Travel to RajaAmpat. Paradise in earth.

Tepat pukul 16.30 WIT kami sampe di  pelabuhan Waisai. Aku nggak tau planning, tau-tau udah ada aja 2 mobil dari hotel yang ngejemput kami. Siapa lagi kalo bukan guide ala SM3T Pa Guru Ryan yang ngurusin. FYI Ryan ini guru SM3T di sorong. Dia kami dapuk jadi guide dan ngurusin semuanya. Perjalanan dari pelabuhan ke hotel deket banget. Nggak sampe 10 menit. Pas di tugu Raja Ampatnya, kami ditawarin sopir buat berhenti foto-foto dulu. Ah mas supir tau aja dehh maunya kami..

08 Oktober 2015

Jambret woy jambreeett!

10/08/2015 12:12:00 PM 27 Comments

ilustrasi from mbah google


Beberapa jam yang lalu aku di jambret! Iyaaa.. di ambil barangnya secara paksa. Kalo dengan cara baik-baik mah namanya bukan jambret dong ya, itu mah namanya sedekah #galucu #skipaje
Ceritanya begini pemirsa...

Tadi siang jam 2 an aku jalan dari rumah, ada seminar tentang usaha travel gitu. Aku ngajak tetanggaku, aku biasanya memanggil ibu yang awet muda ini dengan sapaan Buk Ram. Beliau adalah guru di sekolah yang sama dengan ummi. Kami melewati jalan bukit barisan dengan santai.

“Cha, disini banyak jambret loh. Sering kejadian jambret disini.” Kata Buk Ram yang dari tadi nggak berhenti cerita, dipertemukan dengan aku yang juga suka nggak berenti kalo ngomong. Klop deh kami berdua.

26 Juli 2015

Travel to Raja Ampat. Piece of Paradise

7/26/2015 01:26:00 PM 23 Comments


Wamena-Biak-Sorong-Raja Ampat-Sorong-jayapura-wanokwari-wamena

Assalamualaikum wr wb…

Alhamdulillahirobbil alamin… sampe juga aku di Raja Ampat. Yang katanya surga dunia. Bersyukur banget bisa sampe di Raja Ampat. Dikasi Allah kesempatan untuk bisa melihat keindahannya yang luar biasa indahnya sampa-sampe kami speechless waktu menginjakkan kaki di tangga terakhir pulau pianemo. Melihat indahnya gugusan pulau-pulau dari atas. Untuk beberapa detik kami terdiam dan kemudian baru lah teriak-teriak kayak kesetanan seneng banget karena udah bisa sampe di Pianemo. The mini of wayag.

Karena banyak yang bertanya tentang perjalanan ke Raja Ampat. Dari biaya, destinasi, sampai cara hemat ke Raja Ampat. Jadi aku bakalan share disini perjuanganku bisa sampe di Raja Ampat. Ini Raja Ampat loh cuy nggak semua orang bisa kesini. Meskipun aku udah di Papua, teapi tetap aja ke Raja Ampat itu suatu hal yang mewah banget. Butuh waktu 3 hari perjalanan baru bisa sampe Raja Ampat.  Aku menulis ini bukan untuk pamer, tapi berharap cerita perjalanan ini bisa menginspirasi bagi yang ada niat pengen pergi ke Raja Ampat... 

03 Juli 2015

Hercules jatuh = terancam batal ke Raja Ampat

7/03/2015 03:48:00 AM 35 Comments
#postingan ini agak panjang, atur posisi Pewe dan siapkan cemilan anda :D

Jatuhnya pesawat Hercules milik TNI AU di Medan juga berdampak bagi kami rombongan yang bakal berangkat ke Raja Ampat.Aku dan 11 orang teman-teman SM3T lainnya berencana bakal bernagkat ke Raja Ampat tanggal 7 Juli 2015.Kami udah merencanankan jauh-jauh hari.Dan rencananya kami berangkat dengan menumpang dengan pesawat Hercules dari bandara Wamena ke bandara Biak. Dilanjutkan naik kapal PELNI dari Biak ke Sorong, dan dari Sorong ke Raja Ampat naik kapal yang di pandu dengan travel guide yang udah kami booking jauh-jauh hari. Aku memang nggak layak terlalu bersedih di bandingkan korban-korban pesawat Hercules yang jatuh di medan. Aku menulis potingan ini hanya untuk mengobati kegalauan.Bukankah Habibi juga mengobati galaunya dengan menulis?Aku tidak layak untuk terlalu bersedih karena korban Hercules yang jatuh lebih tagis nasibnya di banding kami yang hanya batal jalan-jalan ke Raja Ampat.Bahkan ada 2 orang adik tingkat di PGSD UR yang juga menumpang pesawat untuk pulang kampung ke Natuna turut menjadi korban.Mari sejenak kita sama-sama kirimkan do’a untuk korban dan sanak saudara yang ditinggalkan. Al-Fatihah..

“Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan.”
Rencana :          

01 Juli 2015

Sauasana Puasa di Papua

7/01/2015 03:21:00 AM 1 Comments
Hallooww…. Sobat blogger tercintah.. pembaca setia blog gaje ini. maaf udah lama banget nggak di isi. Karena alasan yang nggak bisa di pungkiri. Malas.. malas.. malas… dari pada aku nyari-nyari alasan lain mending gue jujur aja deh. Muehehe…

Gimana nih kabarnya? Lagi pada puasa dong ya… sama dong, aku juga lagi puasa. Bedanya kalian mungkin ada di rumah, berbuka dan sahur bersama orang tua dan keluarga. Sedangkan aku berbuka dan sahur bersama temn seperjuangan, mungkin kalian sholat taraweh ke masjid. Sedangkan aku sholat taraweh di rumah. karena masjid jauh dan kemanan yang nggak menjamin kami bisa melangkah ke masjid. Aku certain dikit deh ya suasana puasa disini…

Kalau dirumah mungkin bisa rame-rame ke Masjid, nenteng mukena dan sejadah sekalian tepe-tepe sama pemuda kampung, Sedangkan disini masjid jauh sekali dan tidak semua distrik (kecamatan) ada masjidnya. Kalaupun nekat ke masjid, di jalan pulang nggak ada yang bisa menjami keselamatan kita karena di jalan selalu ada anak-anak asli papua yang mabuk-mabukan. Ngaak jarang mereka membawa senjata tajam. Kecuali kalau kamu mau “berinfaq” setiap lewat seratus ribu.. karena mereka selalu malakin yang lewat.

16 Juni 2015

Ibu Guru Jangan Pulang Ke Riau

6/16/2015 07:37:00 PM 13 Comments

Udara dingin masih setia menemani, gunung-gunung yang mengelilingi lembah baliem masi tertutup awan. Burung-burung berkicau seolah mengatakan kegembiraan. Hari ini adalah babak baru bagi murid-muridku di SD YPPGI Hitigima, distrik Asotipo. Karena hari ini adalah hari pertama di semester II. Saatnya lebih giat belajar dan lebih rajin datang ke sekolah agar bisa terbebas dari  predikat “Tahan kelas” dan bisa duduk dibangku kelas IV.

Pagi itu dipelajaran Bahasa Indonesia aku ajak anak-anak bermain Lompat kata.  Beberapa anak berdiri di depan kelas, sedangkan aku akan membacakan satu kalimat. Setiap kata yang di awali huruf kapital di dalam kalimat itu, anak-anak harus lompat. Misalanya ada nama orang, nama kota dan  nama hari di dalam kalimat yang aku bacakan, maka anak-anak harus lompat tiga kali. Barangsiapa yang tidak menyimak, maka akan tertinggal dan di anggap kalah.

05 April 2015

Agrowisata Petik Nanas di Bokondini, Kabupaten Tolikara.

4/05/2015 09:40:00 AM 16 Comments


Selama SM3T di Papua, aku punya beberapa genk alias kumpulan. Ada geng se distrik di Asotipo, ada geng jalur Wouma. Artinya, temen-temen yang poskonya dari Minimo, Megapura, Hitigima, Sogokmo. Kami sering ngumpul (numpang makan gratis) di posko Megapura. Ada geng gila-gilaan di sekre, Ada juga geng pengajianku kalo lagi liburan di kota. Temen-temen itu adalah anak SM3T yang aktif di BSMI. Sebuah organisasi kemanusiaan yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan dan agama Islam. Ada beberapa teman-teman SM3T yang aktif di berbagai kegiatan BSMI Jayawijaya. Tapi yang tetap istiqomah dari awal sampai akhir adalah para ihkwan dan akhwat yang berasal dari 2 LPTK ini. ada Wulan, Muti, Rina, Tami, Sony de el el.
 
Biasanya rombongan ini kemana-mana selalu barengan. Jadilah dipanggil bubuhan muslimah. Bubuhan dalam bahasa banjar artinya rombongan atau sekawanan gitu. Bukan berarti cewek-cewek yang lain nggak muslimah. Kelompok satu ini dipanggi muslimah karena hobinya mengejar kelompok-kelompok pengajian yang di gelar di wamena. Dan aku salah satu yang ikut didalamnya.

Suatu waktu, mereka merencakan rihlah alias liburan ke rumah Bg Poby. Salah satu dokter relawan di BSMI Jayawijaya. FYI relawan di BSMI ini rata-rata adalah dokter dan pendatang yang tinggal di sekitaran lembah baliem Papua. kalau weekend dan libur biasanya datang ke Wamena untuk belanja kebutuhan sehari, karena Wamena adalah pusat perekonimian di Lembah Baliem ini. relawan BSMI juga diramaikan  dengan kami  guru-guru SM3T.

Tempat tugas Bg Poby ada di Bokondini yang terletak di kabupaten Tolikara. Yap! Bener banget! Yang waktu lebaran 1436 H kemaren masjid nya di bakar pas lagi sholat Iedul Fitri.
Sebenernya wisata di Bokondini nggak ada yang menonjol sih. Cuma si tuan rumah yang gencar banget mempromosikan agrowisata di tempat tugasnya, dan berkali-kali mengundang kami untuk menghabiskan liburan disana. Jadilah kami tergiur untuk sama-sama datang kesana  dalam rangka liburan setelah ujian semester. 

Sony (SM3T), mas Khoir (salah satu relawan BSMI yang bertugas di kantor BPS Tolikara), Dokter Ghozali (relawan BSMI yang bertugas di Nduga) sudah lebih dulu sampai di TKP pagi hari. Kami para akhwat menyusul siangnya. Karena aku belum pernah kesana, dan dirombonganku semuanya adalah cewek. Jadilah aku mengajak Aidy (temen SM3T didistrik Asotipo) dengan setengah memaksa dia untuk ikut. Di Papua ini kita perlu berjaga-jaga dalam setiap keadaan.

Hanya butuh angkos 100k dari wamena dan naik angkutan andalan orang papua, mobil strada, 3 jam kemudian kami sampai di kota Bokondini. yang walaupun cuma sekecil RT, tapi udah disebut kota. Hohoho.
 
Kantor Bupati Persiapan, Bokondini, Tolikara, Papua, Aidi kalo orang nak bepoto dia ikut-ikut

Begitu sampai aku langsung takjub melihat rumah dinas nya dokter poby (yang sudah biasa kami panggil abang). Rumahnya 2 lantai dengan 4 kamar yang dilengkapi dengan dapur yang luas, tempat cuci piring, kamar mandi di dalam dan tempat tadah hujan yang besar. Jadi tidak perlu angkut air dari kali seperti nasib kami para guru SM3T. FYI lagi, punya tempat tadah hujan adalah suatu barang mewah di Papua.

Walaupun rumah dinasnya dari kayu, tapi sangat nyaman. Bg Poby tinggal dengan seorang dokter lajang yang juga PTT di Bokondini. Namanya dokter cita. Biasanya di panggil dokcit. Begitu kami ketemu dokcit langsung cie cie in bang poby. Kami angsung ngebayangin yang enggak-enggak karena Bg Poby tinggal satu rumah sama dokter secantik dan sebening ini.

Jadi gimana dong bg sehari-hari dirumah berdua doang, gimana rasanya?” aku mulai kepo.
“Ya biasa aja, hidup masing-masing. Lagian dokcit lebih sering tidur dirumah bidan di depan rumah dari pada tidur dikamarnya di lantai 2. Dan juga dokcit itu Kristen. Nggak mungkin dong abang macam-macam sama dia. Itu lah pembatas abang sama dia.” Kami langsung manggut-manggut.
Dokter Poby dan Dokter Cita show off keahlian mereka merajut noken
Sekolah international di Bokondini
Begitu sampai kami langsung di ajak melihat Sekolah international Bokondini.  Namanya SD OB ANGGEN yang berada di bawah Yayasan Lentera, Gereja Gidi. Sekolah ini nggak jauh dari rumah dinas Bg Poby. Dan memang kota Bokondini ini bisa dikelilingi dengan jalan kaki. wong kotanya kecil doang. Disana kami ketemu dengan guru SD nya yang berasal dari Manado. Kami sempat ngobrol-ngobrol dengan guru cakep yang sudah 2 tahun mengajar disana. Di ajakin lihat-lihat ruang kelas nya juga. Di SD ini juga bersekolah anak-anak bule yang tinggal di bokondni sebagai missonaris. Ada anak-anak papua asli juga. Keren ya belajar dan satu sekolah sama bule. Mereka juga belajar computer, photoshop, microsof dll. Waah… salut sama ank papua yang sekolah disini. murid ku di SD YPPGI hitigima boro-boro belajar photoshop, baca aja masih kayak kura-kura. Lamban banget.
Mejeng di depan Sekolah Dasar International Bokondini

 salah satu program di Metro TV "Alenia Journey" Pernah datang meliput bokondni dan sekolah Internasional nya

Mengintip Cara Kerja Missionaris Mendidik Orang Papua
Ada banyak missionaries yang tinggal di bokondini. Mereka bahkan melahirkan dan menyekolahkan anaknya disana. Tujuan mereka ke Papua selain menyebarkan agama Kristen juga adaalah memajukan Papua yang tertinggal ini. kami sempat berkunjung ke rumah bule yang berasal dari brazil. Suaminya adalah missionaries, sedangkan istrinya aktif mengelola ibu-ibu Papua. mereka bahkan membuat koperasi, mengajari matematika, computer dan juga cara menyimpan uang. (orang papua kan terkenal watak nya boros dan nggak bisa nyimpan uang). Berkat binaan dan berbagai fasilitas dari missionaris ini taraf hidup masyarakat bokondini mulai membaik.
Pusat Pelatihan Masyarakat yang dikelola oleh Bule
 
berasa lagi di eropa to..
barisan pohon yang ada di sebelakang rumah. sejuuukkk
smilee. *Trada sangka dokter Ghozali fans nya Cherrybell. :D
Putar Papeda ala Habibi
Selain dokter cita, Bg Poby juga sering ditemani oleh seorang Mantri yang bernama Habibi. Pertama ketemu kami kira dia sudah beranak dua. Ternyata masih lajang dan umurnya masih di bawah aku! Gubrak. Bermutu (bermuka tua) dia ternyata. Hahaha.. ampun bro.. Doski berasal dari Palopo di Sulawesi sana. Habibi sudah 4 tahun mengabdi sebagai mantri di Bokondini. Logatnya sudah kental dengan logat papua, pandai merajut noken dan lihai memutar papeda. Wuihh.. Papua abis lah!
sholat jamaah magrib di rumah bg Poby
Malam itu kami para cewek-cewek terpana melihat keahlian Habibi dalam memutar papeda. Papeda adalah makanan khas Papua yang terbuat dari sagu, tapi kadang orang gunung lebih sering memakai tepung kanji. Cara memasaknya gampang, tinggal mencampur tepung kanji dengan air mendidih yang sudah kita tuangkan ke dalam baskom, dan langsung di aduk dengan cara diputar. Makanya namanya putar papeda. Papeda dimakan dengan kuah kuning, alias gulai tanpa santan. Bisa gulai ayam, gulai ikan, bahkan gulai babi. Kalau acara-acara pernikahan aau kematian, biasanya ada papeda dengan kuah kuning Babi. Kalau jauh dari pasar bisa pakai sarden sebagai pengganti ikan. Aku dan hotma sudah pernah putar papeda di posko, tapi kami gagal dan bentuk papeda jadi kacau balau karena tidak teraduk dengan sempurna. Nah, sewatu Habibi unjuk gigi putar papeda, kami langsung terpana. Baru kali itu melihat cara membuat papeda yang benar-benar professional layaknya koki restoran. Gerakannya cepat, dan penuh tenaga. Setelah dia selesai mengaduk papeda. Kami pun reflex tepuk tangan. hahaha

Agrowisata di Kebun Nanas Bokondini
Dari semua promosi bang poby, sebenarnya yang paling menarik itu adalah wisata metik nanas yang katanya manisnya ampun ampunan udah gitu nggak gatel dan nggak ada mata nanasnya. Udah gitu harganya murah! Dari 1000-5000 aja perbiji. Wew…

Kami pun jalan kaki ke kebun nanas yang letaknya di atas bukit. Jalan ke kebun nanas melewati bandara yang kosong. Aku dan bg poby sempat berdebat karena bang poby bilang bandara bokondini adalah bandara tertua. Padahal bandara tertua itu di belakang poskoku di hitigima. Bg poby bilang juga bahwa bandara ini adalah saksi bisu pertama kali injil masuk ke papua. Nah lo, bandara hitigima lah saksi pertama kali ajaran injil di papua. bahkan sampe ada patung monumen inji pertama kali di terima di papua. kami terus saja berdebat sampai perjalanan nggak terasa udah sampe di sebuh bukit yang penuh ditumbuhi nanas. Membayangkan makan nanas sebanyak itu lidahku mulai meriang, eh gatal.

Bandara yang tara da orang
Bandara ini nggak ada pengawasnya. jadi kalo pesawat mau mendarat dan ada orang di jalan. pesawatnya muter-muter dulu di udara, hahaha
 
bandara bokondini dilihat dari atas.*please abaikan celana trening pink saya itu. auu
this is it! nanas pertama yang kami petik
 
hari itu Sony baru beli tongsis. jadi dia exited banget pake tongsis. hahaha
Bendera BSMI Jayawijaya yang selalu berkibar dimana-mana

Foto minumen hitigima vs monument bokondini

Di kebun nanas ini kita boleh makan nanas sepuasnya, GRATIS! Tapi kalau mau dibawa pulang, baaaru deh bayar! Inget ya, makan di tempat gratis, bawa pulang bayar. Haha.. jadilah kami puas-puasin dulu makan nanas di kebunnya. Nanas yang baru aja kami petik langsung di buka oleh si Habibi dengan lagi-lagi memamerkan keahliannya buka nanas. Sepat, sigap, dan rapi. Heran sama anak ini. kok apa aja bisa dikerjain.

Puas makan nanas yang maniiiisss banget, suer deh ini nanas terbaik yang pernah aku cobain seumur hidup! Manisnya kayak pake gula! Setelah kami puas makan nanas, mulailah menghitung berapa nanas yang akan di bawa pulang ke Wamena. Akhirnya berkarung-karung nanas pun di angkut oleh seorang kaka Papua yang kebetulan lewat dan di upahi sebungkus rokok. Kalo kami bawa sendiri mana kuaatt… udah lah karungnya besar, jalannya menuruni bukit pula. Kekuatan orang Papua memang tara da lawan e!

Pasar bokondini. Murah apaaaa…
Sebelum pulang ke wamena, kami sempat jalan-jalaan dulu ke pasar bokondini. Pasar ini menjual hasil kebun masyarakat. Banyak buah-buahan murah-murah. Yang paling menggirukan untuk diborong adalah markisa. Bayangkan aja, seikat markisa yang isinya 8-10 buah markisa Cuma dijual 5ribu. Murah apaaa… (murah banget) ada nangka, alpukat mentega sayuran dan banyak lagi yang semuanya murah-murah. Berasa pengen gue borong semua terus jualan di pasar Wouma atau pasar baru di wamena. Tapi ngebayangin duduk menunggui jualan di pasar dengan jaket SM3T ini. oh no! bisa-bisa dipecat jadi guru. :D
torang pigi belanja dulu e
thats it. pasar bokondini.
Kami pulang kewamena dengan membawa berkarung-karung nanas dan markisa. Selain itu aku juga memborong alpukat dan nangka. Sampai di wamena aku kayak orang habis pulang kampung! Hasil “Panen” itu langsung aku bagi-bagikan ke penghuni sekre SM3T, ke mamak angkat, tante angkat dan angkat-angkat yang lain. Muehehe..

At least, makasih buat dokter Poby Karmendra yang udah jadi tuan rumah dan tour guide bokondini yang luar biasa! Pelayanan sangat memuaskan! Hahaha… sampai-sampai di bekali sekantong obat ketika pulang ke posko. Terimakasih dokter Cita atas tumpangan kamarnya, makasih dokter ghazali dengan resep ipere gorengnya yang lezat, mas Khoir, juga teman-teman seperjalanan yang asik, terimakasih Aidi yang mau jadi pengawal juga. Semoga ukuwah ini tetap terjaga selamanya.

Ayo ke Bokondini! Cuma 100k bisa agrowisata! Hahaha
Risa
-Guru SM3T yang hobi melala

21 Maret 2015

Mengejar Salju di Kaki Gunung Trikora

3/21/2015 02:34:00 PM 32 Comments


Sebelumnya Marrio, guru SM3T asal UNESA yang bertugas di Memberamo Tengah sudah pernah mengajak aku ikut trip ini. mencari salju di kaki gunung Trikora. Dan melihat air terjun tiga tingkat yang mengalirnya ke atas. Wew. Penasaran kan. Tapi tempat itu belum banyak di jamah manusia. Suhunya saja bisa sampai minus NOL derajat. Perjalanan yang gila memang. Marrio dapat info kalau ada salju itu dari supir yang udah sering bolak-balik Wamena-Nduga. Katanya ada spot di daerah Nduga sana yang kalau pagi turun salju. Daerahnya masi polos alias tidak berpenghuni. Nah lo, kan syerem! Dari kami guru-guru SM3T pun belum pernah ada yang sampai kesana. Saat itu aku menolak ajakan Marrio dkk. Karena selain rombongannya cowok semua, hari itu aku juga ada agenda, penyambutaan dosen dari Riau yang datang dalam rangka monitoring dan eveluasi (Monev) kinerja SM3T. pergi jalan-jalan disaat dosenku datang? it’s a big no!
 
Tapi akhirnya aku jadi juga ikut trip gila itu. Ini kronologinya… #sokpenting #kenapadibahas

H-1 keberangkatan. Aku lagi liburan dikota. Malam itu aku melihat dokter Poby di sekretariat SM3T (Disingkat sekre). Doski adalah dokter yang bertugas di kabupaten Tolikara dan aktif menjadi Relawan di BSMI Jayawijaya. Ternyata dokter Poby ikutan trip yang digagas Marrio itu. Makanya nginep di sekre biar tidak ketinggalan, karena berangkatnya jam 4 subuh besok. Wew, salut ama mereka ini. beneran jadi ya trip mengejar saljunya. Setelah basa-basi nanya ini itu, dokpob malah ngajakin aku untuk ikut trip ini. aku ya jelas-jelas nolak dong. Berangkatnya besok subuh dan aku belum punya persiapan apa-apa. Lagian besok kami anak UR harus menyambut dosen di bandara. NO. NO. NO!

16 Maret 2015

Kami Namai air terjun itu UNRI, UNMUL dan UNESA

3/16/2015 02:56:00 PM 0 Comments

Baca cerita sebelumnya : mengejar salju di kaki gunung trikora
 
Mobil Rusak Dapat Emas
Belum sampai ditujuan, kami berhenti di tengah jalan yang sama sekali tidak ada manusianya. Rumah penduduk pun tidak ada. Ternyata mobil rusak. Kalau tetap melanjutkan perjalanan ke atas bukit dikhawatirkan mobil nggak bisa dipakai untuk kembali ke wamena. Kami istirahat sembari menunggu supir memperbaiki sesuatu yang rusak di mobilnya. Ternyata di pinggir jalan banyak batuan yang bentuknya mirip seperti emas. Teman-teman UNESA yakin itu emas. Wah.. langsung deh kami heboh nyariin batu kecil-kecil yang berkilauan terkena sinar matahari. Entah emas atau bukan yang jelas dikumpukan saja dulu. Hahaha.. juga banyak macam batu akik kristal disana. Mario bahkan memenuhi tasnya dengan batu akik. Mau bikin rumah kali yeee
ketika mobil mogok. look at the cloud!
atur strategi biar tetap bisa nyampe air terjun

4000mdpl? jangan percaya! itu dusta teman :D

Kami Namai air terjun itu UNRI, UNMUL dan UNESA
Setelah supir mencoba memperbaiki (ternyata cuma ngecek), diputuskan untuk segera kembali ke wamena. Karena mobil dipastikan tidak akan kuat untuk terus naik ke atas.

16 Februari 2015

Kisah Seorang Paman Yang Tega Membakar Tangan Keponakannya

2/16/2015 03:13:00 PM 6 Comments

Cerita ini aku dapat dari Mario Maurer, temen SM3T UNESA (Universitas Negeri Surabaya) yang ketemu selama liburan natal dan tahun baru di kotaa. Kebetulan doski dan temen-temannya pernah nginap di Megapura, posko kedua ku, karna saking seringnya aku nginap disana.

Si Mario ini tugasnya di Papua juga, tapi beda kabupaten. Tempat tugasnya di Kab. Membramo tengah itu lebih terisolir dan masyarakatnya masih sangat terbelakang. Selain itu akses nya susah, makanya harga-harga muahal banget, bayangkan aja beras 50kg harganya Rp. 1.750.000. gilakk apa.. mending makan ubi aja deh. Harga lain jangan di tanya. Bikin mulut menganga dengernya.

Tulisan ini aku culik dari memo HP nya. Karna dia nggak berniat mempublish cerita ini, aku pikir mubazir  banget. Jadi lumayan deh utuk menambah postingan di blog ini. hihihi

Pagi ini saat aku duduk di dapur ada seorang bapak2 paruh baya yg bertamu di dapur kami. Beliau dari Pak dokter untuk berobat, sayang sekali Pak dokter masih ada di wamena, belum pulang ke illuga.

Dari sinilah perkenalan kami di mulai. Beliau Top Gombo. Beliau cerita panjang lebar tentang Papua. Yg menarik perhatian ku, beliau cerita tentang berbagai macam pemakaman di Papua. Yg paling ekstrem adalah pemakaman di suku pedalaman hutan di daerah Distrik megambilis, kab. Membramo Tengah, Prov Papua. Suku pedalaman tersebut apabila ada warganya yg meninggal, mayatnya di gantung saja di pepohonan. Lama kelamaan kalau sudah busuk organ2 dalamnya akan jatuh di tanah, yg tersisa hanya tulang brlulang yg menggantung di pohon.

Jadi jangan heran kalau ada tulang belulang yg bergelantungan di pohon2 hutan Papua. Organ dalam yg berjatuhan di tanah, di kubur dan di tanami pohon sebagai tanda.
Oke kembali ke Pak Top. Sedikit cerita tentang Pak Top Gombo. Beliau adalah orang tua murid dari totius kelas XII Ipa dan totianus VII.

Berbeda dg orang pada wajarnya, Pak Top memiliki kelainan fisik pada tubuhnya. Pergelangan dan jari jemari tangan Pak Top yg sebelah kiri tidak ada, dan tangan yg sebelah kanan terdapat luka bakar. Miris sekali melihatnya. Setelah panjang lebar kami bercerita, beliau menceritakan kisah bagaimana tangannya bisa seperti itu.

Kisahnya bermula saat beliau masih kecil, kisaran masih kelas 3 SD. Pak Top kecil main2 ke hutan sama teman2nya, untuk cari makanan. Ketika berjalan kedalam hutan, beliau menemukan pohon kelapa yg berbuah. Karna kondisi perut lapar dan dahaga, akhirnya memutuskan tuk memetik buah kelapa tersebut. Apa lagi Pak Top tau kalau kelapa tersebut adalah milik om nya sendiri. Jadi beliau fikir petik dulu,nanti baru izin ke om nya. Di pohon tersebut ada 7 butir kelapa. Pak Top petik semua, 2 beliau makan, dan yg 5 beliau bawa untuk di taruh di dapur om nya (pemilik kelapa).

Setelah memakan buah kelapa, Pak Top dkk pulang ke rumah lewat jalan atas bukit. Naas sekali om Pak Top marah sekali melihat tak ada satu butir kelapa pun di pohon kelapanya. Dalam keadaan emosi yg meluap2 om Pak Top mencari siapa yg telah mencuri kelapanya. Setelah tau yg mencuri kelapanya tersebut adalah keponakannya sendiri yg tidak lain adalah Pak Top kecil, malamnya om Pak Top mendatangi rumah Pak Top.

Dengan emosi yg tak terbendung lagi, om Pak Top memukul kepala Pak Top sampai Pak Top tak sadar diri. Setelah itu kedua tangan Pak Top di bakar. Karna dalam kondisi tak sadar diri, Pak Top tak merasakan apa2. Setelah sadar Pak Top menangis dg sekeras2nya. Bukan karena perih terbakar, tapi karena kaget melihat kedua tangannya telah hangus. Keluarga yg tau kondisi Pak Top kecil, langsung membawanya ke Pak mantri. Tapi sudah terlambat, hanya tangan kanan Pak Top yg terselamatkan, sedangkan tangan kiri beliau harus diamputasi, karena tingkat kebakaran yg sudah terlalu parah.

Tangan kanan Pak Top memang masih ada tapi tidak seperti kondisi tangan orang normal pada umumnya, luka bakar masih membekas jelas. Luka tersebut masih terasa sampai sekarang, bahkan seumur hidupnya pun gak bakalan bisa sembuh. Ironis sekali, gara2 7 butir kelapa seorang om tega membakar kedua tangan keponakannya. Semoga kisah Pak Top bisa menjadi pelajaran buat kita..


Ngeri kan pemirsah?? Bayangin aja si Mario harus jadi guru di tengah-tengah masyarakat yang fikirannya masih terbelakang gitu. Semangat buat Mario dan teman-teman SM3T UNESA Lainnya.fighting! 


01 Februari 2015

Di Sebuah Perjalanan Guru SM3T

2/01/2015 04:51:00 AM 19 Comments
Setiap perjalanan ada banyak cerita. Di perjalanan menuju sekolah ada banyak realita. Ada banyak momen yang bisa di cerna. Foto–foto dibawah ini menceritakan bagaimana perhatiannya mama mama (panggilan untuk ibu-ibu di Papua) terhaadap guru. Foto ini di ambil oleh kakak Duta SM3T (Kak Akhirudin Haer dan kak Fajrin Alumni UNM) yang waktu itu sedang  di utus DIKTI untuk melakukan program Rekam Jejak SM3T di Jayawijaya. 

Aidi dan Darwin adalah guru SM3T yang bertugas di desa Air Garam, distrik asotipo. Mereka harus menempuh perjalanan 1 jam mendaki bukit untuk sampai di sekolah. Setiap hari aidi yang alumni UNRI dan Darwin yang berasal dari LPTK UNMUL ini harus berjalan kaki 2 jam demi mencerdaskan anak bangsa. Tak terhitung berapa kali mereka jatuh terjerembab dalam kubangan lumpur saat hari hujan dan jalan menuju sekolah menjadi tidak bersahabat. Karena perjuangan mereka, banyak masyarakat Air Garam yang perhatian dan sayang pada 2 guru muda ini. Sayur-mayur dan buah-buahan hasil kebun selalu hadir sebagai buah tangan ketika mereka pulang sekolah.

Berikut ini adalah foto di perjalanan ketika pergi sekolah. Foto-foto ini bercerita dimana mama-mama yang akan pergi ke kebun, berhenti dulu untuk menyapa 2 guru muda ini dan memberikan ipere (ubi jalar) sebagai sarapan pagi. Subhanallah… pertunjukan yang tidak akan pernah kita dapatkan di kota-kota besar.

buka dan nikmati cerita yang disuguhkan foto ini ^_^

Jadi Guide Sehari Untuk SM3T UNNES

2/01/2015 03:42:00 AM 4 Comments

SM3T Memang memberi banyak manfaat. Salah satu manfaat terbesar adalah memperoleh pengalaman yang nggak semua orang bisa dapatkan. Selain itu, teman, kenalan dan kerabat jadi bertambah. Kita bisa tau karakter orang yang berbeda-beda dan datang dari kota yang berbeda. Jadi tau kebiasaannya, cara bicara, logat dan adat istiadat. Hal-hal yang nggak bakal bisa di dapat kalau cuma duduk manis di rumah.

Bulan desember tahun 2014 ini bisa dibilang bulan full jalan-jalan. Dari berkujung ke danau habema, Danau tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3225 m DPL, jalan ke distrik-distrik di kab. Jayawijaya dan banyak lagi. Kali ini aku mau pamer cerita perjalanan aku dengan teman-teman SM3T dari UNNES (Universitas Negeri Semarang) yang kemaren “terdampar” di Wamena.
Aku ceritain sedikit tentang temen-temen dari UNNES ini, Mereka  di tempatkan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua. nggak ada akses darat dari kab. Jayawijaya menuju kesana. Harus naik pesawat kecil (yang kalo terbang  berasa naik roller coaster). Harga-harga disana tentu lebih mahal, karena kabupaten pemekaran, semua logistik di kirim dari Wamena. sayur-sayuran juga mahal banget karena di kirim dari Wamena (tempat aku bertugas). Untungnya mereka dapat BAMA (Bahan Makanan) dari PEMDA Yahukimo. Jadi nggak terlalu berat kalau soal makan.

17 Januari 2015

Gelas-gelas Kosong

1/17/2015 05:02:00 AM 3 Comments

Berat rasanya kembali ke tempat pengabdian setelah sebulan lebih liburan di kota. Rasa malas mulai menggeluti jiwa, bosan dan masih ingin menikmati hidup di kota. Masih belum siap mental menghadapi dinginnya Hitigima, masih belum sanggup mandi dan mencuci di kali yang airnya seperti batu es. Masih belum rela meninggalkan kota dengan segala keramaian dan hirup pikuknya dan mengganti dengan Hitigima yang sepi melompong.

Untunglah ketika kembali ke Hitigima ada teman dari UNESA  yang mau berkunjung ke posko ku. Jadi agak semangat pulang ke posko. Secara jarang ada yang datang ke Hitigima, jadi kalau ada tamu senengnya bukan main. Selain bikin rame, juga ada yang bikin semangat masak. Biasanya kalo cuma berdua doang kami malas banget masak. Muehehe. Sebelumnya si Marrio ini juga sudah pernah berkunjung ke beberapa posko teman2 lain. Cerita dari tempat tugasnya juga pernah aku post di postingan “Di Papua Ada Paman Yang TegaMembakar Tangan Keponakannya!.”

Kali ini mau mau ceritan keadaan sekolah dan siswaku setelah satu bulan libur sekolah. Keadaan mereka sangat menggenaskan! Jauh dari perkiraanku. Yang aku bayangkan ketika sampai di sekolah adalah mengolah nilai dan membagikan raport semester  1 dengah kehebohan yang sama seperti layaknya sekolah yang bagi raport tiap semester. Tapi kenyataannya, sampai saat ini (seminggu setelah liburan) belum ada penampakan raport murid. Entah dimana letaknya.  Beberapa guru yang aku tanya hanya menggeleng sambil menaikkan sebelah bahunya pertanda tidak tau. Kepala sekolah juga ketika di tanya jawabnya berputar-putar sampe ke merauke (saking jauhnya). Guru-guru juga tidak ada yang keliatan batang hidungnya. Hanya aku dan Hotma, serta Kepala Sekolah yang sibuk di rumahnya.

05 Januari 2015

Habema, Danau tertinggi di Indonesia

1/05/2015 09:14:00 AM 0 Comments
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga kaki kami menginjak danau Hebema. Danau dengan ketinggian 3220 mdpl. Dengan ketinggian ini, danau ini di daulat menjadi danau tertinggi di Indonesia. Dan 36 Orang Guru SM3T Jayawijaya sudah pernah menaikinya. Wow..
 
Perjalanan ini bermula dari pertemuan kami secara resmi dengan bupati jawawijaya. Setelah membicarakan mengenai program-program SM3T, kami mengajak Bupati untuk jalan-jalan bersama guru-guru SM3T. tiada disangka pak Wempi Wetipo sebagai bupati itu sangatlah humble dengan masyarakat dan langsung mengatur jadwal keberangkatan menuju danau habema diliburan Natal dan Tahun baru. Bahkan beliau yang menyiapkan 8 mobil gunung untuk menjelajahi gunung dan perbukitan menuju danau habema. Yeaaayy.. makasih bapak.. 

karena masih 2 bulan di Papua, aku belum tau apa-apa soal ini. berikut sekilas tentang Danau Habema yang aku culik dari triptrus.com


Danau Habema memang bisa dikatakan sebagai danau di atas. Walapun lokasinya di kaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya, Papua, danau ini merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Terletak di ketinggian lebih dari 3.300 meter di atas permukaan laut, oleh Masyarakat Dani, penduduk Jayawijaya, danau itu dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan

Sekedar harapan dan target di tahun 2015

1/05/2015 03:57:00 AM 4 Comments

Kayaknya nggak afdol ya kalo tahun baru nggak bikin resolusi.. biar ada target dan biar lebih gaol.. aku mau ikutan bikin resolusi juga. Resolusi tahun ini agak beda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena sekarang aku live ini papua. yang pasti gaya hidup yang nggak pernah terbayangkan sebelumnya deh…   karena tahun 2015, aku buat resolusinya juga 15 biji aja. Here is my resolution in 2015.

1. Memberantas buta aksara di SD YPPGI Hitigima
Di sekolahku ini, tepatnya di Distrik Asotipo. Kabupaten Jayawijaya. Provinsi Papua, emang parah banget kemampuan muridnya. Bayangkan aja kelas VI ada yang belum bisa baca bahkan belum hafal huruf. Padahal tiap hari datang ke sekolah. Ngapain aja coba tu anak, udah makan bangku sekolahan 5 tahun tapi belum bisa baca. Kelas rendah jangan di tanya. Calistungnya parah juga. Kelas III rata-rata tidak tau berapa 10-6. Jadi aku harus ngajar mereka dari awal lagi. Berbagai usaha dan cara udah kami kerahkan. Salah satunya les pulang sekolah dan les malam. Tapi sampai saat ini progres nya masih lambat banget. Apa yang d ajarin hari ini dia bisa, tapi besok lupa lagi kayak gelas es cendol yang kesenggol. Isinya kosong. Minta doanya sebelum kontrak SM3T ini berakhir, nggak ada lagi anak yang nggak bisa baca di SD YPPGI Hitigima. Amin ya Rabb

Natal dan Tahun Baru Di Wamena

1/05/2015 03:31:00 AM 2 Comments

            Seumur-umur, 12 tahun di Pekanbaru, 4 tahun di Jakarta, 4 tahun di Kampar, dan 4 tahun di Pekanbaru.. aku belum pernah ngerayain  yang namanya tahun baru. Biasanya temen-temen yang lain kalau tahun baru pasti jalan-jalan ke luar rumah, nongkrong-nongkrong di tepi jalan menunggu jam 12.00. atau kalau di Pekanbaru yang terkenal jadi pusat nongkrong kalau tahun baru itu adalah kawasan purna MTQ. Biasanya bakal macet parah, kalau udah pergi kesana pasti pulangnya bisa-bisa subuh.

Ada juga kebiasaan bakar ayam dan kumpul-kumpul di depan rumah. Menghindari gilanya macet di malam pergantian tahun.  Biasanya sekeluarga ngumpul bareng tetangga-tetangga juga untuk ngumpul-ngumpul di halaman rumah. tapi Cuma segelintir keluarga yang ikutan rempong di akhir tahun. Kebanyakan memilih nonton tv dirumah. Atau yang paling ngenes, langsung tidur.

Beda banget sama di Wamena, Kab. Jayawijaya, Papua. Tempat aku nghabiskan liburan natal dan tahun baru yang hampir sebulan.  Selama liburan aku keliling posko teman-teman di distrik asotipo dan asolokobal, selain untuk merasakan bagaimana posko mereka, juga untuk menghemat biaya hidup. Karna makannya nebeng. Hahaha…

Bosen di kampung, kami pun merantau ke kota. Ada beberapa kenalan buat di jadikan tempat nginap. Salah satunya di rumah Pak Rais. Seorang polisi asal Ambon yang punya istri orang makassar. Istrinya penjual kue grosiran (sakingnya banyaknya) yang walaupun cerewet tapi baik nya ampun ampunan..

Ibu bhayangkari yang kaya dari jualan kue ini biasa kami panggil mamak. Ada juga beberapa yang manggil Mami. Dirumah ini setiap weekend selalu rame. Ada 6 sampai 20 orang yang selalu nginap di rumah ini. Dari 66 orang SM3T asal Riau dan Kalimantan, 80 % nya pernah menginap disini. Semua biaya makan mamak rais yang tanggung. Subhanallah… semoga Allah memurahkan rezki keluarga Pak Rais. Amin..