31 Oktober 2017

Ketika Blogger diajak Menyusun Burger di Oemah Abah

10/31/2017 02:28:00 PM 16 Comments
Dalam rangka hari Blogger Nasional yang bertepatan tanggal 27 Oktober kemaren, kami para Blogger yang ada di Pekanbaru di undang oleh Oemah Abah untuk ikutan lomba menggarnis burger. Wow… ini bener-bener pengalaman pertama buat aku. biasanya bikin burger ala-ala dirumah cuma pake sayur sama telur doang. Kali ini semua bahan tersedia lengkap! Dan tentu saja, ada hadiah untuk yang paling kece dalam menyusun burgernya.

Jadi hari sabtu itu, begitu selesai acara pembagian raport MID semester, aku langsung cus ke Oemah Abah yang ada di Jalan Sultan Syarif Qasim. Pas banget di depan HOTEL DAFAM, jadi gampang dicari. Begitu sampe di TKP, udah ada beberapa blogger yang lagi nongki-nongki cantik di Oemah Abah. Sambil nunggu yang lain, kita foto-foto dunk… secara look nya Oemah Abah ini keren dan instagramable banget.  Ngerasa rugi banget kalo nggak foto-foto disini.

difotoin  Mbak Wulan

25 September 2017

Serunya Blogger Gathering di Hotel Grand Tjokro Pekanbaru

9/25/2017 08:45:00 PM 29 Comments
Bersama Para blogger papan atas dan selebgram Pekanbaru. yahuuuwww

Wah… dari kemaren mainnya dari hotel ke hotel mulu nih… hihihi.. Alhamdulillah yaa.. sesuatu banget. Rejeni anak sholeh. Nah kali ini aku mau cerita keseruan Blogger Gathering di Hotel Grand Tjokro Pekanbaru yang ditaja oleh SAS Hospitality, operator hotel yang mengelola seluruh unit hotel Grand Tjokro di Indonesia. 

Breakfast cantik di Tjokro Restaurant
Biasanya… Blogger Gathering itu sore atau malam. Eh tapi gathering kali ini pagi banget. Jam 8 pagi udah duduk manis di restoran hotel Tjokro. SAS Hospitality mengajak para blogger untuk breakfast cantik di Tjokro Restaurant. Asiikkk… perbaikan gizi dong!

24 September 2017

Menjalin Keluarga Baru Bersama SAS Hospitality

9/24/2017 12:57:00 PM 0 Comments


Ada suasana hangat yang terasa di Sabtu pagi, 23 September 2017. Berlokasi di Tjokro Restaurant, Tjokro Hotel Pekanbaru , SAS Hospitality, operator hotel yang mengelola seluruh unit hotel Grand Tjokro di Indonesia, mengajak teman-teman blogger untuk menikmati sajian sarapan. Tak hanya makanan yang tersaji dalam sarapan kali ini, tapi juga perbincangan hangat dan keluarga baru. Ya, sarapan bersama kali ini adalah momen berharga bagi SAS Hospitality untuk menjalin hubungan keluarga dengan teman-teman blogger.

Seusai sarapan, teman-teman blogger diajak untuk berkeliling hotel dan melihat fasilitas hotel yang ada, seperti  Meeting Room, Kids Corner, Room dan Ballroom. Keseruan berlanjut saat para blogger mencari voucher hadiah yang sudah di sembunyikan di setiap sudut ruangan hotel.



Mengenai SAS Hospitality

10 September 2017

Satu Malam di Golden Boutique Hotel Jakarta

9/10/2017 12:37:00 PM 16 Comments
tampak depan, Hotel Golden Boutique Angkasa, yang katanya mirip bentuk perahu
Kemaren ceritanya aku ada undangan untuk menghadiri sebuah acara di Jakarta. Alhamdulillah banget dikasih fasilitas terbaik. Dari pesawatnya Garuda, sampai hotelnya **** (bintangnya ada 4 loh. hahaha) . Biasanya kalau ada acara pelatihan/bimtek sering juga sih dikasih fasilitas nginep di hotel. Tapi hotelnya nggak semewah ini. so aku mau kasih review sedikit soal hotel ini. sekalian buat nambah bahan postingan di blog karatan ini  ya kan… muehehe…
 
Golden Boutique Hotel ini letaknya di daerah Kemayoran, cukup dekat dari bandara. Begitu sampai ternyata panitia acara belum datang, sedangkan para pesertanya yang datang dari sabang sampai merauke sudah stand bye di lobby hotel. Jelas kami belum bisa masuk kamar dong, secara kan yang bertanggung jawab untuk bayarin belum datang. Tapi dengan ramahnya pihak hotel menyambut kami, ngurusin barang-barang dan malah mempersilahkan makan siang di restaurant.

07 September 2017

Catatan kecil dihari lahir SM3T ke 6

9/07/2017 12:47:00 PM 12 Comments



Alhamdulillahirobbil Alamin…
Allah SWT berikan saya kesempatan dan rezeki menjadi bagian dari keluarga besar Masyarakat SM3T Indonesia (MSI), organisasi yang berisikan para alumni SM3T yang sudah mengabdi di pelosok negeri, ditambah mendalami ilmu keguruan dengan duduk di bangku PPG (Program Profesi Guru) selama setahun.
LPTK Universitas Riau menugaskan saya di pegunungan Papua, tepatnya di Kabupaten Jayawijaya atau yang biasa dikenal di TV dan berita dengan Lembah Baliem. Jika ditanya, bagaimana perasaan saya menjadi guru disana selama setahun? Jawaban singkatnya bisa saya jabarkan dalam 3 huruf.
W-O-W!

21 Mei 2017

Menjadi Relawan Muda Riau

5/21/2017 09:33:00 AM 2 Comments


Amanah baru datang lagi, pekerjaan baru disusun kembali. Bertemu orang-orang baru, karakter yang baru, kreatifitas yang baru, dan banyak hal baru yang aku temukan. Tapi itu bukan tujuan utamaku menjadi relawan. Aku ingin berguna buat orang lain. Ingin ada manfaatnya buat orang yang membutuhkan, ingin berbuat sesuatu buat sekitar, terutama daerah Riau, tanah kelahiranku. Aku ingin waktu luangku bermanfaat.  Itulah alasan kuat yang membuat aku tertarik utuk bergabung menjadi Relawan Muda Riau A.k.a RMR
 
RMR, Organisasi Binaan Dispora Provinsi  Riau
Relawan Muda Riau yang di bina langsung oleh Bidang Kepemudaan Dispora Riau, ternyata baru saja dibentuk tahun ini. sebelumnya sudah banyak program kepemudaan dari Dispora Riau seperti PPAN, BPAD, KPN, yang alumninya kemudian disebut PCMI. Ada juga WMR (Wirausaha Muda Riau) Dan masih banyak lagi program kepemudaan dari dispora lainnya. Tujuannya tentu saja mengajak pemuda-pemudi di Riau berkontribusi kepada daerahnya. Bisa dibilang, ngajakin pemuda ngabdi untuk Riau.

Melalui Tahap Seleksi

02 Mei 2017

Duo Sister Mimpi ke Negeri Gingseng Bersama Cheria Wisata

5/02/2017 11:45:00 PM 43 Comments
Tap for zoom
Aku dan si sofi pun menggebu-gebu buka tante google. Bukan nyari destinasi wisata di korea atau  tiket promo ke korea, tapi nyari apa itu wisata halal. Soalnya waktu kami tanyain ke Buya (Panggilan untuk Ayah) apa itu wisata halal, Buya malah bilang “Udah pake smartphone tapi kok nggak smart-smart juga sih kalian” kata Buya sambil ngeloyor pergi. gubrak banget kan.

Setelah aku googling sana-sini ternyata wisata halal itu lagi digadang-gadangkan banget di Indonesia. Lombok yang mempesona itu udah didapuk menjadi yang pertama dan satu-satunya daerah yang punya Perda wisata halal di Indonesia. Luar biasa!

Dalam Perda No. 2 Tahun 2016 tentang pariwisata halal, tertulis bahwa ruang lingkupnya bukan hanya soal makanan dan tempat sholat saja. Tapi juga mencakup pemasaran dan promosi, kelembagaan, pembinaan, pengawasan sampai ke pembiayaan yang merujuk pada syariat islam.
Dengan brand wisata halalnya, Lombok sudah berhasil mendapatkan dua penghargaan sekaligus yaitu World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination di ajang World Halal Travel Award (WHAT) 2015 yang diselenggarakan di Abu Dhabi, UEA. Wow! Semoga semakin banyak lagi daerah yang memiliki perda wisata halal di Indonesia.

30 Maret 2017

Komitmen atau Realistis?

3/30/2017 10:09:00 PM 10 Comments


(source)
Alhamdulillah wa syukurillah…
Akhirnya bisa ngeblog lagi. Waktu pengangguran kemaren malah nggak ada nyentuh blog sama sekali, eh ini disaat dateline raport MID dengan nilai murid yang masih berantakan, malah disempetin ngeblog.

Kali ini mau curhat banget nih. Kepikiran terus, semoga dengan ditulis jadi lebih lega. Karena kata dokternya BJ Habibie, menulis adalah bentuk terapi terbaik #kayak udah berat aja masalahnya
Jadi begini pemirsah… sejak lulus PPG (Pendidikan Profesi Guru) bulan Januari kemaren, aku mulai menyerakkan lamaran dimana-mana. Cuma ke 5 sekolah doang sih, yang satu lagi bimbel. Jadi total 6 lamaran. Hehehe. 

kriteria sekolah idaman aku adalah, sekolah swasta yang ada pengembangan gurunya. Jadi selama jadi guru, kita nggak cuma ngajar, tapi juga belajar. Pengembangan guru di sekolah swasta biasanya dalam hal ilmu kependidikan dan agama. Misalnya, pelatihan, KKG, Workshop. Atau kalau dalam bidang agamanya dengan memberikan jam belajar Al-Qur’an khusus untuk guru, baik itu Tahsin (memperbaiki bacaan) atau Tahfiz (menghafal), ada juga sekolah swasta yang memfasilitasi guru-gurunya untuk ikut  kajian dalam halaqoh-halaqoh kecil. Bahkan di SDIT AL Fikri,  murobbi (guru) nya datang ke sekolah untuk membimbing guru di jam kosong. Ilmu Al-Qur’an guru-gurunya juga di bina secara intensiv setiap hari sabtu dalam kelompok kecil, berdasarkan kemampuannya. Di SD An-Namiroh dulu setiap sabtu juga ada pengembangan guru, dari belajar Tahsin, belajar computer, bahasa arab atau bahasa inggris. Bergantian tiap pekannya. Keren kan?  Udahlah dapat duit, dapat ilmu gratis pula.

Ya elah… Cari kerja kok pake kriteria segala sih…

23 Desember 2016

Wawancara dengan Pemenang UNSA Ambassador 2016

12/23/2016 01:05:00 AM 2 Comments
Ilham Fauzi. UNSA AMBASSADOR 2016

UNSA (Untuk Sahabat) adalah sebuah grup kepenulisan yang tenar di media sosial facebook. Setiap tahun Unsa memilih satu orang anggotanya untuk menjadi Duta Penulis Unsa yang tugasnya memotivasi dan menginspirasi  para penulis lain untuk berkarya lebih baik lagi. Tidak hanya itu, Duta Penulis Unsa harus senantiasa bersahabat atau friendly dengan siapa pun dalam berkarya. Mengingat saat ini tidak sedikit penulis yang hanya berkarya saja namun terkadang masih dingin dengan teman-teman penulis lain yang ingin sharing dan berbagi ilmu dengannya.

Untuk menjadi Unsa Ambassador tidak mudah. Ada rentetan tugas dan penjurian yang harus di ikuti selama 3 bulan (emejing banget kan. Kalau gue ikut kompetisi selama itu mungkin sudah melambaikan tangan ke kamera). Tugasnya bermacam-macam. Dari tugas membuat cerpen sampai menulis buku. Dua finalis terpilih akan berkompetisi satu sama lain dan diundang dalam perayaan ulangtahun UNSA.

Juara pertama Unsa Ambassador ini akan mendapatkan hadiah uang tunai ratusan ribu, selempang Unsa Ambassador yang bertuliskan tahun jabatan (duh ngiler banget gue secara selempang cuma bisa didapat di ajang kayak putri-putrian gitu), tropi, paket buku dan tentu saja dinobatkan menjadi UNSA Ambassador. Cukup menggiurkan bukan?

Pemenang UNSA Ambassador tahun 2016 adalah Ilham Fauzi. Pria berdarah minang ini merupakan pengurus FLP Pekanbaru yang saat ini sedang menjalani pendidikan master-nya di UNAND Padang. Keren apa coba. Dia masih singel loh dan katanya lagi buka lowongan, muehehe. Saat diwawancara via inbox fb, Ilham baru saja pulang dari Bogor menghadiri milad UNSA dan penobatan UNSA Ambassador 2017 yang baru. Meski begitu, Ilham tetap mau kok berbagi pengalamannya yang pernah memenangkan Unsa Ambassador 2016 dan berbagi kisahnya selamat menjabat menjadi Duta Penulis.

*ceritanya disini aku sebagai wartawan yang mewawancarai artis. haghaghag*

22 November 2016

Alarm Berbunyi

11/22/2016 12:00:00 AM 7 Comments

*sebuah catatan gak mutu dihari lahir
*Versi gue-elu

Euphoria merayakan ulangtahun temen berasa banget di asrama PPG ini. setiap ada yang ulangtahun, pasti ada aja yang iseng ngerjain. Dari temen se cluster, se lorong, temen satu blok ataupun temen satu jurusan. Mungkin karena kami semua kurang piknik kurang hiburan, jadi disaat ada yang ulangtahun, disitulah dia dijadikan korban. Layaknya anak-anak Abege merayakan ultah, dari diiket di pohon, disiram air got,  dilempar telur, sampai dilempar ke kolam ikan di depan asrama. Pokoknya setiap ada yang ulangtahun, asrama jadi heboh, berisik dan jorok. Tapi semua Happy! Hihihi…

Kemaren gue ulangtahun. A.k.a jatah gue numpang hidup di dunia ini berkurang. Hari itu sama kayak biasanya, malemnya gue begadang sampe jam 3. Ngerjain sesuatu dan bantuin temen sekamar yang mau ujian PPL besoknya. Paginya sempet belajar kelompok sama temen-temen PGSD. Dan langsung diseret paksa makan di Medan Mall.

Malemnya, selesai apel malam di asrama, temen-temen UNPRI (UNP dan UNRI yang merupakan dua kampus pendatang di PPG ini) ngasi surprise dengan kue yang lumayan gede banget. Sampe gak abis dimakanin. Acara UNPRI kelar, gue pun balik ke kamar, beres-beres muka yang belepotan kena krim kue, dan duduk santai santai sambil baca-bacain ucapan ultah di sosmed. Eh tau-tau Winda, temen satu cluster ngajain bahas soal. Males banget dong. Karena gue gak beranjak dari tempat tidur, Winda narik gue yang berujung ke tempat cuci. Gue udah berusaha bertahan, tapi yang narik jadi tambah rame. Akhirnya pasrah disiram pake air yang kalo dilihat dari bentuk baunya, udah dicampur sama detergent, blau, bahkan kulit pisang juga juga disitu. Gue sempet menggigil disiram tengah malam begitu. Untung nggak lama dikurung di tempat cuci. Bener-bener sukses mereka ngerjain gue!



Begitu dikasi kue yang ada angka 27 a.k.a duapuluhtujuh itu, gue termangu. Ya allah… gue udah setua ini. dan gue belum jadi apa-apa, life goal gue belum kesampean. Seketika gue rasanya pengen nangis guling-guling sambil nyelam di kolam ikan asrama.

Temen cowok di asrama yang juga ikut ngerayain ultah gue sempet kaget begitu tau umur gue 27. Soalnya PPG angkatan IV ini rata-rata berumur 25-26. Dia sempet gak percaya gitu, apa muka gue seimut itu yak? #menghiburdiri
***

26 Oktober 2016

INSPIRASI DARI MUSEUM BATAK ,TB SILALAHI CENTER

10/26/2016 01:10:00 PM 16 Comments
in front of museum Batak
Baca perjalanan sebelumnya :

Dari zaman dahulu kala, orang Batak itu udah kenal sama budaya yang tinggi. Dulu bahkan ada tulisan aksara Batak, bahasa Batak , Gondang Batak, pakaian Batak (ulos), dan ada penggunaan marga. Tapi zaman kan udah modern ya. takutnya lama-lama nilai budaya makin hilang. Makanya dibangunlah MUSEUM BATAK TB SILALAHI CENTER ini. yang namanya museum pasti isinya barang-barang peninggalan budaya yang bersejarang dong ya. kalo isinya ikan itu mah namanya pasar ikan #gaklucu

Aku baca di brosurnya, museum ini dibangun selain untuk nyimpen barang-barang budaya, juga untuk menyatukan ke 6 etnis Batak yang ada di Sumatera Utara. Ada Simalungun, Mandailing, Angkola, Pakpak dan Karo (CMIIW). Bagunan museum ini dibangun super megah banget. Katanya sih museum ini dapat anugerah Cagar Budaya dan Permuseuman tahun 2014, sebagai Museum swasta Terbaik di Indonesia yang dianugerahkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kerenn…kereenn… #standing applause

19 September 2016

Festival Danau Toba di Muara. Negeri Indah kepingan Surga

9/19/2016 10:38:00 AM 4 Comments
pose gak jelas di FDT
Cerita sebelumnya : Hai, Danau Toba!
Seger banget abis SPA di Pemandian air panas Sipoholon, perjalanan pun di lanjutkan ke Muara. Dan kami berempat masih belum tau mau dibawa kemana. Waktu di pinggir jalan liat spanduk-spanduk bertebaran baru deh kami tau kemana arah dan tujuan perjalanan jauh ini.

SELAMAT DATANG DI FESTIVAL DANAU TOBA
MUARA NAULI- TAPANULI UTARA

Aku pun langsung kegirangan. Ternyata kami bakal diajak ibu nonton FESTIVAL DANAU TOBA! Ivent yang diadakan Cuma setahun sekali! Gilaakk… gilaakk… festival dayung sampan di taluk kuantan, Riau aja seumur-umur belum pernah. Lha ini di ajak nonton Festival Danau Toba di Tapanuli Utara. What a lucky I am.

18 September 2016

Hai, Danau Toba!

9/18/2016 08:02:00 PM 20 Comments


Yeaayy… Alhamdulillah ya…  setelah 6 bulanan jadi anak asrama di Medan, akhirnya aku bisa liat Danau Toba juga. Gretongan lagi… rejeki anak sholeh emang kagak kemana. Sini-sini, aku ceritain dikit trip ke Danau Toba selama 3 hari kemaren. Bukan kemaren juga sih, udah lumayan lama juga. Hahaha.

Awalnya liburan lebaran Iedul Adha ini rencananya aku mau menumpang hidup dirumah temen sekamar. Namanya Erni. Cewek asli Batak ini tinggal di Binjai. Sekitar 1 jam dari Medan. Ya dari pada seminggu bengong aja di asrama yang udah bisa dipastikan bakal sepi banget itu, mending numpang hidup di rumah Erni, biar kebagian makan rendang daging kurban. Hohoho #mental gratisan

Sebelumnya, Ibu Asrama yang biasanya paling ditakuti dan disegani di asrama (like always every dormitory do), tau-tau nyamperin aku. ngajak touring pake motor ke daerah Sibolangit sana, mungkin kesian liat aku di asrama terus. Setiap orang liburan pada pulang selalu jadi penunggu asrama. So, udah diomongin sana-sini gimana berangkatnya, pake motor siapa, bobonya dimana dll. Eh, ujung-ujungnya karena beberapa alasan nggak jadi. Kalo pun jadi, belum tentu juga Ummi aku bakal ngizinin sih. Hihihi. Yaudah deh, aku rencanain ke rumahnya Erni aja di Binjai. Sedangkan temen-temen dari Riau yang lainnya masih betah jadi penunggu asrama. 

Eh dasar rejeki anak sholeh, beberapa hari kemudian, ibu asrama yang kami panggil Bu’ Nur nyamperin aku sebelum makan malam. Kali ini ngajak touring tapi pake mobil. Gak pake itinenary. Pokoknya dari asrama jalan aja terus, kalo nemu tempat bagus kita berhenti. Nginap dimana nanti aja dipikirin, penginapan dimana-mana juga banyak. Pokoknya kita jalan! Mungkin Bu’ Nur mau kekinian, pake istilah Let’s Get Lost aja kali. asek! Karena anggota masih kurang, temen lain yang di ajakin Bu’ Nur pada gak bisa ikut, yah, dari pada mobil kosong, aku ajak aja anggota di Kasturi. Terjaringlah Tika, Putri dan Fitri. Here we go….!!!

28 Juli 2016

Cluster Kasturi. A home Sweet Home

7/28/2016 09:08:00 AM 1 Comments
ASRAMA PPG SM3T UNIMED

Pengumuman dari ibu asrama malam ini yang menyatakan akan ada rotasi asrama bulan depan membuat aku tersentak, peraturan asrama satu ini yang paling aku takutkan, ternyata akan terjadi dalam waktu dekat. Hampir lima bulan terlewati, sudah banyak kisah terukir, sudah membahana gelak tawa setiap hari, sudah kuat hati tarpatri satu sama lain. Adalah sebuah keniscayaan kita bersedih ketika harus dipisahkan. Untuk membingkai kenangan, izinkan aku abadikan secuil cerita di blog yang tak seberapa ini.  

Ada 3 blok di lingkungan asrama PPG UNIMED ini. setiap Blok berbeda bentuk fisik bangunan dan isi kamarnya. Tapi fasilitas yang kami dapatkan sejatinya adalah sama. Blok A yang terdiri dari 4 cluster dihuni oleh para pria, di Blok B yang berada di depan Blok A dihuni oleh para wanita. Beda dengan blok A, di blok B ini ada 6 cluster. 4 cluster dihuni oleh para wanita, 1 cluster dihuni oleh laki-laki (karena tidak muat di Blok A), dan 1 cluster lagi dihuni oleh aadik-adik mahasiswa S1 dari papua yang mendapatkan beasiswa afirmasi di unimed. salah satunya ada yang dari Tolikara loh.

Sedangkan di blok C yang bentuk fisik bangunannya memanjang, kamarnya dihuni oleh perempuan yang berjumlah 60 orang. Sisanya, karena di Asrama PPG UNIMED tidak muat, peserta PPG lainnya di tempatkan di asrama UMA (Universitas Medan Area) yang berada kurang lebih 1km dari asrama PPG UNIMED. Disana juga mendapat fasilitas yang sama. Tempat tinggal dan makan 3 kali sehari gratis. Bahkan ada jasa laundry 20kg setiap bulan. Itu juga gratis. Wow! Tinggal focus belajar aja cuy

14 Mei 2016

Fenomena VLOG

5/14/2016 05:15:00 PM 5 Comments

 Akhir2 ini karena wifinya asrama  kenceng banget, aku jadi sering nongkrongin yusup. eh yutub. Ada banyak banget video diary orang seliweran di beranda youtube aku. Dari hasil pengamatan aku, para youtuber ini punya beberapa catatan.
  1. Mereka terkenal, subscribers nya sampe jutaan. Yang walopun mereka cuma aplod video makan donat di mall (which is itu hal biasa) bisa diliat ribuan bahkan ratus ribu kali.
  2. Youtubers rata-rata orang kaya, liat aje gadget nye yg bisa bikin muka muluss.... lighting nya, tripot nya, dan banyak lagi. syuting nya juga di tempat-tempat bagus. Rumah mewah, Mobil bagus, mall, kantor menjulang tinggi dll.
  3. Youtubers rata-rata adalah anak-anak muda yang kreatif, di awal karir sebagai youtubers mereka bikin video yg unik,lucu2an etc. pokoknya yg kekinian bgt deh. Penonton pun tertarik untuk ngeklik videonya, dan jadilah view nya ribuan.
  4.  

14 April 2016

Satu Bulan di Medan

4/14/2016 08:36:00 AM 32 Comments

Tepat hari ini, satu bulan yang lalu kami sedang rempong di bandara Sultan Syarif Qasim Pekanbaru. Air mataku sempat jatuh ketika akhirnya bersalaman dan memeluk orang tuaku. Padahal sebelumnya tidak ada sedikitpun rasa sedih, karena ini hanya perpisahan setahun untuk ke Medan, bukan ke Papua! tapi saat aku tinggalkan Buya sedang sakit, masih harus bolak balik ke rumah sakit, terapi dan segala macamnya, siapa nanti yang akan wara wiri mengantarkan Buya, itulah yang membuat aku tak bisa menahan tangis ketika memeluk dan mencium Buya di bandara. Buya yang walaupun tidak enak badan tetap ikut mengantarkanku ke bandara, bahkan dengan semangat ngobrol dengan supir taksi bahwa anak gadisnya ini mendapatkan beasiswa Full kuliah di Medan. Buya yang malamnya masih tidak bisa bangun dari kasur, tapi pagi ketika berangkat dengan semangatnya bercerita bahwa anak pertamanya ini akan di didik untuk menjadi guru professional di asrama. Ah Buya, tetap lah sehat, tunggu aku kembali dan membahagiakanmu.
 
Sampai di medan kami disambut oleh ketua PPG UNIMED di ruangannya yang walaupun sudah jam 5 sore masih tetap buka. Kemudian kami di antarkan menuju asrama yang ternyata sedang di renovasi. Kami pun di tempatkan sementara di asrama Putra. Di sana kami bertemu alumni SM3T dari Padang yang akan bersama-sama PPG di UNIMED juga. Jadilah malam itu kami berbahasa minang ria. Hihihi. Malam pertama di asrama kami makan bersama nasi bungkus di gelaapnya lorong kamar, mati lampu. Sial.

Paginya di sibukkan dnegan urusan registrasi, daftar ini itu dan tetek bengek lainnya. Aku kira semua urusan akan selesai dalam satu hari. Ternyata membutuhkan 3 hari untuk menyelesaikan semua adm itu. Harapanku untuk ajojing ke pulau Samosir menikmati indahnya Danau Toba luluh lantak. Ditambah lagi teman-teman ku yang lain ternyata sudah pernah ke Medan. Jadi  aku doang yang exited ingin ke samosir. Padahal hanya ada waktu kosong 3 hari untuk mengurus semua adm. Selanjutnya sudah masuk kegiatan orientasi kampus. Semoga ada waktu dan rejeki yan pas di lain waktu.

Medan ini tidak jauh dari yang aku bayangkan, sebuah kota besar dengan kemacetannya. Dan udaranya yang  super panas. Jenis panas di medan beda sama di Pekanbaru. Kalo di Pekanbaru panasnya menyengat kulit tapi nggak bikin keringetan,  di Medan ini cuacanya menyokong kulit untuk lebih banyak memproduksi keringat. So, siang-siang di medan itu buanjir keringat. Bahkan subuh pun kami mandi keringat di kamar tanpa kipas angin itu. Karena sering kepanasan jadi dehidrasi terus, jadi banyak minum. Dan insyaallah kalau banyak minum jadi sehat 

Untuk adaptasi sebenernya nggak susah, aku ini tipe orang yang mudah adaptasi. Di Papua aja dengan mudahnya adaptasi dengan warga, dari wali murid, pendeta, pemuda desa, bahkan tukang mabuk pun aku jadikan teman. Tapi satu bulan di Medan aku belum dapet temen deket, belum bisa bener-bener gabung sama teman-teman asli Medan. Soalnya  aku selalu barengan sama teman2 dari Riau dan Padang. Makan bareng, padahal di ruang makan itu ada 199 anak PPG lainnya, pergi ke luar bareng, belanja bareng, jalan-jalan bareng. Sampai ada temen dari Medan yang bilang kami nggak bisa adaptasi. Sedihnya denger ada yang bilang gitu. Need more time aja kali ya. tapi setelah sebulanan ini di kampus udah bisa adaptasi dengan baik dong. Temen-temennya baik2, care dan banyak pelawaknya.

Anak Riau dan Padang ke pasar begini. keroyokan

08 April 2016

Keliling Sumatera Utara Dalam Sehari #PRSU 2016

4/08/2016 05:03:00 PM 12 Comments


I Love PRSU

Nggak nyangka banget bakal ke Medan. Rencana ke Medan pernah sih, numpang lewat mau ke Danau Toba. Tapi belum kesampean, Alhamdulillah Allah kasi jalan lain untuk ke Medan. Gratis pula! Ya, aku di tempatkan untuk belajar selama setahun di UNIMED. Pertama kali tau kalo aku bakal PPG di Unimed, Danau Toba seperti udah terbayang di depan mata. Secara kalo dari Pekanbaru-Samosir kan biayanya besar banget. Kalo dari Medan tentu lebih dekat dan hemat. Semoga ada waktu dan rejeki untuk explore Sumatra Utara ini kapan-kapan. 
 
Nah, sampe di Medan udah tenggelam aja sama kesibukan PPG, expectation begitu nyampe Medan 2 hari langsung ke Toba itu gagal total. So, sebelum explore Sumut beneran, aku dkk keliling Sumut dalam sehari. Kami datang ke Event tahunan yang ada di Medan. Namanya Pekan Raya Sumatera Utara a.k.a PRSU. Disini lengkap banget memamerkan setiap kabupaten yang ada di Sumut, dari jajaran pemerintahannya, makanannya, sampai tempat wisata nya. Ini ibarat kita mau beli rumah, liat replikanya dulu.  Sihiiiyyy…!!

So, abis pulang dari Istana Maimun, kami ke PRSU yang sore itu rame buanget. Untung kami nyampenya belum terlalu sore, jadi masi kebagian parkir mobil yang deket TKP. Pas kami pulang orang udah bejibun, parkir penuh. 

Begitu masuk dari luar terlihat robot-robotan ala-ala universal studio singapur menyambut tamu. Yang tadinya males mau masuk karena tiketnya ternyata Rp. 20.000, tapi begitu liat ke dalem ada banyak ikon-ikon keren gitu, akhirnya kami semua masuk. Walaupun harus ngutang dulu, soalnya dompet aku ketinggalan di asrama. Hahaha
 
welcome to PRSU 2016. Dari Kiri : Aan, Ningsih, Khusnul, Kak Ayu, Winda, Aku dan Dila
Bukan Universal Singapur

27 Maret 2016

Jadi Ratu di Istana Maimun Medan

3/27/2016 08:55:00 AM 18 Comments
Jadi ceritanya, setelah 2 minggu tinggal di Medan, baru kemaren itulah aku dkk mahasiswa dari Riau dan Padang ini bisa ngebolang di Medan. Sebelumnya kami cuma tau kampus, asrama dan pasar di Aksara. What a boring day! Setelah tanya sana-sini, lobi sana sini sampai bibir dower, kami menemukan pahlawan yang tidak kesiangan untuk membawa kami keliling kota Medan. Doski menawarkan diri untuk jadi Guide dan nawarin pinjaman mobil sekaligus jadi supir. Waaahh.. paket lengkap! Temen PPG asal UNIMED ini awalnya tidak mau disebut namanya, tapi kita sebut saja inisialnya Zulvan. Sebelumnya Zulvan juga yang banyak membantu kami dalam proses kehidupan nomaden kami di asrama UNIMED. Pokoknya Zulvan ini care banget lah. Oke punya.

Malamnya rapat kecil, paginya kami pun ready keliling kota Medan. Tadinya mau ke Brastagi, tapi takut nggak terkejar waktunya, secara status kami sekarang adalah anak asrama yang terikat peraturan. Finally diputuskan kami keliling-keliling kota aja dan ke Istana Maimun, sekalian sholat di Masjid Raya Medan. Oke deh. 8 orang dari UNRI, 4 Orang dari UNP, ditambah Zulvan sebagai supir, Pak Lurah Asrama dan Aan dari UNIMED bersiap cus and go…!!!

Karena mobil cuma satu, yang cowok-cowok di carikan pinjaman motor. Jadi yang cewek-cewek duduk cantik di mobil, yang cowok-cowok konvoi pake motor. Asek asek… akhirnyaaaa… ada jugaa yang ngajak jalan-jalan di Medan. Hahaha
cap cuuuuusssss


07 Maret 2016

Mencoba Baju Adat Papua

3/07/2016 11:44:00 AM 44 Comments

Sore itu beberapa bulan sebelum kepulangan kami, Mama Perlin (istri kepala sekolah) dan MamaIrpa (istri Pak Wetipo, guru yang tinggal serumah dengan kami) datang ke rumah. mereka berdua membawa tas yang penuh dengan noken. Aku dan Hotma (partner ngajar ku) langsung ke GR an tingkat dewa dong, dikira mereka bakal ngasi noken itu buat kami. Ehh.. ternyata noken-noken itu Cuma di titip dirumah kami karena besoknya mau di bawa ke pesta pernikahan. Karena menurut mereka rumah kamilah tempat paling aman untuk menyimpan noken, sedangkan kalau noken disimpan di Honai, nggak bakalan aman. Alias pasti di maling. Secara honai kan nggak punya kunci yang kuat.
 
Tapi karena liat mata aku dan hotma yang berbinar-binar melihat noken ini, maka kami di izinkan untuk mencoba memakai noken yang harganya bisa mencapai 500 ribu itu. Untuk bisa menjadi sebuah baju, dibutuhkan 2 helai noken.  Cara memakainya kalo nggak di ajarin pasti bingung banget dah. Hahaha..

Selain memakai noken, kami juga di pakaikan salli (dibaca sili). Rok tradisional lembah baliem yang terbuat dari dedaunan, kemudian di warnai. Memakai Sali ini tidak susah. Tinggal di lilit aja ke pinggang. 
baju adat Lembah Baliem, Papua. mahal bro!

Resensi Buku ; Sepotong Kisah di balik Lembah

3/07/2016 11:32:00 AM 12 Comments


 
Judul : Baliem Undercover
Penulis : Reby oktarianda
Penerbit :  C.V Draft Media
Harga : Rp. 45.000

Ketua SM3T UR Penempatan Jayawijaya memberi judul buku bercover putih ini dengan Baliem Undercover. Bukan tanpa alasan cowok jangkung ini memberi judul “Undercover”, karena memang buku ini mengupas dan menguak (kalah infotainment) sisi yang berbeda dari lembah baliem yang banyak belum diketahui khalayak ramai yang ada di luar pulau Papua. jangankan yang ada di luar Pulau Papua, jika di tanya tradisi bakar batu pada masyarakat Papua barat, mungkin mereka tidak tau, karena bakar batu adalah tradisi orang pegunungan di lembah baliem Papua.

Meskipun tipis karena hanya 70 halaman, tapi buku ini membuka mata pembaca mengenai bagaimana kehidupan masyarakat suku Dani di pedalaman Papua. suku Dani yang terkenal keras dan “hobi” perang justru dikenalkan penulisnya sebagi orang-orang yang suka memberi. Istilah “kasih” dan “Berkat” juga diceritakan di buku mungil ini.

Foto-foto dengan kualitas glossy paper juga memanjakan mata pembaca. Dengan melihat foto-foto yang dicetak berkualitas mendorong imajinasi pembaca dan menggerakkan ingin berwisata ke Papua. sejalan dengan tren medsos saat ini, dimana setiap orang mendadak menisbatkan dirinya menjadi seorang traveller.